NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Haibara-kun no Tsuyokute Seishun New Game Volume 11 Interlude III

Interlude 3

(Hongu Miori)


Jika Natsuki kembali ke dunia asal, aku akan menikah dengan Natsuki.

Meski itu adalah orang lain yang menjalani kehidupan berbeda dari diriku yang ada di sini sekarang.

Aku sama sekali tidak menyangka bahwa dia memiliki cara untuk kembali ke dunia putaran pertama.

Aku berusaha menyembunyikan keterkejutanku, tapi sejujurnya, hatiku terguncang.

Bahkan jika diriku yang sekarang ini harus menghilang, aku sempat berpikir bahwa mungkin tidak buruk juga jika diriku di dunia lain bisa bersanding dengan Natsuki.

Tapi, itu salah, kan? Akhir cerita seperti itu hanyalah sebuah pelarian.

Natsuki yang kusukai bukanlah orang yang akan mengambil pilihan pengecut seperti itu. Mungkin saja diriku di dunia lain bisa hidup lebih bahagia.

Namun, dia pasti tidak akan pernah merasakan masa muda seperti yang kami jalani sekarang.

Karena itulah, aku memilih untuk hidup dengan membawa penyesalan ini. Itu adalah jalan yang kupilih.

Aku sangat menyukai masa muda yang telah kau ciptakan untuk kami ini.

"Ah, sudahlah, aku sudah mendorongnya untuk maju, ya..."

Langit membentang cerah dengan bodohnya.

Saat ini, kami baru saja meninggalkan Manzamo dan sedang berjalan-jalan di Ryukyu Mura.

Natsuki tampak asyik berbincang dan tertawa bersama Tatsuya-kun dan Reita-kun. Wajah lesunya yang tadi hilang tak berbekas, digantikan dengan tawa lepas.

Kurasa setelah berbicara dengan semua orang, pola pikir "akulah yang membuat semua orang menderita" mulai pudar, dan perasaannya sedikit lebih lega.

Benar-benar pria yang terlalu terobsesi dengan pikirannya sendiri.

Usahaku mengadakan rapat strategi dengan yang lain tidak sia-sia.

Kami semua memutar otak memikirkan cara untuk menolong Natsuki.

Kenapa pula aku harus berkorban sampai sejauh ini demi pria yang mencampakkanku?

Yah, mau bagaimana lagi. Karena itulah yang ingin kulakukan.

Kurasa beban di hati Natsuki sudah sedikit berkurang. Tapi, itu saja masih belum cukup.

Natsuki yang sekarang masih merasa hampa.

Satu-satunya yang bisa menyelamatkan hatinya secara nyata hanyalah Hikari-chan. Dan apakah Hikari-chan bisa menerimanya sekali lagi—

——Semuanya bergantung pada tindakan Natsuki selanjutnya.



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close