Penerjemah: Miru-chan
Proffreader: Miru-chan
Epilogue
"Sebenarnya ya, aku dan Fuuka itu pacaran dengan Masaki, lho."
"Iya, aku dan Yuzu-nee sedang menjalin hubungan dengan Masaki-san."
"Ha...... haah!?"
Pada jam istirahat di suatu hari.
Kupikir Yuzuki hanya sedang mengobrol dengan teman-temannya, namun tiba-tiba Fuuka bergabung──dan melemparkan bom tanpa konteks sama sekali.
Orang pertama yang berteriak adalah Riina Takaya. Setelah menatap wajah Yuzuki dan Fuuka bergantian dengan saksama, ia menoleh ke arahku dengan kecepatan yang mengejutkan.
"Ma-Masaki-kun!? Oi, apa-apaan ini maksudnya!?"
Takaya berteriak dengan suara yang menggema ke seluruh ruang kelas sambil memelototiku. Di saat yang sama, teman-sekelas lainnya pun mulai gaduh dan kasak-kusuk.
Yuzuki, gadis tercantik yang paling mencolok di kelas.
Fuuka, murid pindahan yang juga tak kalah mencolok.
Serta Masaki—yaitu aku—yang paling mencolok dalam artian negatif. Fakta bahwa seorang laki-laki berpacaran dengan dua gadis kembar saja sudah terlalu tidak normal. Terlebih lagi, jika kombinasi itu melibatkan tiga orang paling menonjol di kelas, justru aneh jika orang-orang tidak heboh.
Aku sempat berpikir untuk kabur, tapi kecuali aku berhenti sekolah atau dikeluarkan, aku tidak akan bisa lari. Lagipula, kabur dari hadapan musuh itu tidak jantan.
Aku mengurungkan niat untuk bangkit, justru sengaja duduk lebih dalam di kursiku, lalu bersandar dengan angkuh sambil melipat tangan. Posisi ini membuat tubuhku yang aslinya memang besar terlihat jauh lebih intimidatif.
"Persis seperti yang dikatakan Yuzuki dan Fuuka. Aku berpacaran dengan Yuzuki Tsubasa dan Fuuka Tsubasa sekaligus. Ada masalah?"
"......Bukannya ada masalah, tapi..."
Takaya menggertakkan gigi, entah kenapa ia terlihat sangat kesal. Sahabatnya dan adik kembar sahabatnya itu tiba-tiba berpacaran dengan orang yang menurutnya sangat tidak mungkin. Hanya Takaya yang tahu bahwa aku pernah menyatakan cinta pada Yuzuki, tapi ia pasti tidak menyangka Yuzuki akan menerimanya. Apalagi, sampai berpacaran dengan adiknya juga──
Fuuka memang sudah mengungkapkan bahwa ia punya pacar sejak hari pertama pindah, tapi Takaya pasti tidak pernah memimpikan dalam tidurnya bahwa pacar yang dimaksud adalah aku. Mungkin dia kesal karena segalanya berjalan di luar imajinasinya. Yah, orang yang bisa mengimajinasikan hal seperti ini justru otaknya yang perlu dipertanyakan.
"Yuzuki, Fuuka, kemari."
"Ahaha, sombong sekali ya."
"Fufu, ini membuatku merinding."
Sambil berkata demikian, si kembar berjalan mendekati mejaku──
"Nah, begitulah ceritanya. Aku ini pacarnya Masaki, jadi ke depannya kalau ada yang mau menyatakan cinta padaku, lupakan saja karena akan sia-sia. Mohon kerja samanya ya."
"Meskipun aku murid pindahan dan adik kembar Yuzu-nee, mohon kerja samanya juga sebagai pacar Masaki-san."
Mereka menempel erat padaku, memelukku sambil tersenyum. Bagi orang lain, pemandangan ini pasti terlihat seolah aku telah memiliki mereka berdua sepenuhnya. Kenyataannya, meski aku bilang mereka adalah milikku, si kembar pasti akan tersenyum manis dan membenarkannya.
Dua gundukan kenyal──tidak, empat gundukan kenyal menekan kedua lenganku.
"Eeeh~, se-serius... kenapa bisa jadi begitu..."
Takaya menatap kami dengan wajah melongo. Teman-teman sekelas yang lain pun menunjukkan ekspresi yang kurang lebih sama. Dan kemudian──
「「Cup♡」」
Seolah memberikan serangan pamungkas, Yuzuki dan Fuuka mencium kedua pipiku dari kiri dan kanan.
"Uwooo!" kegaduhan di kelas semakin menjadi-jadi, dan suasana pun memanas seketika.
Nah, dengan begini, sudah tidak ada jalan untuk kembali lagi──
"Ahahaha, gila ya atmosfer di kelas tadi!"
"Semuanya menunjukkan ekspresi yang luar biasa. Rasanya saya ingin merekamnya tadi."
"Kalian berdua benar-benar jahat, ya..."
