Chapter 3
Petir di Siang
Bolong
Setelah mengalahkan Blood Wolf dan menyelesaikan
penaklukan labirin, kami sedang dalam perjalanan menuju Cabang Persatuan
Petualang yang mengelola labirin ini untuk melapor.
"Hei Orn, setelah melapor ke Persatuan, kita akan ke
Dal Ane untuk melaporkan penyelesaian penaklukan labirin pada sang putri,
kan?" tanya Haruto-san di tengah jalan.
"Ya, rencananya begitu. Jika ada sesuatu yang perlu
kalian urus sebelum ke Dal Ane, kita bisa memprioritaskan hal itu. Kita menyelesaikan penaklukan sesuai
jadwal, jadi kita masih punya waktu."
"Yah, aku
tidak punya urusan khusus... Fakta bahwa kau tidak tahu apa-apa berarti sesuatu
pasti telah terjadi selama kita meninggalkan Tutril, ya?"
Saat aku menjawab
pertanyaan Haruto-san, dia bergumam pada dirinya sendiri dengan ekspresi
termenung.
"...Apa
maksudmu?"
Merasa
perilakunya mencurigakan, aku menanyakan maksudnya, dan dia menjawab seketika.
"Apa
maksudku? Persis seperti yang kukatakan—"
Setelah mendengar
jawaban Haruto-san, aku segera memasuki gedung Persatuan Petualang. Persis
seperti ucapannya, di sana ada mereka, orang-orang yang seharusnya tidak berada
di sini.
"Ah, Guru!
Syukurlah! Kami menemukanmu!"
Para anggota Twilight’s
Moonbow ada di sana... yah, tidak semuanya, karena Sophie tidak terlihat.
"Apa yang
kalian lakukan di sini?"
Karena sudah
diberitahu sebelumnya oleh Haruto-san bahwa mereka ada di sini, aku bisa
berbicara dengan cukup tenang. Meski begitu, seribu pertanyaan mengambang di
kepalaku.
"Guru,
begini—"
"Fakta bahwa
kau ada di sini, Orn-san, berarti kau sudah menyelesaikan penaklukan labirin,
kan? Aku minta maaf karena muncul begitu mendadak. Silakan lapor ke Persatuan
dulu. Aku yakin kau akan ingin segera bergerak setelah kami menjelaskan alasan
kami di sini," Luna memotong ucapan Carol yang hendak menjawab, dan
memintaku menyelesaikan laporan terlebih dahulu.
Sikap Luna sejak
bergabung dengan Twilight’s Moonbow adalah menghormati otonomi para
murid sebisa mungkin. Fakta bahwa dia memotong ucapan Carol seperti itu pasti
berarti sesuatu telah terjadi, sesuatu yang mengharuskannya mengambil kendali.
...Aku
punya firasat yang sangat buruk tentang ini.
"...Baiklah.
Aku akan selesaikan laporannya dulu. Apakah Fuuka dan Haruto-san perlu menunggu
di luar?"
"Tidak,
mereka boleh tetap di sini."
◆◇◆
Dengan hati yang
gelisah namun tetap efisien, aku melaporkan penyelesaian penaklukan labirin
kepada Persatuan.
Kemudian, kami
meminjam salah satu ruang pertemuan yang tersedia bagi petualang, dan kami
berenam—aku, para anggota Twilight’s Moonbow minus Sophie, Fuuka, dan
Haruto-san—berkumpul di sana.
"Baiklah,
bisa beritahu aku kenapa kalian ada di sini?"
Setelah
memastikan semua orang duduk, aku menekan rasa tidak sabarku dan bertanya
kepada Twilight’s Moonbow.
Log dan Carol
menoleh ke arah Luna, yang kemudian mulai berbicara setelah memberikan
pengantar. "Orn-san, tolong dengarkan dengan tenang."
"Sederhananya,
Sophie telah dibawa ke Dal Ane oleh seseorang yang berhubungan dengan Keluarga
Count Claudel. Lebih tepatnya, dia dimasukkan ke dalam kereta kuda milik
Keluarga Count Claudel dan saat ini sedang melakukan perjalanan ke arah timur."
