NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yuusha Party wo Oidasareta Kiyoubinbou: Party Jijou de Fuyojitsushi wo Yatteita Kenshi ~ Bannou e to Itaru Volume 9 Prolog 1

Prolog 1

Festival Tari Roh


"Ugh…. Ini terlalu sulit, rasanya kepalaku mau meledak…."

Sambil mendengarkan laporan dari para bawahan, aku mengeluh dalam hati.

"Kekacauan akibat luapan Dungeon yang terjadi sejak tiga bulan lalu sudah bisa dikatakan mereda. Lalu, mengenai masalah pangan yang sempat dikhawatirkan akibat serangan Magic Beast… Nona Nagisa, Anda mendengarkan?"

Aku sempat tertegun akibat tumpukan informasi masif yang dijejalkan bertubi-tubi. Melihat itu, bawahanku yang jauh-jauh datang untuk melapor langsung menunjukkan ekspresi curiga.

"I-Iya, aku dengar! Silakan lanjutkan!"

Aku bergegas menegakkan punggung dan menatap mata bawahanku dengan mantap.

Meski sulit, aku tidak boleh menyerah di sini.

Ini adalah tanggung jawab keluarga Asagiri yang telah merampas Kyokuto dari Keluarga Shinonome dan Kakak Fuuka.

Selama aku berdiri di posisi yang menyokong negara ini, sesulit apa pun itu, aku harus melaluinya.

Bawahanku sempat mengerutkan alis sejenak, namun dia segera melanjutkan laporannya.

"…Baiklah. Mengenai masalah pangan—"

  Setelah itu, demi bisa mengikuti pembicaraan mereka, aku kembali memusatkan fokus pada laporan. Namun, tiba-tiba aku menangkap sebuah hawa keberadaan yang sangat kukenal.

"Ah! Ma-Maaf! Ada urusan mendadak. Laporannya dilanjutkan nanti saja, ya!"

Setelah mengatakan itu, aku bergegas keluar ruangan dan menuju ke tempat hawa itu berada.

◆◇◆

"Nona Philly. Se-Selamat datang kembali…!"

Aku mendekati Nona Philly, sang pemilik hawa keberadaan tersebut, lalu menyapanya.

"Astaga, Nagisa. Bukankah sudah sering kukatakan, kau tidak perlu repot-repot menyambutku."

Nona Philly tersenyum tipis ke arahku.

"Bukankah kau sudah dewasa dan aktif berpartisipasi dalam pemerintahan Kyokuto? Jangan cemaskan aku, fokuslah pada pekerjaanmu."

Nona Philly berucap seolah memikirkanku. Senyum lembut tersungging di wajahnya, membuat sosoknya terlihat sangat bersahabat.

Melihat itu, pertahananku nyaris saja goyah.

Namun, aku tidak boleh lupa.

—Bahwa Nona Philly tidak memiliki hati nurani layaknya manusia.

Sudah tak terhitung berapa kali rakyat menderita setiap kali orang ini dibiarkan bebas.

Bagi Nona Philly, aku tampak seperti manusia yang punya nilai untuk dimanfaatkan, karena itulah dia tidak pernah melakukan hal buruk secara langsung kepadaku.

Maka dari itu, selama dia berada di negeri ini, aku harus terus mengawasinya dan menjadi benteng pelindung bagi rakyat.

…Eh?

Biasanya, meski Nona Philly berpura-pura ramah, tatapan matanya selalu terasa dingin membeku.

Namun, hari ini aku tidak merasakan kedinginan itu.

"Te-Terima kasih atas perhatian Anda…. Anu, Nona Philly, apa terjadi sesuatu yang menyenangkan?"

"Oh, kau bisa menyadarinya? Sebenarnya, harapanku yang terdalam akhirnya akan segera terwujud."

"Ha-Harapan…?"

"Fufufu. Tidak perlu waspada begitu. Aku tidak akan memulainya sekarang, kok. Untuk sementara aku ingin bersantai dulu. Kebetulan di negeri ini akan ada festival, kan?"

"…Maksud Anda, Festival Tari Roh?"

"Iya, itu dia. Sesekali, aku ingin menikmati festival dengan tulus. Jadi, aku tidak berniat mengganggu jalannya acara. Aku berjanji tidak akan menyentuh manusia di Kyokuto sampai Festival Tari Roh berakhir."

"Be-Benarkah?!"

"Iya. Karena itu, bekerjalah dengan giat dalam persiapannya agar tidak ada kekurangan. Aku sangat menantikannya, lho."

Nona Philly memang orang yang berbahaya, tapi dia adalah tipe yang menepati janji.

Sampai sekarang, dia belum pernah sekalipun mengingkari janji denganku.

Tentu ini sangat membantu, karena menyiapkan Festival Tari Roh sambil mengawasi Nona Philly akan sangat menguras tenaga.

"Baiklah! Saya akan berusaha sekuat tenaga agar Nona Philly bisa menikmatinya!"

"Ya. Aku benar-benar menantikannya."




Illustrasi | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close