NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yuusha Party wo Oidasareta Kiyoubinbou: Party Jijou de Fuyojitsushi wo Yatteita Kenshi ~ Bannou e to Itaru Volume 9 Interlude 5

Interlude 5

Ujian Masuk


Di Akademi Sihir Alstroemeria ini, jika bicara soal tes masuk, maka itu adalah agenda rutin di musim semi dan musim gugur.

Oleh karena itu, mengadakan ujian di waktu seperti sekarang ini sebenarnya adalah hal yang mustahil.

Namun, pengecualian terjadi tahun ini. Katanya, berkat "rekomendasi khusus dari bangsawan", kami harus mendadak menerima tiga murid baru.

"Ya ampun, kenapa harus aku yang bertugas sih……"

Aku menggerutu sambil menyiapkan lokasi ujian. Mungkin sudah nasib guru rendahan sepertiku untuk direpotkan oleh urusan-urusan seperti ini.

Namun, saat itu aku belum tahu. Bahwa "murid baru" yang akan muncul ini adalah sosok yang akan dengan mudah memutarbalikkan logika sehatku.

Saat waktunya tiba, tiga orang remaja muncul di lokasi ujian. Semuanya berusia sekitar lima belas tahun. Untuk waktu masuk sekolah, ini memang agak terlambat.

"Aku Carol~! Mohon bantuannya ya~!"

"Aku Log. Mohon bantuannya."

"Nama saya Sophie. Senang bertemu dengan Anda."

Sopan santun mereka tidak buruk. Malah, bisa dibilang sangat sopan. Anak-anak seusia ini biasanya punya jiwa pemberontak yang tinggi.

Sepintas, ketiganya terlihat seperti anak-anak dari daerah pedesaan yang bisa ditemukan di mana saja.

Apakah anak-anak seperti ini benar-benar bisa mendapat rekomendasi dari bangsawan?

"Baiklah, aku akan melihat kemampuan kalian saat ini secara bergiliran. Apa sihir spesialisasi kalian bertiga? Sihir Serang? Sihir Pemulihan? Atau Sihir Pendukung?"

Saat ditanya, ketiganya menjawab hampir bersamaan.

"Hmm, mungkin tipe serang~"

"Sihir Pendukung atau Sihir Serang."

"Spesialisasi saya adalah Sihir Serang."

Begitu ya, Carol dan Sophie adalah tipe penyerang. Hanya Log yang mahir Sihir Pendukung juga.

Murid yang bisa menggunakan Sihir Pendukung memang langka, tapi untuk ujian, Sihir Serang lebih mudah dinilai.

"Baiklah. Kalau begitu, aku akan menilai kalian lewat Sihir Serang. Urutannya adalah Carol, Log, lalu Sophie. ……Jika sudah siap, lepaskan sihir kalian ke boneka monster di sana."

"Siap~!"

Carol yang menjawab dengan riang melangkah maju. Ekspresinya polos dengan senyum tanpa beban, tapi di baliknya, aku merasa ada sesuatu yang berkilau tajam.

Saat itu, aku masih bersikap optimis. Aku percaya bahwa meskipun anak-anak usia lima belas tahun ini punya rekomendasi, tidak akan ada hal luar biasa yang bisa mengejutkanku──begitulah keyakinanku.

Namun, Carol menghancurkan rasa tinggi hatiku itu sejak langkah pertama.

"Satu, dua, lari~!"

Bersamaan dengan aba-abanya, tiga tombak mana dilepaskan dari tangannya.

Api, Es, Petir. Sihir tingkat tinggi dari elemen yang berbeda diluncurkan secara bersamaan dengan presisi seolah-olah ketiganya terhubung dalam satu rumus sihir.

Fire Javelin, Ice Javelin, dan Thunder Javelin. Ketiga sihir itu menembus kepala, badan, dan inti jantung boneka monster dengan akurat, melenyapkannya dalam sekejap.

"……Tidak, mungkin……"

Konstruksi paralel? Apalagi menggunakan tiga elemen sihir tingkat tinggi sekaligus!? Untuk usia lima belas tahun, ini…… ini sudah melampaui batas kewajaran.

"……L-Log. Se-selanjutnya kau…… tolong……"

Berikutnya yang maju adalah seorang pemuda berambut pirang.