"............Apakah
kalian tahu tujuan Keluarga Count Claudel?"
Setelah mendengar
cerita Luna, aku bertanya, tetapi mereka bertiga menggelengkan kepala.
"...Begitu
ya."
Aku
mempertimbangkan berbagai kemungkinan mengapa mereka membawa Sophie saat ini,
tetapi aku tidak bisa mencapai kesimpulan yang jelas.
Yah, aku bisa
menanyakan hal itu langsung pada Count Claudel nanti. Sulit dipercaya Sophie
pergi ke Dal Ane atas kemauannya sendiri.
Jika Keluarga
Count Claudel menggunakan cara paksa yang bertentangan dengan keinginannya,
maka aku tidak akan memberikan ampun.
—Bahkan jika
pihak lawan adalah seorang bangsawan.
"Orn-san,
aku minta maaf meminta ini saat kau lelah, tapi mari kita berangkat ke Dal Ane
sekarang juga," usul Luna dengan ekspresi serius.
"Kau tidak
perlu mengatakannya. Bagaimana dengan kalian, Fuuka dan Haruto-san? Aku merasa
tidak enak menyeret kalian ke dalam masalah kami, jadi kalian bisa pergi
terpisah dari sini ke Dal Ane jika mau."
Fuuka dan yang
lainnya tidak ada hubungannya dengan masalah ini.
Perjalanan ini
kemungkinan besar akan menjadi perjalanan paksa dengan menunggang kuda, dan aku
tidak bisa memaksakan itu pada mereka.
Jadi aku
mengusulkan agar mereka pergi terpisah, tetapi Fuuka menggelengkan kepala tanpa
ragu.
"Kami akan
pergi bersamamu. Kau tidak keberatan juga kan, Haruto?"
Fuuka mengatakan
dia akan menemani kami dan kemudian mengonfirmasinya pada Haruto-san, tetapi
nadanya tidak menerima bantahan.
Haruto-san pasti
menangkap hal yang sama, karena dia memberikan senyum kecut dan angkat bicara.
"Ya, ya.
Jika sang putri sudah berkata begitu, aku akan ikut saja."
"Dimengerti."
"Baiklah!
Mari kita jemput Sophie kembali!"
Dengan
dipastikannya Fuuka dan yang lainnya ikut serta, Carol mengangkat suaranya
dalam teriakan penuh semangat.
◆◇◆
Kami kemudian
memacu kuda kami dan tiba di wilayah Count Claudel dalam waktu yang jauh lebih
singkat dari biasanya.
"Kita sudah
memasuki wilayah Claudel, tapi jangan lengah! Pertempuran yang sebenarnya
dimulai saat kita sampai di Dal Ane."
"Ya,
aku mengerti! Aku senang aku berlatih menunggang kuda seperti saranmu,
Guru."
"Ya. Kalau
tidak, kami pasti sudah tertinggal jauh."
Log dan Carol
menunjukkan tanda-tanda kelelahan, tetapi mereka masih punya cukup energi untuk
bercanda.
Berbeda dengan
para murid, Luna, Fuuka, dan Haruto-san sama sekali tidak menunjukkan
tanda-tahan kelelahan. Perbedaan pengalaman terlihat jelas di sini.
"...Maaf
karena memaksamu begitu keras. Tinggal sedikit lagi," kataku pada kudaku,
yang telah menuruti tuntutan liarku sejauh ini, memintanya untuk bertahan
sedikit lebih lama lagi.
Jarak
kami hanya tinggal beberapa kilometer dari Dal Ane. Seharusnya kami sudah berada dalam jangkauan
kemampuan Selma-san sekarang.
Aku ingin
mengonfirmasi situasi di Dal Ane dengannya jika memungkinkan, tetapi kecil
kemungkinan dia menyadari keberadaan kami dan mengirim pesan telepati—tunggu,
hah?
Aku sempat
berpikir bahwa jika aku bisa berkomunikasi dengan Selma-san yang seharusnya
masih berada di Dal Ane, aku bisa mendapatkan gambaran situasi yang mendetail,
tetapi aku tahu itu tidak mudah.
