NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yuusha Party wo Oidasareta Kiyoubinbou: Party Jijou de Fuyojitsushi wo Yatteita Kenshi ~ Bannou e to Itaru Volume 7 Prolog

Prolog

Pintu Keluar dari Persimpangan Jalan


Aku baru hidup selama sekitar dua puluh tahun, tetapi ada satu hal yang akhirnya kupahami. Tidak ada yang namanya hidup tanpa penyesalan.

Bahkan ketika kau berpikir telah membuat pilihan terbaik, kegagalan tetaplah sesuatu yang tak terelakkan. Namun di saat yang sama, selalu ada sesuatu yang bisa dipetik dari jalan yang kau tempuh.

Itulah sebabnya, saat kau merasa tersesat, aku pikir akan lebih konstruktif jika kau fokus pada apa yang akan kau dapatkan dari pilihan tersebut.

Dan yang paling penting adalah memberikan segalanya untuk jalan yang telah kau pilih.

Berjuanglah untuk mendapatkan sebanyak mungkin hal, demi menjalani hidup yang memuaskan. Bekerjalah begitu keras hingga kau bahkan tidak punya waktu untuk membayangkan masa depan yang telah kau tinggalkan.

…Meski begitu, jika aku diberi kesempatan untuk mengulang semuanya dari awal, aku akan—

Aku berdiri di sebuah ruang yang tidak nyata—hamparan tanah putih tak berujung di bawah langit yang samar-samar diterangi cahaya fajar. Wanita berambut perak yang berdiri di sampingku tersenyum dan mengulurkan tangannya.

“Kalau begitu, mari kita pergi, Orn?”

Wanita berambut perak itu—Shion—berbicara dengan suara yang sejernih langit tanpa awan. Senyuman pun merekah secara alami di wajahku saat aku menggenggam tangannya dengan erat.

“Ya,” jawabku. “Mari kita pergi hancurkan dunia ini, Shion.”

Seiring dengan kata-kata itu, kesadaranku pun mulai memudar—




Illustrasi | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close