NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Kanchigai no Atelier Meister Volume 10 Interlude I

Interlude 1

Orang-orang yang Tertinggal


Di halaman belakang bengkel Valha, di sampingku, Sina, sosok Mimiko-sama yang merupakan Penyihir Istana Kursi Ketiga sekaligus penguasa tertinggi di dunia sihir negeri ini, sedang menunjukkan wajah sedingin iblis.

Dunia Lama—dunia tempat leluhur jauh kami tinggal beribu-ribu tahun lalu. Aku sendiri hanya pernah mendengar kisahnya lewat cerita orang.

Namun, aku sama sekali tidak menyangka bahwa masih ada banyak penyintas yang bertahan hidup di sana.

Seandainya hanya itu informasinya, aku mungkin akan terharu dan bergumam "syukurlah" sebelum berakhir menganggapnya sebagai urusan orang lain.

Tapi masalahnya—Kuruto, Lise-san, Yurishia-san, dan Akuri-chan pergi berempat melakukan penyelidikan tanpa izin ke dunia itu.

Wajar saja jika Mimiko-sama meledak amarahnya.

Kami sedang menerima laporan dari Nietzsche-san, sang Roh Agung Kayu, di taman bengkel.

Nietzsche-san bisa berbagi kesadaran dengan pepohonan lain melalui nadi bumi, sehingga ia bisa memahami kejadian yang terjadi di Dunia Lama.

Sepertinya, mereka baru saja menemukan banyak penyintas di kota yang disebut Distrik Permukiman Pertama, dan saat ini sedang bersiap menyantap makan siang setelah meninggalkan tempat itu.

"Anu, Mimiko-sama."

"…………Apa? Sina-chan?"

Mimiko-sama berusaha mengembalikan wajah iblisnya menjadi wajah imutnya yang biasa... meski tidak sepenuhnya berhasil.

Namun dengan niat kuat untuk berpura-pura tenang, beliau bertanya dengan senyum yang dipaksakan.

"Mungkinkah kita menerima imigrasi orang-orang Dunia Lama yang ditemukan Kuruto dan yang lain? Jumlahnya cukup banyak, lho."

"Hmm, kalau sekarang sih sulit, tapi kalau sepuluh tahun lagi, soal jumlah saja masih memungkinkan. Ini semua berkat Kuruto-chan dan yang lain."

"Berkat Kuruto?"

"Iya. Seharusnya kita tidak punya ruang untuk itu, tapi Kuruto-chan dan teman-temannya sudah mengubah lahan luas di Gurun Besar menjadi tanah subur lewat gerakan penghijauan, 'kan?

Kudengar penduduk Desa Haste berpindah setiap sepuluh tahun sekali, jadi kita bisa meminta para imigran itu menempati lahan yang kosong saat itu.

Lagipula, kami juga sedang berdiskusi dengan Torshen mengenai apa yang harus dilakukan setelah penduduk Desa Haste pergi.

Tentu saja, kita juga harus berkonsultasi dengan Klan Penjaga."

Klan Penjaga... kalau tidak salah, itu adalah klan asal Golnova, pemimpin Dragon's Flame Fang yang telah mengusir Kuruto.

"Klan Penjaga itu, sebenarnya apa tugas mereka?"

"Aku mendengarnya dari Akuri-chan. Klan Penjaga adalah kelompok yang berbeda dari murid Sang Sage Agung. Mereka tinggal di sekitar Desa Haste dan tugas utamanya adalah mengalahkan monster mengerikan yang mendekat.

Memang benar, jika kawanan Lizardman menyerang penduduk desa yang bahkan tidak bisa menang melawan Goblin, mereka pasti akan binasa.

Tapi penduduk Desa Haste sama sekali tidak tahu hal itu. Ditambah lagi, karena mereka memanipulasi waktu dan pindah ke 1.200 tahun kemudian, Klan Penjaga jadi sangat menderita.

Akibatnya, mereka seolah lupa tugas asli mereka dan hanya bisa menunggu kepulangan penduduk Desa Haste."

"Tugas asli mereka?"

"Desa Haste dilindungi segel sehingga orang tidak bisa mendekat dengan mudah, tapi ada saja orang seperti Kuruto-chan yang keluar dari desa, 'kan?

Mereka harus mengikuti orang itu dan melindunginya dengan mempertaruhkan nyawa—itulah tugas asli Klan Penjaga—bukan, itu adalah takdir mereka... Alasan Golnova memasukkan Kuruto-chan ke dalam kelompoknya, mungkin juga pengaruh dari takdir itu.

Kenyataannya, meski terus membuat masalah, sepertinya Golnova telah berkali-kali menyelamatkan Kuruto-chan dari bahaya."

"Tapi meski begitu, dia mengusirnya dengan begitu mudah."

"Karena Klan Penjaga adalah organisasi bawahan dari murid Sang Sage Agung. Sepertinya kekuatan Bandana, sang murid, telah melampaui kekuatan takdir Klan Penjaga. Karena itulah, dia mengusir Kuruto-chan di waktu yang paling tepat agar bisa bertemu Yurishia-chan dan Lise-sama."

"Takdir... ya. Kasihan juga Kuruto harus dipermainkan oleh hal seperti itu."

"Begitulah. Tapi itu pun sudah berakhir. Dengan dikalahkannya monster tabu yang muncul di dunia ini sebagai tanda berakhirnya satu babak, tugas Akuri-chan sebagai Sang Sage Agung pun selesai. Jadi, mulai sekarang kita harus merintis jalan dengan tangan kita sendiri. Padahal begitu, tapi Lise-sama malah..."

Amarah Mimiko-sama mulai memanas kembali.

Sebelum beliau benar-benar berubah menjadi iblis, apa sebaiknya aku pergi mandi saja ya?

Tapi bagaimanapun juga, aku percaya bahwa mereka berempat pasti bisa melewati berbagai bahaya di Dunia Lama.

Walaupun semuanya dikatakan telah ditentukan oleh takdir, hal itu bisa terlampaui hanya karena upaya dari Kuruto dan yang lainnya.

Takdir bukanlah kata yang bisa dipakai untuk meremehkan perjuangan mereka.

Karena itu, pasti Kuruto dan yang lain juga——

"Laporan masuk. Baru saja seekor Wyvern menculik Kuruto-sama."

Mereka pasti bisa melewatinya dengan baik, 'kan!?



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close