Kata Penutup
Camilan dengan
hadiah bonus di dalamnya itu menyenangkan, ya.
Mungkin karena
aku punya kenangan kuat saat dibelikan mainan dari jajanan (shokugan)
sewaktu pergi bersama orang tua saat kecil, sampai sekarang pun semangatku
langsung naik setiap kali melihat camilan yang ada bonusnya.
Bisa dibilang...
membeli camilan berhadiah bonus itu sudah seperti merayakan "Hari
Istimewa" bagiku.
Mungkin karena
sisa-sisa kenangan itu, mampir ke rak mainan jajanan di minimarket atau
supermarket sudah menjadi rutinitas wajib. Padahal aku tidak sedang mengoleksi
sesuatu, tapi aku selalu penasaran dengan produk barunya.
Alhasil, aku
sering berakhir membeli wafer berhadiah kartu dari seri yang sama sekali tidak
kukenal hanya karena impulsif. Lalu aku menikmati momen membuka bungkusnya
sendirian sambil bergumam, "Wah, karakter ini lucu banget!" atau
"Karakter ini pasti populer, nih!"
Nah, dari
kebiasaan itulah karakter utama karya ini, Jagid Deabold, lahir.
...Setelah
menceritakan rahasia dapur penciptaan ini dengan alur yang (semoga) natural,
izinkan aku merapikan kerah baju dan menyampaikan rasa terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu.
Kepada editor
O-san yang telah mencetuskan proyek ini, editor penanggung jawab K-san yang
membangun kemasan buku ini dengan ide-ide kaya, ilustrator Genyaky-sensei yang
telah menggambar ilustrasi yang terlalu keren dan luar biasa, desainer yang
merancang kemasan bernuansa gelap yang cantik, bagian koreksi, seluruh jajaran
departemen editorial, departemen pemasaran, pihak percetakan, dan semua orang
yang terlibat dalam karya ini, aku ucapkan terima kasih yang tulus dari lubuk
hati terdalam. Terima kasih banyak.
Untuk sahabatku
Y-san, I-san, dan K-kun yang selalu menjalin hubungan baik denganku. Untuk
keluarga yang selalu menjagaku. Izinkan aku menyampaikan rasa terima kasih
melalui ruang ini. Terima kasih untuk segalanya.
Dan terakhir,
untuk para pembaca sekalian.
Terima kasih
banyak karena telah memilih dan membaca buku ini! Aku akan mengukir rasa terima
kasih kepada kalian semua di dalam dada, dan akan terus berusaha serta mengasah
diri baik jiwa maupun raga.
Imori Kiren
Previous Chapter | ToC |



Post a Comment