NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yuusha Party wo Oidasareta Kiyoubinbou: Party Jijou de Fuyojitsushi wo Yatteita Kenshi ~ Bannou e to Itaru Volume 4 Short Story

Bonus E-book: Cerita Pendek Tambahan

Menyia-nyiakan Bakat?


Hari ini, seluruh anggota Silver Rabbit of the Night Sky menerima permintaan penyelidikan labirin dari Count Eddington. Sejak pagi, kami semua menikmati hari libur dengan bermain air di laut dan voli pantai.

Waktu yang menyenangkan berlalu begitu cepat. Tanpa terasa, matahari sudah naik hingga ke titik tertingginya.

"Semuanya, mohon maaf karena telah mengganggu waktu bersantai Anda."

Setelah selesai makan siang, saat kami sedang mengobrol santai sambil mengistirahatkan perut, Tilly-san—pelayan yang bekerja di kediaman Count Eddington—datang menyapa.

"Ah, Tilly-san! Makan siangnya enak banget! Makasih, ya!"

Carol menjadi yang pertama merespons suara itu.

"Fufu, syukurlah kalau Anda menyukainya. Akan saya sampaikan kepada koki. —Meskipun sedikit berbeda dari hidangan penutup biasanya, saya membawakan makanan yang cukup langka untuk Anda sekalian. Silakan dinikmati."

Setelah berkata demikian, Tilly-san mengeluarkan sebuah wadah berbentuk seperti gelas dalam berukuran besar dari Magic Storage miliknya. Di dalamnya, sesuatu tampak menumpuk tinggi.

"Dingin sekali. Ini... salju, ya?"

Begitu aku menerimanya, wadahnya terasa sangat dingin. Saat aku melihat isinya dari dekat, itu memang kumpulan es kecil yang menyerupai salju. Di atas kumpulan es itu, dituangkan cairan berwarna cerah yang aromanya manis.

"Benar, kurang lebih seperti itu. Ini adalah makanan yang dibuat dari es yang diserut halus, lalu disiram cairan manis yang disebut sirup. Namanya adalah 'Kakigori' (Es Serut). Ini adalah hidangan manis dingin yang berbeda dari es krim."

"Hoe~. Rasanya kelihatan cantik banget, ya."

"Iya. Kalau cuma lihat tampilannya, aku sama sekali nggak bisa bayangin rasanya gimana," gumam Lucre dan Will setelah mendengar penjelasan Tilly-san.

"N-Nee! Boleh aku makan!?" tanya Carol dengan aura seolah dia sudah tidak sabar lagi.

"Begitulah. Kalau begitu, mari kita makan."

Begitu aku memberi izin, Carol berseru, "Wa-i! Selamat makan!" lalu segera menyuapkan sesendok salju berwarna cerah itu ke dalam mulutnya.

Mengikuti langkahnya, aku pun memasukkan salju itu ke mulutku sendiri.

Salju itu langsung meleleh seketika di dalam mulut, menyebarkan rasa manis dan aroma anggur yang menyegarkan.

"Nn~! Baru pertama kali aku makan yang kayak gini! Enak banget~!"

Carol bergumam dengan wajah yang berseri-seri bahagia.

Setelah itu, yang lain pun mulai menyuarakan pendapat mereka masing-masing.

"Saya senang jika Anda sekalian menyukainya. Cara pembuatannya mudah, jadi Anda bisa menambah es serutnya lagi. Jika ingin tambah, jangan ragu untuk memanggil saya."

"Beneran!?"

Mendengar ucapan Tilly-san, mata Carol dan Lucre langsung berbinar. Kecepatan makan mereka pun meningkat drastis.

"A-Anu, kalau makannya terlalu cepat seperti itu..."

"Guh... Oh... Kepalaku..."

Tepat saat Tilly-san terlihat khawatir, tiba-tiba Lucre mengerang sambil memegang kepalanya.

"Nn? Kak Lucre, lagi ngapain?"

Melihat tingkah Lucre, Carol berhenti menyuap es serutnya dan bertanya.

