Chapter 1
Dari Buff Master Menjadi Swordman
"Mimpi...
ya?"
Keesokan
harinya, saat aku terbangun, matahari sudah menggantung tinggi di langit.
Rasanya
aku baru saja memimpikan sesuatu yang aneh, tapi aku tidak bisa mengingat
detailnya dengan jelas.
"Serius,
aku kesiangan..."
Padahal
aku baru saja didepak dari Hero Party, tapi di sini aku malah tidur sampai
siang seolah-olah punya seluruh waktu di dunia. Aku tidak tahan untuk tidak
mengejek diriku sendiri karena bisa bersikap begitu santai.
Kemarin,
setelah masuk ke penginapan ini, aku langsung merebahkan diri ke tempat tidur,
jadi aku belum membuat rencana apa pun untuk langkah selanjutnya. Sambil merenungi kecerobohanku, aku
memutuskan untuk memikirkan situasiku saat ini dan menyusun rencana.
Berkat uang dan
material yang aku kumpulkan bersama Hero Party sampai kemarin, aku punya cukup
simpanan untuk hidup tanpa khawatir selama beberapa waktu. Namun, seketat apa
pun aku menghemat pengeluaran, uang itu hanya akan bertahan paling lama
beberapa tahun.
Aku tidak berada
dalam posisi di mana aku bisa hidup tanpa bekerja seumur hidup. Jadi, aku harus
menemukan cara untuk terus menghasilkan uang sedikit demi sedikit.
Ada tiga cara
utama untuk menghasilkan uang:
Pertama, terus
menjadi penjelajah, sama seperti yang kulakukan selama ini.
Di seluruh benua,
terdapat ruang bawah tanah yang disebut labirin, tempat monster sihir
berkeliaran.
Orang-orang yang
berani masuk ke dalam labirin ini, mengalahkan monster, dan menjual barang
jarahan mereka disebut penjelajah.
Barang yang
mereka jual terutama terdiri dari batu sihir dan material monster yang didapat
dari perburuan, serta bijih tambang dan tanaman yang ditemukan di dalam
labirin.
Opsi kedua adalah
mencari pekerjaan stabil di suatu tempat.
Uang yang
dihasilkan mungkin lebih sedikit, tapi jauh lebih aman, dan aku bisa
mengharapkan kehidupan yang stabil. Tentu saja, itu belum tentu terjadi jika
atasannya ternyata bermasalah.
Opsi ketiga
adalah membuka usahaku sendiri dan menghasilkan uang secara mandiri.
Meskipun ada
beberapa ide yang menjanjikan, tingkat keberhasilannya adalah yang paling
rendah. Namun, potensi untuk menghasilkan banyak uang adalah yang tertinggi.
"Dari semua
pilihan ini, sudah pasti penjelajah, kan?"
Aku tidak perlu
berpikir terlalu keras untuk itu.
Aku tidak terlalu
peduli untuk menjadi kaya, dan alasan awal aku datang ke kota ini memang untuk
menjadi penjelajah.
Saat pertama kali
menjadi penjelajah, aku memang bersama Oliver, tapi aku tidak menjadi
penjelajah hanya karena mengikutinya. Aku memilih jalan ini atas kemauanku
sendiri.
Sekarang setelah
aku memutuskan untuk lanjut menjadi penjelajah, aku perlu menilai kemampuanku
saat ini.
Sampai kemarin,
aku telah menjelajahi labirin sebagai seorang enchanter.
Ada berbagai
alasan mengapa aku menjadi enchanter, tapi sebagian besar berkaitan dengan
keadaan party kami saat itu.
Kini, karena aku
tidak lagi harus mengikuti aturan Hero Party, aku akan kembali menjadi seorang
swordsman mulai hari ini.
Aku selalu
bermimpi menjadi penjelajah sebagai seorang swordsman, jadi ini adalah hal yang
tidak bisa ditawar.
Saat awal
berada di Hero Party, aku memang seorang swordsman.
Tentu
saja, sebelum aku berganti menjadi enchanter, Oliver memang lebih kuat dariku
sebagai swordsman. Bahkan sekarang pun, kemampuan fisiknya masih lebih unggul.
Namun
setelah menghabiskan waktu sebagai enchanter, aku merasa telah menjadi jauh
lebih kuat dibandingkan saat aku berhenti menjadi swordsman dulu.
Mungkin
bahkan lebih kuat dari Oliver, yang dikenal sebagai Sword Saint.
Meski
begitu, sudah ada jeda waktu yang cukup lama, jadi aku perlu mengembalikan
insting bertarungku.
Begitu
aku mendapatkan kembali perasaan itu, aku seharusnya bisa dengan mudah menembus
lantai tingkat menengah di labirin besar seorang diri.
"Ngomong-ngomong,
aku dengar ada labirin di dekat sini yang baru saja dibuka. Sepertinya ini
kesempatan bagus, mungkin aku akan memeriksanya."
Dengan
keputusan itu di benakku, aku mengemasi perlengkapan penjelajahanku dan
meninggalkan penginapan.
◆◇◆
Aku tidak
tahu mengapa labirin itu ada. Mereka tiba-tiba mulai muncul di seluruh benua ratusan tahun yang lalu.
Struktur internal
labirin bervariasi. Beberapa memiliki koridor batu buatan manusia, sementara
yang lain menyerupai gua, dan beberapa bahkan memiliki lingkungan yang mirip
dengan permukaan bumi.
Biasanya, labirin
memiliki struktur yang berlanjut dari sepuluh hingga tiga puluh lantai, tetapi
ada empat pengecualian di benua ini.
Itulah labirin
masif, yang biasa dikenal sebagai Great Labyrinth, yang konon memiliki seratus
lantai.
Berbeda dengan
labirin biasa yang pemandangannya tetap sama, Great Labyrinth mengubah
lanskapnya seiring kemajuanmu melewati lantai yang berbeda. Material yang bisa
didapatkan juga sangat bervariasi.
Dikatakan bahwa
jika kau menyelami Great Labyrinth, kau tidak perlu menjelajahi labirin lain,
karena kau bisa mengumpulkan berbagai macam material, batu sihir, tanaman, dan
mineral di sana. Tentu saja, ini tidak sepenuhnya benar, tapi aku akan
mengesampingkan hal itu untuk sekarang.
Karena alasan
ini, lantai yang berhasil dicapai di Great Labyrinth dianggap sebagai simbol
status di kalangan penjelajah.
Aku tiba di
labirin yang kutuju.
Untuk memasuki
labirin, kau perlu menunjukkan kartu gilda kepada staf gilda yang mengelola
pintu masuk. Aku berjalan menghampiri staf tersebut dan menyerahkan kartu
gildaku.
"Um...
apakah Anda akan masuk ke dalam labirin sendirian...?"
Staf gilda
perempuan itu melirik ke sekelilingku. Setelah memastikan tidak ada orang lain,
dia bertanya.
"Iya. Ada
masalah?"
"Secara
aturan memang tidak ada masalah. Tapi, Anda tahu kan kalau labirin adalah
tempat yang sangat berbahaya? Pergi sendirian itu nekat. Jika Anda pergi ke
Explorer's Guild, di sana banyak orang yang mencari anggota party, jadi
menurutku akan lebih baik jika Anda membentuk party terlebih
dahulu."
Staf gilda itu
memberiku nasihat dengan ramah.
Apa yang
dikatakannya memang benar. Tapi aku dengar monster di labirin ini hanya sekuat
monster di lantai atas Great Labyrinth, atau bahkan lebih lemah. Aku bisa
menanganinya sendiri tanpa masalah.
Aku mengerti dia
hanya bersikap baik, tapi aku berharap setidaknya dia memeriksa kartu gildaku
sebelum memberikan nasihat apakah aku orang yang tepat untuk diceramahi atau
tidak.
"Terima
kasih atas nasihatnya. Tapi aku tidak apa-apa sendirian. Kau bisa melihatnya
sendiri dari kartuku."
"Hah? Kartu
Anda...? ...Eh...?"
Staf gilda itu
membeku setelah melihat kartu gildaku.
Kegunaan utama
kartu gilda di permukaan adalah untuk membuktikan bahwa pemegangnya adalah
seorang penjelajah. Karena itu, kartu tersebut hanya menampilkan nama pemegang
dan lantai tertinggi yang pernah dicapai di Great Labyrinth. Kartu gildaku
menunjukkan bahwa aku telah mencapai lantai sembilan puluh empat di Great
Labyrinth Selatan.
"A-Anda
sudah mencapai lantai sembilan puluh empat!? S-saya mohon maaf
sebesar-besarnya! Saya tidak bermaksud tidak sopan!"
Sikap staf gilda
itu berubah seketika. Dia membungkuk dalam-dalam untuk meminta maaf.
"Tidak
apa-apa, sungguh. Sekarang, bolehkah aku masuk?"
"T-tentu
saja! Silakan, silakan masuk!"
Setelah menerima
izin, aku melangkah masuk ke dalam labirin.
◆◇◆
Bagian dalam
labirin itu seperti labirin sungguhan, dengan koridor batu buatan dan ruangan
luas yang membentang di depanku. Bijih bercahaya tertanam di dinding dengan
interval teratur, memberikan cahaya yang cukup untuk melihat beberapa meter ke
depan tanpa masalah.
Aku
berjalan dengan hati-hati selama beberapa saat, dan sepertinya tidak ada
jebakan yang terlihat.
Saat aku
melangkah ke ruangan yang tampak seperti aula besar, aku merasakan sesuatu
bergerak di depan.
Setelah
diperiksa lebih dekat, aku menyadari itu adalah Horn Rabbit. Horn Rabbit adalah
monster sihir yang menyerupai kelinci bertanduk. Gerakannya cepat, tetapi daya
tahannya rendah, sehingga penjelajah pemula pun bisa mengalahkannya.
Aku
mengaktifkan alat sihir berbentuk gelang di pergelangan tangan kiriku, yang
berisi mantra penyimpanan. Sebuah pedang yang tersimpan di dalamnya muncul di
dekat tangan kananku, dan aku menggenggamnya.
