Interlude 2
Dunia yang
Mulai Runtuh
Langkah kakiku bergema saat memasuki gedung Explorer
Guild di Celeste, ibu kota Kepangeranan Hitia. Tak lama kemudian, seorang staf
yang menyadari kedatangan kami segera menghampiri.
"Saya Lucilla N. Edelweiss. Saya datang sebagai
perwakilan Kerajaan Nohitant untuk memenuhi undangan dari Explorer Guild."
Mendengar namaku, staf tersebut menundukkan kepala dengan
takzim.
"Kami telah menanti kedatangan Anda, Yang Mulia
Lucilla. Namun, mohon maaf sebelumnya, mulai dari sini rekan pengawal Anda
tidak diperkenankan ikut serta dan Anda dilarang membawa persenjataan. Silakan
masuk ke ruangan di dalam seorang diri."
Dalam situasi normal, itu adalah permintaan yang cukup
berani. Namun, mengingat apa yang akan terjadi dan situasi dunia saat ini,
kurasa itu permintaan yang masuk akal.
"Baiklah. —Kalau begitu, Loretta dan yang lain,
tolong tunggu di dalam gedung ini. Berhati-hatilah dalam bertindak dan hindari
konflik yang tidak perlu dengan perwakilan negara lain."
"Kami mengerti, Putri Lucilla. Semoga pertemuan Anda
lancar."
Setelah memberikan instruksi kepada Loretta dan para
pengawal lainnya, aku mengikuti staf tersebut menuju ruangan yang telah
ditentukan.
Waktu berlalu begitu cepat. Sudah hampir dua bulan sejak
fenomena Labyrinth Outbreak terjadi secara serentak di seluruh dunia,
dan sejak pertarungan Orn melawan Belia di ibu kota.
Satu-satunya perubahan besar selain kekacauan akibat Outbreak
adalah gencatan senjata dalam perang melawan Kekaisaran.
Dihadapkan pada ancaman monster yang memenuhi permukaan
dunia—masalah yang melibatkan seluruh umat manusia—negara-negara besar yang
sebelumnya hanya diam menonton akhirnya turun tangan untuk menengahi, hingga
gencatan senjata pun tercapai.
Awalnya orang-orang sangat panik menghadapi perubahan
drastis ini. Namun, entah baik atau buruk, manusia adalah makhluk yang cepat
beradaptasi, dan perlahan kekacauan mulai mereda.
Saat aku tiba di ruangan yang ditentukan, sudah ada
sekitar sepuluh orang di dalamnya.
(……Wajah-wajah yang luar biasa.)
Di sini berkumpul para perwakilan dan delegasi dari
berbagai negara.
Pertemuan ini adalah konferensi tingkat tinggi untuk
membahas langkah-langkah penanganan monster yang kini merajalela di permukaan
akibat Labyrinth Outbreak.
Explorer Guild memanggil negara-negara ini dengan
dalih bahwa umat manusia harus bergandengan tangan tanpa memandang batas negara
demi melawan ancaman monster.
Posisiku saat ini adalah perwakilan Kerajaan
Nohitant, namun jika dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, aku adalah
mata-mata dari faksi Amunzuas yang menyusup ke dalam faksi Ordo Ciclamen.
Akibat kejadian di ibu kota waktu itu, Phily
Carpenter menggunakan Cognitive Alteration miliknya kepadaku. Ia
menanamkan ingatan bahwa Orn telah membunuh Grand Master Explorer Guild,
sekaligus menanamkan rasa permusuhan yang kuat terhadap Orn dan rasa setia
kepada Ordo.
Padahal, kenyataannya kekuatan itu tidak mempan
berkat fungsi penetral Cognitive Alteration yang dipasang Orn pada
perangkat sihir pelindungku di Dalarna. Namun, Phily pasti yakin bahwa aku
berada di bawah kendalinya.
Aku tidak boleh membiarkan dia menyadari hal ini.
(Karena Orn sudah menepati janjinya untuk menyelamatkan
rakyat, sekarang giliran aku.)