Meskipun berkata begitu, aku sendiri pun tersenyum tipis. Kami bertiga berjalan berdampingan di jalan menuju gerbang sekolah. Si kembar menempelkan tubuh mereka padaku, menyalurkan sensasi lengan, kaki, hingga payudara mereka yang lembut.
Tentu saja, kombinasi antara Yuzuki si primadona sekolah, Fuuka si adik kembar yang juga cantik, dan aku yang ditakuti layaknya inkarnasi iblis──
Rumor bahwa mereka bertiga berpacaran konon menyebar ke seluruh penjuru sekolah dalam waktu kurang dari lima menit. Di era kejayaan media sosial ini, wajar jika rumor menyebar secepat kilat.
"Tapi ini kan fakta. Aku sudah tidak berniat menyembunyikannya lagi."
"Aku juga ingin bermesraan dengan Masaki-san kapan saja dan di mana saja."
"......Tolong pelan-pelan saja, ya. Ini menyangkut citraku juga."
Bagian terakhir itu hanya bercanda. Meski begitu, tidak diragukan lagi bahwa citraku akan hancur jika terlihat bermesraan dengan gadis-gadis.
Yah, karena wajahku hanya terlihat garang namun aslinya aku bukan tipe pria kaku, tidak masalah bagiku meski harus bersikap genit dengan perempuan. Siapa sangka keahlian "tidak memedulikan pandangan orang lain" yang telah kuasah selama ini akan berguna dalam bentuk seperti ini.
"Mungkin citraku yang justru akan hancur. Karena pasti tidak ada yang menyangka aku akan bermanja-manja pada laki-laki secara terang-terangan seperti ini."
"Yuzu-nee kan ratu di hierarki sekolah. Karena Kakak tidak pernah berpacaran dengan siapa pun, bukankah orang-orang mengira Kakak benci laki-laki?"
"Mungkin saja. Tapi Fuuka juga, padahal terlihat polos dan pendiam, tapi ternyata pacaran dengan Masaki yang ditakuti ini. Benar-benar penghancuran citra yang total."
"Ahahaha, citra itu memang untuk dihancurkan, kok."
"Kalian berdua bicara sesuka hati saja, ya."
Meski begitu, jika gadis cantik yang polos berpacaran dengan pria berandalan (padahal aku bukan berandalan), pasti banyak orang yang akan merasa syok. Meski mereka jatuh sakit karena syok pun, aku tidak bisa bertanggung jawab.
"Yah, seberapa pun gaduhnya orang-orang, jika dibandingkan dengan kebahagiaan kami, itu sama sekali tidak penting."
"Benar, bisa bermesraan dengan Masaki-san secara terang-terangan adalah kebahagiaan kami."
"Kalian berdua punya mental yang terlalu kuat, ya......"
Mungkin bukan hanya rasa cinta saja yang dimiliki si kembar secara berlebihan. Atau mungkin, mereka memang saling melengkapi satu sama lain.
"Nah, kesenangannya baru akan dimulai sekarang. Masa-masa berpacaran secara sembunyi-sembunyi sudah berakhir, kita harus membuat semua orang mengakui hubungan kita."
"Bagaimanapun juga, hubungan kita dengan Masaki-san tidak bisa diteruskan jika terus menjadi rahasia."
"......Tunggu sebentar, apa ada sesuatu yang kalian sembunyikan?"
Aku memang setuju untuk memublikasikan hubungan kami. Meskipun aku tidak menyangka mereka akan mengumumkannya secara mendadak hari ini. Alasannya sederhana, karena bersembunyi itu tidak jantan. Tentu saja, jika ada hal yang ingin mereka rahasiakan, aku akan melindunginya sekuat tenaga...... tapi rahasia itu membuatku penasaran.
"Kami tidak menyembunyikan apa pun, kok. Kami hanya ingin terus bersama Masaki-san."
"Aku tidak ingin hubungan kita menjadi hubungan yang 'selesai jika ketahuan'. Aku baru bisa berpikir begitu setelah disayangi oleh Masaki."
"Maksudnya, kami menjadi yakin sepenuhnya untuk berpikir seperti itu."
Tampaknya, malam saat kami saling menginginkan dengan hebat dalam keadaan telanjang bulat itu telah mengubah mereka. Sepertinya saat ini si kembar memiliki sebuah tekad──namun aku belum mengetahuinya.
"Dengar, Masaki. Bagaimanapun juga, kami berdua ini adalah ojou-sama."
"Aku tahu soal itu, tapi......"
Melihatku yang kebingungan, Yuzuki memeluk lenganku dengan erat.
"Karena itulah, masa depan kami sudah ditentukan sampai batas tertentu. Waktu bagi kami untuk bisa bebas hanyalah sekarang, saat masih menjadi siswa SMA."
"Apa......?"
"Kebebasan kami sangat terbatas. Waktu yang tersisa──tidak banyak."
Kali ini, Fuuka juga memelukku dari sisi sebelah seperti kakaknya. Waktu yang tersisa──itu terdengar seperti vonis kematian.
"Suatu saat nanti, kami akan dipaksa untuk memilih orang yang berbeda. Seseorang untuk menemani masa depan kami."