Namun, tiba-tiba
aku merasakan sensasi yang biasa kurasakan saat menjelajahi labirin bersama
regu pertama—perasaan terhubung dengan Selma-san melalui telepati.
'Selma-san,
bisa mendengarku?!'
Sekadar mencoba
barangkali berhasil, aku mengirim pesan ke Selma-san di dalam pikiranku, persis
seperti yang biasa kulakukan.
'...Orn?'
Kemudian, suara
Selma-san bergema di kepalaku.
'Syukurlah,
aku bisa bicara denganmu secepat ini!'
'Kenapa aku
bisa mendengar suara Orn...? Tidak, aku bisa memikirkan itu nanti. Fakta bahwa
kita bisa berkomunikasi berarti kau sudah dekat, kan? Maaf meminta ini
mendadak, tapi bisakah kau meminjamkan kekuatanmu?!'
Suara Selma-san
merupakan campuran antara kebingungan dan urgensi.
'Apakah ini soal Sophie?'
'Kau tahu soal Sophie juga?!'
Sepertinya Selma-san juga menyadari bahwa Sophie berada di
Dal Ane.
'Aku dengar Sophie dibawa oleh seseorang yang berhubungan
dengan Keluarga Count Claudel, jadi aku bergegas kemari. Bagaimana situasinya?'
'Begitu ya? Itu memudahkan keadaan. Pertama, alasan
Sophie dibawa ke Dal Ane adalah untuk dinikahkan dengan bangsawan Kekaisaran.'
"—?!"
Dinikahkan dengan bangsawan Kekaisaran?! Apa yang dipikirkan
Count Claudel, menikahkannya dengan seseorang dari negara musuh yang sedang
berperang?!
'Penyerahannya
akan segera dilakukan. Jika kau di sini, Orn, maka Haruto pasti ada di dekatmu
juga, kan? Aku ingin kau menggunakan kemampuan Haruto untuk mencari lokasi
Sophie!'
Setelah mendengar
situasi dari Selma-san, aku menjawab, 'Dimengerti,' lalu memanggil semua orang.
"Semuanya,
Sophie dibawa ke Dal Ane untuk diserahkan kepada bangsawan Kekaisaran!"
Mendengar
kata-kataku, Haruto-san dan Luna segera beraksi.
"...Jika dia
diserahkan kepada bangsawan Kekaisaran, lokasinya kemungkinan berada di barat
laut Dal Ane, tapi informasi itu saja terlalu luas. Akan memakan banyak waktu
untuk mencarinya secara menyeluruh."
Haruto-san
berspekulasi tentang lokasi Sophie, tetapi seperti yang dia katakan, akan sulit
untuk menemukannya hanya dengan itu.
Sementara itu,
Luna memfokuskan perhatiannya ke tempat lain. Ini adalah atmosfer yang dia
miliki saat berkomunikasi dengan peri.
Dia kemungkinan
sedang mengumpulkan informasi dari Pixie lagi.
"Aku tahu di
mana Sophie berada! Haruto-san, bisakah kau mengonfirmasi sungai yang mengalir
tidak jauh di utara-barat laut dari Dal Ane?"
"...Ya,
ada."
Mendengar
panggilan Luna, Haruto-san pasti menggunakan kemampuannya, Bird’s-Eye View.
Dia juga
tampaknya telah mengonfirmasi keberadaan sungai di dekat Dal Ane tersebut.
"Sepertinya
Sophie berada lebih jauh ke utara menyusuri sungai itu. Apa yang kau
lihat?"
"Bingo! Ada
kereta kuda dengan lambang Keluarga Count Claudel yang sedang bergerak. —Woah,
woah, kau serius...?"
Haruto-san telah
menemukan kereta kuda Keluarga Count Claudel yang diduga membawa Sophie.
Namun segera
setelah itu, ekspresinya berubah menjadi ekspresi seseorang yang menemukan
sesuatu yang menjijikkan.
"Haruto-san,
ada apa?"
"...Orn,
dalang di balik semua ini kemungkinan besar adalah Cyclamen Order."
"“““—?!”””"
