Penerjemah: Miru-chan
Proffreader: Miru-chan
Chapter 5.5
Si Kembar Tampaknya Sedang Melakukan Satu Monolog
"Fuuka, apakah Masaki sudah tidur?"
"Sepertinya sudah nyenyak. Hari ini ada begitu banyak hal yang terjadi secara bertubi-tubi."
Si kembar duduk berhadapan di ruang tamu yang lampunya telah dipadamkan. Mereka saling menggenggam tangan, mendekatkan wajah, dan saling berbisik.
"Yah, sebenarnya kitalah penyebab dari keruwetan itu, sih."
"Yuzu-nee... kamu harus sedikit menahan diri padanya."
"Kenapa jadi salahku!? Hei, bisakah kamu berhenti memanfaatkan posisi sebagai 'adik' untuk melimpahkan tanggung jawab padaku sesekali!?"
"Yuzu-nee, kalau bicara sekeras itu nanti Masaki-san bisa bangun."
"Ugh... benar juga. Kasihan kalau sampai dia terbangun."
Yuzuki memasang telinga untuk memastikan keadaan. Tampaknya Masaki sudah tertidur sangat lelap, bahkan tidak menyadari suara keras Yuzuki yang ceroboh tadi.
"Tapi, Masaki-san yang menembak Yuzu-nee adalah awal dari segalanya."
"Benar juga... aku sedikit terkejut. Padahal kita sudah merencanakan kapan akan menyeret Masaki ke tempat kita, tapi ternyata dia malah datang sendiri."
"Tapi, kita sempat ketakutan dan tidak berani memulainya, kan. Benar-benar sangat terbantu karena Masaki-san yang mengambil langkah lebih dulu."
"Dalam arti itu, pilihan kita pada Masaki mungkin memang tepat. Ternyata kita punya selera yang bagus ya."
"Hanya saja, kita baru sampai di garis awal berkat keberuntungan. Masaki-san sudah mengumpulkan keberanian menggantikan kita yang penakut, jadi sekarang giliran kita."
"Keberanian, ya... aku merasa dia menembakku hanya karena terbawa suasana."
"Kalian berduaan saja di kelas, kan? Seandainya waktu itu Masaki-san tidak mengatakan apa pun, apakah Yuzu-nee sanggup mengatakannya duluan?"
"...Bukannya sombong ya, tapi aku ini kan wanita level tinggi. Aku sudah ribuan kali ditembak, tapi belum pernah menembak orang duluan. Itu tidak mudah, tahu."
"Seharusnya kamu tidak mengatakannya sendiri. Kalau soal menyatakan cinta, hambatannya jauh lebih rendah bagi Yuzu-nee. Karena Yuzu-nee kan sering dianggap sebagai wanita nakal yang suka gonta-ganti laki-laki."
"Kamu ini, tega sekali bicara seburuk itu tentang kakakmu sendiri. Kamu juga, Fuuka, terlalu dibuat-buat akting jadi gadis polosmu itu. Padahal aslinya tidak jauh berbeda denganku."
"Yah, karena kita kembar. Aku memang orang jahat, tapi aku merasa bersalah sudah merepotkan Masaki-san."
"...Benar juga."
"Iya."
"Tapi, semuanya sudah dimulai. Bibirku sedikit sakit. Kita terlalu banyak berciuman tadi. Padahal ini yang pertama kali, tapi sudah melakukannya berkali-kali..."
"Sakit, tapi rasanya enak... Sampai merinding, itu tadi benar-benar luar biasa."
"Benar sekali... haah... aku ingin berciuman lagi. Dia sedang tidur, kan? Bagaimana kalau kita melakukannya diam-diam?"
"Mulai besok kita bisa melakukannya sesuka hati. Simpan dulu permainan 'menyelinap di malam hari' itu untuk nanti."
"Me-menyelinap... benar juga, untuk saat ini mari kita istirahatkan bibir kita. Besok pagi, kita bisa berciuman lagi."
"Benar, Yuzu-nee. Bahkan hal yang lebih dari sekadar ciuman pun... lebih banyak lagi..."
"Kita akan melakukannya dengan serius. Kita akan membangkitkan insting kejantanan Masaki."
"Kita akan melakukannya dengan serius. Sepertinya insting kewanitaan kita juga akan bangkit, tapi mari kita lakukan."
Yuzuki dan Fuuka saling meremas tangan yang mereka genggam dengan kuat.
"Karena kita tidak punya banyak waktu."
"Karena kita tidak punya banyak waktu."



Post a Comment