NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Kodoku Datta Kokuminteki Bishoujo no Imouto wo Hitoban Tometara Natsukareta V1 Epilogue

 Penerjemah: Miru-chan

Proffreader: Miru-chan


Epilogue

Beberapa hari setelah pertunjukan perdana Yuu berakhir. Aku membawa Yuu bersamaku ke kantor second house.


"Kamu benar-benar yakin?"


Pertanyaan itu dilontarkan oleh Direktur Igarashi yang duduk di kursi seberang. Aku dan Yuu duduk berdampingan di sofa, berhadapan langsung dengan Direktur. Sementara itu, Ema-san mengawasi kami dari meja kerjanya.


"Iya. Ini adalah keputusan yang telah kami diskusikan dan sepakati berdua."


Alasanku membawa Yuu ke kantor tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menandatangani kontrak kerja agar dia resmi menjadi aktris di bawah naungan second house. Sebelumnya aku sudah menjelaskan seluruh situasinya kepada Direktur dan mendapatkan persetujuannya. Namun, mengingat dulu aku begitu bersikeras melarang Yuu menjadi aktris, beliau tampaknya ingin memastikan kembali ketetapan hatiku untuk terakhir kalinya.


Meski begitu, tekadku tidak akan pernah goyah lagi.


"Yuu, kamu juga yakin?"


"Iya. Mohon bantuannya."


Yuu menjawab sambil menatap lurus ke arah Direktur. Sorot matanya memancarkan tekad yang jauh lebih kuat daripada sebelum-sebelumnya.


"Baiklah. Kalau begitu, silakan tanda tangani dokumen ini."


Setelah memeriksa dokumen yang disodorkan secara saksama, Yuu membubuhkan tanda tangannya di kolom yang tersedia.


"Dengan ini, kamu resmi menjadi bagian dari second house. Selamat bergabung."


"Saya akan berusaha sekuat tenaga. Mohon bimbingannya."


Yuu menegakkan punggungnya lalu membungkuk dalam-dalam. Aku mengawasi sosoknya dengan perasaan campur aduk layaknya seorang wali.


"Meski begitu, untuk sementara waktu statusmu adalah aktris magang. Aku sudah mendengar tujuanmu menjadi aktris, jadi aku paham jika kamu merasa tidak sabar. Namun, di bawah bimbingan Kanata-kun, melangkahlah maju selangkah demi selangkah."


"Baik."


"Kalau begitu, mari kita langsung tentukan nama panggungmu."


"Untuk nama panggung, saya sudah memutuskannya."


Yuu berucap tanpa keraguan sedikit pun.


"Untuk nama panggung, saya ingin menggunakan nama 'Tachibana Haruka'."


Mendengar nama itu, kami semua seketika tertegun dan saling berpandangan dengan bingung.


"Itu..."


"Tapi kalau pakai nama panggung yang persis sama dengan Kakakmu, jelas tidak boleh, kan?"


Mendengar itu, Yuu menggelengkan kepalanya sedikit.


"Nama ini tidak sama dengan nama Kakak."


Sambil berkata demikian, ia menuliskan sesuatu di atas kertas memo yang ada di atas meja: 『立華悠』.


"Bukan ditulis Tachibana Haruka (立華遥), melainkan ditulis Tachibana Yuu (立華悠) tetapi dibaca 'Tachibana Haruka'".


“”"............"””


Bukan hanya aku, Direktur Igarashi dan Ema-san pun seketika terbungkam. Sebab, mustahil kami tidak memahami makna di balik hal tersebut.


"Kamu serius...?"


"Saya sudah memutuskannya sejak pertama kali memantapkan tekad untuk menjadi aktris."


Itu adalah bentuk perwujudan dari kesiapan mental Yuu untuk menjadi pengganti mendiang kakaknya. Direktur Igarashi melemparkan pandangan ke arahku, seolah ingin bertanya, 'Apakah tidak apa-apa?'


Aku tahu, apa pun yang kukatakan sekarang tidak akan bisa mengubah keputusan Yuu. Maka, aku pun mengangguk mantap kepada Direktur.


"Baiklah. Kalau begitu, diputuskan nama panggungmu adalah Tachibana Haruka (立華悠)."


Dengan demikian, bersamaan dengan resminya Yuu bergabung di bawah naungan second house, nama panggungnya pun telah ditetapkan.


"Kalau begitu, mari kita langsung mengadakan pesta sambutan!"


"Sekarang juga?"


"Iya. Semuanya sudah menunggu di ruang rapat."


Astaga, aku sama sekali tidak mendengar kabar tentang ini sebelumnya. Kami berdua pun digiring oleh Direktur Igarashi menuju ruang rapat. Tepat saat Ema-san membuka pintu dan Yuu melangkahkan kakinya masuk—


“””"Selamat datang di second house!"”””