Kami semua
tersentak mendengar pernyataan tak terduga Haruto-san. Hanya Fuuka yang tetap
tanpa ekspresi, hanya sedikit mengernyitkan dahi.
"Kenapa kau
berpikir begitu?" tanyaku, mencoba tetap tenang sambil mengonfirmasi
maksudnya.
"Karena ada
orang-orang berjubah merah, ciri khas anggota Ordo, di tempat yang tampaknya
menjadi lokasi penyerahan. Dan yang lebih buruk lagi, aku tahu satu orang yang
deskripsinya sangat cocok dengan pria itu. —Salah satu eksekutif Ordo, sang
Dokter."
"...Eh?
Dokter mencoba menggunakan Sophie...?" suara Carol gemetar karena
kegelisahan setelah mendengar kata-kata Haruto-san.
"...Maaf,
itu kecerobohanku."
Melihat
Carol, Haruto-san menundukkan pandangannya dan meminta maaf.
Masa lalu
Carol adalah informasi yang hanya diketahui oleh sedikit orang di luar petinggi
klan, tetapi Haruto-san tampaknya tahu hubungan antara Carol dan sang
Dokter—Oswald McLeod.
"...Tidak,
tidak apa-apa. Aku sudah memutuskan untuk tidak lari lagi. Jika Dokter mencoba
melakukan sesuatu pada Sophie, aku tidak bisa memaafkannya. Aku harus
menyelamatkannya!"
Di saat
berikutnya, mata Carol berubah, sebuah tekad kuat membara di dalamnya.
"Carol,
kau tidak sendirian sekarang. Ada aku, tentu saja, juga ada Guru, Kak Luu, Haruto-san, dan Fuuka-san.
Kita akan menjemput Sophie kembali bersama-sama!" kata Log, seolah untuk
menyemangati Carol.
"Ya!!"
Carol menjawab dengan tegas atas kata-kata Log.
Dia mungkin lelah
secara fisik karena perjalanan paksa ini, tetapi secara mental, dia tampak
berada dalam kondisi yang sangat baik.
"............Aku
minta maaf karena merusak suasana, tapi aku dan Haruto akan bergerak terpisah
mulai sekarang," ucap Fuuka, tepat saat atmosfer untuk menyerbu sang
Dokter sedang terbangun.
"Aku
berharap bantuan kalian karena kita menghadapi eksekutif Ordo, tapi bolehkah
aku bertanya kenapa kalian bergerak terpisah?"
"Seperti
yang kau katakan, Orn, lawan kita adalah sang Dokter, eksekutif Ordo. Ordo
adalah sekelompok penjahat, tetapi mereka tidak diragukan lagi adalah kelompok
yang paling tahu tentang labirin. Bagi seorang pria yang menyandang gelar
Dokter di organisasi semacam itu, dia pasti sangat paham tentang labirin bahkan
di antara mereka."
Dari
kejadian-kejadian lalu, aku hampir yakin bahwa Cyclamen Order dapat memicu Dungeon
Stampede secara buatan.
"Jadi
maksudmu ada kemungkinan sang Dokter sendiri adalah umpan, dan bagian utama
dari rencananya adalah serbuan monster dari labirin?"
Fuuka mengangguk
pada pertanyaanku.
"—Itulah
sebabnya aku dan Haruto akan pergi dan menaklukkan labirin yang ada di Dal
Ane."
Aku pernah
menghadapi sang Dokter, Oswald, di wilayah Regriff, dan kemampuan bertarungnya
sendiri tidak terlalu mengesankan. Kawanan naga yang tiba-tiba muncul lebih
merepotkan.
Aku yakin aku
bisa menangani kawanan naga seperti itu sendirian sekarang.
Bahkan jika
terjadi sesuatu yang tak terduga, dengan adanya anggota Twilight’s Moonbow
di sini, seharusnya tidak ada yang tidak bisa kami tangani.
Dalam hal ini,
masuk akal untuk membiarkan Fuuka dan yang lainnya menangani potensi masalah
lain terlebih dahulu.
"Baiklah.
Aku serahkan penaklukan labirin padamu dan Haruto-san!"
"Oke,
serahkan pada kami."
