NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Yarikonde ita Game Sekai no Akuyaku Mob ni Tensei Shimashita Volume 3 Interlude I

Interlude 1


"Ha……? Shikkoku menyadari pengintaianmu sepenuhnya? Tunggu sebentar, apa-apaan itu. Aku benar-benar tidak paham maksudnya."

Tengah malam itu.

Suara Layla yang terdengar janggal menggema di dalam sebuah ruangan.

Di sana, perwakilan agen intelijen tampak tertunduk dengan ekspresi wajah yang hancur karena putus asa.

"Kamu punya skill Stealth tingkat tertinggi, kan? Kamu juga mengombinasikannya dengan Spyglass, kan?"

"Benar……."

"Tapi tetap saja ketahuan?"

"……Yang paling tidak bisa memahaminya adalah diriku sendiri."

Skill Stealth adalah kemampuan untuk memutus hawa keberadaan, menghilangkan eksistensi agar sulit disadari lawan.

Sementara Spyglass adalah salah satu magic item, sejenis teropong genggam yang bisa memantau situasi dari jarak jauh.

Artinya, kombinasi Stealth dan Spyglass adalah perpaduan terkuat untuk mengintai dari jauh tanpa bisa dilacak posisinya.

Teknik pengintaian yang seharusnya memiliki tingkat keberhasilan 100% itu berakhir dengan kegagalan telak.

"Bisa jadi itu cuma salah pahammu, kan? Karena itu kemungkinan terbesarnya, coba ceritakan detailnya."

"Baik."

Layla memprioritaskan penyusunan situasi, ia segera menyuruh agen itu duduk dan bersiap mendengarkan.

"Pertama-tama, di tengah pengintaian, salah satu sisi tirai ditutup, menciptakan situasi di mana saya terpaksa berhenti sejenak……."

"Kamu mulai mengintai pukul 10 pagi, kan? Secara waktu, itu bisa dianggap sebagai kebetulan."

Hanya satu sisi tirai yang ditutup.

Dan sisi itulah yang sedang menjadi fokus bidikan Spyglass.

Meskipun dua keganjilan telah dipaparkan, Layla masih belum yakin hingga agen itu memberikan informasi berikutnya.

Bagi sang agen, alur pembicaraan ini sudah ia duga sebelumnya.

"Demi melanjutkan pengintaian terhadap Shikkoku, saya segera berpindah tempat. Namun saat saya mengintip lewat Spyglass, Shikkoku…… menunjuk ke arah saya dengan ekspresi penuh provokasi."

"Tunggu, berapa jarak antara kamu dan Shikkoku? Apa dia menggunakan sihir?"

"Estimasi jaraknya 750 meter. Tidak terlihat adanya penggunaan sihir."

"……Heh, ternyata dia benar-benar monster yang melebihi rumor. Menarik juga."

Tatapan mata Layla berubah.

Dari permusuhan, kini beralih menjadi ketertarikan sesaat.

"Kalau hanya menyadari mata pengintai dengan skill Perception, aku masih bisa paham……. Tapi aku punya skill Stealth level maksimal. Menentukan lokasi pengintaian seharusnya mustahil……."

"Tapi dia melakukannya. Entah trik apa yang dia pakai, ini adalah pesan bahwa 'logika umum tidak berlaku padaku'. Khfufu, tipe yang sangat agresif, aku suka. Ini informasi terbaik."

"Te-terima kasih banyak……."

Layla yang memperlihatkan sekilas sisi gila perangnya kini tampak sangat senang.

Dia bahkan mencondongkan tubuh, seolah menuntut informasi lebih banyak lagi.

"Ada satu alasan lagi yang membuat saya yakin dia menyadari pengintaian itu. Shikkoku berencana mengerahkan penjaga di kediamannya ke depannya."

"Tindakan waspada terhadap pengintaian, ya. Keputusan yang sangat cepat."

Layla menyeringai penuh tantangan sambil menyilangkan kaki, ia mulai menilai tinggi kemampuan pengambilan keputusan Shikkoku.

"Layla-sama, besok saya berencana mengunjungi kediaman Shikkoku untuk melakukan pengintaian di dalam. Bagaimana menurut Anda?"

"Bukan karena nekat, kan?"

"Tentu saja tidak. Ini akibat kesalahan saya, tapi jika penjaga sudah terkumpul lengkap, ruang gerak untuk pengintaian akan semakin sempit."

"Kalau itu alasannya, aku izinkan. Tapi pastikan kamu memakai penyamaran. Karena lokasi pengintaianmu terlacak, ada kemungkinan wajahmu pun sudah terlihat olehnya. Meskipun jaraknya 750 meter."

"Dimengerti."

"Satu lagi, ada kemungkinan Shikkoku hanya berpura-pura mengerahkan penjaga hanya untuk memancing pergerakanmu. Jika kamu berhasil menyusup ke dalam, perhatikan setiap gerak-geriknya dengan saksama."

"Siap!"

Meski ada bagian dari dirinya yang terlihat gila, selama pertempuran belum dimulai, Layla mampu berpikir luas menyesuaikan level lawannya.

Ditambah lagi, Layla mulai berpikir bahwa kali ini ia menghadapi lawan yang tidak bisa hanya mengandalkan intelijen semata.




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close