Bab X
"──Ah……
ga……!"
Di dalam hutan yang terpisah dari lokasi
tempatnya bertarung sengit melawan Xue.
Ophelia berulang kali menarik napas
pendek dengan bersusah payah, mencoba memasok oksigen ke dalam paru-parunya.
Akibat sihir es tadi, warna kulitnya
telah melampaui batas kemerahan dan berubah kelabu akibat radang dingin yang
parah. Wajahnya membengkak, dan seujung tubuhnya dipenuhi oleh luka. Menemukan
bagian yang tidak mengalirkan darah saja sudah menjadi urusan yang teramat
sulit.
Fakta bahwa dia masih bernyawa merupakan
sebuah keajaiban nyata. Tepat sesaat sebelum Xue melepaskan sihirnya, Ophelia
sempat mengalihkan seluruh kemampuannya demi pertahanan. Alhasil, meski
terlempar hingga ke area hutan bagian dalam dan berada dalam kondisi babak
belur hingga sulit untuk sekadar bangkit berdiri, dia masih sanggup
mempertahankan nyawanya.
Namun berdasarkan pertempuran tadi, dia
sudah paham betul bahwa dirinya mutlak tidak akan bisa menang jika harus
menghadapi Xue dari arah depan dengan pola yang sama.
Karena itulah, sambil menyeret kakinya,
Ophelia mulai melangkah menuju ke arah yang bertolak belakang dari keberadaan
Xue.
"……A-ahaha! Informasi ini, harus
segera kulaporkan kepada organisasi……!"
Sambil mengingat kembali tujuan dari
organisasinya, Ophelia meluapkan untaian kalimat bersamaan dengan sebuah tawa.
Selain karena faktor selera pribadi
miliknya, alasan kenapa Xue dipilih menjadi target utama organisasi murni
karena fakta bahwa anak itu tidak bisa bertarung.
Meskipun ketentuannya demikian,
realitasnya justru berakhir mengenaskan seperti ini. Dia wajib melakukan
penyelidikan mengenai penyebab kenapa Xue bisa mendadak bangkit secara instan.
Sebab
bagi 《Gereja Ortodoks》,
keberadaan Taman Ketujuh mutlak bukan merupakan sebuah pihak yang bisa
diabaikan begitu saja.
Tiba-tiba di sana.
"……Ah?"
Ophelia mendadak mengernyitkan alisnya.
Sebenarnya
sejak tadi dia sudah mencoba melayangkan panggilan kepada jajaran monster
bawahannya, tetapi sama sekali tidak ada respons yang kembali. Jajaran monster
pelarian yang sengaja disiapkannya sebagai jaminan cadangan. Keberadaan mereka
sangat dibutuhkan agar dia bisa meloloskan diri secepat mungkin, namun──
Namun, alasan dari hal itu segera
berhasil dipahaminya.
Di seberang hutan yang berhasil dilalui
oleh Ophelia, sebuah hamparan padang rumput tampak melebar luas.
Dan di tempat itu, jajaran monster yang
menjadi jaminan cadangannya telah berakhir menjadi tumpukan bangkai yang
menggunung.
"Akhirnya kamu datang juga ya."
Di atas gunungan bangkai monster
tersebut, Theo Proteus sedang duduk menanti kedatangannya.
"…………Hah?"
Ophelia terperangah hingga secara refleks
meluapkan suara yang linglung.
Sebuah gunungan monster yang telah
menjadi bangkai. Theo tampak menduduki tempat tersebut, lalu mengarahkan
pandangan matanya ke arah sini secara perlahan. Tangannya menggenggam sebilah
tongkat, memutar-mutarnya di dalam genggaman seolah sedang bermain-main.
Namun, Ophelia mutlak tidak sanggup
mempercayai pemandangan tersebut.
"……Bagaimana bisa kamu tahu kalau
aku akan melintasi jalur ini? Hei, Theo Proteus-sensei?"
Keputusan Ophelia untuk memilih jalur ini
baru saja ditentukannya sesaat yang lalu.
Kecuali jika pria itu terus melakukan
pengawasan terhadap dirinya secara *real-time* setiap saat, tindakan mendahului
seperti ini mutlak tidak akan pernah bisa dilakukan.
Meskipun demikian, hal yang dilontarkan
oleh Theo justru tepat seperti dugaannya.
