NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Seijitsu Sugiru Shounen no Tsuihou-saki ga, Otokogiraina Bishoujo Shika Inai Saikyou Butaidattara? V1 Chapter 4

 Penerjemah: Flykitty

Proffreader: Flykitty


Chapter 4

Pagi di Garis Depan

"Ngh…"


Aku terbangun karena cahaya matahari yang masuk dari jendela berbentuk elegan itu.


Perlahan aku bangkit, lalu melihat sekeliling.


Pemandangan yang terlihat di mataku benar-benar berbeda dari pemandangan yang selalu kulihat setiap pagi sampai kemarin.


──"Finn-kun sekarang sudah menjadi bagian dari pasukan garis depan ini!"


"Aku benar-benar diterima oleh semua orang…"


Karena sudah tidur lalu bangun kembali. 


Aku jadi semakin merasakan hal itu dengan dalam, lalu tanpa sadar melihat ke samping tempat tidur.


"Kemarin, Elena-san menemaniku di sini sampai aku tertidur…"


Sambil berpikir begitu, aku turun dari tempat tidur. 


Lalu aku merapikan selimut dan seprai dengan rapi sebelum keluar kamar.


Dan kemudian──


"Ah! Selamat pagi, Finn-kun!"


Di sana, ada Elena-san.


"Selamat pagi! Elena-san! Apa hari ini juga Elena-san menungguku…?"


"Yup! Waktu kemarin aku menjelaskan tempat ini, memang sudah kubilang kalau pagi hari semua orang berkumpul di ruang tamu, tapi kupikir di hari kedua seperti ini pasti masih terasa cemas kalau harus berjalan sendirian di markas… apa aku terlalu ikut campur ya?"


"Tidak sama sekali! Aku benar-benar berterima kasih!"


"Be-benarkah…! Kalau Finn-kun senang, aku juga jadi senang… senyummu pagi-pagi terlalu imut, Finn-kun…!"


Setelah pipinya sedikit memerah, Elena-san memalingkan wajah sambil bergumam sesuatu. 


Namun tak lama kemudian, dia buru-buru membelakangiku.


"Ja-jadi, sekarang ayo kita pergi ke ruang tamu bersama!"


"Ya!"


Seperti biasa, aku masih belum terbiasa dengan dekorasi mewah tempat ini. Tapi lebih penting daripada berada di mana adalah bersama siapa.


Maksudnya, karena aku bersama Elena-san. Entah kenapa aku bisa merasa tenang meski berada di bangunan semewah ini.


Lalu kami menaiki tangga bersama.


Saat sampai di ruang tamu, di sana sudah ada anggota pasukan garis depan lainnya.


"Semuanyaa~! Selamat pagi~!"


"Selamat pagi semuanya!"


Kami berdua memberi salam ke ruang tamu.


"Ah! Elena-senpai dan Teraword-kun!"


"Selamat pagi!"


"Pagiii~!"


"Tera-kun hari ini juga imut…"


"Terima kasih sudah hidup…"


"Bisa merasa bahagia sejak pagi itu bahaya banget…"


Semua anggota pasukan garis depan membalas salam kami. Sepertinya hari ini juga mereka semua penuh semangat.


"…Eh?"


"Finn-kun, ada apa?"


Mungkin karena mendengar suaraku yang kecil.


Elena-san bertanya, jadi aku pun membuka mulut.


"Sephia-san dan Norn-san… lalu beberapa orang lainnya sepertinya tidak ada di sini, mereka pergi ke mana?"


"Ah, Sephia-chan dan yang lain sedang bertugas memasak hari ini."


"Begitu ya… kalau bertugas berarti bergiliran ya?"


"Iya. Kalau tidak pandai juga tidak masalah sih, di sini banyak yang jago masak jadi tidak perlu memaksakan diri. Tapi Finn-kun sendiri pandai memasak?"


Tepat setelah Elena-san bertanya begitu.


Ruang tamu yang tadi ramai mendadak menjadi sunyi.


Dan kemudian, semua orang mulai berbisik pelan sambil menatapku.


"Masakan Teraword-kun…!"


"Kalau dia jago, kita bisa makan masakan buatannya…"


"Kalau tidak jago, kita bisa mengajarinya…"


"Bagaimanapun juga, pasti enak…!"


"E-eh…"


Aku tidak begitu mengerti tatapan macam apa itu. Tapi tidak ada gunanya berbohong, jadi aku menjawab dengan jujur.