Sudah
lama sekali sejak terakhir kali aku memegang pedang.
Melawan
Horn Rabbit, aku tidak akan kalah, jadi aku memutuskan untuk bertarung hanya
dengan kemampuan fisik alaminya tanpa sihir pendukung apa pun.
Saat aku
mendekat perlahan, kelinci itu sepertinya menyadari kehadiranku dan menerjang
ke arahku dengan tanduk terangkat.
"Terlalu
lambat."
Karena
telah bertarung melawan monster sihir di lantai bawah dan lantai dalam Great
Labyrinth sampai kemarin, gerakan kelinci ini terasa jauh terlalu lambat
bagiku.
Aku
memancingnya mendekat, lalu menghindar tipis-tipis dengan melangkah setengah
langkah ke belakang.
Tepat saat
kelinci itu melesat melewatiku, aku mengayunkan pedangku ke atas.
Bilah pedang
mengikuti lintasan yang kubayangkan dan menyentuh perut Horn Rabbit. Aku
merasakan sedikit hambatan, tapi dengan satu tebasan, aku membelah tubuhnya
menjadi dua.
Tubuh Horn Rabbit
itu lenyap seperti kabut hitam, hanya menyisakan sebuah batu sihir kecil.
"…Sudah lama
aku tidak mengayunkan pedang, tapi tubuhku masih ingat. Mungkin aku tadi
bermain terlalu aman. Tapi karena sudah telanjur di sini, rasanya sayang kalau
langsung pulang. Tujuan hari ini adalah mengembalikan instingku, jadi aku akan
turun saja ke lantai berikutnya."
Meskipun
pertarungannya sederhana, aku merasa puas hanya dengan bisa mengayunkan pedang
lagi.
Setelah itu, aku
bertemu lebih banyak monster sihir seperti goblin dan slime, tapi karena mereka
hanya muncul sendirian, aku mengalahkan mereka tanpa banyak usaha.
Sambil
mengalahkan monster-monster itu, aku menuju ke lantai tiga tanpa melakukan satu
pun kesalahan arah.
Meskipun labirin
ini berbentuk seperti teka-teki, rasanya seperti permainan anak-anak jika
dibandingkan dengan lantai bawah dan lantai dalam Great Labyrinth. Aliran udara
dan petunjuk lainnya jauh terlalu jelas terlihat.
◆◇◆
Saat aku memasuki
lantai tiga, aku mulai menghadapi musuh dalam jumlah banyak.
Meskipun mereka
berkelompok, mereka semua adalah tipe monster sihir yang sama, dan monster di
labirin ini memiliki kecerdasan yang rendah.
Bahkan tanpa buff,
aku bisa mengalahkan mereka, tapi aku ingin membiasakan diri dengan perasaan
saat menggunakan buff, jadi aku memutuskan untuk merapalkan sihir
pendukung pada diriku sendiri.
Sihir pendukung (support
magic), sesuai namanya, adalah jenis sihir yang meningkatkan kemampuan
fisik target atau memperkuat performa perlengkapan mereka, secara efektif
membantu rekan tim.
Sebaliknya, sihir
yang menurunkan kemampuan juga tergolong sihir pendukung. Namun, itu tidak
efektif melawan monster sihir yang kuat, jadi jarang digunakan dalam situasi
tersebut.
Mereka yang
mengutamakan penggunaan sihir pendukung disebut Enchanter.
Peran sebagai
Enchanter adalah peran yang malang. Karena telah menjadi Enchanter selama
beberapa tahun, aku rasa pendapat ini tidaklah salah.
Enchanter selalu
dikejar waktu.
Misalnya, jika
aku merapalkan mantra pendukung dasar seperti Power Boost, efeknya tidak
permanen. Tentu saja, efeknya pada akhirnya akan hilang, tetapi durasinya
bervariasi tergantung pada tiap orang. Ini karena durasi dipengaruhi oleh resistensi
sihir masing-masing individu.
Dengan
kata lain, sebagai Enchanter, aku perlu memantau sisa waktu dari buff
setiap rekan dan merapalkan kembali mantra yang sama sebelum durasinya habis.
Terlebih
lagi, anggota party lainnya sering kali melihat Enchanter hanya sebagai
pendukung yang cuma merapalkan buff sementara membiarkan pertarungan
dilakukan oleh orang lain.
Karena
kami tidak bertarung secara langsung, kebanyakan party, termasuk Hero
Party tempatku dulu, cenderung menyerahkan komando pertempuran kepada orang
lain.
Yah, aku
rasa banyak dari pola pikir itu ada hubungannya dengan kemunculan Enchanter
jenius itu.
Tugas
Enchanter adalah menghitung sisa waktu setiap buff, merapalkannya
kembali sebelum habis, dan juga merapalkan mantra pendukung baru sesuai
kebutuhan, sambil memberikan instruksi.
Ditambah
lagi, karena kami biasanya tidak menonjol, Enchanter cenderung tidak dihargai,
yang mana mencerminkan situasi saat ini.
Ini bisa
dibilang posisi yang tidak menguntungkan. Beban kerja yang dilakukan dan
evaluasi dari orang lain benar-benar tidak seimbang.
Dengan
kemampuan fisik yang diperkuat oleh buff, aku dengan cepat mengalahkan
banyak monster sihir tanpa kesulitan. Setelah itu, aku tetap waspada dan
menunggu sihir pendukung itu habis.
"Tepat
180 detik, ya? Mudah sekali menghitungnya."
Waktu
efek dari sihir pendukungku tepat tiga menit.
Aku
pernah menggunakan sihir pendukung pada diriku sendiri sebelumnya, tapi sampai
sekarang aku selalu memprioritaskan pemantauan durasi buff anggota party-ku,
jadi aku tidak menyadari durasi pastiku sendiri.
Begitu
aku menyadari waktu buff-ku sendiri, aku mulai bereksperimen dengan
berbagai strategi pertempuran.
Misalnya,
aku akan mulai bertarung tepat sebelum buff akan habis, merapalkan
kembali buff saat sedang bertarung, menggabungkan sihir serangan dengan
pertarungan jarak dekat, atau menguji perasaan saat menggunakan sihir
orisinalku—ada banyak variasi.
Salah
satu mantra sihir orisinalku menawarkan keuntungan besar, tetapi waktu efeknya
sangat singkat. Dulu, aku kesulitan menyelaraskan waktu mantra tersebut dengan
pergerakan rekan setimku.
Tapi
sekarang, karena aku bisa menggunakannya pada diriku sendiri, aku bisa
mengontrol waktunya, membuatnya jauh lebih mudah ditangani. Itu adalah
keuntungan besar.
Melalui
hampir dua puluh pertempuran, aku sudah mulai menggabungkan pengalaman masa
laluku sebagai swordsman dengan keterampilanku sebagai Enchanter dari hari
kemarin, secara bertahap membentuk gaya bertarung baru.
"Si serba bisa (jack of all trades), ya..."
Kemampuan fisikku
tergolong rata-rata dibandingkan dengan penjelajah lain. Aku tidak bisa
menandingi penjelajah peringkat tinggi. Untuk urusan sihir, karena suatu
alasan, aku tidak bisa merapalkan mantra di atas tingkat lanjut (advanced).
Aku adalah orang
biasa.
Tapi bahkan aku
pun punya kelebihan.
Itu adalah
kemampuan untuk menguasai keterampilan yang bisa didapatkan orang biasa melalui
usaha dengan cepat. Meskipun, saat aku bilang "menguasai," itu baru
pada tingkat minimum yang diperlukan, dan untuk meningkatkannya lebih jauh
membutuhkan waktu dan usaha yang cukup besar.
Aku
benar-benar si serba bisa...
Meski
begitu, aku bersumpah untuk menjadi lebih kuat dan menjadi seorang penjelajah.
Itulah
sebabnya, bahkan saat aku langsung merasakan batas kemampuanku setelah menjadi
penjelajah, aku tidak boleh menyerah.
Apa yang bisa
kulakukan adalah melahap ilmu dan keterampilan. Aku melakukannya hingga ke
titik ekstrem, menyempurnakan hal-hal yang bisa dicapai orang biasa melalui
kerja keras.
Hasilnya,
kecepatan rapalan sihirku menjadi jauh lebih cepat daripada penjelajah
peringkat tinggi lainnya, dan dengan memahami sihir secara mendalam, aku
berhasil mengembangkan sihir orisinalku sendiri.
Sedangkan untuk
kemampuan fisik, dengan menguasai penggunaan tubuh dan berbagai seni bela diri,
aku berhasil mengimbangi penjelajah peringkat tinggi.
Saat ini, memang
benar bahwa ungkapan "serba bisa" mungkin masih berlaku bagiku.
"Si
serba bisa" bukanlah ungkapan yang memuji. Tapi, jika aku bisa terus
berevolusi dari sana, bukankah itu berarti aku pada akhirnya bisa menjadi
seseorang yang benar-benar "Versatile" (Serbabisa/Multitalenta)?
Aku tidak
akan diejek sebagai "si serba bisa" lagi. Suatu hari nanti, aku akan
menjadi penjelajah yang dikenal sebagai "sang ahli dalam segala hal"!
◆◇◆
Aku
melanjutkan perjalanan dengan lancar melewati labirin dan menuruni lereng
spiral yang landai, mencapai lantai tujuh. Aku menempelkan kartu gildaku ke
kristal besar di pintu masuk lantai tersebut.
Semua
labirin memiliki fitur umum: pintu masuk setiap lantai selalu memiliki kristal
besar.
Kristal
ini berfungsi sebagai alat teleportasi, memungkinkan perjalanan instan antara
kristal tersebut dengan kristal di pintu masuk labirin.
Dulu,
sistem teleportasi hanya searah dari setiap lantai ke pintu masuk labirin, dan
jika seseorang ingin masuk kembali ke labirin, mereka harus memulainya dari
lantai satu lagi.
Namun,
hal ini berubah beberapa dekade lalu ketika gilda mengembangkan kartu gilda.
