NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yuusha Party wo Oidasareta Kiyoubinbou: Party Jijou de Fuyojitsushi wo Yatteita Kenshi ~ Bannou e to Itaru Volume 5 Short Stiry

Bonus E-book: Cerita Pendek Tambahan

Jalan-Jalan Rahasia Sang Putri


"Hmm, rasanya kota ini agak kehilangan gairahnya dibandingkan enam bulan yang lalu."

Seorang wanita dengan rambut dan mata cokelat yang sedang berjalan-jalan di ibu kota kerajaan berkomentar. Dia merasakan hal itu dari ekspresi orang-orang yang lewat dan percakapan yang sempat tertangkap telinganya.

Identitas aslinya adalah putri dari negara ini, Lucila N. Edelweiss. Warna rambut dan matanya telah diubah menggunakan alat Magitech penyamaran.

Dia juga mengenakan pakaian yang membaur dengan orang awam. Sangat kecil kemungkinan penduduk ibu kota—yang jarang punya kesempatan melihat sang putri dari dekat—bisa membongkar penyamarannya.

"Meskipun kita berhasil memukul mundur invasi Kekaisaran sekitar tiga bulan lalu, situasinya masih sulit diprediksi. Sebenarnya ini sudah jauh lebih hidup daripada sesaat setelah invasi," sahut Loretta yang mendampinginya sebagai pengawal.

"Begitu ya. Aku harus melakukan yang terbaik untuk mengembalikan keceriaan kota ini seperti sedia kala."

"—Oh, bukankah ini Lucy kecil!"

Saat Lucila dan Loretta sedang menyusuri jalanan ibu kota, seorang wanita bernama Hilda memanggilnya.

"Bibi, sudah lama tidak bertemu."

"Benar-benar sudah lama! Ada sekitar enam bulan? Apa kau sedang jalan-jalan di ibu kota lagi?"

"Iya. Orang tuaku sedang di tengah negosiasi bisnis, jadi aku berjalan-jalan sampai mereka selesai agar tidak mengganggu."

Lucila memang rutin melakukan jalan-jalan rahasia di ibu kota, jadi ada beberapa penduduk yang mengenalnya dalam wujud penyamaran. Mereka mengenalnya sebagai "Lucy, putri seorang pedagang dari wilayah lain".

"Begitu ya. Oh, benar juga. Lucy kecil, ada sesuatu yang ingin kutunjukkan padamu. Kalau punya waktu, maukah kau mampir ke tempatku?"

"Wah, kalau Bibi bilang begitu, aku jadi penasaran! Waktuku masih banyak, jadi dengan senang hati aku menerimanya."

Sebagai tindakan pencegahan, identitas semua orang yang pernah ditemui Lucila dalam perjalanannya telah diselidiki. Karena identitas Hilda sudah diketahui, Loretta tidak keberatan Lucila menerima ajakan itu, dan mereka bertiga pun berjalan menuju rumah Hilda.

◆◇◆

"Ya ampun, cantiknya! Apa ini bunga sasanqua?"

Apa yang dilihat Lucila di rumah Hilda adalah sebuah pot tanaman sasanqua dengan beberapa bunga putih yang tengah mekar.

"Benar. Kebetulan aku mendapatkan beberapa benih sasanqua, jadi aku mencoba menanamnya. Terakhir kali kau bilang kalau kau suka bunga, kan, Lucy kecil."

"Terima kasih sudah memamerkan sesuatu yang seindah ini padaku. Aku sangat paham kenapa Bibi ingin menunjukkan ini pada orang lain."

"Bukan cuma itu, sasanqua juga punya makna 'mengatasi kesulitan'."

"…Maksud Bibi, bahasa bunga?"

"Sudah kuduga, Lucy kecil pasti tahu."

"Iya. Walaupun aku tidak tahu semuanya. Jadi, ada apa dengan makna bunga sasanqua itu?"

"Kekaisaran menginvasi tempo hari, dan aku berpikir keadaan pasti sulit bagimu. Apalagi kau bepergian keliling negeri bersama orang tuamu. Tidak banyak yang bisa kulakukan, tapi jika kau dalam kesulitan, datanglah padaku. Aku punya banyak kenalan di ibu kota. Entah kenapa, aku hanya ingin mengatakan itu padamu."

Suara Hilda terdengar begitu lembut saat dia tersenyum pada Lucila.

Dia tidak tahu posisi asli Lucila. Namun, kata-katanya langsung meresap ke dalam hati sang putri.

"Bibi… Terima kasih. Aku sangat, sangat senang. Aku akan melakukan yang terbaik!"

◆◇◆

"Aku tidak menyangka jalan-jalan di ibu kota akan memberiku energi sebanyak ini."

Setelah berpisah dengan Hilda, Lucila bergumam sambil tersenyum saat dia dan Loretta kembali berdua saja.

Loretta setuju dengan ucapan "Anda benar", dan tepat saat perasaan hangat menyelimuti mereka berdua…

"—Berita sela! Berita sela! Night Sky Silver Rabbit telah menaklukkan lantai sembilan puluh tiga dari Great Labyrinth Selatan dan akhirnya mencapai lantai sembilan puluh empat!"

Seorang pria yang membawa tumpukan besar koran meneriakkan berita itu dengan lantang di tengah jalan.

Informasi tersebut menyebar ke seluruh ibu kota dalam sekejap, dan sorak-sorai meledak dari segala penjuru. Kurangnya gairah yang dirasakan Lucila sesaat tadi langsung sirna oleh pencapaian Night Sky Silver Rabbit.

"Ketika hal-hal baik terjadi berturut-turut, rasanya benar-benar menghangatkan hati."

Menyaksikan senyum orang-orang di ibu kota, Lucila menuangkan emosi tulusnya ke dalam kata-kata dengan tatapan mata yang melembut.

◆◇◆

Setelah itu, karena efek alat Magitech penyamarannya hampir habis, Lucila kembali ke kamarnya di istana kerajaan dan membaca koran edisi khusus tersebut.

"Selma, Orn, dan semuanya di skuad pertama, selamat ya."

Setelah selesai membaca, Lucila mengucapkan selamat kepada para anggota skuad pertama di kamarnya yang kosong. Tak lama kemudian, dia menepukkan kedua tangannya.

"Oh, aku tahu! Kalau aku memanggil Orn ke istana dengan dalih perayaan, aku mungkin bisa mengajaknya berkencan mengikuti alur suasananya!"

Ekspresinya kini tampak seperti anak kecil yang baru saja memikirkan sebuah rencana jahil.

"Mungkin akan sulit melakukannya sekarang, jadi mari kita lihat… setelah pertemuan puncak tahun baru selesai dan keadaan sudah tenang pasti bagus! Fufufu, aku sudah tidak sabar melihat bagaimana reaksi Orn nanti!"






Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close