"Kalau soal memasak, aku selama ini hanya membuat makanan tertentu saja, jadi kalau makanan yang biasa kubuat mungkin aku masih bisa menyajikannya untuk kalian semua… tapi untuk masakan lain, kurasa aku belum bisa langsung membuat sesuatu yang enak."


"Tapi," lanjutku.


"Aku ingin nanti bisa memasak sesuai selera masing-masing orang juga, karena kita akan tinggal bersama mulai sekarang… jadi kalau ada waktu nanti, aku ingin kalian semua memberitahuku makanan favorit kalian! Aku akan berusaha keras supaya bisa memasaknya dengan baik!"


Saat aku menyampaikan isi hatiku.


Semua orang terdiam.


A-apa aku mengatakan sesuatu yang tidak sopan?


Baru saja aku mulai memikirkannya──


"Apa tadi itu…!"


"Terlalu baik hati bukan sih…!?"


"Artinya kita bisa makan masakan andalannya, dan untuk makanan yang belum pernah dia buat kita bisa mengajarinya…!?"


"Lagi pula, dia bilang ingin menyesuaikan dengan selera masing-masing… orang normal mana mungkin ngomong begitu?"


"Kalau tidak benar-benar memikirkan kita, kata-kata seperti itu tidak akan keluar…!"


"Memang sudah kelihatan dari awal, tapi dia benar-benar berbeda dari pria-pria yang pernah kita temui…"


"Terlalu sempurna…"


"Kami akan mengajarimu~! Teraword-kun!"


"Karena kamu sudah berusaha demi kami, itu sudah sewajarnya kan!"


"Semuanya…! Terima kasih!"


Mereka benar-benar orang-orang yang sangat baik.


Lalu, ketika aku sedang memperhatikan mereka mengobrol dengan ceria. Tiba-tiba aku teringat sesuatu.


Dan aku bertanya kepada Elena-san yang sedang tersenyum lembut di sampingku.


"Kalau Sephia-san sedang bertugas memasak, lalu Norn-san pergi ke mana?"


"Ah, Norn masih di kamarnya. Dia memang susah bangun pagi, jadi biasanya kami membangunkannya pas sarapan hampir siap… hm, kurasa sekarang waktunya."


"Membangunkan Norn-san…! Kalau begitu biar aku saja yang membangunkannya, jadi Elena-san tetap di sini saja!"


Setelah mengatakan itu, aku langsung berbalik dan menuruni tangga.


"Eh!? Tunggu Finn-kun! Kalau Norn di pagi hari itu pakaiannya──"


Elena-san sudah banyak membantuku sejak kemarin sampai hari ini. Tentu saja aku tidak menganggap hal kecil seperti ini berarti aku sudah berguna.


Tapi karena aku sudah tahu kamar Norn-san dari kemarin, setidaknya aku pasti bisa membantu sedikit.


Saat sampai di lantai tempat kamar Elena-san dan tiga orang lainnya berada.


Aku langsung mengetuk pintu kamar Norn-san.


"Yaa~"


Dari dalam kamar terdengar suara wanita yang manis dan dewasa.


Suara Norn-san.


Sepertinya dia sudah bangun.


Sesaat kemudian, pintunya terbuka.


Dan yang muncul dari dalam bukanlah Norn-san dengan seragam militer seperti kemarin──


"Eh…!?"


Dia memang memakai rok mini seragam militer di bawah.


Tapi bagian atas tubuhnya tidak mengenakan apa pun, dan dia menutupi dadanya dengan tangan dan lengan kirinya.


"Elena-chan, tunggu sebentar lagi ya? Aku lagi mau pakai bra── eh, ah~. Jadi bukan Elena-chan ya, tapi Finn-kun."


"M-maafkan aku!!"


Aku buru-buru membalikkan badan dan langsung mencoba pergi dari sana. Tapi Norn-san malah memegang pergelangan tanganku.


"Tunggu dulu?"


"A-apa…!? A-ada apa…?"


Saat aku bertanya sambil perlahan menoleh kembali.


Norn-san sedikit mengangkat sudut bibirnya.


"Kebetulan sekali~… nee, Finn-kun. Kalau tidak keberatan, mau bantu Onee-san memakai bra sekarang?"


"Eh…!?"


Membantu Norn-san memakai pakaian dalamnya…!?


Karena perkataan yang terlalu mengejutkan itu, aku sampai kehilangan kata-kata.


Kalau bisa berguna, aku memang ingin membantu apa pun.


Pikiran itu masih ada bahkan sekarang… tapi.


"Ke-kenapa aku yang harus membantu Norn-san memakai pakaian dalam…!?"