Saat aku
menyetujui usul Fuuka, dia mengucapkan kata-kata itu dan berbalik menuju
labirin.
"Orn, aku
yakin kau sudah tahu ini, tapi sang Dokter adalah sampah dari segala sampah.
Tidak perlu memberinya ampun sedikit pun."
"Ya, aku
tahu. Dia telah menyentuh Sophie setelah Carol. Aku tidak punya niat untuk
memberinya ampun."
Setelah mengantar
Fuuka dan Haruto-san pergi, aku mengirim pesan telepati lain ke Selma-san.
'Selma-san,
aku sudah mengonfirmasi lokasi Sophie saat ini. Aku menuju ke sana sekarang
bersama Twilight’s Moonbow.'
'Benarkah?! Baiklah. Aku akan segera
bergabung—'
'Tidak,
aku ingin kau tetap di Dal Ane, Selma-san. Musuh kita kali ini tampaknya adalah Cyclamen
Order.'
'Cyclamen
Order?!'
'Mereka
adalah kelompok yang akan menyerang kota tanpa ragu. Jadi membiarkan Dal Ane
tanpa pertahanan kemungkinan besar adalah langkah yang buruk. Lagipula,
Keluarga Count Claudel terlibat dalam hal ini, kan? Itulah sebabnya aku ingin
kau menangani sisi politiknya. Itu bidang yang tidak bisa kukuasai.'
'...Kau
benar. Ini adalah
kegagalan nyata dari keluargaku... Baiklah. Aku akan fokus menangani sisi
politik. Orn, bisakah aku menitipkan Sophie padamu?'
'Kau tidak
perlu bertanya! Sophie adalah muridku yang berharga!'
Setelah berpisah dengan Fuuka dan yang lainnya serta
menyerahkan Dal Ane pada Selma-san, aku memimpin anggota Twilight’s Moonbow
dan memperpendek jarak dengan Sophie.
Untuk
mengejarnya, kami harus melewati sebuah hutan. Kami turun dari kuda dan berlari
menembus pepohonan.
Kami berlari
beberapa lama dengan kecepatan yang tidak akan terlalu melelahkan Log dan
Carol, namun secepat mungkin.
Kemudian, aku
mendeteksi dua orang yang mendekat ke arah kami dengan cepat.
Salah satu dari
mereka bergerak untuk menyerang Carol, jadi aku mengaktifkan mantra untuk
menahannya.
"—Reflection Barrier."
Sebuah dinding abu-abu transparan muncul di jalur Carol, dan
sesosok bayangan menabraknya.
Orang itu
terpental ke arah berlawanan tetapi segera menyeimbangkan diri dan mendarat
beberapa meter dari kami.
"Seperti
yang diharapkan dari sang Dragon Slayer. Kupikir aku sudah benar-benar
menghapus keberadaanku."
Gadis yang baru saja ditahan oleh Reflection Barrier
itu angkat bicara. Dia memiliki wajah yang identik dengan Carol—kakak
perempuannya, Luella Inglot.
"...Kak Luella," gumam Carol, matanya membelalak.
"Benar-benar ya, aku tidak tahu apakah ini waktu yang
tepat atau buruk. Party petualang pendatang baru dari Night Sky
Silver Rabbit, Twilight’s Moonbow, dan bahkan sang Dragon Slayer
muncul, ini benar-benar di luar dugaan."
Luella, matanya hampa tanpa emosi apa pun, berbicara dengan
nada dingin sambil menyiapkan pedang yang panjangnya hampir setinggi tubuhnya.
"Begitu ya, pasangan kakak-adik yang terkoordinasi
dengan baik," gumamku, sambil mengaktifkan mantra lain.
Sebuah kejutan listrik merambat di sepanjang tanah,
menyambar pemuda yang tadi mengincar kami dari samping.
"Wah, nyaris saja."
Fredrick Inglot, kakak laki-laki Carol, menampakkan dirinya
dari Hide miliknya dan mengeluarkan suara santai saat dia menendang
tanah untuk melesat ke udara.
Earth Shock adalah mantra yang kukembangkan untuk
serangan kejutan dan melumpuhkan musuh.