"Sebab pergerakanmu memang terus
berada di bawah pengawasanku sejak awal. Tepatnya sejak pertama kali aku
memegang jabatan sebagai guru di sini."
"……Hah?"
Bersamaan dengan Theo yang bangkit
berdiri, seekor tikus mendadak muncul dari dalam hutan. Makhluk itu langsung
berlari menaiki kakinya, lalu menampakkan wajahnya dari balik pundak Theo.
Itu adalah familiar. Pria itu pasti terus
melakukan pengawasan memanfaatkannya sejak awal.
Fakta mengenai keberadaan familiar
sendiri tidak membuat dirinya terkejut. Karena dia sempat melihat keberadaan
mereka di dalam hutan sebelumnya.
Namun, untaian kalimat dari Theo
terlanjur membuat dirinya dilingkupi oleh kebingungan.
"……Bagaimana bisa kamu melakukan hal
semacam itu? Seharusnya aku tidak pernah memperlihatkan gerak-gerik yang
mencurigakan sedikit pun, lho~ Apa jangan-jangan sejak awal kamu memang sudah
tahu kalau aku akan melancarkan rencana ini?"
"Bagaimana jika jawabannya adalah
iya?"
Tatapan mata dingin milik Theo
memancarkan sebuah tekanan kuat yang tidak membiarkan adanya bantahan sedikit
pun.
Namun, hal semacam itu mutlak mustahil.
Jika Theo memang melakukan pengawasan terhadap Ophelia, dia seharusnya bisa
menghentikan meletusnya insiden ini sejak tahap awal.
Tetapi realitasnya, Theo justru memilih
untuk diam tanpa melakukan tindakan apa pun.
"……Sebenarnya kamu ini wujud
apa?"
Tanpa disadarinya, suara Ophelia
terdengar gemetaran. Sambil bersiap mengaktifkan kekuatannya kapan saja di
tengah rasa takut terhadap eksistensi yang tidak diketahuinya ini, dia
melayangkan pertanyaan.
"Penyandang
gelar 《Genius Sihir Modern》
Theo Proteus. Nama itu tentu saja sudah kuketahui…… tapi kamu kan hanya sebatas
seorang peneliti biasa yang seharusnya tidak dibekali pengalaman bertempur
sebagai seorang penyihir sesungguhnya."
Karena itulah, dalam rencana penculikan
Xue, dia menilai Theo bukan merupakan sebuah halangan yang berarti.
Namun, hawa membunuh yang terpancar dari
seujung tubuh Theo terlanjur setara dengan milik seorang penyihir yang biasa
melintasi medan pertempuran. Sebuah 'tekanan' yang menyerupai eksistensi yang
telah berhasil melewati peperangan skala besar.
Padahal bagi generasi muda saat ini,
keberadaan sosok yang seperti itu mutlak tidak mungkin ada.
Tetapi tanpa sudi menjawab keraguan milik
Ophelia, Theo justru balas melayangkan pertanyaan.
"Kalimat itu seharusnya menjadi
bagianku. Sebenarnya kamu ini eksistensi apa? Apa yang sedang direncanakan oleh
organisasimu?"
"──Apa
sebenarnya 《Gereja Ortodoks》
itu? Aku akan memaksamu menumpahkan seluruh informasi yang kamu ketahui secara
mutlak."
Untaian kata tersebut seketika membuat
level kewaspadaan di dalam diri Ophelia melonjak drastis.
Gereja Ortodoks merupakan sebuah
organisasi yang selama ini terus bergerak di balik layar tanpa pernah
menampakkan diri di panggung utama. Besar kemungkinan lini pusat dari Kerajaan
Sanctia sekalipun tidak mengetahui keberadaan organisasi ini.
Meskipun ketentuannya demikian, kenapa
seorang guru biasa bisa sampai berniat untuk mengetahuinya. Dia wajib menuntut
jawaban atas alasan di balik hal tersebut.
"……Kamu pikir aku akan
mengatakannya~? Lagi pula, apa kamu pikir seorang peneliti biasa sepertimu
sanggup menang melawanku?"
Sambil sengaja mengabaikan 'tekanan'
milik Theo, Ophelia mengulas sebuah senyuman tangguh.
Alasan kenapa dia terus berbicara sejak
tadi murni didasari oleh strategi mengulur waktu.