Saat aku mengutarakan pertanyaan polosku, Norn-san menjawab seperti biasa.


"Kenapa ya karena kalau aku hidup dengan dada terlihat begitu, Finn-kun juga bakal kesulitan kan?"


Terlihat. Maksudnya, sesuatu yang sekarang ditutupi tangan dan lengan kiri Norn-san akan terlihat tanpa tertutup…


"Y-ya, itu memang akan sangat merepotkan, atau lebih tepatnya… e-ehm… aku ingin Norn-san memakai pakaian…"


Kata-kataku jadi sangat terbata-bata, tapi bagaimana ya.


Kalau wanita. Terlebih lagi wanita secantik Norn-san mengatakan hal seperti itu, tentu saja aku jadi gugup… wajahku juga terasa sangat panas.


"Benar kan~? Tapi bra itu ada kait di belakang, jadi susah sekali dipakai sendirian~"


"Be-benarkah begitu…?"


"Yup. Tapi kalau Finn-kun membantu, aku bisa langsung memakainya."


"Ta-tapi… aku belum pernah membantu wanita memakai pakaian dalam, jadi aku tidak yakin bisa melakukannya dengan baik…"


"Tidak apa-apa. Onee-san akan mengajarimu dengan pelan."


"Norn-san yang… mengajariku?"


"Un… akan kuajari sampai benar-benar paham."


Entah kenapa, suara Norn-san terdengar sedikit menggoda.


"Kalau begitu, mulai sekarang kita masuk ke kamar Onee-san berdua yuk?"


Ada suasana aneh yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tapi jika Norn-san sedang kesulitan dan meminta bantuanku.


Meski sedikit gugup, aku……


"Baikla──"


"Tidak boleeeh!!"


Suara itu menggema ke seluruh lantai.


Bersamaan dengan suara langkah kaki yang keras, Elena-san pun muncul. Ekspresinya terlihat sangat panik.


Lalu, tiba-tiba kedua tangannya menutupi mataku.


"Tunggu dulu, Norn! Finn-kun juga datang, jadi hentikan gaya tidur tanpa pakaian itu! Dan lagi, kenapa kau mau menyeret Finn-kun ke kamarmu!?"


"Masa dibilang menyeret sih~. Aku cuma mau minta Finn-kun memakaikan bra untukku kok."


"Eh!? Fi, Finn-kun!? Ce, cerita tadi itu beneran!?"


"I, iya…… katanya sulit memakainya sendiri, jadi aku akan membantu memakaikan pa… pakaian dalam Norn-san……"


Saat mengatakannya lagi dengan kata-kata, aku jadi sangat malu sampai suaraku melemah.


Dan karena malu, aku menutupi wajahku sendiri, sementara Elena-san melepaskan tangannya dari mataku.


"Norn! Jangan bikin Finn-kun bingung dengan kebohongan aneh! Memakai pakaian dalam itu bisa dilakukan sendiri kan!!"


"Eh~? Tapi kalau dibantu kan lebi──"


"Pokoknya tidak boleh! Pakai sendiri lalu cepat ke ruang tamu!!"


"Ah──"


Sesaat setelah Elena-san berkata dengan tegas. 


Suara Norn-san terputus, bersamaan dengan terdengarnya suara pintu ditutup.


Aku perlahan menurunkan kedua tanganku dari wajah, dan kulihat Elena-san sedang menghela napas di depan pintu yang tertutup.


Lalu Elena-san berlari menghampiriku.


"Finn-kun, kamu tidak apa-apa? Norn tidak melakukan hal aneh padamu kan?"


"Hal aneh…… sepertinya tidak ada."


"Syukurlah……"


Gumamnya lega, lalu ia mengusap kepalaku.


"Mendengar pembicaraan soal pakaian dalam perempuan sejak pagi pasti bikin Finn-kun malu ya…… sekarang sudah tidak apa-apa kok."


"Ma, maaf. Aku hanya ingin membantu, tapi malah akhirnya merepotkan……"


"Tidak kok. Perasaan Finn-kun sudah tersampaikan dengan baik, jadi malah membuatku senang…… ayo, semuanya menunggu, kita pergi ke ruang tamu bersama ya?"


"Baik……!"


Aku mengangguk lalu pergi ke ruang tamu bersama Elena-san.


Saat bersama Elena-san, hatiku terasa hangat.


Saat bersama semua orang di pasukan garis depan ini, hatiku juga terasa hangat.


Hangat yang berbeda dari saat aku bersama para junior perempuan yang berlatih denganku sampai beberapa hari lalu.


