Interlude 1
Orang-orang yang Tertinggal
Di halaman
belakang bengkel Valha, di sampingku, Sina, sosok Mimiko-sama yang merupakan
Penyihir Istana Kursi Ketiga sekaligus penguasa tertinggi di dunia sihir negeri
ini, sedang menunjukkan wajah sedingin iblis.
Dunia Lama—dunia
tempat leluhur jauh kami tinggal beribu-ribu tahun lalu. Aku sendiri hanya
pernah mendengar kisahnya lewat cerita orang.
Namun, aku sama
sekali tidak menyangka bahwa masih ada banyak penyintas yang bertahan hidup di
sana.
Seandainya hanya
itu informasinya, aku mungkin akan terharu dan bergumam "syukurlah"
sebelum berakhir menganggapnya sebagai urusan orang lain.
Tapi masalahnya—Kuruto,
Lise-san, Yurishia-san, dan Akuri-chan pergi berempat melakukan penyelidikan
tanpa izin ke dunia itu.
Wajar saja jika
Mimiko-sama meledak amarahnya.
Kami sedang
menerima laporan dari Nietzsche-san, sang Roh Agung Kayu, di taman bengkel.
Nietzsche-san
bisa berbagi kesadaran dengan pepohonan lain melalui nadi bumi, sehingga ia
bisa memahami kejadian yang terjadi di Dunia Lama.
Sepertinya,
mereka baru saja menemukan banyak penyintas di kota yang disebut Distrik
Permukiman Pertama, dan saat ini sedang bersiap menyantap makan siang setelah
meninggalkan tempat itu.
"Anu,
Mimiko-sama."
"…………Apa? Sina-chan?"
Mimiko-sama
berusaha mengembalikan wajah iblisnya menjadi wajah imutnya yang biasa... meski
tidak sepenuhnya berhasil.
Namun dengan niat
kuat untuk berpura-pura tenang, beliau bertanya dengan senyum yang dipaksakan.
"Mungkinkah
kita menerima imigrasi orang-orang Dunia Lama yang ditemukan Kuruto dan yang
lain? Jumlahnya cukup banyak, lho."
"Hmm, kalau
sekarang sih sulit, tapi kalau sepuluh tahun lagi, soal jumlah saja masih
memungkinkan. Ini semua berkat Kuruto-chan dan yang lain."
"Berkat Kuruto?"
"Iya.
Seharusnya kita tidak punya ruang untuk itu, tapi Kuruto-chan dan
teman-temannya sudah mengubah lahan luas di Gurun Besar menjadi tanah subur
lewat gerakan penghijauan, 'kan?
Kudengar penduduk
Desa Haste berpindah setiap sepuluh tahun sekali, jadi kita bisa meminta para
imigran itu menempati lahan yang kosong saat itu.
Lagipula, kami
juga sedang berdiskusi dengan Torshen mengenai apa yang harus dilakukan setelah
penduduk Desa Haste pergi.
Tentu saja, kita
juga harus berkonsultasi dengan Klan Penjaga."
Klan Penjaga...
kalau tidak salah, itu adalah klan asal Golnova, pemimpin Dragon's Flame
Fang yang telah mengusir Kuruto.
"Klan
Penjaga itu, sebenarnya apa tugas mereka?"
"Aku
mendengarnya dari Akuri-chan. Klan Penjaga adalah kelompok yang berbeda dari
murid Sang Sage Agung. Mereka tinggal di sekitar Desa Haste dan tugas utamanya
adalah mengalahkan monster mengerikan yang mendekat.
Memang
benar, jika kawanan Lizardman menyerang penduduk desa yang bahkan tidak bisa
menang melawan Goblin, mereka pasti akan binasa.
Tapi penduduk
Desa Haste sama sekali tidak tahu hal itu. Ditambah lagi, karena mereka
memanipulasi waktu dan pindah ke 1.200 tahun kemudian, Klan Penjaga jadi sangat
menderita.
Akibatnya, mereka
seolah lupa tugas asli mereka dan hanya bisa menunggu kepulangan penduduk Desa Haste."
"Tugas asli
mereka?"
"Desa Haste
dilindungi segel sehingga orang tidak bisa mendekat dengan mudah, tapi ada saja
orang seperti Kuruto-chan yang keluar dari desa, 'kan?
Mereka harus
mengikuti orang itu dan melindunginya dengan mempertaruhkan nyawa—itulah tugas
asli Klan Penjaga—bukan, itu adalah takdir mereka... Alasan Golnova memasukkan Kuruto-chan
ke dalam kelompoknya, mungkin juga pengaruh dari takdir itu.
Kenyataannya,
meski terus membuat masalah, sepertinya Golnova telah berkali-kali
menyelamatkan Kuruto-chan dari bahaya."
"Tapi
meski begitu, dia mengusirnya dengan begitu mudah."
"Karena
Klan Penjaga adalah organisasi bawahan dari murid Sang Sage Agung. Sepertinya
kekuatan Bandana, sang murid, telah melampaui kekuatan takdir Klan Penjaga.
Karena itulah, dia mengusir Kuruto-chan di waktu yang paling tepat agar bisa
bertemu Yurishia-chan dan Lise-sama."
"Takdir...
ya. Kasihan juga Kuruto harus dipermainkan oleh hal seperti itu."
"Begitulah.
Tapi itu pun sudah berakhir. Dengan dikalahkannya monster tabu yang muncul di
dunia ini sebagai tanda berakhirnya satu babak, tugas Akuri-chan sebagai Sang Sage
Agung pun selesai. Jadi, mulai sekarang kita harus merintis jalan dengan tangan
kita sendiri. Padahal begitu, tapi Lise-sama malah..."
Amarah
Mimiko-sama mulai memanas kembali.
Sebelum beliau
benar-benar berubah menjadi iblis, apa sebaiknya aku pergi mandi saja ya?
Tapi bagaimanapun
juga, aku percaya bahwa mereka berempat pasti bisa melewati berbagai bahaya di
Dunia Lama.
Walaupun semuanya
dikatakan telah ditentukan oleh takdir, hal itu bisa terlampaui hanya karena
upaya dari Kuruto dan yang lainnya.
Takdir bukanlah
kata yang bisa dipakai untuk meremehkan perjuangan mereka.
Karena itu, pasti
Kuruto dan yang lain juga——
"Laporan
masuk. Baru saja seekor Wyvern menculik Kuruto-sama."
Mereka pasti bisa melewatinya dengan baik, 'kan!?



Post a Comment