NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Kanojo no Imouto to Kiss wo Shita Volume 1 Afterword

Kata Penutup


Era rom-com cinta murni telah tiba! Genre yang selama ini mati suri sepertinya akhir-akhir ini mulai bangkit lagi.

Kalau begitu, aku cuma bisa menulis rom-com cinta murni dengan adik perempuan pacarku yang sudah lama aku pendam ini!

Hah? Itu bukan cinta murni, katamu? Yeee, ngomong apa, sih, kamu ini.

Cinta yang begitu kuat hingga tidak terikat oleh moralitas umum. Kasih sayang dengan kemurnian setinggi ini masa sih bukan cinta murni—

Waktu aku bilang begitu, editorku langsung menentang keras. Alhasil, dengan sangat, SANGAT terpaksa, aku memutuskan untuk menyebutnya "rom-com cinta TIDAK murni".

Halo, aku Misora Riku, penulis dari "Imo Kiss".

Tapi asyik juga, 'kan? Punya pacar manis yang sangat mencintaimu, tapi kamu malah didekati oleh cewek yang cintanya sama besarnya dengan pacarmu itu.

Apalagi kalau ternyata cewek-cewek itu bersahabat baik, wah, itu sih SUPER MANTAP, ya (pernyataan ampas).

Konflik batin untuk sampai ke titik itu, pertarungan antar-heroine saat mengetahui kebenarannya... Yah, pokoknya semacam itulah.

Menurutku, ada banyak banget gejolak emosi yang cuma bisa diekspresikan lewat rom-com genre ini.

Dari semuanya, hal yang paling ingin aku tonjolkan di "Imo Kiss" adalah bagian "rom-com yang nggak bisa diceritakan ke pacar" seperti yang tertulis di sinopsis. Saat pacar nggak ada, akal sehat dan moralitasmu dilelehkan habis-habisan oleh sentuhan ekstrem dan kata-kata manis dari cewek yang bukan pacarmu, tapi sama manisnya dan sama-sama bucin kepadamu.

Kamu tahu itu salah, tapi kamu nggak bisa menolak besarnya cinta dan pesonanya, lalu akhirnya dibiarkan ikut terseret ke dalam kebejatan.... Aku berencana untuk menggambarkan proses tersebut dengan sangat mendetail.

Untuk saat ini, pembangunan dinamika hubungan antar-karakter di volume pertama sudah selesai. Saat dia gagal menolak Shigure, Hiromichi di garis waktu ini sudah hancur lebur (haha).

Mulai volume kedua, aku akan menuliskan kehidupan kohabitasi dua orang ini yang lebih nggak bisa lagi diceritakan ke pacarnya. Jadi, aku harap kalian bisa menikmatinya.

Meskipun begitu, volume kedua itu baru bisa terwujud berkat dukungan dari kalian semua para pembaca. Makanya, aku hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian yang sudah membeli, membaca sampai habis, dan membaca kata penutup buku ini.

Karya apa pun bisa terus berlanjut karena ada kalian semua yang membelinya. Apalagi untuk karya maniac yang menyimpang dari jalan lurus seperti "Imo Kiss" ini, aku benar-benar berterima kasih!

Aku bakal senang banget kalau kalian yang sudah membaca buku ini dan merasa ingin ikut bejat bareng Shigure-chan mau terus mendukung serial ini ke depannya!

—Berikutnya adalah ucapan terima kasih.

Sabamizore-sensei. Terima kasih banyak sudah menghiasi wajah karya ini dengan ilustrasi sampul yang SANGAT SEMPURNA dan pas sasaran!

Bibir para gadis buatan Sabamizore-sensei memang selalu memesona, ya!

Terima kasih juga untuk Departemen Redaksi GA dan editorku yang sudah meloloskan proyek ini. Yah, meskipun kita beda pendapat soal definisi cinta murni, sih!

Mohon bantuannya terus untuk ke depannya, ya.

Terakhir, ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk kalian para pembaca buku ini. Semoga kita bisa bertemu lagi di kata penutup volume dua, sampai jumpa dari Misora Riku.



Previous Chapter | ToC

Post a Comment

Post a Comment

close