Kata Penutup
Halo para pembaca
sekalian, saya Nishijo Yo sang penulis.
Terima kasih
banyak telah menyempatkan diri untuk mengambil buku ini.
Nah, dalam karya
ini, ada dua karakter utama wanita yang muncul. Hayasaka Akane dan Tachibana
Hikari.
Sang protagonis,
Kirishima, mengatakan di dalam cerita bahwa orang yang paling ia sukai adalah
Tachibana, dan yang kedua adalah Hayasaka. Hal ini ia simpulkan setelah
mengamati isi hatinya sendiri, namun penilaian itu murni miliknya pribadi.
Jujur saja, para
pembaca sekalian lebih suka gadis yang mana?
Hayasaka Akane,
yang selalu berkata, "Aku tidak akan lagi mengatakan hal-hal yang
berat," namun cintanya terus terasa begitu berat.
Atau Tachibana
Hikari, yang seperti sudah menjadi kebiasaannya selalu berkata, "Aku sih
tidak masalah," padahal tingkahnya jelas sekali menandakan kalau itu
benar-benar jadi masalah.
Kalau ditulis
begini, mereka memang gadis-gadis yang cukup merepotkan, dan rasanya seperti
pilihan yang sangat sulit.
Mungkin
jawabannya akan berubah jika pertanyaannya diubah.
Mana yang ingin
kamu jadikan pacar? Mana yang ingin kamu jadikan teman? Mana yang ingin kamu
dukung?
Atau mungkin ada
yang bilang, "Aku tidak pilih Hayasaka maupun Tachibana! Aku tim
Sakai!"
Akhir-akhir ini,
saya jadi ingin mendengar pendapat dari para pembaca sekalian.
Jawaban yang
mengatakan "Aku suka keduanya" pun sangat sah-sah saja. Kirishima
memang membuat peringkat, tapi mengingat bagaimana dia terus merasa tertekan
oleh tekanan dari para gadis itu, sangat diragukan apakah dia benar-benar bisa
memilih dengan tegas.
Omong-omong,
penulis sendiri belum memikirkan bagaimana akhir dari cerita ini.
Hal ini
dikarenakan tema dari karya ini adalah mencari bentuk cinta yang orisinal tanpa
terpaku pada citra masyarakat atau stereotip yang ada. Jadi, Kirishima,
Hayasaka, dan Tachibana haruslah melalui proses trial and error mereka
sendiri dan mencapai akhir cerita tersebut dengan usaha mereka sendiri.
Dalam penulisan
karya ini, saya dan editor yang bertanggung jawab telah sepakat untuk
menyerahkan akhir ceritanya pada tindakan dan suasana hati para karakternya,
serta bagaimana perasaan mereka berubah seiring waktu.
Mereka adalah
karakter yang sedikit canggung, namun saya akan sangat senang jika Anda semua
bersedia mengawasi bagaimana nasib mereka nanti.
Selanjutnya,
ucapan terima kasih. Kepada editor yang bertanggung jawab, seluruh staf Dengeki
Bunko, pihak bagian koreksi, pihak toko buku yang telah memajang buku ini,
serta semua pihak yang terlibat dalam penerbitan “Watashi, Nibanme no Kanojo
de ii kara.” (Aku Tak Masalah Menjadi Kekasih Keduamu), terima kasih
banyak. Saya sangat berterima kasih.
Kepada
Re-take-sensei, terima kasih banyak untuk ilustrasinya yang luar biasa. Saya
jarang meminta hal-hal di luar naskah kepada editor, tetapi kali ini saya
secara khusus berkata, "Jika mereka bisa menerima tawaran pekerjaan ini,
saya ingin Re-take-sensei yang mengerjakannya."
Ilustrasi yang
dihasilkan jauh melebihi imajinasi saya, dan saya sangat berterima kasih. Saya
berharap bisa terus bekerja sama untuk memeriahkan karya ini ke depannya. Mohon
dukungannya selalu.
Terakhir, sekali
lagi saya ucapkan terima kasih kepada para pembaca sekalian.
Saya akan terus berupaya sekuat tenaga dalam menulis agar dapat terus menghibur Anda semua, meski hanya sedikit.



Post a Comment