Berkat faksi Amunzuas yang diam-diam memburu banyak
monster di dalam negeri, kerusakan bisa ditekan seminimal mungkin.
Tanpa kerja sama mereka, kekacauan pasti masih meluas di
dalam kerajaan saat ini.
Dalam hati, sekali lagi aku bersumpah untuk menuntaskan
tugasku.
◆◇◆
"Hadirin sekalian, terima kasih telah memenuhi
undangan saya di tengah kesibukan Anda sekalian. Nama saya Sorda, Grand Master
baru dari Explorer Guild."
Seorang pria yang merupakan staf guild memulai pidato
pembukaan di depan para perwakilan negara.
Jadi,
dia adalah Grand Master pengganti Belia…… Maaf jika ini terdengar kasar, tapi
dia terlihat seperti orang yang tidak memiliki karakteristik khusus.
Saking
tidak berkarakternya, ia lebih terlihat seperti orang yang tidak memiliki
ambisi atau semangat hidup.
"Saya
ingin segera masuk ke topik utama, namun sebelumnya ada satu hal yang ingin
saya sampaikan. Seperti yang Anda sekalian ketahui, di waktu yang hampir
bersamaan dengan dimulainya Labyrinth Outbreak, Belia-sama—mantan Grand
Master kami—telah wafat. Beliau memiliki Special Ability umur panjang
dan merupakan sosok hebat yang mendukung guild sejak awal pendiriannya. Tidak
ada orang lain yang mampu menyatukan guild sehebat beliau. Justru
di saat dunia menjadi seperti inilah kita membutuhkan kekuatannya. Benar-benar
sebuah kehilangan yang besar."
Sorda-san berbicara dengan suara bergetar sambil mengusap
sudut matanya.
Dia pasti sangat mengagumi Belia.
Mungkin dia tidak tahu bahwa Belia sendirilah dalang yang
menciptakan kekacauan dunia ini.
Tidak, selain dia, berapa banyak orang di ruangan ini
yang mengetahui kebenaran tersebut?
"Saya bertekad untuk mengerahkan segenap jiwa
dan raga agar umat manusia bisa menang melawan ancaman monster. Namun,
kemampuan saya masih jauh dari sosok sehebat Belia Sans. Karena itu, mohon
pinjamkan kekuatan Anda sekalian kepada saya!"
Tepat saat Sorda-san menundukkan kepalanya setelah
memberikan pernyataan, seorang pria tua mulai bertepuk tangan.
Orang itu adalah Gunnar Stern, Ketua Parlemen dari
Federasi Ludain—negara besar yang memiliki pengaruh kuat di bagian timur benua
dan menguasai Labirin Besar Timur.
"……Aku sudah bertahun-tahun melihat kinerjamu
sebagai kepala guild di timur. Karena itulah aku yakin mengatakannya. Saat ini,
tidak ada orang lain selain Sorda-dono yang pantas memimpin Explorer Guild. Menjadi pengganti Belia-dono pasti merupakan beban yang sangat berat.
Namun, aku percaya kau bisa menuntaskan tanggung jawab itu. Aku mendukung
Sorda-dono. Mari kita lalui situasi sulit ini bersama-sama."
Setelah berkata demikian, Ketua Gunnar kembali
bertepuk tangan, yang kemudian diikuti oleh hadirin lainnya.
(Federasi Ludain yang menguasai Labirin Besar Timur
mengusung Sorda-san—yang merupakan mantan kepala guild timur—sebagai Grand
Master, ya. Bau politiknya sangat menyengat. Secara pribadi aku tidak
menyukainya, tapi kurasa lobi-lobi di balik layar sudah selesai dilakukan.
Pilihan ini mungkin tidak menguntungkan Kerajaan Nohitant, tapi setidaknya
tidak merugikan secara eksplisit.)
Berpikir bahwa angkat bicara hanya akan memancing
permusuhan dan merugikan negara, aku memilih diam dan ikut bertepuk tangan.
"Terima kasih semuanya. Meskipun saya masih
kurang dalam banyak hal, saya akan berusaha semaksimal mungkin. —Baiklah, mari
segera kita mulai konferensi ini untuk melawan ancaman monster."
