Cerita Pendek Penutup
Sesaat sebelum
Golden Dawn mencapai lantai 94 di Labirin Besar Selatan dan mulai dijuluki
sebagai Kelompok Pahlawan oleh masyarakat, Fuuka serta anggota Copper Sunset
lainnya telah tiba di kaki Gunung Hangil yang berada di wilayah kekuasaan
Viscount Rampling.
"Nah, di
mana letak monsternya?"
Haruto bergumam
sembari mengaktifkan Ability miliknya, Clairvoyance: Bird's Eye View,
untuk memindai seluruh gunung demi mencari target mereka.
Alasan Copper Sunset datang ke tempat ini adalah
untuk membasmi monster.
Belakangan ini, gangguan monster mulai terjadi di wilayah
Viscount Rampling, sponsor mereka.
Karena pasukan wilayah tidak mampu menangani jenis monster
tersebut, sang Viscount secara resmi meminta bantuan Copper Sunset untuk
menanganinya.
"Haruto, aku mulai lapar, jadi cepatlah sedikit. Kita bisa melewatkan makan malam."
"Aku
sedang mencarinya sekarang, tunggu sebentar. Lagipula, kita masih punya banyak waktu."
"Ahaha... Fuuka-san tidak berubah ya?"
"Benar. Viscount Rampling pun sudah terbiasa menangani
Fuuka, memancingnya dengan makanan seperti itu."
Sebagai hadiah atas permintaan pembasmian ini, Viscount
Rampling telah menawarkan steik yang terbuat dari sapi yang dibesarkan di
wilayah tersebut khusus untuk para bangsawan tinggi.
Daging Sapi Rampling adalah ras sapi yang langka di dunia,
dan karena dibesarkan dengan metode khusus, daging ini diakui sebagai daging
sapi kelas atas.
Bukan hal aneh jika daging ini disajikan sebagai hidangan
utama saat pejabat asing diundang sebagai tamu negara. Itu bukanlah sesuatu
yang bisa dicicipi oleh petualang biasa dalam keadaan normal.
Fuuka awalnya sama sekali tidak bersemangat dengan
permintaan ini, namun tak perlu dikatakan lagi, dia langsung berubah seratus
delapan puluh derajat saat hadiah ini ditawarkan.
"Oh, ketemu. Sekitar setengah jalan mendaki gunung,
lurus ke depan di arah jam dua."
Saat
Haruto mengumumkan lokasi monster target, Fuuka menjawab dengan
"Dimengerti" dan langsung melesat pergi. Seolah sudah memprediksi
tindakannya, tiga anggota lainnya mulai berlari di saat yang hampir bersamaan
untuk mengikutinya.
"Musuhnya
adalah monster menyerupai singa, sesuai informasi. Ukurannya kira-kira setara
dengan Earth Dragon Lantai Bawah. Fuuka, jika kau ingin menyelesaikannya dengan
cepat, tebas dalam satu serangan. Caty dan Huey, dukung Fuuka. Kita berada di
permukaan, jadi jangan lupa untuk menjaga kerusakan sekitar tetap
minimum."
Haruto
memberikan instruksi kepada anggota party-nya selagi mereka berlari menuju
tujuan. Fuuka mengangguk sebagai tanda mengerti, sementara Huey dan Caty
menjawab, "Roger."
Tiba di
tujuan dalam waktu singkat, Copper Sunset pun berhasil melihat monster
target tersebut.
"Lightning
Strike: Thunder Shock!" \
"Wind
Strike: Aero Shock!"
Caty dan
Huey segera mengaktifkan sihir serangan.
Saat
monster yang disergap itu menunjukkan tanda-tanda kebingungan, Fuuka
mengaktifkan Ki miliknya dan memangkas jarak dalam sekejap.
Dia
memasuki jarak serang dan baru saja akan menghunus pedangnya—ketika tiba-tiba
dia menghentikan serangannya.
Monster
itu membuka mulutnya, taring tajamnya menerjang Fuuka yang tampak mengekspos
celah tepat di depannya.
Fuuka
menghindarinya dengan mudah.
Untuk
menutupi Fuuka yang mendadak berhenti, Haruto menyelinap melewati gadis itu dan
mendekati sang monster.
Tepat
saat dia akan mengayunkan tinjunya, Fuuka berkata dengan cepat, "Dia
menggunakan sihir pengerasan."
Mendengar
suara Fuuka, Haruto seketika menciptakan lapisan Ki di atas tinjunya dan
menghantamkannya ke wajah monster itu, yang penuh dengan celah tepat setelah
melancarkan serangan.
Kemudian,
saat Fuuka dan Haruto menjauh dari monster itu, sihir serangan Caty dan Huey
menguncinya di tempat.
"Tidak
bisa ditebas?"
Fuuka
mengangguk mendengar pertanyaan Haruto.
Alasan
Fuuka tiba-tiba berhenti adalah karena Ability miliknya, Future Sight,
memperlihatkan pedangnya akan tertahan oleh sihir sang monster, yang justru
akan memicu serangan balik.
