NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Class no Bocchi Gal wo Omochikaeri Shite Seisokei Bijin ni Shite Yatta Hanashi V1 Epilogue

 Penerjemah: Miru-chan

Proffreader: Miru-chan


Epilogue

"Jadi, bagaimana rasanya bertemu kembali dengan gadis cinta pertamamu?"


Beberapa hari kemudian, di kedai kopi tempat Aoi-san bekerja paruh waktu, Eiji menanyakan hal itu. Mungkin karena sudah masuk libur musim panas, suasana di dalam kedai tampak ramai oleh para pelajar, dan sedari tadi Aoi-san terlihat sangat sibuk.


"Biasa saja... lagipula itu tidak mengubah apa pun."


Hasilnya memang ternyata Aoi-san adalah anak perempuan itu. Tentu saja aku terkejut, tapi andaikata Aoi-san bukan anak itu pun, aku akan tetap melakukan hal yang sama.


"Ngomong-ngomong, Eiji... sejak kapan kamu sadar kalau Aoi-san adalah anak itu?"


"Tentu saja, sejak awal aku sudah sadar."


"Sejak awal!?"


"Sama seperti kamu dan Aoi-san yang pernah satu TK, aku dan Aoi-san juga begitu. Meski tidak pernah sekelas, SD dan SMP kami pun sama. Karena distrik sekolahnya sama, bukankah itu wajar?"


"Mungkin saja begitu... tapi kenapa kamu tidak memberitahuku?"


"Kalau diberitahu, tidak seru lagi, kan?"


"T-tidak seru, katamu..."


Eiji menunjukkan wajah menggoda yang jarang ia perlihatkan.


"Jika pertemuan kalian berdua adalah takdir, aku pikir kalian akan menyadarinya sendiri melalui suatu pemicu meski dibiarkan saja. Sejujurnya aku kaget saat tahu kalian mulai tinggal serumah tanpa menyadari identitas masing-masing, tapi aku sangat menikmati melihat situasi menarik ini berkembang."


"Sialan... jangan-jangan Izumi juga tahu?"


"Tidak. Aku baru diberitahu setelah Akira-kun menutup telepon waktu itu. Aku benar-benar kaget saat mendengarnya, tapi aku juga merasa terharu. Ternyata beginilah yang namanya takdir ya~ ♪"


Rasanya aku benar-benar dikerjai oleh mereka.


"Lalu, apa kata Aoi-san?"


Izumi bertanya dengan mata berbinar sambil menyondongkan tubuhnya ke atas meja.


"Tidak... aku belum bicara apa-apa pada Aoi-san."


"Hah!? Kenapa!?"


"Aoi-san tidak sadar kalau anak laki-laki waktu itu adalah aku. Bagiku, meskipun Aoi-san bukan gadis cinta monyetku, aku tetap akan melakukan hal yang sama, jadi kurasa tidak perlu sengaja mengatakannya."


"Sudah pasti lebih baik dikatakan, tahu!"


Izumi melotot padaku dengan wajah kesal.


Kamu bicara begitu, tapi sekarang aku harus pasang muka seperti apa saat mengatakannya? "Sebenarnya anak laki-laki waktu itu adalah aku, dan cinta pertamaku adalah kamu, Aoi-san. Alasan aku selalu di sampingmu dulu adalah karena niat murni terselubung ingin berteman dengan gadis yang kusukai"?


Tidak, tidak. Kalau tiba-tiba mengaku soal cinta monyet masa lalu, dia pasti malah bingung harus bereaksi bagaimana.


"Baiklah. Aku saja yang mewakili bicara. Aoi-saaan!"


"Woi, berhenti! Dia sedang sibuk, jangan merepotkan!"


Mendengar namanya dipanggil, Aoi-san menoleh ke arah kami dari balik konter. Ia memiringkan kepalanya seolah bertanya melalui kontak mata, 'Ada apa?', tapi aku buru-buru melambaikan tangan dengan panik untuk memberi isyarat tidak ada apa-apa. Ia pun mengangguk sambil tersenyum.


"Sudahlah Izumi, biarkan Akira yang memutuskan sendiri."


"Membosankan ah."


Izumi mengerucutkan bibirnya, menampakkan wajah tidak puas.


"Lagipula jangan terburu-buru, waktu di libur musim panas masih banyak. Kesenangannya baru saja dimulai."


"Benar juga. Mari kita pikirkan secara positif!"


Perubahan emosi dan semangat yang instan itu benar-benar khas Izumi. Aku memilih untuk tidak berkomentar bahwa dia tidak perlu menjadi lebih positif lagi dari sekarang.


Tiba-tiba, entah kenapa Aoi-san melepas celemeknya dan menghampiri meja kami.


"Semuanya, boleh aku bergabung?"


"Boleh saja, tapi apa pekerjaanmu sudah selesai?"


"Manajer memberiku waktu istirahat makan siang. Beliau bilang akan membuatkan makanan untuk kalian semua juga, jadi disuruh makan bersama-sama."


"Yaaaay!"


Sambil melihat Izumi yang kegirangan, aku menganggukkan kepala pada Manajer. Beliau membalas dengan mengangkat tangan sedikit.


"Baiklah, karena semuanya sudah berkumpul, ayo kita buat rencana libur musim panas. Musim panas tahun ini kita akan bermain ke berbagai tempat sambil mencari rumah nenek Aoi-san. Oh iya, apa Hiyori-chan bisa pulang ke sini selama liburan? Akan lebih seru kalau kita main bersama, dan semakin banyak orang semakin baik, kan?"


"Iya, kurasa boleh saja. Izumi, coba kamu hubungi dia."


"Oke!"


Izumi segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan.


"Katanya oke!"


Balasannya datang dalam hitungan detik. Saat aku mengintip ponsel Izumi, sepertinya Hiyori berniat berada di sini sepanjang liburan.


Aku tidak akan mengatakan bahwa... aku jadi tidak bisa menjalani kehidupan tinggal berdua saja dengan Aoi-san.


"Sip! Dengan begini anggotanya sudah lengkap, mari kita bersenang-senang sampai puas tahun ini!"


Begitulah, kami mulai riuh membicarakan tempat-tempat yang ingin kami kunjungi selama libur musim panas sesuai keinginan masing-masing.


Hampir dua bulan berlalu sejak aku memungut gadis gyaru yang terisolasi di kelas. Sepertinya musim panas tahun ini akan menjadi musim panas tersibuk dalam hidupku. 


Tanpa disadari, musim hujan telah berakhir, dan langit tampak cerah menyilaukan.


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close