Sekarang, selama kartu gilda terhubung dengan sebuah kristal, seseorang bisa
berteleportasi langsung dari pintu masuk labirin.
Berkat ini,
kecepatan penjelajahan meningkat pesat. Dikatakan bahwa penjelajah dulu harus
menginap di dalam labirin, tapi sekarang perjalanan pulang-pergi dalam sehari
sudah menjadi norma.
Selain itu,
kristal tersebut memiliki efek penghalang sihir (magical barrier). Tidak
ada monster sihir yang bisa memasuki area dalam radius 20 meter dari kristal,
menjadikannya tempat istirahat atau perlindungan darurat yang nyaman.
Benar-benar
barang yang berguna bagi para penjelajah.
Karena matahari
hampir terbenam, aku memutuskan untuk menyudahinya hari ini dan kembali.
Tepat saat aku
hendak berteleportasi ke pintu masuk labirin dengan menempelkan kartu gildaku,
sekelompok penjelajah, kemungkinan sebuah party, bergegas menuju zona
aman dari arah yang lebih dalam.
Apakah mereka
baru saja melarikan diri dari monster sihir? Mereka semua tampak pucat, dan
dilihat dari perlengkapan mereka, mereka tidak tampak seperti party yang
sangat terampil.
"Sialan!
Bagaimana bisa jadi begini?!"
Salah satu
anggota party berteriak, jelas sedang melampiaskan rasa frustrasi
mereka.
Sepertinya mereka
telah melakukan kesalahan, tapi yah, selama mereka masih hidup, selalu ada
kesempatan berikutnya. Kegagalan ini bisa menjadi pelajaran untuk masa
depan... Tunggu, apa yang aku pikirkan?
Sambil menegur diriku sendiri dalam hati, aku tidak sengaja
mendengar percakapan antara orang yang berteriak tadi dengan orang yang tampak
seperti pemimpin party, yang memiliki perlengkapan terbaik.
"Kau boleh membenciku sesukamu, tapi aku bisa dengan
bangga mengatakan bahwa keputusanku tidaklah salah."
"Meskipun begitu, menggunakan seorang gadis muda yang
bahkan belum dewasa sebagai umpan lalu lari...!"
"Terima
sajalah. Kita tidak menyangka akan ada monster sihir sebanyak itu. Gadis yang
bekerja sama dengan kita hari ini adalah seorang pemula, tapi
kalian—orang-orang yang sudah bersamaku melewati suka dan duka—jauh lebih
penting!"
Sepertinya
monster sihir dalam jumlah besar muncul secara tak terduga, dan party
itu menggunakan salah satu anggotanya sebagai umpan untuk melarikan diri.
Dari apa yang
kudengar, aku bisa memahami alasan pemimpinnya. Bukanlah hal yang tidak masuk
akal untuk memprioritaskan mereka yang sudah berjuang bersama dibandingkan
seseorang yang baru saja bergabung hari ini.
Namun dari sudut
pandang pihak ketiga, apa yang mereka lakukan tidak lain adalah perbuatan yang
menjijikkan.
...Tapi aku tidak
seharusnya ikut campur dalam urusan party lain. Biasanya, ini akan
berakhir dengan gadis malang itu ditinggalkan, dan selesailah masalahnya.
Namun bagi
diriku, seseorang yang baru saja didepak dari party kemarin, ada bagian
dari diriku yang tidak bisa menganggap ini hanya sebagai masalah orang lain.
Ditinggalkan oleh
anggota party sendiri adalah pengalaman yang menyakitkan. Bahkan jika
kau pikir kau sudah merelakannya, ada saat-saat di mana wajah para anggota hero
party tiba-tiba muncul di benakmu. Setiap kali itu terjadi, aku teringat
rasanya disingkirkan.
Terlebih lagi
dalam kasus gadis itu, sepertinya dia ditinggalkan di tempat yang dipenuhi oleh
monster sihir dalam jumlah besar.
Situasinya adalah
saat seluruh party tidak bisa melarikan diri. Gadis yang ditinggal
sebagai umpan hampir pasti akan mati.
Semenjak dia
menjadi penjelajah, dia pasti sudah siap menghadapi kematian. Tapi dia tidak
akan pernah membayangkan akan mati setelah ditinggalkan oleh party-nya
sendiri.
Jika
monster sihir di labirin ini yang terlibat, aku bisa menangani puluhan monster
sekaligus. Jika aku bisa
sampai tepat waktu... aku ingin menyelamatkannya.
"Meskipun
begitu, aku tetap—"
"Aku
tidak sanggup mendengarkan ini lagi."
Melihat
penjelajah yang masih berteriak itu hendak menyerang pemimpinnya, aku tidak
bisa menahan diri dan menyela.
"...Apa
urusanmu?"
Penjelajah
yang tiba-tiba ditegur itu tampak terpana sejenak, tapi ekspresinya dengan
cepat berubah menjadi kemarahan.
"Aku
sudah mendengarkanmu, dan kau hanya merengek seperti anak kecil. Kau tidak setuju dengan keputusan
pemimpinmu, tapi kenapa kau ada di sini sekarang? Kau bahkan tidak mencoba
menyelamatkan gadis itu. Kau lari ke tempat aman dan sekarang kau hanya
mengeluh. Orang sepertimu adalah yang terburuk."
"Kau...
Kalau kau bicara terus, aku sumpah akan—! Aku tidak mungkin bisa
menyelamatkannya, meskipun aku tetap tinggal dalam situasi itu!"
Penjelajah itu
menerjang ke arahku.
Sebelum dia bisa
menangkapku, aku mencengkeram pergelangan tangannya, meletakkan tanganku yang
lain di lehernya, lalu memutarnya ke samping. Sambil menendang tumitnya dari
belakang, aku menepis tangan itu dari lehernya, membuatnya tersungkur ke tanah.
Aku
menatap penjelajah yang berbaring telentang itu dan berkata dengan dingin.
"Kalau
begitu teruslah mengeluh dan tetaplah di sana."
Udara di sekitar
kami membeku.
Mengabaikan
ketegangan yang ada, aku berbalik bicara kepada sang pemimpin.
"Di mana
tempat kalian meninggalkan gadis itu?"
"...Hah?"
"Cepat beri
tahu aku tempat kalian meninggalkan gadis itu."
"Jalan terus
menyusuri jalan ini, belok kanan di ujung jalan buntu, lalu di gang kedua
sebelah kiri."
Setelah mendengar
lokasinya, aku segera mengaktifkan Agility Boost pada diriku sendiri.
"Hei, apa
kau akan pergi menyelamatkannya!?"
"Kalau
tidak, buat apa aku bertanya lokasinya?"
Aku menjawab
pertanyaan pemimpin itu sambil berlari menuju tempat yang dia sebutkan.
Di tengah
perjalanan, aku berpapasan dengan seekor orc, kemungkinan salah satu yang
mengejar party tadi. Namun, waktu sangatlah berharga.
Aku merapalkan
mantra tingkat menengah Rock Bind, mengurung tubuh orc itu dalam batu
dan melumpuhkannya.
Tanpa melambatkan
kecepatan, aku melesat melewati orc yang terikat itu.
Mengikuti
petunjuk yang diberikan sang pemimpin, aku akhirnya melihat sekelompok orc di
depan.
Ada tiga belas
ekor. Itu jumlah yang cukup banyak. Apa mereka memicu semacam jebakan?
Melawan jumlah
sebanyak ini, party peringkat rendah akan kesulitan, tapi aku bisa
menanganinya dengan mudah.
"Jangan... Jangan mendekat... Tolong jangan mendekat...
Aku tidak mau mati... Kakak..."
Semua orc itu menghadap ke dinding yang sama, dan di ujung
tatapan mereka adalah seorang gadis berambut merah tua panjang yang dikuncir
dua. Meskipun mata merah mudanya dipenuhi air mata, dia melindungi dirinya
dengan penghalang sihir dan mati-matian menangkis para orc dengan mantra.
Meskipun bicaranya melemah, matanya masih memegang erat
keinginan untuk hidup.
Dia tidak menyerah bahkan dalam situasi seperti ini, itu
mengesankan.
Aku tidak bisa menahan rasa kagum pada kekuatan batin gadis
itu.
"...Wind
Strike."
Aku
memperhatikan jeda di antara rapalan mantra gadis itu. Saat waktunya tepat, aku
merapalkan mantra tingkat rendah Wind Strike.
Udara di
antara gadis itu dan para orc terdispersi, menciptakan gelombang kejut.
Penghalang
sihir yang melindungi gadis itu tidak terpengaruh.
Namun,
para orc tidak semujur itu. Meskipun tidak menerima kerusakan, gelombang kejut
itu membuat mereka terhuyung mundur beberapa langkah, menciptakan sedikit
ruang.
"...Lho?"
Mundurnya
para orc secara tiba-tiba membuat gadis itu tampak terkejut.
Aku
menendang tanah dengan ringan dan melompati kelompok orc tersebut, mendarat di
depan si gadis. Pada saat
yang sama, aku merapalkan Flash untuk membutakan para orc dan mengganggu
penglihatan mereka.
"Fokuslah
pada penghalang sihirmu. Aku akan menangani para orc."
"I-Iya…!"
Aku memberikan
kata-kata penenang singkat kepada gadis itu sebelum mengaktifkan sihir
pendukung Strength Boost dan Skill Boost pada diriku sendiri,
serta Edge Enhancement pada pedangku, lalu mulai membereskan para orc.
Orc adalah
monster sihir berintelejensi rendah. Terlebih lagi, jika mereka kehilangan
penglihatan, mereka tidak ada bedanya dengan tumpukan daging.
Aku
menebas setiap titik vital para orc.
Sensasi
dari pedang yang diperkuat sihir pendukung begitu mulus sehingga aku bahkan
sempat ragu apakah tebasanku meleset. Namun, darah menyembur keluar dari bagian
yang kupukul.
Sambil
menghindari percikan darah, aku mengayunkan pedangku belasan kali, dan tak lama
kemudian hanya tersisa batu sihir di sekitarku.
Fiuh... Kurasa aku sudah menyelamatkannya?