Diiringi suara letupan kertas pesta, seluruh anggota second house menyambut kami. Selain Yoshioka Satomi-san yang bertakhta sebagai aktris papan atas di dunia hiburan, terlihat juga Amamiya Kaede-san dan Kozakura Mio-san yang merupakan aktris sekaligus mahasiswa aktif. Sosok Ichinose Eita-san yang bertindak sebagai manajer mereka juga ada di sana.


Yuu pun bergantian saling bertukar sapa dengan semua orang.


"Mulai sekarang, kami semua adalah keluarga Yuu-chan, ya."


"Semuanya... adalah keluarga saya?"


Mendengar ucapan Satomi-san, Yuu memiringkan kepalanya ke kiri dan ke kanan dengan ekspresi heran.


"Nama perusahaan second house ini memiliki arti 'Rumah Kedua'."


"Rumah kedua...?"


"Katanya, saat pertama kali didirikan, orang-orang yang bekerja di second house adalah mereka yang memiliki keretakan atau kehilangan dalam hubungan keluarga mereka. Mantan direktur terdahulu menamakannya second house dengan harapan agar tempat ini bisa menjadi wadah bagi orang-orang tersebut untuk berkumpul layaknya sebuah keluarga. Nilai itu tidak berubah hingga sekarang, dan situasi semua orang di sini pun mirip denganmu, Yuu."


"Benar. Jadi, Yuu-chan tidak perlu sungkan dan anggaplah kami semua sebagai keluargamu sendiri. Tentu saja, mendiang Haruka-chan juga akan tetap menjadi keluarga yang sangat berharga bagi kami."


Satomi-san berkata demikian sambil memeluk Yuu dengan hangat. Sosoknya saat itu terlihat begitu penuh kasih sayang layaknya seorang ibu yang bijaksana.


"Iya... Terima kasih banyak."


Air mata tampak mengambang di pelupuk mata Yuu saat ia membalas pelukan itu. Namun, itu sama sekali bukan air mata kesedihan. Pesta penyambutan yang dihadiri oleh seluruh isi kantor pun berlangsung hingga larut malam. Sembari mengobrol santai dengan minuman di tangan, kami semua larut dalam obrolan hangat yang mengenang memori tentang Haruka Tachibana. Yuu tampaknya merasa sangat bahagia bisa mendengar cerita tentang kakaknya yang tidak ia ketahui sebelumnya. Meskipun ini adalah pertemuan pertama mereka, ia bisa langsung membaur dengan aktif ke dalam lingkaran dan mempererat keakraban dengan semua orang di second house.


Sembari mengawasi pemandangan hangat itu, kalimat yang pernah diucapkan oleh Ema-san tempo hari tiba-tiba terlintas kembali di kepalaku.


“Mungkin sekarang adalah zamannya menyerahkan impian kita kepada sosok yang kita oshi... ya.”


Aku tidak akan pernah kembali menjadi aktor lagi, dan aku pun sadar betul bahwa aku tidak memiliki bakat. Seberapa besar pun orang-orang di sekitarku mengharapkanku untuk kembali, aku sama sekali tidak berpikir kemampuan kuno ini akan laku di dunia hiburan saat ini.


Namun, setelah bertemu dengan Yuu dan melihat akting Tachibana Haruka dalam serial Zoku Kimi, ada satu hal yang akhirnya kusadari. Jauh di dalam lubuk hatiku, aku ternyata menyesal karena telah berhenti menjadi aktor. 


Aku tahu semua itu sudah terlambat dan tidak bisa diulang kembali. Karena itu, aku akan mempercayakan impian yang sempat kulepaskan ini kepada Yuu.


Aku akan menjadi orang pertama yang mendukung dan mengidolakan Aktris Tachibana Haruka.


Sebagai guru yang mengajarkannya berakting, sebagai manajer yang menyokong seluruh aktivitasnya, sebagai produser yang akan mengorbitkan bakatnya ke hadapan dunia—dan yang terpenting, sebagai seorang penggemar yang telah jatuh cinta pada bakat luar biasa yang dimilikinya.


Aku akan mendedikasikan seluruh pengetahuan dan pengalaman yang kuperoleh selama menjadi aktor demi menjadikannya seorang aktris besar.


Ini bukan sekadar sebuah tekad, melainkan sebuah sumpah untuk diriku sendiri.


—Membantu Yuu mewujudkan impiannya untuk menjadi aktris, kini adalah impianku. Dan hal itu resmi menjadi impian kedua yang pernah lahir dalam hidupku.


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close