Dan karena persiapannya kini telah
selesai diselesaikan, dia sudah tidak memiliki urgensi untuk terus bertahan di
tempat ini lagi.
Dalam
sekejap, Ophelia melahirkan jajaran monster dari dalam perutnya secara
bertubi-tubi. Salah satu kemampuan dari Raja Iblis dari ras demon beast. 《Monster
Womb》. Begitu menapakkan kaki di atas tanah, jajaran
monster berusia muda itu langsung tumbuh besar dengan menjadikan mana masif
yang meluap dari tubuh Ophelia sebagai makanannya.
Hanya dalam kurun waktu sekejap mata,
sebuah pasukan monster telah berhasil tercipta tepat di hadapan matanya.
"Kekuatan milik Xue Amaryllis boleh
saja kuakui."
Sambil berada dalam posisi dikepung oleh
pasukan monster miliknya, sudut kepalan bibir Ophelia secara tidak sadar
terangkat.
"Sebab dia adalah keturunan sedarah
dari Raja Spirit! Bakat orisinal yang dimilikinya mutlak menduduki tingkat
tertinggi! Tapi Theo Proteus-sensei, kamu hanyalah seorang peneliti biasa, kan!
Jika begitu kenyataannya, mana mungkin kamu sanggup menang melawanku!"
Kemudian, Ophelia berteriak sekuat tenaga
seraya melayangkan perintah kepada pasukan monster bawahannya.
"Nah, wahai anak-anakku yang manis!
Bunuhlah Theo Proteus sampai mati!"
Atas komando dari Ophelia, jajaran
monster langsung bergerak menerjang secara serempak.
Jumlah mereka teramat masif, hingga seisi
ruang penglihatan dipenuhi oleh wujud monster.
Jika menghadapi situasi ini menggunakan
sihir tingkat tinggi, tingkat kecepatannya dipastikan tidak akan sempat
mengejar. Namun jika hanya menggunakan sihir tingkat dasar, mutlak tidak akan
bisa digunakan untuk menyerang seluruh monster ini sekaligus.
Tepat di saat Ophelia sudah meyakini
kemenangan mutlaknya dan hampir meluapkan tawa.
"《Pelepasan
Formula Sihir》"
Dalam sekejap, Theo tetap merapalkan
kalimatnya secara tenang seraya mengamati pergerakan pasukan monster meski
berada di tengah situasi kritis.
Detik berikutnya, bersamaan dengan
gelombang mana dalam jumlah masif yang sampai memicu sensasi merinding di
seujung punggung, dia mengarahkan ujung tongkatnya ke arah sini.
Dan nama sihir yang dilontarkan dari
mulut Theo adalah.
"──《Stardust
Dust》"
"………………………………………………………………Hah?"
Pada awalnya, dia tidak sanggup mengenali
bahwa suara yang kebingungan itu berasal dari mulutnya sendiri.
Sebab urusan semacam itu mutlak mustahil
terjadi.
Sihir
Rank kedua: Stardust Strike. Sebuah mahakarya sihir tingkat tertinggi milik
keluarga Lumiere yang menyandang gelar 《Solar》.
Sebuah hantaman sihir yang membutuhkan waktu teramat lama dalam proses
pengaktifannya, mana mungkin bisa dilepaskan hanya dalam kurun waktu beberapa
detik saja.
Namun bertolak belakang dari perkiraan
Ophelia, rentetan lingkaran sihir tampak tercipta saling tumpang tindih di
ujung tongkat Theo seiring dengan gerakannya yang melesat menuju ke arah sini.
Jika serangan sebelumnya dijatuhkan dari arah langit, apakah kali ini dia
sengaja melakukan penyesuaian terhadap titik tembaknya.
Dan sebelum jajaran monster sempat
mendekati tubuh Theo, mana dalam jumlah masif telah selesai disalurkan ke dalam
lingkaran sihir.
──*Wusss!*
Bersamaan dengan gaung suara gemuruh yang teramat dahsyat, sebuah aliran
kilatan cahaya langsung disemburkan keluar dari dalam lingkaran sihir.
"Gga────ha!!!"
Satu lajur kilatan cahaya menelan jajaran
monster, melesat menembus area hutan bagian dalam seraya menghempaskan hancur
seisi tempat. Sebagian besar monster lenyap tak berbekas dengan mudah,
menyisakan potongan daging monster yang gagal meloloskan diri berjatuhan dari
atas langit layaknya hujan darah.