Aku menoleh ke arah gadis itu. Sepertinya kemunculan
mendadakku membuatnya bingung, karena dia menatap kosong dari balik penghalang
sihirnya. Dia tampak tidak memiliki luka luar.
Aku merapalkan mantra penyembuhan Heal padanya hanya
untuk memastikan, dan tersenyum padanya untuk membuatnya tenang.
...Aku
penasaran apakah aku tersenyum dengan benar?
"Apa aku...
masih hidup...? Aku takut sekali..."
Begitu penghalang
sihirnya lenyap, gadis itu jatuh terduduk ke tanah, ketegangannya mencair, dan
air mata mulai mengalir deras dari matanya.
Dia tampak
berusia sekitar empat belas tahun.
Apa yang harus
kulakukan...? Aku tidak yakin bagaimana menghadapi gadis yang lebih muda yang
sedang menangis... Gadis itu mencoba menahan isak tangisnya, tapi sepertinya
dia tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Dia baru saja berada dalam situasi
di mana dia sudah bersiap untuk mati. Wajar saja jika dia menangis.
Tentu saja, itu
sangat menakutkan.
Dia telah
ditinggalkan oleh party-nya dalam situasi itu. Membayangkan berada di
posisinya, aku merasakan nyeri yang tajam di dadaku, dan tanpa kusadari, aku
sudah mengusap kepala gadis itu dengan lembut.
◆◇◆
"U-Um..."
Saat aku sedang
mengusap kepala gadis itu dengan lembut, dia tampaknya sudah berhenti menangis
tanpa kusadari, dan mata yang masih berkaca-kaca itu kini sedang menatapku.
"Oh, maaf.
Aku tidak bermaksud menyentuh kepalamu begitu saja."
Aku segera
menarik tanganku, dan gadis itu mengeluarkan suara "Ah..." kecil yang
terdengar agak kesepian.
"T-Terima
kasih... karena sudah menolongku!"
Gadis itu membungkuk dalam-dalam.
"Sama-sama."
"Aku tadi mengira sudah habis riwayatku, aku hampir
saja menyerah... Jadi, saat Anda datang menolong, aku merasa sangat
senang..."
Dia tersenyum padaku dengan wajah yang merona. Meskipun
penampilannya masih muda, fitur wajahnya sudah terbentuk dengan baik, dan
dipadukan dengan senyumannya, dia terlihat sangat manis.
…? Ada monster sihir mendekat. Kehadiran ini... apakah
sekelompok goblin? Aku sebaiknya menghindari kontak untuk saat ini.
Merasakan kehadiran monster sihir, aku segera memutuskan
langkah kami selanjutnya.
"Secara kebetulan aku berakhir di sini, tapi aku senang
bisa membantu. Ayo kita keluar sekarang."
"I-Iya."
Aku mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri, dan dia
menyambutnya dengan "Terima kasih" yang lembut.
Aku menariknya berdiri, lalu dengan cepat memeriksa
kondisinya.
Aku sudah
menggunakan Heal tadi, dan sepertinya dia bisa berjalan tanpa masalah.
Merasakan
kehadirannya yang mengikuti tepat di belakangku, aku menuju pintu masuk lantai
tujuh.
Saat kami
mencapai pintu masuk, party yang tadi sudah tidak ada di sana.
(Mereka
benar-benar tidak punya hati. Meskipun, kurasa jika mereka tetap tinggal, itu hanya akan memicu situasi
yang merepotkan. Mungkin lebih baik mereka sudah pergi.)
Dengan itu, kami
menggunakan kartu gilda pada kristal dan berteleportasi kembali ke pintu masuk
labirin.
◆◇◆
Sekarang kami
sudah aman kembali ke permukaan, tugas perlindunganku berakhir di sini.
Matahari belum sepenuhnya terbenam. Mulai dari sini, dia seharusnya baik-baik
saja sendirian.
"Sekarang
kita sudah sampai, kau bisa mengurus dirimu sendiri, kan?"
"Ah,
um!"
Tepat saat aku
hendak menyarankan untuk berpisah, suara lantang gadis itu menyela.
"Maaf,
aku tidak bermaksud berteriak…"
"Tidak,
tidak apa-apa. Tapi, ada yang salah?"
"Begini,
um, sekali lagi, terima kasih banyak karena sudah menolongku!"
Gadis itu
sekali lagi membungkuk dalam-dalam, mengungkapkan rasa terima kasihnya.
…Hah? Aku
tidak menyadarinya tadi, tapi pakaiannya… dan lambang di jubahnya itu…
Gadis itu
mengenakan gaun terusan bertema biru dengan kaus kaki hitam setinggi lutut.
Di atas
gaunnya, dia memakai jubah hitam, yang dengan jelas menunjukkan bahwa dia
adalah seorang penyihir. Jubah itu memiliki lambang yang mengingatkan pada
bulan.
"Ah!
Kalau dipikir-pikir, aku belum memperkenalkan diri. Namaku Sophia
Claudel."
Dengan
pakaian itu, rambut merah, dan nama 'Claudel'...
"Maaf
karena tidak memperkenalkan diri lebih awal. Namaku Orn Doula."
"Orn… nama yang indah…"
Sophia bergumam pelan. Itu mungkin ucapan untuk dirinya
sendiri, tapi aku bisa mendengarnya dengan jelas. Sejujurnya, menurutku itu
hanya nama yang biasa saja. Meski begitu, aku tidak merasa buruk mendengarnya;
rasanya menyenangkan saat seseorang memuji namamu.
"Jadi, Orn-san! Maafkan aku, aku tidak bisa memikirkan
cara yang pantas untuk berterima kasih..."
"Aku
menolongmu bukan untuk mendapatkan ucapan terima kasih. Kau sudah mengungkapkan
rasa terima kasihmu, jadi tidak perlu ada imbalan apa pun."
"I-Itu
tidak benar…! Setidaknya izinkan aku mentraktir Anda makan malam! Tapi, ini bukan masakan rumah,
sih..."
…Yah, makan malam
boleh juga. Jika aku berada di posisinya, aku akan merasa tidak tenang jika
tidak memberikan semacam imbalan.
Karena aku tidak
bisa membiarkannya membayarku, aku akan mencari cara agar akulah yang membayar
nantinya.
"Baiklah.
Kalau begitu aku terima traktiranmu. Jadi, kapan waktunya yang pas? Aku tidak
punya rencana apa pun untuk sementara, jadi aku luang kapan saja."
"Kalau
begitu, ini mendadak sekali, tapi bagaimana kalau hari ini? Aku mungkin tidak
bisa meluangkan jadwal untuk sementara waktu mulai besok…"
"Kedengarannya
bagus. Mari kita pergi sekarang. Apa kau sudah tahu mau ke mana? Jika belum,
aku bisa merekomendasikan tempat."
"Um, aku
sudah memutuskan. Tempatnya murah… tapi makanannya benar-benar lezat!"
"Aku tidak
mempermasalahkan harganya. Makanan lezat, ya? Aku jadi menantikannya."
◆◇◆
Setelah berjalan
melewati kota selama beberapa saat bersama Sophia dari pintu masuk labirin...
"Sudah
sampai!"
…Sudah kuduga.
Ini ada hubungannya dengan faksi kelinci.
Kami dipandu ke
sebuah restoran populer yang dikelola oleh klan besar, 【Night Sky Silver Rabbit】.
Penjelasan
singkatnya, klan adalah organisasi yang mempekerjakan para penjelajah.
Setiap klan
memiliki pendekatannya masing-masing, tetapi biasanya, para penjelajah
mengumpulkan material dari labirin, memprosesnya, lalu menjualnya.
Pendapatannya
kemudian digunakan untuk melengkapi perlengkapan para penjelajah, memungkinkan
mereka menjelajah lebih dalam ke labirin dan mengumpulkan material berkualitas
lebih tinggi, sehingga menciptakan sebuah siklus.
Beberapa klan,
seperti yang satu ini, juga menjalankan bisnis seperti restoran dan toko.
Karena itu, klan terdiri dari lebih dari sekadar penjelajah; mereka juga
mencakup pandai besi, pembuat alat sihir, pedagang, dan lainnya.
Ada banyak klan
di negara ini, tetapi 【Night Sky
Silver Rabbit】 jauh lebih
menonjol dibandingkan yang lain. Alasan utamanya adalah karena salah satu dari
tiga party peringkat S di negara ini merupakan bagian dari mereka.
Tapi bukan itu
saja. Keanggotaan klan ini beberapa kali lebih besar dari rata-rata, dan mereka
menjalankan berbagai bisnis yang sukses dengan tenaga kerja mereka yang besar.
Aku
dengar ada konflik internal tahun lalu, dan reorganisasi besar-besaran terjadi.
Meski
begitu, reputasi publik klan ini tidak berubah sejak sebelum konflik, yang
menunjukkan bahwa kepemimpinannya sangat kompeten.
Lambang
pada jubah Sophia adalah milik 【Night Sky Silver Rabbit】. Dari situ, aku tahu dia adalah penjelajah yang berafiliasi dengan
klan tersebut.
Tapi jika
begitu, dia seharusnya menjadi bagian dari party di dalam klan. Kenapa
Sophia tadi menjadi bagian dari wild party (kelompok liar)?
...Tidak
ada gunanya memikirkan pertanyaan yang tidak ada jawabannya.
Aku
memasuki restoran bersama Sophia.
Interiornya
bergaya, dan sebagian besar pelanggannya adalah anak muda. Meski berjiwa muda,
suasananya tidak bising, dan terasa seperti tempat yang nyaman.
"Lho...? Kakak,
sedang apa di sini?"
Sophia melirik ke
sekeliling toko, dan sepertinya dia melihat seseorang yang dikenalnya, lalu
memanggilnya.
Mengikuti arah
pandangannya, aku melihat seorang wanita yang kukenal, sedang makan sendirian.
"Hm? Sophia?
Aku ada pertemuan di dekat sini, jadi aku memutuskan mampir untuk makan malam.
Tapi, Sophia, kau sudah punya pacar? Menurutku itu masih terlalu dini, tapi...”
