NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yarikonde ita Game Sekai no Akuyaku Mob ni Tensei Shimashita Volume 1 Epilog

Epilog


"He-hebat banget ya... Jadi akhirnya Tuan Shikkoku benar-benar menangkap mereka? Para dalang yang mencoba kabur itu. Sampai menjatuhkan jembatan demi membuat mereka kehilangan nyali bertarung..."

"Tuan Shikkoku memang luar biasa!"

"Beliau benar-benar melakukan hal yang di luar nalar. Sosok itu sungguh sulit dipercaya."

Pagi hari setelah kegaduhan itu terjadi.

Informasi mengenai kejadian semalam telah sampai ke keluarga Ansarage. Di sana, Marie dan Nina sedang duduk berbincang bersama sang Wakil Komandan pengawal.

"Lalu bagaimana? Biaya perbaikan jembatannya akhirnya jadi tanggung jawab siapa? Apa Tuan Shikkoku harus menanggung semuanya?"

"Kalau sampai Tuan Shikkoku yang harus membayar...!"

"Tenang saja. Beliau berada di posisi pihak yang sepenuhnya diserang. Alasan bahwa itu adalah tindakan bela diri dan merupakan pilihan yang 'tak terhindarkan' demi menangkap lawan secara pasti, kabarnya telah diakui secara resmi."

"Eh? 'Tak terhindarkan'? Bukankah itu jelas-jelas bohong..."

"Ni-chan, biarpun kamu berpikir begitu, jangan diucapkan. Urusannya sedang diproses dengan alasan itu, tahu."

"Apa yang dikatakan Nona Marie benar sekali."

Bagi seseorang yang sanggup meruntuhkan jembatan, apalagi sosok yang dikabarkan anggota Vertall, pasti ada banyak cara lain untuk melumpuhkan lawan tanpa harus seekstrem itu.

"……Ya, meski aku merasa itu agak tidak biasa bagi beliau. Tuan Shikkoku seharusnya bisa menyelesaikan segalanya dengan tenang, tapi kali ini dia bertindak sangat mencolok."

"I-itu benar juga, ya."

Pada saat ini, pandangan Marie dan Nina beralih kepada sang Wakil Komandan.

Menerima tatapan yang seolah bertanya 'apa kamu tahu sesuatu?', sang Wakil Komandan membuka mulutnya dengan ekspresi yang sedikit serba salah.

"……Sebenarnya, dalang utama kali ini kabarnya adalah orang-orang yang memiliki hubungan dengan Redfreed."

"──!"

"Apa itu serius?"

"Tidak salah lagi. Dan ini hanyalah spekulasi pribadiku, tapi aku rasa beliau sengaja tidak memberikan ampun sedikit pun sebagai bentuk pembalasan atas apa yang terjadi sebelumnya. Sekaligus sebagai peringatan bagi organisasi itu agar 'jangan berani macam-macam lagi'."

Sebuah eksekusi kekuatan yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang memiliki kemampuan absolut.

Wajar jika Vertall begitu ditakuti oleh organisasi kriminal, karena mereka memang memiliki daya tekan yang tak terbantahkan.

Lagi pula, tidak ada yang menyangka bahwa organisasi agama baru itu terhubung dengan Redfreed.

Ini menunjukkan bahwa Redfreed berniat menggunakan organisasi tersebut—yang telah mereka persiapkan sejak lama—sebagai alat utama untuk menghancurkan keluarga Ansarage.

Jika saja mereka semua masuk ke dalam permainan itu, keluarga mereka mungkin akan terpecah belah dari dalam, kehilangan kekuasaan, dan entah kemalangan apa yang akan menimpa Nina maupun Marie.

Mungkin karena semua orang di sana memahami hal tersebut dalam hati mereka──.

"Benar-benar ya, dia selalu saja melakukan hal-hal yang keren... Dipuji oleh orang seperti itu, aku bakal pamer seumur hidup. Nihehe."

"……Kakak, wajahmu terlihat memalukan."

"Jangan cemburu, jangan cemburu."

"Ti-tidak begitu! Aku cuma mengatakan yang sebenarnya!"

──Kedua gadis itu mungkin sedang menunjukkan wajah seorang wanita yang tengah jatuh cinta.

"Haaah. Harusnya waktu itu aku tanya saja ya, apa dia sudah punya pacar atau belum."

"Ja-jangan coba-coba merebut Tuan Shikkoku dariku. Kalau soal itu, aku tidak akan memaafkan Kakak sekalipun."

"……Ah! Bicara soal merebut, kadang-kadang kunci cadangannya suka hilang dari tempat penyimpanan, itu ulah Ni-chan, kan! Kalau sampai hilang, itu benar-benar gawat tahu."

"Aku tidak mengerti apa yang Kakak bicarakan."

Sambil membalas demikian, Nina memeluk sang Wakil Komandan seolah meminta perlindungan dari kakaknya, namun rencana itu tidak berjalan mulus.

"Nona Nina, kurasa sebaiknya Anda jujur saja."

"Ugh……"

"Pasti kamu berniat menyelinap sendirian ke kediaman Tuan Shikkoku, kan?"

"A-aku tidak akan melakukan hal yang merepotkan beliau seperti itu! A-aku cuma menaruh kuncinya di samping bantal dan tidur bersamanya saja kok……"

"A-apa-apaan tingkah laku itu... Kamu benar-benar sangat menyukai Tuan Shikkoku, ya."

"Kakak juga begitu, kan!"

Sang Wakil Komandan tidak pernah menyangka akan mendengar percakapan seperti ini dari kedua bersaudara tersebut.

Sambil merasa bahagia, ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Shikkoku di dalam hati.

Pria yang dipanggil Shikkoku itu—yang sama sekali tidak tahu bahwa pembicaraan semacam ini sedang berlangsung di keluarga Ansarage—ternyata sedang sibuk mempersiapkan bingkisan makanan untuk dibagikan kepada para pekerja yang sedang memperbaiki jembatan.




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close