"Istilahnya, sampai maut memisahkan," ujar mereka.
Si kembar tersenyum sedih sesaat setelah mengatakannya──lalu tiba-tiba, mereka berdua menunjukkan ekspresi serius yang belum pernah kulihat sebelumnya.
"Sebelum itu terjadi, kami ingin hubungan kami denganmu──satu-satunya orang yang bisa menyayangi kami berdua sekaligus──diakui oleh teman, keluarga, bahkan seluruh dunia."
"Apa yang terjadi hari ini adalah langkah pertama. Pertama-tama di sekolah, kami harus mengumumkan dan membuat hubungan kita diakui. Kita mulai dari sini."
"Itu benar-benar...... rencana yang sangat ambisius."
Tidak kusangka si kembar memikirkan hal sejauh itu. Namun, memang masuk akal jika kehidupan para ojou-sama sudah memiliki jalurnya sendiri. Aku juga mengerti bahwa jika dibiarkan begini, hubunganku dengan si kembar akan berakhir dalam waktu yang tidak lama lagi. Untuk mencegah masa depan itu──
"Aku tidak tahu apa yang bisa kulakukan, tapi setidaknya──aku tidak akan melepaskan kalian."
Meskipun di sekeliling kami banyak murid lain, aku tidak peduli. Aku melepaskan diri sejenak dari mereka, lalu mencengkeram bahu mungil si kembar yang identik itu dengan kuat.
"Ya, meskipun Masaki bilang ingin melepaskan kami, kami tidak akan pernah melepaskanmu. Bersiaplah, ya."
"Untungnya kami ada berdua, jadi kami bisa menangkapmu dengan erat."
Mereka berdua tertawa dan menempel erat padaku.
Aku terus melangkah maju bersama si kembar. Dua jiwa di dalam diriku pun telah mencapai keputusan bahwa berdampingan dengan si kembar bukanlah sebuah kesalahan.
Meski masa depan masih belum pasti──jika itu aku, yang mampu menjalani dua kisah cinta secara bersamaan. Jika itu bersama mereka berdua, yang mencintaiku secara simultan.
Aku yakin, kami akan bisa terus melangkah maju tanpa keraguan sedikit pun──
《Bersambung》
Afterword
Salam kenal, ini adalah pertama kalinya saya hadir di Brave Bunko. Nama saya Kagami Yuu. Saya adalah seorang penulis yang aktif menulis novel ringan di berbagai label, sekaligus bekerja sebagai penulis skenario untuk gim PC.
Karya kali ini, yang berjudul Sukinako ni Kokuttara, Futago no Imouto ga Omake de Tsuitekita, adalah karya yang isinya persis seperti judulnya. Sebenarnya, ini adalah kasus yang jarang terjadi di mana judul sementara langsung disetujui menjadi judul resmi. Namun, saat ini judul yang lugas seperti ini sudah menjadi hal yang lumrah. Menjadi mudah dipahami adalah hal yang bagus.
Dalam satu sisi, menyebut heroine kedua, sang "adik kembar", sebagai "bonus" mungkin terdengar tidak sopan. Namun, setelah melihat karakter sang adik, saya rasa Anda akan mengerti bahwa kenyataannya tidaklah demikian. Dia bukan tipe karakter yang akan berakhir hanya sebagai bonus belaka......!
Sebenarnya, saya sebagai penulis sangat menyukai motif "anak kembar" dan sudah beberapa kali memunculkannya dalam karya-karya sebelumnya. Namun, mungkin baru kali ini saya menempatkan mereka sebagai tokoh utama. Untuk menggambarkan perkembangan cerita yang sedikit erotis pun, motif ini sangat mudah untuk diolah. Jika saya diberikan kesempatan untuk melanjutkan seri ini, masih banyak hal yang ingin saya lakukan pada si kembar! Mohon dukungannya!
Sebenarnya, sebelum karya ini, saya sempat menulis satu naskah fantasi. Kalau tidak salah, saya sudah menulis sekitar 150 halaman. Tokoh utamanya adalah budak elf, dengan genre komedi yang cukup konyol. Namun, karena saya merasa kualitasnya belum mencapai tingkat yang memuaskan dan setelah menerima berbagai saran dari editor, naskah tersebut akhirnya berubah menjadi karya komedi romantis ini. Bukannya saya sengaja mengikuti tren, tapi pada akhirnya saya merasa ini adalah keputusan yang tepat.
Kepada Cut-sensei, terima kasih banyak atas ilustrasi yang luar biasa! Karena sifatnya yang memiliki dua heroine, banyak komposisi ilustrasi yang harus memasukkan keduanya, sehingga beban kerjanya pasti sangat berat dan menguras tenaga......!
Untuk editor saya, meskipun memakan waktu yang lama, terima kasih banyak atas segala bantuannya! Dan yang terpenting, rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pembaca!
Semoga kita bisa bertemu kembali di lain kesempatan.
Musim Panas 2022
Yuu Kagami




Post a Comment