"Aku
ingin menyelesaikan ini dengan cepat, jadi aku akan melepaskan Youryoku
milik katana ini."
"...Haa.
Baiklah. Jangan berlebihan."
"Tidak
apa-apa. Aku akan menahan
kekuatannya."
Mengakhiri
percakapan, Fuuka menurunkan pusat gravitasinya sembari meningkatkan
konsentrasinya.
Menyembunyikan
katananya dengan tubuhnya agar monster itu tidak bisa melihatnya, dia
melepaskan segel pada sarung pedang dan meletakkan tangannya di gagang pedang.
Melihat
kuda-kudanya, Caty dan Huey segera menghentikan serangan sihir mereka dan
menjauhkan diri dari monster tersebut.
Seolah tertarik
oleh niat membunuh yang dingin dan tajam yang dipancarkan Fuuka, perhatian
monster itu terfokus padanya.
Keduanya saling
menatap selama sesaat, lalu monster itu menyerang Fuuka dengan kecepatan
maksimalnya.
Sebaliknya, Fuuka
memperhatikan monster itu tanpa rasa panik. Saat monster itu melangkah masuk ke
dalam jangkauannya, dia menghunus bilahnya, yang kini telah berubah warna
menjadi tembaga merah, dengan kecepatan yang tak kasatmata.
Busur tembaga
merah yang ditarik oleh katana itu menembus tubuh sang monster, sama sekali
tidak memedulikan kulit yang memiliki tingkat kekerasan jauh melampaui baja
akibat sihir pengerasan.
Terbelah secara
vertikal, tubuh monster itu berubah menjadi kabut hitam sebelum sempat mencapai
Fuuka, hanya menyisakan sebuah batu sihir di belakangnya.
◆◇◆
Setelah berhasil membasmi monster tersebut, Copper Sunset
mengunjungi kediaman Viscount Rampling untuk melapor.
"Aku
berterima kasih karena kalian telah membasmi monster itu. Sekarang penduduk
wilayah ini bisa hidup dengan tenang."
Alf Rampling,
kepala keluarga Viscount Rampling, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada
para anggota Copper Sunset.
"Sama-sama.
Yah, Anda tahu kan Tuan Putri kami akan menjadi serius jika Anda menawarkan
hadiah seperti itu? Bukankah ini hasil yang memang Anda harapkan?"
"Benar, itu
memang untuk memotivasi Fuuka-chan, tapi aku tidak menyangka akan seefektif
ini. Tetap saja, dengan kemampuan pencarian untuk menemukan monster secara
langsung dan kemampuan pemusnahan untuk mengalahkan mereka secara
instan—keduanya sempurna—kenapa kalian tidak berangkat untuk menaklukkan Lantai
Dalam di Labirin Besar Selatan?"
"...Kami
tidak kesulitan mencari nafkah dengan keadaan kami sekarang. Tidak perlu
sengaja melangkah ke tempat berbahaya, kan?"
Haruto menjawab
dengan santai, dan Caty serta Huey mengangguk setuju.
Saat mereka
melanjutkan percakapan untuk beberapa saat, hadiah yang dijanjikan—stik Daging
Sapi Rampling—dibawa ke hadapan mereka.
Fuuka, yang
sedari tadi menunggu dengan ekspresi datarnya tanpa ikut serta dalam
percakapan, kini matanya berbinar-binar di depan steik tersebut.
"Maaf
membuat kalian menunggu. Ini adalah steik Daging Sapi Rampling yang kami
besarkan di wilayah kami dan kami sediakan untuk para bangsawan tinggi. Silakan
makan sebelum dingin. Sekali lagi, terima kasih telah menerima pembasmian
monster hari ini."
Ketika Alf
mengatakan itu kepada para anggota Copper Sunset, mereka mengucapkan
"Itadakimasu" dan mulai memotong dagingnya. Kemudian, mereka
menyuapkan potongan-potongan seukuran gigitan itu ke mulut mereka.
"Apa-apaan
ini... Ini enak sekali!"
"Benar.
Aku belum pernah makan steik selembut ini."
"Rasa
gurih dari dagingnya menyebar ke seluruh mulutku, aku sangat bahagia...!"
Meskipun
Haruto dan yang lainnya memiliki selera yang lebih tinggi dibanding orang lain
karena sering memakan makanan lezat dari berbagai tempat berkat pengaruh Fuuka,
steik ini adalah sesuatu yang membuat mereka mengerang senang. Bahkan Fuuka,
yang ekspresinya jarang berubah, tersenyum sedikit saat dia memakan steik
tersebut.
Melihatnya
seperti itu, anggota lainnya menyipitkan mata mereka dengan lembut.
Meskipun tidak
ada yang mengatakannya dengan lantang, mereka semua kemungkinan besar
memikirkan hal yang sama.
—Semoga kita
semua bisa terus memakan makanan lezat bersama seperti ini.



Post a Comment