Begitu Sorda-san menyatakan konferensi dimulai,
Explorer Guild membuka informasi yang mereka miliki mengenai situasi dunia saat
ini.
Menurut penjelasannya, Labyrinth Outbreak
terjadi di seluruh labirin tanpa terkecuali.
Dan, seperti yang sudah kuketahui, Labirin Besar
tidak termasuk dalam labirin yang mengalami Outbreak.
"—Saya ingin bertanya sekali lagi. Apakah saya
boleh berasumsi bahwa Anda sekalian yang hadir memenuhi undangan kami ini,
setuju dengan pemikiran Explorer Guild bahwa 'saat ini kita perlu bersatu
melampaui batas negara untuk menghadapi ancaman monster'?"
Sorda-san melemparkan pertanyaan setelah selesai
menjelaskan situasi. Salah satu peserta mengangkat tangan dan mulai berbicara.
"Secara prinsip aku tidak keberatan. Tapi, apa
bentuk konkret dari kerja sama yang kau maksud?"
"Sebagai dasar, prioritas kita adalah mengamankan
'nyawa manusia' serta 'infrastruktur seperti jalan raya yang menjadi pondasi
sosial dan ekonomi'. Untuk itu, kami berencana menempatkan Labyrinth Core
yang saat ini dimiliki oleh Explorer Guild ke berbagai wilayah."
"……Menempatkan Labyrinth Core?"
"Benar. Sejak Outbreak terjadi hingga hari
ini, Guild telah melakukan beberapa eksperimen dan menemukan beberapa perubahan
sifat pada monster yang keluar ke permukaan dibandingkan saat mereka berada di
dalam labirin. Salah satunya adalah, monster di permukaan menunjukkan 'keterikatan
yang lebih kuat pada Labyrinth Core daripada Magic Stone'."
Labyrinth Core adalah batu sihir raksasa yang berada
di lantai terdalam sebuah labirin dan merupakan inti yang membentuk labirin itu
sendiri.
Ia mengandung energi sihir yang tidak tertandingi oleh
batu sihir biasa, namun kudengar sebelumnya para monster tidak terlalu tertarik
padanya.
Monster memiliki sifat tertarik pada batu sihir.
Karena itu, saat ini banyak monster yang berkumpul di
kota-kota besar tempat banyak batu sihir terkumpul, layaknya serangga yang
mendekati cahaya.
Kota besar biasanya dikelilingi tembok tinggi sehingga
bisa menahan laju monster, namun masalah utamanya adalah akses antar kota.
Seperti yang dikatakan Sorda-san, mengamankan keselamatan
jalan raya yang menghubungkan antar kota atau negara adalah hal yang sulit saat
ini.
Terutama transportasi batu sihir yang dulunya biasa
dilakukan, kini memerlukan usaha yang sangat besar.
Padahal di saat perangkat sihir sudah menjadi bagian tak
terpisahkan dari kehidupan, pasokan batu sihir adalah hal yang krusial.
Untungnya, meski sangat tertarik pada batu sihir,
monster-monster ini tidak tertarik pada hewan ternak atau tanaman pangan.
Jika bahan pangan manusia juga ikut dijarah, kemungkinan
besar umat manusia sudah tersisih oleh seleksi alam monster.
"Dengan memanfaatkan sifat ini, kami berencana
menempatkan Labyrinth Core di lokasi yang minim penduduk namun bisa
menampung banyak monster, lalu menggiring sebagian besar monster ke sana."
"Lalu bagaimana dengan pertahanan Labyrinth Core-nya?"
"Kami berencana memberikan misi itu kepada para
explorer. Rencananya adalah menempatkan beberapa tim explorer berbakat yang
dipilih dari tiap negara di setiap lokasi Labyrinth Core, lalu melakukan
rotasi untuk memburu monster yang terpancing ke sana."
"Aku tidak keberatan dengan rencana itu. Tapi,
bukankah lebih baik jika kita menaklukkan seluruh labirin secara bersamaan?
Dengan begitu monster tidak akan muncul lagi."
