NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Kanchigai no Atelier Meister Volume 10 Epilog

Epilog


Setelah menghirup udara yang masuk langsung ke dalam mulut hingga paru-paruku terasa penuh, aku—Mire—mengembuskan napas panjang.

Ini adalah kali kedua aku datang ke dunia ini.

Di langit, mengapung benda-benda putih yang disebut "awan".

Di dunia kami, awan itu tidak ada.

Kata Akuri-chan, air di dunia kami akan diserap oleh kabut yang melayang di angkasa saat menguap, lalu diubah menjadi partikel sihir dan menyatu di sana.

Air yang kami minum atau air sungai pun tercipta kembali dari partikel sihir tersebut, jadi mekanisme terciptanya awan belum terbentuk... atau semacam itulah?

Aku tidak terlalu mengerti, tapi aku tahu bahwa awan juga merupakan salah satu pemandangan indah di dunia ini.

Katanya, jika jumlah awan itu bertambah dan warnanya berubah menjadi hitam, mereka akan menjadi awan mendung dan menjatuhkan air dari langit.

Membayangkan air jatuh dari langit adalah hal yang sangat ajaib bagiku, dan aku pun jadi tidak sabar menantikan datangnya hari hujan itu.

Begitu kembali ke sini, Kuruto dan yang lainnya langsung digelandang oleh Mimiko-san untuk diceramahi di kediaman mereka.

× Ini adalah kisah dunia buruk yang dimulai dari pertemuan dengan seorang pemuda yang sedikit aneh.

○ Ini adalah kisah dunia indah yang dimulai dari pertemuan dengan seorang pemuda yang sangat aneh.

Yah, begitulah kira-kira.

Karena aku diberi waktu luang, apa yang harus kulakukan?

Sejujurnya, hanya memandangi pemandangan saja sudah membuatku bahagia, tapi rasanya sayang juga kalau tidak melakukan apa-apa.

"Mire-san, kalau mau, mau pergi belanja bersamaku?"

"Sina-san. Iya, aku mau! Ah, tapi uang di dunia ini..."

"Tenang saja, aku yang pegang uangnya. Kuruto itu orang paling kaya di negara ini, tahu? Rasanya sulit dipercaya karena aku tidak bisa mengatakannya langsung pada orangnya."

Begitu ya.

Tapi, setelah melihat masakan lezat dan kemampuannya membuatkan crossbow untukku, aku jadi merasa maklum.

Bahkan katanya pemilik asli bangunan yang disebut bengkel kerja ini sebenarnya adalah Kuruto.

"Tapi, uang di dunia ini benar-benar unik, ya. Logam bulat bisa jadi uang. Dompetnya juga seperti tas kecil yang bikin penuh saku, apa Sina-san tidak merasa repot?"

Ucapku sambil menatap koin perak yang kuterima. Katanya satu koin perak ini nilainya sekitar seribu Port.

Satu koin tembaga nilainya sepuluh Port. Umumnya, koin tembaga dan perak inilah yang paling sering digunakan sebagai uang.

Di dalam dompet yang kuterima, ada ratusan koin perak dan tembaga.

Jumlah ini saja, jika dikonversikan ke Port, sudah melampaui seluruh harta kekayaanku sebelum menemukan brankas itu. Padahal katanya aset milik Kuruto bisa mencapai puluhan ribu atau bahkan jutaan koin emas.

Bahkan Sina-san pun tidak tahu angka pastinya.

"Benarkah? Aku justru merasa aneh saat pertama kali mendengar kertas bisa jadi uang... Jadi, apa yang ingin kita beli?"

"Hmm, aku penasaran dengan masakan dunia ini, tapi aku juga ingin melihat perhiasan atau aksesori lainnya."

"Fufu, syukurlah. Biarpun berasal dari dunia berbeda, ternyata selera anak perempuan tetap sama. Kalau begitu, mari pergi ke toko langgananku!

Kau juga tertarik dengan pakaian, kan? Ada toko yang melayani custom-made juga, bukan cuma pakaian bekas."

"Pakaian? Aku mau lihat!"

Aku memang tertarik dengan pakaian dunia lain.

Terutama pakaian Lise-san yang sangat imut itu.

Aku tahu itu tidak akan cocok untukku, tapi setidaknya aku ingin mencoba memakainya sekali saja.

Namun, saat aku dan Sina-san hendak keluar rumah, seseorang dengan wajah yang kukenal menghentikan kami.

"...Mire-dono, bukan? Boleh aku minta waktunya sebentar?"

Begitu katanya, dia adalah—

◆◇◆

Aku—Kuruto—sudah diceramahi oleh Mimiko-san selama hampir tiga jam.

Rasanya sudah lama sekali aku tidak dimarahi sehebat ini. Bahkan Golnova-san pun tidak pernah semarah ini padaku.

"Kuruto-chan, kau dengar tidak?"

"Iya, aku dengar. Maafkan aku."