Apakah karena kilatan cahaya tadi sempat
menyeka tubuhnya, kulit pipi Ophelia langsung hangus melepuh secara mengerikan.
Rasa sakit yang teramat sangat memaksanya meluapkan jeritan histeris.
Sihir yang dilepaskan oleh Theo mutlak
merupakan Stardust Strike yang asli tanpa adanya kebohongan.
Mungkin demi mengejar tingkat kecepatan
pelepasan sihir, daya rusaknya terhitung mengalami penurunan jika dibandingkan
dengan serangan sebelumnya, tetapi teknik ini dipastikan tidak salah lagi.
Meskipun demikian, keterperangahannya
mutlak tidak berhenti sampai di titik itu saja.
"《Pelepasan
Formula Sihir》"
Tepat di saat Theo kembali merapalkan
kalimat berikutnya secara datar tanpa memberikan jeda sedikit pun untuk menarik
napas, gelombang mana dalam jumlah masif kembali dilepaskan ke sekeliling.
*Deg!* Sensasi merinding seketika
menggetarkan seujung punggung, membuat otot pipi Ophelia berkedut tegang akibat
rasa panik.
Mustahil. Sebelum untaian kata bermakna
pasrah tersebut sempat meluap dari mulutnya, Theo kembali menjulurkan
tongkatnya seraya menyalurkan mana ke sekeliling.
Benar-benar
persis menyerupai pengulangan dari tragedi barusan, rentetan lingkaran sihir
tampak kembali tercipta saling tumpang tindih seiring dengan gerakannya yang
melesat menuju ke arah sini──
Dan setelah itu.
"──《Stardust
Strike》"
"っ────GAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!"
Ophelia kembali meluapkan jeritan
histeris.
Kilatan cahaya Stardust Strike kali ini
merobek dan melumat sebagian perutnya hingga berlubang. Saat hantaman sihir itu
mendarat di area belakang, dampak ledakannya melenyapkan sebagian hutan seiring
dengan getaran tanah yang hebat. Sesaat kemudian, darah segar dalam jumlah
masif mengalir deras dari luka robeknya, membuat tubuhnya ambruk lemas ke atas
tanah.
Begitu menyadarinya, Theo sudah berdiri
menatap ke bawah ke arahnya bersamaan dengan sepasang mata yang dingin.
Rasa sakit yang teramat sangat membuatnya
hampir kehilangan kesadaran. Namun, harga diri sebagai seorang penyihir mutlak
tidak membiarkan dirinya pasrah begitu saja.
"……Mu-mustahil! Ini mustahil,
benar-benar mustahil! Sebenarnya apa yang telah kamu lakukan, Theo
Proteus!"
Ophelia mengangkat wajahnya, terus
berteriak sekuat tenaga.
"Bahkan dalam teori sihir generasi
keempat sekalipun, tingkat daya rusak dan kecepatan pelepasan sihir tidak akan
pernah bisa berjalan beriringan! Kenapa kamu sanggup melakukannya?!"
Pada dasarnya, perkembangan teori sihir
berfokus untuk meningkatkan kecepatan pelepasan sihir dengan mengorbankan
tingkat daya rusaknya.
Teori sihir generasi pertama memiliki
daya rusak tertinggi namun dengan kecepatan pelepasan paling lambat, karena
aktif melalui koneksi dengan dewa serta wajib melewati seluruh proses ritual
tanpa adanya pemotongan. Sementara teori sihir generasi keempat memiliki
kecepatan pelepasan tertinggi namun dengan daya rusak terendah, karena formula
sihir ditanam di peralatan khusus dan diproses langsung oleh otak penyihir.
Kedua hal tersebut mutlak tidak akan bisa
berjalan beriringan. Itulah hukum alam di dalam ilmu sihir.
Meskipun ketentuannya demikian, sihir
yang dilepaskan oleh Theo justru dibekali oleh tingkat kecepatan pelepasan yang
tinggi sekaligus daya rusak yang teramat masif.
"Sebab
pembaruan teori sihir akan selalu berujung pada permasalahan 《Resource》."
Theo mencengkeram leher Ophelia untuk
mengangkat tubuh wanita itu.