"Itu hanya akan menunda masalah saja."
Seorang peserta mengusulkan penaklukan labirin, namun
dibantah oleh Felix Roots Kreutzer, sang Hero sekaligus Putra Mahkota
Kekaisaran Saubel.
Dua bulan lalu, dia datang sendirian ke ibu kota.
Pada akhirnya aksinya digagalkan oleh wanita bernama
Shion sang White Mage, namun fakta ini telah dihapus oleh Special
Ability milik Phily Carpenter.
Kejadian hari itu telah ditulis ulang dalam ingatan semua
orang yang terlibat: 'Orn membunuh Belia yang sedang berkunjung ke ibu kota
untuk menghentikan perang antara Kerajaan dan Kekaisaran'.
Hanya aku yang tetap mengingat kejadian aslinya berkat
perangkat sihir penetral Cognitive Alteration.
Aku bahkan tidak tahu apakah Yang Mulia Felix sendiri
mengingat kejadian saat dia menyerbu ibu kota.
"Menunda masalah?"
"Benar. Memang jika labirin lenyap, ancaman monster
akan hilang. Namun, yang menanti di depan sana adalah neraka baru, yaitu perang
perebutan batu sihir."
Aku setuju dengan pendapat Yang Mulia Felix.
Batu sihir adalah sumber daya yang didapatkan dengan
mengalahkan monster.
Dan monster hanya lahir di dalam labirin.
Jika semua labirin ditaklukkan, monster tidak akan
lahir lagi, yang berarti umat manusia akan kehilangan cara untuk mendapatkan
batu sihir.
Di saat kehidupan manusia sudah sangat bergantung
pada perangkat sihir, dunia tanpa labirin hanya akan memicu perang dunia demi
memperebutkan sisa-sisa batu sihir.
Meski begitu, mendengarnya keluar dari mulut
perwakilan Kekaisaran—yang menyerang negaraku dengan alasan kekurangan batu
sihir—membuatku merasa muak. ……Tentu saja aku tidak bisa menunjukkannya di
sini.
Sorda-san mengangguk setuju pada pendapat Felix dan
kembali bicara.
"Apa yang dikatakan Yang Mulia Felix benar
adanya. Yang akan kita taklukkan bukanlah labirin biasa. —Melainkan
Labirin Besar."
(……Ternyata memang dibawa ke arah sana, ya.)
Gumaman batinku seiring dengan kegaduhan yang mulai
menyebar di ruangan.
"Mengapa harus penaklukan Labirin Besar?"
"Apakah Anda sekalian tahu bahwa di ruang tempat Labyrinth
Core berada di lantai seratus Labirin Besar Barat, terdapat susunan huruf
geometris yang sangat berbeda dari formula sihir biasa?"
Sekitar satu setengah tahun yang lalu, party explorer
yang dipimpin Yang Mulia Felix berhasil menaklukkan Labirin Besar Barat.
Setelah itu, Explorer Guild terus meneliti Labirin Besar
Barat yang telah kehilangan fungsinya sebagai labirin.
Hasil penelitian itu telah dipublikasikan, termasuk
informasi mengenai huruf-huruf geometris tersebut.
Aku sudah mendengar sebagian kebenaran dunia ini dari Orn
di Dalarna.
Menurut Orn, itu adalah bagian dari segel untuk mengurung
Dewa Jahat, jadi Belia pasti sudah mengetahuinya.
Namun secara resmi, Explorer Guild menyatakan bahwa arti
dari huruf-huruf tersebut masih belum terpecahkan.
……Ada kemungkinan besar orang-orang guild selain Belia
memang benar-benar tidak tahu karena pola pikir mereka diarahkan oleh Phily
Carpenter.
"Aku pernah mendengarnya, tapi apa
hubungannya?"
"Saat fenomena Outbreak terjadi di berbagai
tempat, Explorer Guild kami sedang giat-giatnya melakukan dekripsi di sana. Dan
di saat yang hampir bersamaan dengan dimulainya Outbreak, huruf-huruf
tersebut bersinar terang."
"—!?"