Bukan hanya kepada Lise-san yang nekat bersembunyi di kotak untuk pergi ke Dunia Lama atau Yurishia-san yang berkomplot dengannya, Mimiko-san juga menceramahiku dan Akuri.

Intinya, saat Lise-san ikut secara sepihak, seharusnya aku bisa membujuknya untuk kembali, tapi kenapa aku malah mengizinkannya ikut. Soal itu, kurasa ucapan Mimiko-san memang benar.

Namun, sepertinya ceramah itu akhirnya mulai mendekati akhir.

"Jadi, ada kemungkinan si Octar itu adalah petualang dari dunia ini, ya... Octar, sepertinya aku pernah dengar nama itu di suatu tempat."

"Bukan cuma Octar saja. Ada kartu petualang milik orang lain yang sepertinya juga terlibat."

"Selain dia, masih ada sebanyak ini?"

Mimiko-san melihat kartu-kartu petualang tersebut.

Dia mengeceknya satu per satu, lalu gerakannya terhenti pada salah satu kartu.

"Ini kan... jangan-jangan—"

Mimiko-san bergumam seperti itu, lalu memeriksa kartu lainnya seolah menyadari sesuatu.

"Yang ini juga, lalu yang ini... Ternyata benar."

"Mimiko, ada apa? Apa kau mengenal mereka?"

"Iya, ini sepertinya milik pria-pria yang pernah ditangkap olehku—maksudku oleh Phantom. Kuruto-chan, aku akan siapkan kertas dan pena, bisakah kau gambarkan sketsa wajah pria itu?

Lalu, tolong seseorang panggilkan Kans-chan, Sina-chan, dan Danzou-chan ke sini. Cepat!"

Aku tidak tahu kenapa dia menyuruh memanggil tiga orang anggota "Sakura" itu, tapi aku segera menggambar sketsa wajah Octar sesuai perintahnya.




Selesai menggambar, Kans-san segera masuk. Sepertinya dia menunggu di luar ruangan karena khawatir sesi ceramah kami berlangsung terlalu lama.

"Anda memanggilku—hm? Kuruto, sketsa itu... kenapa kau menggambar wajah orang itu? Memangnya kau pernah bertemu dengannya?

Tapi, terlepas dari itu, gambarmu bagus sekali sampai aku terpana..."

Kans-san bertanya dengan nada heran sambil menatap sketsa yang kubuat.

Padahal aku merasa gambarku biasa saja, karena aku hanya menyalin apa yang tersisa dalam ingatanku.

"Kans-san, apa Anda mengenal orang ini?"

"Jangankan kenal, dia ini mantan anggota Party kami yang bekerja sebagai pembawa barang (porter), namanya Bibinokke. Aku pernah menceritakannya padamu, kan?"

Bibinokke-san?

Memang benar, nama itu ada di antara tumpukan kartu petualang yang banyak tadi.

Waktu itu aku sempat merasa janggal, tapi aku tidak bisa mengingat apa yang membuatku merasa begitu.

Kalau tidak salah, dia adalah si pembawa barang yang tidak bisa ikut ke gua untuk menambang Iron Golem karena kondisinya sedang tidak fit. Akhirnya, aku yang pergi mendampingi sebagai pembawa barang untuk menggantikannya.

...Berarti, identitas asli Octar adalah Bibinokke-san?

Belum sempat rasa terkejutku hilang, Phantom datang membawa Sina-san.

Dan kondisi Sina-san saat ini, kepalanya sedang mengucurkan darah.

"Apa yang terjadi!?"

Mimiko-san berseru kaget, namun Sina-san tidak menjawab. Begitu melihatku, dia berucap lirih seperti orang mengigau.

"Kuruto... maaf..."

"Sina-san, obat—aku akan segera ambilkan obat."

Aku tidak tahu kenapa dia meminta maaf, tapi aku harus segera mengobati lukanya.

Meski tahu nyawanya tidak terancam, luka itu pasti sangat sakit.

Saat aku hendak merogoh Magic Bag, Sina-san yang masih dipapah oleh Phantom mencengkeram lenganku.

Dia memohon padaku dengan tatapan mata yang pilu.

"Kuruto... Mire diculik..."

"Mire-san!? Oleh siapa!?"

Apakah seseorang menculiknya demi tujuan tertentu setelah tahu bahwa Mire-san adalah manusia dari Dunia Lama?

Tapi, rasanya sulit dipercaya ada orang luar yang bisa mendekat dengan mudah sementara para anggota Phantom sedang berjaga ketat.

Lalu, Sina-san menyebutkan nama pelaku yang sangat tak terduga.

"...Danzou... Danzou memukulku sampai pingsan, lalu membawa Mire..."

Setelah mengatakan itu, Sina-san kehilangan kesadaran dan memejamkan matanya.

Eh!?

Identitas asli Octar-san adalah Bibinokke-san yang merupakan mantan anggota Sakura, lalu Danzou-san menculik Mire-san!?

Sebenarnya, apa yang sedang terjadi?



Previous Chapter | ToC

Post a Comment

Post a Comment

close