Seketika lehernya terasa memanas hebat,
memaksa Ophelia berontak sekuat tenaga. Begitu cengkeraman tangannya dilepas
hingga tubuhnya kembali ambruk ke tanah, sebuah tulisan hitam tampak
bergerak-gerak menyerupai ular di ujung ruang penglihatannya, terukir erat di
lehernya layaknya sebuah kalung pengikat.
Dia mengenali jenis sihir ini. Sebuah
sihir yang biasa digunakan untuk agenda interogasi. Sebuah sihir yang memaksa
target untuk menumpahkan seluruh informasi rahasia miliknya dengan bayaran
berupa penuturan informasi rahasia yang sepadan dari sang pelepas sihir.
Karena itulah, Theo sengaja mendadak
mulai membicarakan urusan teori sihir.
Namun, walau dia berhasil memahami
prinsip kerja sihir tersebut, kondisi tubuhnya yang menderita luka parah
membuatnya mutlak tidak akan bisa meloloskan diri.
"Di
dalam teori sihir generasi pertama dan kedua, sosok dewa itu sendiri yang
bertindak sebagai 《Resource》. Oleh karena itu, para penyihir bersusah payah
untuk bisa menggunakan kekuatan dewa melalui perantara ritual. Namun,
memanfaatkan dewa sebagai 《Resource》 terlanjur memakan waktu yang teramat lama."
Hal yang dilontarkan dari mulut Theo
merupakan cara pandang miliknya sendiri terhadap teori sihir.
Sebuah pandangan sihir yang dituturkan
langsung oleh sang genius sihir modern. Sebuah informasi emas yang teramat
diinginkan oleh sebagian orang hingga membuat mereka tergila-gila, kini
didengarkan oleh Ophelia seiring dengan warna darah yang menyusut dari
wajahnya.
"Di
dalam teori sihir generasi ketiga, hal yang digunakan bukan lagi sosok dewa,
melainkan 《Resource》 pribadi dari diri sang penyihir sendiri. Karena
memanfaatkan 《Resource》 pribadi dari diri penyihir, tingkat kecepatan
pelepasannya menjadi tinggi, namun sebagai gantinya segalanya menjadi
bergantung pada kapasitas orisinal yang dimiliki oleh masing-masing
penyihir."
Pada masa di saat teori sihir generasi
ketiga menduduki puncak kejayaan, silsilah darah dan keturunan terhitung
dinilai jauh lebih penting dari apa pun jika dibandingkan dengan masa sekarang.
Semua itu dilakukan murni demi
meningkatkan kapasitas orisinal dari diri sang penyihir sendiri.
Hasil
akhir yang dilahirkannya adalah kemunculan paham貴族主義
(Aristokrasi). Pernikahan sesama kaum bangsawan yang memiliki bakat sihir
dilakukan secara berulang kali, dan silsilah darah rakyat jelata ditutup rapat
agar tidak bisa masuk ke dalam keluarga.
"Di
dalam teori sihir generasi keempat, hal yang digunakan adalah kombinasi 《Resource》
dari diri penyihir serta peralatan khusus yang dikenakan. Melalui tindakan ini,
tingkat ketergantungan terhadap 《Resource》 pribadi penyihir berhasil ditekan, membuat
banyak orang kini menjadi sanggup untuk menggunakan sihir."
Benar. Itulah rentetan sejarah teori
sihir yang diketahui oleh Ophelia.
Namun, sihir yang dilepaskan oleh Theo
beberapa saat lalu mutlak tidak masuk ke dalam klasifikasi mana pun dari
rentetan sejarah tersebut.
Sebab
jika ingin mengejar daya rusak, pilihannya hanya ada pada penggunaan 《Resource》
dewa, dan jika ingin mengejar kecepatan pelepasan sihir, pilihannya hanya ada
pada penggunaan 《Resource》 pribadi dari diri sang penyihir sendiri.
"Namun
di tengah situasi yang seperti itu, aku mendadak terpikir. Apakah benar-benar
tidak ada 《Resource》 lain yang bisa digunakan secara berguna.
Sepanjang sejarah, konsep 《Resource》 terlanjur dinilai hanya sebatas mencakup sosok
dewa dan diri penyihir saja. Padahal sejak masa yang teramat lampau, kita
seharusnya sudah mengetahui keberadaan satu opsi lainnya."
"Satu opsi lainnya……?"
Tepat di saat Ophelia secara refleks
melayangkan pertanyaan, beberapa ekor tikus hitam mendadak muncul dari dalam
hutan.