"Rasanya kepalaku kayak ditusuk tring. Sakit banget..."

"Jika memakan es serut terlalu cepat, terkadang akan memicu sakit kepala seperti yang dialami Nona Lucresha saat ini."

"Apa-apaan itu!? ...Jangan-jangan, es serut itu sebenarnya nggak baik buat tubuh ya!?" Lucre melemparkan pertanyaan dengan raut wajah panik.

"Itu sebuah kesalahpahaman. Es serut tidak mengandung apa pun yang berdampak buruk bagi tubuh. Fenomena itu memang belum sepenuhnya terpecahkan secara medis, namun diperkirakan bahwa saat mengonsumsi benda dingin secara berlebihan dalam waktu singkat, saraf otak salah menangkap sinyal dan memicu rasa sakit kepala."

"Kalau gitu, kenapa Carol nggak apa-apa? Padahal dia makannya secepat aku."

"Nn—, kenapa ya?"

"I-Itu mungkin karena Carol punya kemampuan Self-Healing, kan?"

"Oh! Benar juga, Sophie! Berarti kalau itu aku, aku bisa makan sebanyak apa pun yang aku mau! Nggak nyangka Self-Healing bisa berguna buat hal kayak begini~!"

Tidak, menurutku itu benar-benar menyia-nyiakan kemampuan...

"Kalau gitu, Kak Lucre makan pelan-pelan saja. Biar jatah Kak Lucre, aku yang habisin!"

Setelah Carol memprovokasi Lucre, dia kembali mulai melahap es serutnya dengan ganas.

"Gunu-nu~. Junior yang tidak sopan! Sebagai senior, aku harus memberimu pelajaran!"

"Jangan kekanak-kanakan, Lucre. Kalau kau mengaku senior, jangan terpancing omongan juniormu sendiri..."

"Will diam saja! Ini adalah pertarungan yang tidak boleh kalah!"

Will mencoba menenangkan Lucre dengan suara yang terdengar lelah. Namun, Lucre sama sekali tidak mendengarkannya dan malah mulai menggumamkan pikirannya sendiri.

"Intinya kepalaku cuma kaget karena sesuatu yang dingin, kan? Kalau gitu..."

"Oke, selesai!"

Tepat saat Carol mulai menyantap porsi keduanya, Lucre berseru dan segera mengaktifkan sihir. Itu adalah sihir pemulihan yang sudah dia modifikasi agar bisa menekan rasa sakit kepala meski dia melahap es serut dengan cepat.

Berkat sihir itu, Lucre yang sudah tidak takut lagi pada sakit kepala mulai mengejar Carol dalam lomba makan es serut.

"Benar-benar menyia-nyiakan bakat..." gumam Will dengan nada pasrah.

Aku pun setuju dengan Will. Meski tidak sampai tahap menciptakan sihir orisinal, bisa memodifikasi sihir dalam sekejap adalah kemampuan yang luar biasa hebat.

Aku berharap dia bisa menunjukkan kemampuan itu di kesempatan lain yang lebih berguna.

Hanya dengan melihat wajah rekan-rekan yang lain, aku tahu mereka semua memikirkan hal yang sama.

Namun, seolah tidak peduli dengan tatapan kami yang bercampur rasa heran, mereka berdua terus melahap es serut tanpa menurunkan temponya sedikit pun.

""Tambah lagi!!""

Aksi makan besar mereka berdua terus berlanjut untuk beberapa waktu.

◆◇◆

Setelah itu, meski Carol memakan beberapa porsi es serut dalam waktu singkat, dia sama sekali tidak mengeluh sakit perut atau gangguan kesehatan lainnya.

Walaupun itu semua berkat kemampuannya, aku akan mencoba menganggap hal ini sebagai pengingat betapa tangguhnya dia.

Omong-omong soal Lucre, saat aku mencoba mengonfirmasinya kepada Will keesokan harinya, dia malah membuang muka. Sepertinya, Lucre mengalami waktu yang cukup sulit setelah itu...




Previous Chapter | ToC | Afterword

Post a Comment

Post a Comment

close