Wanita yang
dipanggil Sophia itu berbalik dan, melihatnya bersama seorang pria, tampak
menggodanya.
Namun, saat dia
melihatku, suasana di sekitarnya berubah menjadi lebih tegang.
"Bukan
seperti itu! Aku hanya berterima kasih padanya karena sudah menolongku hari
ini... Ah, biar kuperkenalkan. Ini... Lho? Kakak?"
Sophia, yang
menanggapi godaan itu dengan serius, buru-buru membantahnya. Dia kemudian
mencoba memperkenalkanku, tetapi tampak bingung saat menyadari perubahan sikap
kakaknya.
"Sudah lama tidak bertemu, Orn Doula."
"Ya, sudah
lama sekali, Selma Claudel."
Aku
mengenal orang ini dengan sangat baik. Dalam arti tertentu, dialah salah satu alasan aku didepak dari Hero Party.
Wanita yang
memelototiku dengan mata merah yang sedikit menyipit dan rambut merah tua yang
diikat tepat di bawah telinganya di tengkuk lehernya adalah Selma Claudel.
Dia adalah putri
sulung dari keluarga Claudel, pemimpin party peringkat S di 【Night Sky Silver Rabbit】, dan salah satu penjelajah paling
terkenal di negara ini, setara dengan Oliver, pemimpin Hero Party.
Yah, mengingat
kecantikannya dan reputasinya sebagai enchanter terbaik di benua ini,
ketenarannya sangat bisa dimengerti.
Tetap saja,
kenapa dia memelototiku dengan penuh permusuhan? Party-nya telah
mencapai lantai sembilan puluh dua di Great Labyrinth Selatan, menjadikan
mereka penjelajah terdalam kedua di negara ini, tepat di belakang Hero Party.
Memang, saat aku
masih menjadi bagian dari Hero Party, aku selalu mengawasi 【Night Sky Silver Rabbit】 untuk memastikan mereka tidak melampaui
kami. Aku yakin mereka juga melakukan hal yang sama. Tapi itu tidak membenarkan
dia memelototiku seperti ini.
"Berani
sekali kau mencoba mendekati adik kecilku yang manis, yang baru berusia empat
belas tahun."
...Ah, jadi
begitu alasannya?
"Ini salah
paham. Aku memang menyarankan agar kami makan bersama, tapi tidak ada hal yang
tidak pantas di dalamnya."
"Hah? Apa
kau mencoba bilang kalau Sophiaku tidak manis?"
Ini merepotkan... Dia bertingkah seperti orang tua yang
terlalu protektif. Tidak peduli apa
pun yang kukatakan, aku akan selalu salah di sini!
"Hentikan, Kakak! Jangan bicara tidak sopan kepada orang yang telah menyelamatkan nyawaku!"
"...Apa?
Menyelamatkan nyawamu? Sophia, apa kamu pergi ke labirin sendirian?"
Selma-san,
setelah mendengar perkataan Sophia, menatapnya dengan ekspresi bingung.
"Ah, um,
itu...," Sophia tampak menyadari kecerobohan bicaranya dan menunduk,
merajuk seperti anak kecil yang ketahuan berbuat jahil.
"Hah... Kamu
pergi sendirian, ya? Padahal sudah kubilang berulang kali kalau kita akan mulai
menyelam ke Great Labyrinth lusa, jadi kamu harus menahan diri dulu untuk
sementara."
"Maafkan
aku..."
"Yah, karena
kamu kembali tanpa luka, aku tidak akan mempermasalahkannya. Tapi mulai sekarang, kamu tidak
boleh pergi sendirian lagi."
"...Iya."
Ekspresi
Selma-san berubah dari tegas menjadi senyuman sambil mengusap kepala Sophia
dengan lembut. Jadi, ini yang mereka sebut dengan metode carrot and stick—pemberian
hadiah dan hukuman.
"Orn,
sepertinya kamu sudah menolong adikku, aku sangat menghargainya. Aku minta maaf atas perilaku tidak sopanku
tadi."
"Bukan
masalah. Tapi, bisakah kita duduk sekarang? Tatapan orang-orang di sekitar
mulai membuatku tidak nyaman. Apa tidak apa-apa kalau kita berbagi meja?"
Sepertinya kami
menarik perhatian yang kurang menyenangkan dari pelanggan lain, karena
Selma-san terlihat seperti sedang berdebat dengan petinggi klan yang mengelola
restoran ini. Karena ingin cepat-cepat lepas dari perhatian itu, aku
menyarankan untuk duduk bersama Selma-san agar situasi tampak biasa saja.
"Ah, boleh
saja. Sophia, ayo kita makan bersama."
"Iya!"
Aku duduk di
depan Selma-san, dan Sophia duduk di sampingnya. Setelah melihat menu, aku dan
Sophia memilih beberapa hidangan, lalu kami bertiga mulai makan bersama.
◆◇◆
"Ngomong-ngomong,
ini pertama kalinya kita benar-benar mengobrol dengan layak, bukan?"
Selma-san
berbicara dengan santai, seolah-olah tatapan penuh permusuhan tadi tidak pernah
terjadi.
"Iya, benar.
Saat penaklukan gabungan bulan lalu, kita hanya membicarakan hal-hal yang
berkaitan dengan pertempuran."
Selma-san, tentu
saja, berpartisipasi dalam penaklukan gabungan bulan lalu. Selama pertempuran,
karena kami berdua adalah penyihir pendukung, Selma-san memegang komando
keseluruhan sementara aku memberikan dukungan padanya.
Aku baru bertemu
Selma-san bulan lalu, tapi aku sudah mengenalnya jauh sebelum itu.
Mungkin terdengar
wajar kalau aku mengenalnya, mengingat dia dikenal sebagai penyihir pendukung
terhebat di benua ini... Alasan dia disebut "yang terhebat" adalah
karena dia merupakan petualang pertama yang memfokuskan sihir pendukung sebagai
metode utama penjelajahan di labirin.
Mungkin ada
penyihir pendukung lain sebelum dia, tapi tanpa ragu lagi, peran penyihir
pendukung menjadi terkenal karena dirinya.
Hingga beberapa
tahun lalu, komposisi party petualang yang umum terdiri dari empat
penyerang (attacker), seperti ksatria dan penyihir, serta satu penyembuh
(healer). Mengingatnya sekarang, itu terasa seperti struktur party
otot yang konyol, tapi saat itu, hal tersebut dianggap normal.
Adalah
Selma-san, pada usia enam belas tahun, yang menantang struktur ini.
Dia
memperkenalkan konsep peran (role), memberikan anggota party
tidak hanya peran "penyerang", tetapi juga peran
"pelindung" (defender) untuk menarik serangan musuh dan peran
"pendukung" (supporter), yang mencakup penyihir pendukung dan
penyembuh.
Perubahan
ini secara drastis meningkatkan kemampuan party untuk terus bertarung di
labirin, dan tak lama kemudian, party Selma-san memecahkan rekor lantai
tertinggi bagi petualang aktif.
Konsep
peran ini menyebar dengan cepat, dan sekarang dianggap sebagai pengetahuan umum
saat membentuk party.
Bahkan
Hero Party, termasuk aku, terinspirasi oleh hal ini, yang akhirnya membuatku
berpindah menjadi penyihir pendukung.
"Hei, Kakak,
apa kalian sudah saling kenal lama?"
"Hm? Apa,
Sophia, kamu tidak tahu siapa Orn?"
"Eh, iya. ...Mungkinkah Anda orang terkenal?"
"Tentu saja. Orn adalah salah satu anggota Hero Party
yang mencapai prestasi luar biasa dengan mencapai lantai 94 di Great Labyrinth
Selatan."
"Hero? ...Hah? H-Hahhhhh?!"
Yah, tidak mengherankan kalau tidak banyak orang mengenalku,
terutama karena aku hanya seorang penyihir pendukung, posisi yang tidak terlalu
menonjol. Aku kebanyakan bekerja di balik layar di Hero Party, jadi aku tidak
pernah benar-benar menjadi fokus pemberitaan media mana pun.
Ngomong-ngomong, mengapa petualang terkenal atau yang
menjanjikan sering masuk dalam berita?
Itu karena keluarga bangsawan dan beberapa gilda pedagang
besar menggunakan berita-berita ini sebagai semacam indikator saat memutuskan
apakah akan berinvestasi atau tidak—pada dasarnya, apakah mereka akan
memberikan dukungan finansial kepada petualang tersebut, dan lebih luas lagi,
kepada party atau klan tempat mereka bernaung.
Petualang biasa umumnya menghasilkan uang dengan menjual
batu sihir dan material yang mereka kumpulkan dari penjelajahan labirin ke
Adventurer's Guild.
Uang yang mereka hasilkan bukan hanya untuk biaya hidup
tetapi juga untuk mendanai aktivitas mereka sebagai petualang.
Dana yang mereka gunakan untuk aktivitas mencakup berbagai
biaya, seperti pembelian senjata, zirah, dan alat sihir. Tentu saja, kualitas
barang-barang ini bervariasi, dan jika kamu menginginkan perlengkapan yang
lebih baik, kamu harus membayar harga yang lebih mahal.
Namun, sulit bagi petualang untuk menutupi biaya melengkapi
setiap anggota party mereka hanya dari uang hasil menjual barang ke
gilda.
Di
situlah peran keluarga bangsawan dan gilda pedagang besar masuk. Jika mereka
bisa mendapatkan dukungan finansial, mereka mampu membeli perlengkapan yang
lebih berkualitas.
Tapi
mengapa orang-orang ini menawarkan dukungan finansial kepada petualang?
Jelas sekali,
mereka tidak melakukannya murni karena niat baik. Meskipun mungkin ada beberapa
individu eksentrik yang melakukannya, sebagian besar sponsor tidak
menganggapnya sebagai amal.
Para sponsor,
sebutan bagi mereka, tidak benar-benar melihatnya sebagai pemberian dukungan
finansial kepada petualang. Di mata mereka, mereka hanyalah membeli material
secara langsung dari para petualang.
