Bonus E-book:
Cerita Pendek Tambahan
Jalan-Jalan
Rahasia Sang Putri
"Hmm, rasanya kota ini agak kehilangan gairahnya
dibandingkan enam bulan yang lalu."
Seorang wanita dengan rambut dan mata cokelat yang sedang
berjalan-jalan di ibu kota kerajaan berkomentar. Dia merasakan hal itu dari ekspresi
orang-orang yang lewat dan percakapan yang sempat tertangkap telinganya.
Identitas aslinya
adalah putri dari negara ini, Lucila N. Edelweiss. Warna rambut dan matanya
telah diubah menggunakan alat Magitech penyamaran.
Dia juga
mengenakan pakaian yang membaur dengan orang awam. Sangat kecil kemungkinan
penduduk ibu kota—yang jarang punya kesempatan melihat sang putri dari
dekat—bisa membongkar penyamarannya.
"Meskipun
kita berhasil memukul mundur invasi Kekaisaran sekitar tiga bulan lalu,
situasinya masih sulit diprediksi. Sebenarnya ini sudah jauh lebih hidup
daripada sesaat setelah invasi," sahut Loretta yang mendampinginya sebagai
pengawal.
"Begitu ya.
Aku harus melakukan yang terbaik untuk mengembalikan keceriaan kota ini seperti
sedia kala."
"—Oh,
bukankah ini Lucy kecil!"
Saat Lucila dan
Loretta sedang menyusuri jalanan ibu kota, seorang wanita bernama Hilda
memanggilnya.
"Bibi, sudah
lama tidak bertemu."
"Benar-benar
sudah lama! Ada sekitar enam bulan? Apa kau sedang jalan-jalan di ibu kota
lagi?"
"Iya. Orang
tuaku sedang di tengah negosiasi bisnis, jadi aku berjalan-jalan sampai mereka
selesai agar tidak mengganggu."
Lucila memang
rutin melakukan jalan-jalan rahasia di ibu kota, jadi ada beberapa penduduk
yang mengenalnya dalam wujud penyamaran. Mereka mengenalnya sebagai "Lucy,
putri seorang pedagang dari wilayah lain".
"Begitu
ya. Oh, benar juga. Lucy
kecil, ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu. Kalau punya waktu, maukah kau
mampir ke tempatku?"
"Wah, kalau
Bibi bilang begitu, aku jadi penasaran! Waktuku masih banyak, jadi dengan senang hati
aku menerimanya."
Sebagai
tindakan pencegahan, identitas semua orang yang pernah ditemui Lucila dalam
perjalanannya telah diselidiki. Karena identitas Hilda sudah diketahui, Loretta tidak keberatan Lucila
menerima ajakan itu, dan mereka bertiga pun berjalan menuju rumah Hilda.
◆◇◆
"Ya ampun,
cantiknya! Apa ini bunga sasanqua?"
Apa yang dilihat
Lucila di rumah Hilda adalah sebuah pot tanaman sasanqua dengan beberapa bunga
putih yang tengah mekar.
"Benar.
Kebetulan aku mendapatkan beberapa benih sasanqua, jadi aku mencoba menanamnya.
Terakhir kali kau bilang kalau kau suka bunga, kan, Lucy kecil."
"Terima
kasih sudah memamerkan sesuatu yang seindah ini padaku. Aku sangat paham kenapa
Bibi ingin menunjukkan ini pada orang lain."
"Bukan cuma
itu, sasanqua juga punya makna 'mengatasi kesulitan'."
"…Maksud
Bibi, bahasa bunga?"
"Sudah
kuduga, Lucy kecil pasti tahu."
"Iya.
Walaupun aku tidak tahu semuanya. Jadi, ada apa dengan makna bunga sasanqua
itu?"
"Kekaisaran
menginvasi tempo hari, dan aku berpikir keadaan pasti sulit bagimu. Apalagi kau
bepergian keliling negeri bersama orang tuamu. Tidak banyak yang bisa
kulakukan, tapi jika kau dalam kesulitan, datanglah padaku. Aku punya banyak
kenalan di ibu kota. Entah kenapa, aku hanya ingin mengatakan itu padamu."
Suara Hilda
terdengar begitu lembut saat dia tersenyum pada Lucila.
Dia tidak tahu
posisi asli Lucila. Namun,
kata-katanya langsung meresap ke dalam hati sang putri.
"Bibi… Terima kasih. Aku sangat, sangat senang. Aku
akan melakukan yang terbaik!"
◆◇◆
"Aku tidak menyangka jalan-jalan di ibu kota akan
memberiku energi sebanyak ini."
Setelah berpisah dengan Hilda, Lucila bergumam sambil
tersenyum saat dia dan Loretta kembali berdua saja.
Loretta setuju
dengan ucapan "Anda benar", dan tepat saat perasaan hangat
menyelimuti mereka berdua…
"—Berita
sela! Berita sela! Night Sky Silver Rabbit telah menaklukkan lantai
sembilan puluh tiga dari Great Labyrinth Selatan dan akhirnya mencapai lantai
sembilan puluh empat!"
Seorang
pria yang membawa tumpukan besar koran meneriakkan berita itu dengan lantang di
tengah jalan.
Informasi
tersebut menyebar ke seluruh ibu kota dalam sekejap, dan sorak-sorai meledak
dari segala penjuru. Kurangnya gairah yang dirasakan Lucila sesaat tadi
langsung sirna oleh pencapaian Night Sky Silver Rabbit.
"Ketika
hal-hal baik terjadi berturut-turut, rasanya benar-benar menghangatkan
hati."
Menyaksikan
senyum orang-orang di ibu kota, Lucila menuangkan emosi tulusnya ke dalam
kata-kata dengan tatapan mata yang melembut.
◆◇◆
Setelah
itu, karena efek alat Magitech penyamarannya hampir habis, Lucila
kembali ke kamarnya di istana kerajaan dan membaca koran edisi khusus tersebut.
"Selma, Orn,
dan semuanya di skuad pertama, selamat ya."
Setelah selesai
membaca, Lucila mengucapkan selamat kepada para anggota skuad pertama di
kamarnya yang kosong. Tak lama kemudian, dia menepukkan kedua tangannya.
"Oh, aku
tahu! Kalau aku memanggil Orn ke istana dengan dalih perayaan, aku mungkin bisa
mengajaknya berkencan mengikuti alur suasananya!"
Ekspresinya kini
tampak seperti anak kecil yang baru saja memikirkan sebuah rencana jahil.
"Mungkin akan sulit melakukannya sekarang, jadi mari kita lihat… setelah pertemuan puncak tahun baru selesai dan keadaan sudah tenang pasti bagus! Fufufu, aku sudah tidak sabar melihat bagaimana reaksi Orn nanti!"



Post a Comment