"Bisa tidak ya seperti Kak Lu…… ──Pestilential Storm of Myriad Thunders!"

Cyclone of a Thousand Blades dan Mjolnir diaktifkan secara bersamaan. Bilah-bilah angin yang memenuhi pandangan mata tercipta, sementara gumpalan petir jatuh dari langit.

Untung saja ini di luar ruangan. Kalau di dalam ruangan, atapnya pasti sudah terbang…… Tapi tunggu dulu, sihir tingkat khusus (Super Class), apalagi digunakan bersamaan!?

Bahkan di akademi yang memiliki sejarah panjang ini, orang yang bisa melakukan itu hanya bisa dihitung dengan jari sebelah tangan!

"Hmm, masih berantakan ya~"

"Yah, memang tidak bisa seperti Kak Lu."

……Berantakan?

Barusan itu?

Waktu pengaktifannya bisa dibilang sudah sempurna…… Melihat mereka berdua yang mengobrol santai sambil tertawa, aku hanya bisa bergidik ngeri.

Jika apa yang mereka katakan benar, itu berarti sihir paralel tingkat khusus tadi pun masih "belum sempurna". Wujud sempurnanya, bagi anak-anak ini, ada di "level yang lebih tinggi" lagi……?

Dan yang lebih menakutkan adalah percakapan itu terjadi secara alami, sebagai kelanjutan dari keseharian mereka yang santai.

"……Ba-baiklah, ka…… kalau begitu terakhir, Sophie. Silakan, maju……"

Saat aku memanggilnya, gadis berambut merah itu membungkuk sopan dan maju ke depan. Berbeda dengan dua sebelumnya, Sophie tetap diam sepanjang waktu dan ekspresinya hampir tidak berubah. Tanpa sadar, aku menelan ludah.

(Kumohon. Setidaknya, biarlah dia saja yang berada dalam batas logika sehat……!)

Ketenangannya justru membuat dadaku berdebar kencang.

"Silakan jika sudah siap."

"Baik, saya mulai!"

Sophie mengangkat satu tangannya dengan tenang.

"──Explode!"

Suara gelegar, gelombang kejut, dan hawa panas menerjang sekaligus. Boneka monster itu nyaris tidak mempertahankan bentuknya.

(……Luar biasa. Tapi, itu sihir tingkat khusus tunggal. Syukurlah. Masih berada dalam "batas logika sehat"……)

Tepat saat aku mengembuskan napas lega, aku menyadari betapa cerobohnya pikiranku.

(Tunggu sebentar! Tidak, tidak, tidak, bisa merapalkan Explode di usia lima belas tahun saja sudah tidak normal! Aku sudah terlalu terpengaruh oleh anak bernama Log tadi!)

Keringat dingin mengucur di dahiku. Seandainya berhenti di sini, itu masih lumayan. ──Tapi, Sophie melanjutkan.

"──Raise Repeat!"

"……Hah?"

Pikiranku terhenti mendengar nama sihir yang tidak asing di telinga. Namun detik berikutnya, aku dipaksa memahami arti dari "sihir semacam itu".

Udara bergetar, dan ledakan terjadi lagi. Dengan kekuatan yang jauh melampaui Explode sebelumnya.

Pusat ledakan terbakar hingga putih bersih, dan boneka monster yang seharusnya ada di sana telah lenyap tak bersisa.

Yang tersisa hanyalah tanah yang berlubang dalam sebagai bukti kekuatannya.

(Sihir tingkat khusus, digandakan, lalu dilepaskan lagi……? Hah? Apa-apaan itu……?)

Sementara analisis logis berulang di kepalaku, emosiku tidak sanggup mengejarnya.

Sophie tidak memedulikan kondisiku, dia hanya membungkuk tenang dan kembali ke kedua temannya.

"Hebat! Memang main damage kita!"

Carol tertawa sambil mengacungkan jempol. Mendengar itu, Sophie hanya tersenyum tipis dan menjawab "Terima kasih".

Sambil menatap punggung mereka, aku akhirnya menerima kenyataan. ──Bahwa inilah hal yang "biasa" bagi anak-anak ini.

"……Sebenarnya, siapa mereka itu……"

Gumamanku tidak terdengar oleh siapa pun, sementara satu pertanyaan berputar-putar di dalam diriku.

──Untuk apa anak-anak sehebat ini datang ke akademi……?




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close