Seperti yang
disebutkan sebelumnya, batu sihir dan material labirin umumnya dibeli oleh
Adventurer's Guild, yang kemudian menjualnya kepada mereka yang membutuhkan.
Oleh karena itu,
sementara batu sihir tersedia secara umum, tidak ada jaminan bahwa material
tertentu akan bisa didapatkan.
Itulah sebabnya
para sponsor ini membayar petualang di muka dan meminta material spesifik saat
mereka membutuhkannya. Dengan cara ini, mereka bisa yakin akan mendapatkan
material yang tepat yang mereka inginkan dalam jumlah yang mereka butuhkan.
Karena itu, para
sponsor merujuk pada sumber berita untuk memilih petualang yang memiliki
peluang lebih tinggi untuk kembali dengan selamat dari penjelajahan labirin.
Yah, ada alasan
lain mengapa sponsor berinvestasi pada petualang, tapi penjelasannya akan
menjadi terlalu panjang, jadi aku akan melewatkannya.
"Uh, um... "
Sophia, yang sudah gugup di sekitarku sejak pertama kali
kami bertemu, tampak menjadi semakin tegang. Aku rasa petualang pemula yang
belum sepenuhnya mengerti apa arti menjadi seorang Hero pun akan merasa sedikit
terintimidasi. Walaupun, bisa saja itu memang karena kepribadian Sophia.
"Kamu tidak perlu terlalu formal. Lagipula, aku bukan Hero lagi."
Aku berbicara
kepada Sophia dengan nada selembut mungkin, tapi dia hanya mengangguk tanpa
bicara, masih belum bisa rileks.
"...Lho?
Bukan Hero? Apa kamu keluar dari party?"
Selma-san dengan
cepat menangkap pernyataanku tentang tidak lagi menjadi Hero, dan langsung
menyimpulkan bahwa aku telah keluar dari party.
Tentu
saja, dia pasti pernah mendengar tentang aktivitas Hero Party. Aku sempat
berharap dia tidak menyadarinya, berpikir aku bisa menyisipkannya begitu saja
secara santai, tapi kurasa berita semacam ini tidak akan lama tersembunyi, jadi
bukan masalah besar untuk menyebutkannya.
"Iya. Aku
keluar dari party kemarin. Alasan aku bertemu Sophia hari ini adalah
karena aku ingin merasakan kemampuan pribadiku saat ini, jadi aku pergi ke
labirin tingkat rendah."
Setelah
mendapatkan berbagai keterampilan dan pengetahuan setelah sempat berhenti
menjadi swordsman, aku menyadari hari ini bahwa aku cukup kuat untuk
menjelajahi lantai tingkat menengah labirin seorang diri tanpa masalah.
Mulai sekarang,
aku akan bekerja solo. Selama aku bisa menghasilkan cukup uang dari lantai
tingkat menengah, aku tidak akan mengalami masalah keuangan.
Aku juga bisa
menolong Sophia, jadi penjelajahan hari ini bisa dibilang sukses.
"Apa Oliver
sudah gila melepaskan orang sepertimu? Dia seharusnya melakukan segala cara
untuk mempertahankanmu. Dan kenapa kamu keluar dari party dari
awal?"
Sepertinya
Selma-san berasumsi bahwa aku keluar dari party atas pilihanku sendiri.
Aku tidak merasa
perlu meluruskannya. Akan terdengar payah jika aku memberitahunya bahwa aku
didepak.
"Ada keadaan
tertentu di dalam party. Baik Oliver maupun aku setuju dengan keputusan
itu."
Setelah begitu
sering diejek oleh anggota lainnya, aku tidak punya niat untuk kembali.
"Begitu rupanya... Jadi, kamu sedang luang sekarang,
Orn?"
"Yah, begitulah kira-kira."
Selma-san menunjukkan raut wajah seolah sedang merencanakan
sesuatu.
Mungkinkah dia mencoba merekrutku ke klannya? Itu akan
menjadi sebuah kehormatan, tapi saat ini, aku tidak tertarik untuk bergabung
dengan klan atau party mana pun.
"Jika kamu punya waktu luang, apa kamu bersedia
bergabung dalam Penjelajahan Instruksional dengan klan kami mulai lusa? Tentu
saja, aku berjanji akan memberikan imbalan yang pantas."
"...Penjelajahan Instruksional?"
Jadi ternyata bukan perekrutan klan. Istilah yang asing itu
membuatku mengulanginya tanpa sengaja.
◇◇◇
Namaku Selma Claudel.
Aku adalah seorang petualang anggota klan 【Night
Sky Silver Rabbit】 dan salah satu anggota senior yang mengawasi serta
mengoordinasi petualang lain di dalam klan.
Suatu hari, saat sedang santai mengunjungi Gyougettei,
sebuah restoran makan kasual yang dikelola oleh 【Night Sky Silver Rabbit】 yang
ditujukan untuk anak muda, aku tidak sengaja bertemu dengan adik perempuanku,
Sophia.
Awalnya, aku waspada karena Sophia bersama Orn, anggota Hero
Party, dan aku pikir dia mungkin mengincar adik kecilku yang manis. Namun,
ternyata dia benar-benar telah menolong Sophia, dan sepertinya Sophia yang
mengajaknya makan malam.
Jarang sekali bagi Sophia, yang sangat pemalu, untuk
mengajak seseorang atas kemauannya sendiri.
Alhasil, aku akhirnya bergabung dengan mereka untuk makan.
Orn memiliki rambut hitam dan mata safir, dan usianya
sekitar delapan belas tahun. Dia memiliki perawakan standar—tidak terlalu kurus
maupun terlalu berotot.
Saat serangan gabungan bulan lalu, dia berpakaian seperti
penyihir pendukung dengan jubah panjang (robe), tapi sekarang dia
mengenakan mantel panjang berkerudung, yang tampak seperti pakaian yang lebih
praktis untuk bergerak.
Sambil makan, percakapan mengalir secara alami pada fakta
bahwa Orn telah keluar dari Hero Party dan sekarang menjadi agen bebas.
Dan sebelum aku menyadarinya, aku sudah memintanya untuk
bergabung dengan kami dalam Penjelajahan Instruksional.
"…Penjelajahan Instruksional?"
Tentu saja, Orn, yang tidak akrab dengan istilah tersebut,
meminta penjelasan.
"Maaf, aku
seharusnya menjelaskan dulu. Penjelajahan Instruksional adalah sesuatu yang
kami rencanakan sebagai inisiatif baru di 【Night Sky Silver Rabbit】."
Ini adalah acara
yang direncanakan oleh para sponsor kami. Secara pribadi, aku tidak terlalu
menyukainya, tapi sudah diputuskan untuk tetap dijalankan. Dan karena ini
sedang berlangsung, aku harus memastikan acara ini sukses.
"…Silakan
lanjutkan."
Mata Orn telah
berubah menjadi ekspresi serius. Sepertinya dia tertarik.
"Rencananya
adalah beberapa petualang peringkat A dari klan kami akan memimpin sekelompok
petualang baru dari 【Night Sky
Silver Rabbit】 turun ke
lantai lima puluh satu Great Labyrinth hanya dalam waktu tiga hari."
"Tiga hari
untuk mencapai lantai lima puluh satu? Itu jadwal yang cukup tidak masuk
akal."
Kritik Orn valid.
Lantai lima puluh
satu dianggap sebagai titik tengah dari Great Labyrinth. Meskipun ada yang
bilang tingkat kesulitannya relatif rendah hingga lantai enam puluh, itu hanya
benar bagi petualang tingkat tinggi.
Bagi petualang
baru, tidak peduli seberapa berbakatnya mereka, dikatakan bahwa butuh waktu
antara enam bulan hingga satu tahun untuk mencapai lantai lima puluh satu.
Namun, kami
berencana melakukannya dalam tiga hari. Petualang mana pun yang berpikiran
sehat akan langsung menyadari betapa konyolnya rencana ini. Tapi para sponsor
tua itu…
"…Memang
jadwal yang tidak masuk akal, tapi jika kita selalu mengambil jalur terpendek,
itu bukan hal yang mustahil. Untungnya, klan kami sudah memetakan lebih dari
sembilan puluh persen lantai atas dan menengah."
"【Night Sky Silver Rabbit】 sepertinya selalu terjerumus ke dalam
situasi semacam ini, ya…"
Orn sepertinya
memahami latar belakang rencana tersebut, dan dengan senyum kecut, dia
berbicara dengan nada simpatik. Fakta bahwa dia berkata "sepertinya"
menunjukkan bahwa dia mungkin juga pernah menghadapi tuntutan tidak masuk akal
dari sponsor di masa-masa Hero Party-nya dulu.
"…Jika itu
rencana yang sangat nekat, kamu bisa saja menolaknya. Klanmu bukan klan yang
kekurangan sumber daya untuk menentangnya. Jadi, kenapa tetap dijalankan?
Apakah karena para petualang baru akan bisa menjelajahi lantai yang lebih dalam
tanpa harus mengalahkan bos lantai?"
Orang ini…
seberapa tajam sebenarnya dia? Aku baru memberikan informasi minimal, namun dia
berhasil menyimpulkan tidak hanya latar belakang rencana ini tetapi juga
potensi keuntungannya. Menilai dari nadanya, dia mungkin memahami situasi 【Night Sky Silver Rabbit】 saat ini juga.
Rasanya seperti
berbicara dengan pemimpin klan—seolah dia bisa melihat menembus segalanya.
Di Great
Labyrinth, ada monster kuat yang disebut bos lantai setiap sepuluh lantai.
Kamu tidak bisa
lanjut ke lantai berikutnya tanpa mengalahkan bos lantai.
Lebih dari
separuh petualang yang kehilangan nyawa atau terpaksa pensiun karena cedera
serius mengalaminya dalam pertempuran melawan bos lantai.
Bahkan jika
petualang tingkat lanjut mendampingi sekelompok petualang baru dan mengalahkan
bos lantai, para petualang baru tetap bisa lanjut ke lantai berikutnya.