Pernyataan Sorda-san memberikan kejutan besar bagi para
peserta.
Dalam situasi seperti ini, wajar jika orang-orang mengira
ada hubungan antara Outbreak dengan cahaya tersebut.
—Meskipun itu adalah penggiringan opini yang disengaja.
Labirin Besar sebenarnya adalah apa yang disebut sebagai
Tempat Suci, sesuatu yang mirip namun berbeda dari labirin biasa, jadi aku bisa
memastikan itu tidak ada hubungannya dengan Outbreak kali ini.
"Huruf
misterius di dasar Labirin Besar…… Itu artinya Labirin Besar ada hubungannya
dengan Outbreak kali ini!?"
"Kami
belum memiliki bukti pasti. Namun, jika di dasar Labirin Besar lainnya juga
terdapat huruf yang sama, mungkin analisis kami akan lebih cepat dengan
bertambahnya sampel. Dan itu bisa menjadi kunci untuk menjawab misteri 'Apa itu
labirin' yang telah terkubur bertahun-tahun. Jika kita
mengetahuinya, mungkin kita bisa menemukan cara untuk menghentikan Outbreak
ini."
"—Sudah diputuskan, ya."
Ketua Gunnar dari Federasi Ludain yang sedari tadi diam
akhirnya angkat bicara.
"Meskipun tidak ada jaminan bahwa menaklukkan
Labirin Besar bisa menghentikan Outbreak, jika hanya ini petunjuk yang
kita punya, maka kita harus mengerahkan segalanya untuk menaklukkan Labirin
Besar."
Dukungan dari perwakilan negara besar seperti Ketua
Gunnar menjadi keputusan mutlak.
Dengan demikian, umat manusia menetapkan penaklukan
Labirin Besar sebagai tujuan utama untuk memperbaiki keadaan.
Penaklukan Labirin Besar. Itu berarti melepaskan Dewa
Jahat yang pernah menyudutkan umat manusia hingga hampir punah.
Segel Dewa Jahat sudah dipastikan akan terlepas.
Karena itulah Orn dan faksi Amunzuas mulai bersiap untuk
menebas sang Dewa Jahat.
Dari empat Labirin Besar—tepatnya tersisa tiga—selama
masih ada satu yang tersisa, segel Dewa Jahat akan tetap bertahan.
Jika semua Labirin Besar ditaklukkan sebelum Orn dan yang
lain siap, semuanya akan berakhir.
Karena itulah, hal yang harus kulakukan mulai sekarang
adalah mengambil alih kendali penaklukan Labirin Besar Selatan.
Mengingat kandidat terkuat penakluk Labirin Besar Selatan
adalah Silver Rabbit of the Night Sky yang dipimpin oleh Selma, tugas
ini seharusnya tidak terlalu sulit.
Dan satu hal lagi—.
"—Bolehkah saya menyampaikan sebuah usul?"
Aku angkat bicara tepat saat suasana konferensi mulai
menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
"Usul, ya?"
Ketua Gunnar sedikit mengernyitkan dahi.
Hal yang harus kulakukan di sini adalah—memperjelas siapa
musuh kita.
Musuh kami adalah iblis yang mencoba memunahkan umat
manusia dengan melepas segel Dewa Jahat.
Aku menduga iblis sudah menyusup ke "negara
itu" sampai-sampai bisa menggerakkan pemerintahan.
Aku sudah bisa menebak negara mana itu, dan tugasku di
sini adalah memperjelasnya.
"Ini mengenai 'Orn Doula', dalang yang
menyebabkan situasi ini. Dialah yang menyebabkan labirin di seluruh dunia
mengalami Outbreak secara bersamaan, dan dialah yang membunuh mantan
Grand Master, Belia-sama."
Hampir separuh peserta konferensi terbelalak.
Mereka yang terkejut saat ini bisa dikeluarkan dari
daftar tersangka musuh. Tidak ada alasan bagi musuh untuk berakting terkejut di
sini.
"Bagaimana kau bisa tahu bahwa orang bernama Orn
Doula itu yang menyebabkan Outbreak……?"
