Bonus
E-book: Cerita Pendek Tambahan
Begitulah
Kata Netora Ontora
Dan sekarang, saatnya bonus untuk kalian yang sudah
membeli edisi e-book!
"Yo, apa kabar? Reiko Netora di sini."
"Ini hitungannya kayak bonus track, paham
kan? Mirip film anime original yang bikin penonton mikir, 'Lho, kalau orang ini
ada di tim, bukannya berarti bos itu sudah kalah? Terus jagoannya sudah awakening,
tapi si brengsek itu kok masih hidup? Ini garis waktunya gimana, sih?'"
"Dengar ya, jangan dipikirkan hal-hal sepele
begitu. Lihat
situasi dong, oke? Read the room."
Aku
menghempaskan diri ke kursi lipat di ruang klub sastra, memulai obrolan.
"Hmph...
Mumpung ada kesempatan, boleh jugalah ya perkenalan diri sedikit, ala-ala di
balik layar gitu. Enggak sering-sering kan kalian dapat momen komentar
karakter kayak begini."
Aku mengacungkan jempol ke arah dadaku sendiri sambil
menyeringai.
"Reiko Netora."
"Satu-satunya protagonis sekaligus avatar kalian di
cerita ini. Itulah aku, Sayang."
"Gadis pekerja keras yang penuh gairah dan pantang
menyerah demi impian, pahlawan cahaya bersinar yang diakui semua orang sebagai
perwujudan dari persahabatan, usaha, dan kemenangan. Pasti kalian merasa sangat
relate denganku, kan? Ayo, puji aku sepuasnya!"
"Ngomong-ngomong, hari ini kami ada pertemuan klub
sastra, tapi Yuu-kun dan Yuri-chan agak telat karena ada urusan."
Karena merasa bosan setengah mati, aku mengambil buku
asal dari rak ruang klub dan mulai membolak-baliknya tanpa benar-benar
membacanya.
"...Sumpah, aku enggak pernah menyangka hal ini
bakal benar-benar jadi buku."
Pikiranku melayang kembali ke bagaimana semua ini bisa
terjadi.
"Cerita ini dipungut dari ajang HJ Novel Award,
mengubah web novel-ku jadi buku beneran. Tapi, yah, kalian tahu sendiri
kan versi web-nya itu... anggap saja unik. Ibarat bikin pesta BBQ di
halaman belakang rumah orang tanpa izin. Ya, aku enggak bakal jelasin lebih
detail—pikirkan saja sendiri. Read the room."
"Waktu kontrak bukunya deal, orang-orang di
sekitarku pada bilang, 'Kamu serius?' atau 'Bebaskan keluarga para juri!'.
Mereka benar-benar berpesta pora di internet. Tenang saja, Kawan—para
sanderanya sudah bebas sekarang."
Aku menutup buku itu—lagian aku tidak bisa fokus—dan
menatap langit-langit sambil menghela napas pendek.
"...Entah rencana besarku untuk merusak otak Yuu-kun
dengan aura NTR bakal tercapai atau tidak, aku pun tak tahu."
"Bagaimanapun, ini kan karya komersial. Kalau aku
enggak bisa kasih makan editor-ku, Pak A, mungkin aku harus membelah perutku
sendiri secara jantan, paham kan?"
"Tapi aku tidak akan menyerah. Tak
peduli seberapa terjal jalannya, aku akan terus merangkak maju."
"Ini ceritaku, dan aku punya tanggung jawab moral
sebagai penciptanya, kalian paham kan maksudku?"
"Hasrat membara untuk menghancurkan kewarasan
manusia dan menjerumuskan mereka ke dalam keputusasaan... tak ada yang boleh
merenggut kebebasan itu dariku. Aku takkan memaafkan monster keji mana pun yang
mencoba menginjak-injak kebebasan orang lain. Hargai diversitas, sialan! Jangan
diskriminasi aku!"
Pendirianku tidak berubah, entah di kehidupan lalu atau
sekarang. Aku akan terus maju sampai tindakanku membuahkan hasil.
Aku mencengkeram pergelangan tangan kananku dengan tangan
kiri, menatap tajam ke arah langit biru di balik jendela.
"Tak peduli zamannya, aku akan selalu mengejar
kebebasan. Itulah artinya menjadi—"
"Rei-chan, maaf kami telat!"
"A-anu, tadi kami ditahan sebentar oleh
guru..."
Wah, itu Yuu-kun dan Yuri-chan.
Begitu mereka berdua mendobrak pintu ruang klub, aku
langsung memasang senyum yang sangat menyilaukan.
"Hei, semangat ya kalian berdua! Aku juga baru
sampai kok, jadi enggak perlu buru-buru."
Senyum malaikatku membuat mereka luluh, seolah mereka
baru saja menggigit buah yang sangat manis.
Ya
ampun, orang-orang ini manis sekali... Kalau aku bisa menutupi mata mereka
dengan keputusasaan, mereka pasti akan berkilau lebih indah dari permata mana
pun. Benar-benar menggoda.
Dan
begitulah, sementara aku sibuk menyusun rencana untuk menyeret orang-orang baik
yang menggemaskan ini ke dasar neraka, pertemuan klub sastra pun dimulai.
Previous Chapter | ToC | Next Chapter



Post a Comment