Satu-satunya orang yang pernah melihat menembusnya
sebelumnya hanyalah Shion dari Amuntzers.
Seseorang harus
sangat peka terhadap aliran mana untuk bisa melihat menembus mantra ini.
Apakah kemampuan
sensorik ini bawaan atau didapat?
Aku tidak ingin
memikirkannya, tapi yang terakhir kemungkinan besar lebih besar kemungkinannya.
"Kak Fred juga... Kenapa kalian berdua...?"
"Bukankah sudah jelas? Kami diperintahkan oleh Dokter
untuk melenyapkan siapa pun yang menghalangi. Maaf, tapi kalian harus mati di sini."
Luella menjawab
pertanyaan Carol dengan ekspresi pasrah.
Aku sudah
mendengar tentang kemampuan kakak-adik ini dari para muridku.
Meskipun sekitar
setengah tahun telah berlalu sejak pertarungan mereka, secara realistis
mustahil bagi mereka untuk tumbuh cukup pesat dalam waktu sesingkat itu untuk
mengalahkanku.
Luella sendiri
pasti paling tahu hal itu. Namun, mereka tetap mencoba menghentikan kami
karena...
Bagi
kakak-adik ini, tetaplah neraka entah mereka maju atau mundur.
Jika kami
bertarung, kami akan menang sembilan dari sepuluh kali. Namun jika mereka mundur di sini, mereka akan
menerima semacam hukuman dari sang Dokter.
"...Waktu
kami terbatas. Jika kalian terus menghalangi jalan kami, aku tidak akan
memberikan ampun," aku memperingatkan mereka, sambil melepaskan niat
membunuhku.
Siapa pun yang termasuk dalam Cyclamen Order adalah musuh.
Namun kedua orang ini adalah pengecualian.
Mereka adalah kakak-adik Carol. Aku ingin menemukan
penyelesaian yang baik jika memungkinkan, tetapi tidak ada waktu. Aku harus menggunakan kekerasan di sini—.
"—Guru,
serahkan ini padaku. Semuanya, pergilah duluan ke tempat Sophie."
Tepat saat aku
hendak memasang posisi tempur, Carol angkat bicara.
"Ini adalah
masalah kami, masalah keluarga kami. Aku rasa aku harus menyelesaikannya
sendiri."
Ekspresi Carol
benar-benar serius saat dia menatap lurus ke arah Luella.
Setengah tahun
lalu, saat dia bertemu kembali dengan kakak-adiknya, kudengar dia panik.
Tapi sekarang,
dia tidak kehilangan ketenangannya. Dia benar-benar mencoba menghadapi masa
lalunya, dan kakak-adiknya.
"...Baiklah.
Jangan khawatirkan Sophie. Carol, selesaikanlah urusanmu dengan masa lalu dan
kakak-adikmu."
"Ya!!"
Saat aku
mengatakan itu pada Carol, Log dan Luna yang berada di belakangnya saling
berpandangan dan mengangguk. Kemudian, mereka berdua bicara.
"Guru, aku
dan Kak Luu akan tetap di sini juga."
"Kita sudah
terhambat, meski sebentar. Kau akan lebih cepat jika sendirian, Orn-san, dan
kami tidak bisa membiarkan Carol sendirian. Kami mengandalkanmu untuk
Sophie."
Mereka berdua
berdiri di samping Carol.
"...Kalian
berdua."
Carol menatap Log
dan Luna yang datang ke sisinya dengan ekspresi yang merupakan campuran antara
kebingungan dan kebahagiaan.
Aku sedikit khawatir membiarkan Carol sendirian. Dan yang
lebih penting, seperti yang dikatakan Luna, jika aku sendirian, aku bisa
menggunakan kemampuanku dan manipulasi Ki untuk mengejar Sophie dengan
jauh lebih cepat.
"...Baiklah. Aku serahkan ini pada Twilight’s
Moonbow dan akan pergi duluan."
Aku menerima
tawaran mereka, menyerahkan situasi tersebut kepada mereka, dan melanjutkan
pengejaranku terhadap Sophie.
Yang mengejutkan, kakak-adik Carol tidak mencoba menghentikanku.



Post a Comment