"Karena saya melihat dengan mata kepala sendiri
saat Orn Doula membunuh Belia-sama yang sedang berkunjung ke negara saya. Saat
itu dia berkata, 'Melepaskan monster memang ide bagus, tapi akan merepotkan
jika Explorer Guild langsung menanganinya'. Dari perkataan tersebut,
kemungkinan besar Orn Doula terlibat dalam Outbreak kali ini."
Sambil merasa bersalah karena melemparkan peran antagonis
kepada Orn, aku melanjutkan pembicaraan.
"Oleh karena itu, saya mengusulkan agar dia
dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang internasional. Jika dia yang
menyebabkan Outbreak, dia pasti tahu cara menghentikannya. Kita harus
menangkapnya dan memaksanya bicara."
Ini adalah usul dari Orn sendiri untuk mengalihkan
perhatian Ordo dari Tutoirail.
Dia sudah menyebabkan insiden untuk melarikan diri
bersama Oliver dan yang lain, sehingga sudah menjadi buronan di dalam
Tutoirail.
Dengan memperluas status buronan itu ke seluruh dunia
melalui usulanku, aku bisa meyakinkan Ordo bahwa aku dan Orn—serta Kerajaan
Nohitant—telah benar-benar berpisah jalan.
Selain itu, aku bisa memperkuat kesan bahwa aku berada di
pihak Ordo.
(Nah, siapa yang akan menyambut usul ini duluan?)
Usulanku adalah kesempatan emas bagi Ordo untuk
mengucilkan Orn, lawan yang merepotkan bagi mereka.
"Aku setuju. Jika orang itu membunuh Belia-dono dan
menyebabkan Outbreak, maka dia adalah 'Musuh Dunia'. Lagipula saat ini
kita sangat kekurangan informasi. Jika dia memiliki informasi yang tidak kita
ketahui, maka kita memang harus menangkapnya."
Orang yang pertama kali menyambar usulanku adalah—Ketua
Gunnar dari Federasi Ludain.
"Aku juga setuju. Jika dia adalah musuh dunia, tidak
ada alasan untuk menolak."
Setelah Ketua Gunnar, Yang Mulia Felix dari Kekaisaran
Saubel ikut setuju.
"A-aku
juga…… itu…… kurasa…… kita harus melakukan itu……"
Selanjutnya,
gadis berpakaian tradisional Miko putih dan merah, Nagisa Asagiri—Kepala
Keluarga Kekaisaran Kyokutou—ikut menyetujui dengan suara bergetar.
(……Sesuai
dugaan.)
Tiga
pihak yang menyetujui usulanku adalah Federasi Ludain, Kekaisaran Saubel, dan
Kyokutou.
Ini
sesuai dengan dugaanku mengenai negara-negara yang berada di bawah pengaruh
kuat Ordo Ciclamen.
Setelah
Federasi Ludain dan Kekaisaran Saubel yang merupakan negara besar setuju,
negara-negara sekutu mereka pun ikut menyusul, hingga akhirnya usulanku
disahkan.
Orn
sudah memprediksi hal ini. Ia mengutamakan agar situasi dunia segera stabil
melalui kerja sama antar negara.
Demi
itu, meskipun ia harus dibenci sebagai musuh umat manusia, ia rela berdiri di
garis depan untuk mengubah persepsi dunia dari bencana alam menjadi bencana
akibat ulah manusia.
Sesuai
keinginannya, orang-orang di ruangan ini kini menaruh dendam pada Orn.
Beberapa
dari mereka mulai berdiskusi cara menangkapnya.
Aku
tidak boleh menyia-nyiakan tekadnya.
Tugasku
di sini adalah benar-benar menjadikannya musuh dunia.
"Musuh dunia yang mengendalikan monster, ya—"
Orang-orang yang tadinya sibuk bicara kini terdiam
mendengarkan suaraku.
Setelah menatap mereka yang menunggu kata-kataku
selanjutnya, aku kembali berucap.
"—Dia benar-benar seperti, sesosok Demon King (Raja Iblis)."



Post a Comment