Sambil merasakan itu dengan kuat saat berjalan.


Aku mencium aroma yang sebelumnya belum tercium.


Ini…… aroma masakan!


Memikirkannya, aku dan Elena-san masuk ke ruang tamu──


"Ah! Kalian berdua kembali!"


"Selamat datang!"


"Makanannya sudah siap, Teraword-kun!"


"Ayo cepat makan bareng semuanya!"


"Baik!"


Karena semuanya menyambut kami, aku duduk lalu mengalihkan pandangan ke meja.


"Lu, luar biasa……!"


Steak yang dipanggang kecokelatan.


Omelet yang lembut dan mengembang.


Sup dengan aroma harum menggoda.


Salad berwarna-warni, dan lainnya.


Begitu banyak hidangan lezat berjajar sampai hanya melihatnya saja sudah membuat perut lapar.


"Finn-san. Kamu tidak hanya boleh melihatnya, tetapi juga boleh menikmatinya."


"Sephia-san……!"


Saat menyebut nama orang yang berada di arah suara itu, aku melanjutkan.


"Masakan hari ini dibuat oleh Sephia-san ya!"


"Ya. Memang bukan hanya aku, tetapi aku yang menjadi penanggung jawab utamanya…… ini pertama kalinya aku menyajikan masakan untuk seorang pria, jadi aku agak gugup."


Sephia-san berkata sambil memerah malu.


"Kamu sudah boleh mencicipinya, jadi silakan gunakan peralatan makan yang ada di sana dan nikmatilah"


"Ba, baik……!"


Pertama-tama, aku memutuskan untuk mencoba omeletnya.


Aku memegang sendok lalu menghadap omelet di depanku.


"Teraword-kun memegang sendok……!"


"Lucu……"


"Kita bisa lihat Tera-kun makan……!"


"Aku senang banget……!"


"Kira-kira ekspresinya saat makan seperti apa ya……"


"Pasti lucu……!"


"Bisa dibayangkan ya……"


Entah kenapa semuanya mulai ribut. Tapi karena tidak ada yang berbicara langsung padaku, aku fokus pada omelet di depan.


Aku mendekatkan sendok──


"Laporan! Laporan!"


Tiba-tiba, seorang anggota wanita pasukan garis depan masuk ke ruang tamu.


Wanita itu langsung membuka mulutnya lagi.


"Ada bayangan musuh di garis depan wilayah perang! Jumlahnya ribuan! Mereka tampaknya sedang bergerak menuju markas garis depan ini!!"


"Eh!?"


Mendengar laporan itu, tanpa sadar kekuatan tanganku yang memegang sendok melemah.


Musuh……! Benar juga…….


Karena suasana semua orang begitu ceria, aku sampai hampir lupa kalau tempat ini adalah garis depan medan maut.


Kemarin untungnya tidak ada musuh datang, tapi di tempat ini kedatangan musuh adalah hal yang biasa!


"Semua──"


Saat aku hendak memanggil mereka.


Aku melihat ke arah semuanya, dan mata mereka berubah suram seperti orang yang berbeda.


Apa mereka tertekan karena mendengar jumlahnya ribuan……?


Pikiran itu sempat terlintas, tapi.


"……Tidak masuk akal"


"Parah……"


"Padahal Teraword-kun mau mulai makan……"


"Padahal kita hampir bisa lihat sisi lucunya……"


"Tidak bisa dimaafkan……"


Karena suaranya kecil, aku tidak bisa mendengar jelas apa yang mereka katakan, tapi yang jelas mereka sama sekali tidak terlihat kehilangan semangat bertarung.


Malah, justru tampak semakin bersemangat.


"……"


Aku hanyalah murid pelatihan. 


Saat situasi seperti ini benar-benar terjadi, aku hanya tahu apa yang harus dilakukan secara teori. Jadi aku tetap diam tanpa bergerak, lalu Elena-san yang berada di sampingku berdiri.


"Semuanya! Aku juga marah, tapi kita akan bertarung seperti biasa! Ini juga kesempatan untuk menunjukkan pada Finn-kun kehebatan pasukan terkuat Kekaisaran Luvankrum ini!"


Semuanya yang tadi tampak muram, setelah mendengar kata-kata Elena-san.


"Untuk Tera-kun……!"


"Kehebatan kita……!"


"Tunjukkan……!"


"Kesempatan……!"


Mata mereka kembali berbinar, seolah semangat juang mereka meningkat lebih jauh lagi.


Lalu, setelah keluar dari markas ini, kami langsung menuju tempat di mana bayangan musuh terlihat tadi.


Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close