NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yarikonde ita Game Sekai no Akuyaku Mob ni Tensei Shimashita Volume 1 Prolog

Prolog


Sebuah kota yang dikelilingi oleh tembok benteng setinggi puluhan meter.

Di kota itu, pada suatu hari.

"Akhirnya ketemu! Ayo, cepat ikut!"

"……"

Saat sedang menyantap makanan di sebuah kedai, seorang gadis berambut merah tiba-tiba menarik lenganku.

Setelah melirik ke samping dan menoleh ke belakang, terlihat seorang kakak perempuan yang cantik dan kusir kereta kuda yang sedang tersenyum lebar.

Seolah-olah mereka sedang berkata, "Kami mohon bantuannya, ya."

Pada suatu hari yang lain.

"Akhirnya saya menemukan Anda. Silakan, datanglah ke kediaman keluarga kami."

"……"

Saat sedang menyantap makanan di sebuah kedai, seorang gadis berambut perak tiba-tiba menarik lenganku.

Setelah melirik ke samping dan menoleh ke belakang, terlihat seorang kakak perempuan yang jelita dan kusir kereta kuda yang sedang tersenyum lebar.

Seolah-olah mereka sedang berkata, "Bi-bisa tolong bantu kami?"

Lalu pada hari lainnya lagi.

"Hei, mainlah dengan Remy."

"……"

Saat sedang menyantap makanan di sebuah kedai, seorang gadis berambut pirang tiba-tiba menarik lenganku.

Setelah melirik ke samping dan menoleh ke belakang, terlihat seorang kakak perempuan yang seanggun permata dan kusir kereta kuda yang sedang tersenyum lebar.

Seolah-olah mereka sedang berkata, "Kami benar-benar mohon bantuannya."

Terhadap semua ajakan itu, setiap kali aku menggelengkan kepala tanda "tidak", gadis-gadis itu akan menarikku dengan kekuatan yang sanggup membuatku jatuh dari kursi.

"Sudahlah, ini cuma sebentar saja, kok."

Kemudian, si kakak perempuan dan sang kusir pun ikut meluncurkan serangan bantuan.

Lalu, jauh di hari yang lain lagi.

"Hei, hei, hari ini kamu mau bertanding denganku, kan? Aku sudah memperbaiki kebiasaan buruk yang kamu tunjukkan waktu itu, lho."

"…… (Tolong, jangan yang satu itu)."

"Jangan mengabaikanku, dong. Lihat, ini aku."

Saat sedang menyantap makanan di sebuah kedai, seorang Treasure Hunter yang mengenakan perlengkapan perak mengkilap bicara padaku.

Wanita yang melepaskan pelindung kepalanya itu memperlihatkan wajah yang sangat cantik.

"…… Tentu saja aku tahu itu siapa."

"Kalau begitu, ayo pergi!"

"Aku menolak. Kalau kita bertanding... aku bisa mati (maksudnya aku yang mati)."

"Apa! Kamu kan bisa sedikit menahan diri untukku!"

Treasure Hunter yang dirumorkan sebagai yang terkuat di kota ini tampak sama sekali tidak ragu kalau dirinya akan terluka parah.

Entah bagaimana ceritanya semuanya bisa berakhir menjadi seperti ini.

Kisah ini bermula dari waktu yang sedikit lebih lampau.




Illustrasi | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close