Karena struktur
labirin, selama mereka mendaftarkan kartu gilda mereka di kristal di pintu
masuk setiap lantai, mereka bisa lanjut ke lantai berikutnya tanpa harus
mengalahkan sendiri bos lantainya.
Di masa depan,
aku berharap para petualang baru ini akan tumbuh cukup kuat untuk mengalahkan
bos lantai sendiri. Namun, aku tidak percaya petualang muda, yang bahkan belum
dewasa, harus mempertaruhkan nyawa mereka. Itulah alasan mengapa keputusan
diambil untuk melaksanakan rencana ini.
"…Itu benar.
Jadi, bagaimana? Karena kamu sedang luang, aku ingin memintamu mendampingi kami
dalam Penjelajahan Instruksional ini."
"Dari yang
kupahami, rencana ini sangat penting bagi 【Night Sky Silver Rabbit】. Lalu, kenapa kamu meminta seseorang sepertiku, orang luar, untuk
bergabung?"
Orn menatapku
dengan mata serius dan mengajukan pertanyaan itu.
Tatapannya seolah
berkata bahwa dia tidak akan menoleransi kebohongan apa pun.
Aku pertama kali
benar-benar mengakui Orn Doula sebagai petualang saat serangan gabungan bulan
lalu.
Semenjak aku tahu
bahwa Hero Party mulai mendapatkan ketenaran dan dengan cepat menaklukkan
lantai bawah labirin beberapa tahun lalu, aku selalu mengawasi pergerakan
mereka.
Meskipun aku bisa
mengumpulkan informasi tentang empat anggota Hero Party lainnya dari berbagai
sumber, informasi tentang Orn sulit didapat. Aku hanya mengenalnya sebagai
penyihir pendukung yang rendah hati, dan namanya adalah satu-satunya hal yang
kuingat.
Saat aku melihat
sihir Orn untuk pertama kalinya selama pengarahan sebelum serangan (pre-raid
briefing), aku tidak bisa menahan tawa dalam hati terhadapnya.
Ada berbagai
kemampuan yang dibutuhkan seorang penyihir pendukung, tapi salah satu indikator
kunci keahlian mereka adalah seberapa efektif sihir pendukung mereka.
Jika seorang
penyihir pendukung bisa meningkatkan kemampuan sebanyak empat hingga lima kali
lipat, mereka dianggap luar biasa.
Dalam kasus Orn,
peningkatannya hanya sekitar dua kali lipat.
Ini sangat
mengecewakan dibandingkan dengan rata-rata sihir penyihir pendukung. Aku tidak
bisa mengerti mengapa seseorang dengan kemampuan tingkat rendah seperti itu
bisa berada di Hero Party.
Namun, begitu
kami memasuki pertempuran yang sebenarnya, kesan itu menguap seketika.
Tentu, sihir
pendukungnya memiliki peningkatan yang rendah, tapi kecepatan rapalannya tidak
normal. Aku selalu percaya diri dengan kecepatan rapalan sihirku sendiri, tapi
sementara aku berhasil merapalkan satu mantra, Orn akan merapalkan lebih dari
empat.
Aku tidak percaya
dengan apa yang kulihat saat menyaksikan betapa cepatnya sihir bisa dirapalkan.
Meskipun aku
bangga karena mengetahui semua mantra sihir pendukung, Orn menggunakan beberapa
mantra yang belum pernah kulihat atau dengar sebelumnya.
Aku menduga itu
adalah sihir yang dia kembangkan sendiri, tapi efek dari mantranya lebih dari
cukup untuk mengompensasi rendahnya peningkatan sihir pendukung yang dia
miliki.
Kemampuannya
untuk menilai situasi, memprediksi apa yang akan terjadi, dan memberikan
dukungan sihir tepat waktu, semuanya lebih baik dariku.
Orn mewujudkan
sosok penyihir pendukung ideal yang selama ini selalu kucita-citakan.
"Poin yang
kuhargai dari Orn adalah adaptabilitasnya yang tinggi terhadap situasi.
Penjelajahan Instruksional ini akan melibatkan lebih dari lima puluh orang, dan
kita akan menavigasi Great Labyrinth. Dengan kelompok sebesar ini, kita tidak
bisa mengesampingkan kemungkinan kejadian yang tak terduga di tengah jalan.
Memiliki seseorang seperti Orn bersama kami akan sangat menenangkan dalam
kasus-kasus seperti itu."
Meskipun kami
baru pertama kali bertarung bersama selama serangan gabungan, dalam hitungan
menit, dia memahami semua instruksiku dan sudah bertindak bahkan sebelum aku
harus memberikannya.
Aku percaya bahwa
bersama Orn, bahkan situasi yang tidak bisa kubaca sendiri akan teratasi dengan
mudah, dan hasil terbaik akan menyusul.
"Aku
tidak menyangka akan dipuji setinggi itu…"
Orn
mengatakan ini dengan senyum yang agak malu.
Suasana ini
menunjukkan bahwa dia mungkin akan menolak.
"A-Ah,
sebenarnya! Aku juga akan ikut serta dalam Penjelajahan Instruksional ini
sebagai anggota baru...! Dan, yah, jika Anda bisa ikut bergabung juga, Orn-san,
aku akan, um, sangat berterima kasih..."
Sophia, yang
sedari tadi diam saja, memberikan bantuan (assist) yang sempurna di saat
yang tepat! Terima kasih, Sophia!
"………Baiklah.
Aku akan bekerja sama. Tapi jangan berharap terlalu banyak, ya? Ada hal-hal
yang tidak akan bisa kulakukan."
"Benarkah!?
Terima kasih!"
"Namun, aku
punya satu syarat."
Tepat saat aku
mengira pembicaraan akan berakhir, dia mengajukan sebuah syarat.
Syarat macam apa
itu? Imbalan yang sangat besar? Atau mungkin akses ke informasi rahasia 【Night Sky Silver Rabbit】? Itu mungkin sulit...
"……Apa itu?
Jika itu sesuatu yang bisa kulakukan, aku akan berusaha sebaik mungkin."
"Aku
sudah berganti menjadi swordsman—penyerang lini depan (offensive frontliner),
mulai hari ini. Kamu sepertinya menghargai kemampuanku sebagai penyihir
pendukung, tapi untuk Penjelajahan Instruksional ini, aku akan mendampingi
kalian sebagai seorang swordsman."
………Apa
yang dia katakan? Dia punya bakat sebesar itu sebagai penyihir pendukung, dan
sekarang dia ingin menjadi petarung lini depan?
Aku tidak
tahu apa niat Orn yang sebenarnya, tapi jika sesuatu yang tak terduga terjadi,
aku yakin dia akan turun tangan sebagai penyihir pendukung, profesi aslinya.
"Dimengerti.
Aku terima syarat itu. Kamu akan mendampingi Penjelajahan Instruksional sebagai
penyerang lini depan. Sekarang, bisakah kamu datang ke markas pusat 【Night Sky Silver Rabbit】 besok jam 8 malam? Kita bisa mendiskusikan detail dan
imbalannya di sana."
"Setuju."
◆◇◆
"Lalu
setelah itu!? Saat dia muncul tepat di depanku, dia menghabisi seluruh kelompok
orc dalam sekejap!"
Setelah
menyelesaikan makan kami, aku berpisah dengan Orn di restoran, dan sekarang aku
dan Sophia sedang menuju markas pusat 【Night Sky Silver Rabbit】, tempat kamar pribadi kami berada. Sophia, yang tadi diam saja saat ada
Orn, tiba-tiba mulai mengoceh dengan semangat tentang hari ini segera setelah
dia pergi.
Sophia memang
pemalu, jadi dia kesulitan bicara dengan orang yang tidak dikenalnya dengan
baik, tapi begitu dia mulai terbuka, dia menjadi sangat blak-blakan. Sudah lama
aku tidak melihatnya sebahagia ini.
"Yah, kalau
itu dia, bahkan jika ada lusinan orc sekalipun, hasilnya akan tetap sama."
"Sudah
kuduga! Lagipula, dia kan anggota Hero Party, kan? Hal semudah itu pasti
gampang baginya!"
"...Aku juga
bisa melakukannya, tahu? Aku bisa mengalahkan seratus orc tanpa tergores
sedikit pun!"
"Aku tahu!
Lagipula Kakak adalah penyihir pendukung terhebat di dunia!"
Aku merasa
sedikit bimbang. Aku tahu bahwa aku disebut penyihir pendukung terbaik di benua
ini, dan hingga baru-baru ini, aku bangga dengan gelar itu.
Tapi setelah
melihat Orn bertarung, kepercayaan diri itu hancur berantakan.
Dan selain itu, party-ku
sudah setahun ini tidak mampu menjelajahi lantai dalam dengan layak.
Jika Orn
bergabung dengan party-ku, bisakah dia mengubah keadaan bagi kami?
Aku menampar
pipiku sendiri secara mental untuk membuang keraguan itu. Aku tidak boleh
menunjukkan kelemahan di depan Sophia. Aku ingin tetap menjadi kakak yang dia
kagumi.
"Tentu saja.
Aku akan tetap menjadi penyihir pendukung terbaik mulai sekarang."
Ini adalah janji
yang kubuat untuk diriku sendiri. Gambaran diriku yang ideal yang kulihat bulan lalu. Aku akan terus
berusaha untuk menjadi lebih dekat dengan gambaran itu.
"Aku
akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadi penjelajah yang bisa berdiri sejajar
denganmu sesegera mungkin!"
"Boleh
saja, tapi kamu tidak boleh masuk ke labirin sendirian lagi, oke?"
"Iya,
iya, aku tahu…"
Tetap
saja, apa yang harus kulakukan pada party yang meninggalkan Sophia?
Dia
adalah anggota klanku, dan adik kecilku yang manis. Jika mereka
meninggalkannya, mereka harus siap menanggung balasannya, kan?
Aku sudah
mendapatkan nama-nama mereka, dan aku bisa bertindak kapan saja, tapi untuk
sekarang, aku harus fokus pada Penjelajahan Instruksional.
◆◇◆
Sambil
mengobrol, kami segera sampai di markas klan.
"Aku ada
sedikit urusan, jadi Sophia, kamu kembalilah ke kamarmu. Tidak apa-apa kalau
kamu mau tidur lebih awal."
"Apa Kakak
akan pulang sangat larut?"
"Tidak,
kurasa tidak akan telat."
"Kalau
begitu aku akan begadang dan menunggu! Semangat kerjanya!"
Sophia
berkata sambil tersenyum sebelum menuju ke kamarnya.
Ah, adik
kecilku adalah yang paling manis di dunia!
◆◇◆
Aku
berjalan melewati markas dan sampai di depan pintu ruangan yang kucari. Setelah
menarik napas dalam-dalam, aku mengetuk pintu.
"...Masuk."
Begitu
mendengar suara itu, aku membuka pintu dan memasuki ruangan.
"Permisi,
Guild Master. Maaf mengganggu Anda selarut ini."
Ruangan
itu tampak seperti ruang kerja, dengan sebuah meja di tengahnya, tempat seorang
pria sedang mengerjakan tumpukan dokumen.
Namanya adalah Vince Briars. Dia berusia awal tiga puluhan,
dengan rambut cokelat dan mata hitam. Dia adalah pemimpin 【Night
Sky Silver Rabbit】, dan para anggota memanggilnya Guild Master.
Dia menjadi pemimpin gilda tahun lalu, dan melalui
kepemimpinannya yang luar biasa, dia telah berhasil memulihkan gilda di
masa-masa paling kacau, sehingga mendapatkan kepercayaan penuh dari para
anggota.
"Selma? Ada
apa?"
"Ada dua hal
yang perlu kulaporkan."
"Hmm..."
Guild Master
menghentikan pekerjaannya dan mengalihkan pandangannya dari dokumen ke arahku.
"Poin pertama adalah tentang Hero Party."
"—Apa!?"
Segera setelah Guild Master mendengar kata "Hero
Party", tekanan yang luar biasa memancar darinya, dan aku secara naluriah
menahan napas.
"...Begitu ya. Aku tidak menyangka topik itu akan
muncul. Silakan lanjutkan."
"Iya, sepertinya penyihir pendukung Hero Party, Orn
Doula, telah mengundurkan diri dari party."
"...Kamu tidak salah lihat, kan?"
Guild Master bertanya dengan ekspresi skeptis, jelas tidak
sepenuhnya percaya.
Jika aku
mendengarnya dari pihak ketiga, aku pun akan sulit mempercayainya.
"Ini
benar. Aku kebetulan bertemu dengannya barusan, dan dia sendiri yang
mengatakannya."
"...Jika dia
sendiri yang mengatakannya, maka itu pasti benar. Tidak ada alasan untuk
mengarang kebohongan yang begitu mudah diverifikasi."
Aku mengangguk
setuju dengan gumaman Guild Master, lalu melanjutkan laporanku.
"Ini berarti
kekuatan Hero Party tidak diragukan lagi telah melemah. Tanpa Orn, mereka tidak
akan mencapai peringkat S atau lantai yang lebih dalam. Dengan ini, aku yakin
peluang 【Night Sky Silver Rabbit】 untuk naik ke posisi puncak telah
meningkat."
Anggota Hero
Party yang tersisa memang terampil, dan kerja tim mereka tanpa cela.
Namun, jika
ditanya apakah setiap anggota Hero Party benar-benar setara dengan peringkat S
dalam hal kekuatan, aku tidak bisa menjawab "iya" dengan percaya
diri.
Anggota Hero
Party semuanya telah diangkat ke level yang lebih tinggi berkat dukungan Orn.
Lebih masuk akal jika dikatakan bahwa mereka mampu mencapai prestasi luar biasa
mencapai lantai 94 berkat dukungan tersebut.
"Aku
mendengar tentang Orn Doula bulan lalu juga. Tapi apakah itu benar? Sepertinya
tidak ada orang lain selain kamu yang menilainya setinggi itu."
"Penyihir
pendukung sering kali diremehkan. Meskipun gilda kita memiliki beberapa
penyihir pendukung yang hebat, hanya aku yang menarik perhatian publik, dan
fakta itu sudah menjelaskan segalanya."
"Itu kebenaran yang pahit untuk didengar... Kita perlu
mempertimbangkan kembali cara kita mempromosikan penyihir pendukung."
"Aku tidak menyalahkan Anda. Ini hanyalah kenyataan.
Aku juga telah memikirkan cara untuk mengiklankan kemampuanku, tapi aku belum
menemukan sesuatu yang pasti."
"Itu masalah
untuk lain waktu... Tapi kembali ke masalah yang sedang dibahas, bahkan jika
Hero Party tidak membuat kemajuan di Great Labyrinth, pada tingkat ini,
mustahil bagi 【Night Sky
Silver Rabbit】 untuk mencapai
lantai 94. Jadi,
mengejar mereka adalah hal yang tidak mungkin."
"…Anda
benar. Itulah sebabnya laporan keduaku adalah bahwa Orn akan mendampingi kita
dalam Penjelajahan Instruksional mendatang yang dimulai lusa."
"...Apa yang
kamu tawarkan padanya?"
"Sebenarnya
tidak ada. Percakapan itu mengalir begitu saja karena kebetulan. Aku akan
membayarnya biaya jasa, tapi aku tidak berharap jumlahnya akan sangat besar.
Kami belum bisa mendiskusikan detailnya di sini, tapi besok malam dia akan
datang ke markas gilda, dan kita akan menyelesaikan semuanya saat itu. —Namun,
saat aku memintanya bergabung, dia sepertinya menyadari situasi klan kita saat
ini."
"Apakah ini
tentang para sponsor?"
"Iya."
【Night Sky
Silver Rabbit】 menerima
dukungan finansial yang signifikan dari berbagai sponsor bangsawan.
Meskipun gilda
kita telah sukses berekspansi ke berbagai bisnis, lebih dari separuh pendapatan
kita masih berasal dari sponsor. Jika para sponsor ini memutus dukungan mereka,
itu akan menempatkan kita dalam posisi yang sulit.
Hingga setahun
yang lalu, 【Night Sky
Silver Rabbit】 adalah gilda
dengan kemajuan penjelajahan terdalam di antara petualang aktif. Namun, Hero
Party kini telah menyamai itu, dan dengan kepergian jagoan gilda kita, kita
tertinggal dua lantai lagi.
Hal ini telah
membuat marah para sponsor kami, dan saat ini kami sedang berusaha menghindari
masalah lebih lanjut.
Penjelajahan
Instruksional mendatang juga didorong oleh permintaan dari para sponsor untuk
mendapatkan lebih banyak material tingkat menengah. Mereka telah memberikan
arahan yang direncanakan dengan buruk untuk mencapai tujuan tersebut.
Aku tidak ingin
membuat para sponsor marah lebih jauh, dan karena ada juga keuntungan bagi kita
dalam menjalankan ini, aku dengan enggan setuju. Itulah latar belakang dari
masalah ini.
"…Karena dia
sudah keluar dari Hero Party, tidak perlu terlalu waspada, tapi untuk
jaga-jaga, aku akan hadir juga besok."
"Dimengerti."
"Lalu?
Tujuan dari Penjelajahan Instruksional ini juga untuk memilih kandidat yang
akan dinaikkan ke tim pertama, tapi apa kamu berencana menjadikan Orn Doula
anggota kelima dari tim pertama?"
Tim pertama
merujuk pada party peringkat S yang aku pimpin, yang saat ini telah
mencapai lantai 92.
Tujuan akhir dari
tim pertama, tentu saja, adalah untuk menaklukkan Great Labyrinth di sisi
selatan. Itu berarti mereka harus mengalahkan bos lantai dari lantai 100 dan
mendapatkan batu sihir raksasa—yang biasa dikenal sebagai Dungeon Core—di
titik terdalam.
Selain itu, 【Night Sky Silver Rabbit】 memiliki banyak penjelajah dan party
lainnya.
Mereka dibagi
berdasarkan peringkat, dengan party peringkat A sebagai tim kedua dan party
peringkat B sebagai tim ketiga.
"Aku
mempertimbangkan hal itu sebagai salah satu opsi."
"Aku
mengerti bahwa Orn Doula adalah penjelajah yang luar biasa, tapi bukankah dia
seorang penyihir pendukung? Tim pertama sudah memiliki dirimu, seorang penyihir
pendukung hebat yang sudah diakui. Tahun lalu, kita kehilangan penyerang lini
depan andalan kita. Menambahkan penyihir pendukung lain untuk menggantikannya
tidak akan memberikan hasil yang baik. Mengingat keseimbangan party, aku
tidak bisa menyetujuinya."
"Itu
benar..."
Poin yang
disampaikan Guild Leader masuk akal.
Jika Orn
ditambahkan sebagai anggota kelima, lini belakang akan memiliki empat anggota,
sementara lini depan hanya memiliki satu orang saja. Dengan formasi seperti
ini, mustahil untuk menghadapi lantai-lantai yang lebih dalam.
Tampaknya lebih
realistis untuk menaikkan anggota lain dari rekan yang ada saat ini ke tim
pertama seperti rencana awal. Lagipula, masih belum pasti apakah Orn mau
bergabung dengan 【Night Sky
Silver Rabbit】. Jika aku
harus menebak, kemungkinan dia tidak akan bergabung mungkin lebih tinggi.
"Meski
begitu, tidak ada masalah jika dia mendampingi kita dalam Penjelajahan
Instruksional. Dia kemungkinan besar sudah melewati situasi berbahaya yang tak
terhitung jumlahnya sebagai anggota Hero Party."
"Dimengerti.
Itu saja laporanku. Kalau begitu, aku permisi."
Aku
meninggalkan kantor Guild Leader.
...Kita
sedang buntu. Meskipun Hero Party tampak berada di ambang kehancuran, kita
sendiri belum membuat kemajuan apa pun sejak tahun lalu. Bagaimana cara kita keluar dari situasi ini...?
"Hmm... Untuk saat ini, aku hanya ingin dimanja oleh Sophia."



Post a Comment