Melihat wujud makhluk-makhluk itu
berkumpul di bawah kaki Theo membuat suara Ophelia seketika gemetaran.
"Familiar……?
Tidak, makhluk ini adalah spirit──sebuah spirit buatan, kah?!"
Setelah mengamati familiar itu kembali
dengan seksama, dia akhirnya menyadarinya. Dan fakta bahwa dirinya pernah
melakukan penelitian terhadap Xue membuatnya paham secara instan.
Hawa keberadaan yang dipancarkan oleh
familiar tersebut mutlak tidak ada bedanya dengan spirit yang asli.
Dan
jika opsinya adalah spirit, mereka memang dipastikan akan bisa bertindak
sebagai 《Resource》.
Sebab hal itulah dasar orisinal dari
sihir spirit.
"Tapi
urusan semacam itu mustahil terjadi! Bagaimana bisa kamu menciptakan wujud
spirit seorang diri?! Lagi pula sebelum melangkah ke arah sana, mana mungkin
spirit selemah ini sanggup bertindak sebagai 《Resource》
sihir!"
Hawa keberadaan spirit memang terpancar
dari familiar tersebut, tetapi kondisinya terlampau lemah. Dia tidak yakin
makhluk sekecil itu sanggup digunakan untuk melepaskan satu sihir sekalipun.
"Ya, tepat seperti yang kamu
katakan. Namun ceritanya akan menjadi berbeda jika jumlah mereka dikumpulkan
dalam skala besar."
"Jumlah……?"
Bersamaan dengan kalimat yang diutarakan
oleh Theo, sebuah rasa janggal seketika melanda hingga memicu sensasi merinding
di seujung punggung Ophelia.
Sebab kulit tubuhnya yang telah
termutilasi menjadi monster mendadak mendeteksi aliran hawa keberadaan dalam
jumlah yang teramat masif.
Ini bukan lagi urusan satu ekor, sepuluh
ekor, bahkan angka ratusan ekor sekalipun terlanjur terlampaui dengan sangat
mudah.
Sosok
yang menampakkan dirinya di padang rumput dari seberang hutan adalah sebuah
amukan badai hitam. Identitas aslinya merupakan rentetan tikus dalam jumlah
luar biasa masif yang bergerak menutupi seisi padang rumput──jajaran spirit
buatan. Jumlah total mereka mutlak tidak akan bisa dihitung hanya dengan sekali
lihat.
"Jumlah
total spirit buatan yang berada di bawah perintahku adalah tiga belas ribu
ekor. Dan seluruh wujud mereka bertindak sebagai 《Resource》
milikku."
"Tiga belas…… ribu?"
Sudah berapa kali dia dibuat terperangah
lemas hanya dalam kurun waktu beberapa menit ini.
Dia tidak paham maksudnya. Logikanya
tidak sanggup mengejar realitas ini.
Namun jika untaian kata milik Theo
merupakan sebuah kebenaran nyata, maka Ophelia bahkan belum sempat berdiri di
atas papan arena pertempuran yang sama sejak awal. Walau satu ekor spirit
buatan tidak setara dengan satu orang penyihir, menghadapi Theo saat ini sama
saja dengan bertarung melawan jajaran penyihir dalam jumlah masif secara
serempak.
Meskipun demikian, kali ini ada satu opsi
lain yang justru terlihat hancur bertolak belakang di dalam kepalanya.
Ophelia bahkan sampai melupakan apa
target utamanya sejak awal, murni hanya karena tidak sanggup menerima realitas
ini dia terus berteriak sekuat tenaga.
"Tapi
hal itu tetap mustahil! Jika ingin menyusun formula sihir dalam skala sebesar
ini, mustahil bisa diselesaikan murni hanya oleh dirimu sendiri! Kontrol sihir,
kontrol spirit, dominasi kendali, seluruh prosesnya mutlak tidak akan bisa
terwujud jika tidak dibantu oleh jajaran ahli yang genius di bidangnya
masing-masing! Tapi aku tidak pernah mendengar keberadaan penyihir yang seperti
itu──"
"Mereka baru akan muncul setelah
ini."
Sambil berusaha menyangkal realitas yang
tersaji tepat di hadapan mata, Ophelia berteriak sekuat tenaga.
Namun, suara Theo yang teramat tenang
langsung memotong kalimatnya secara mutlak.
"Jajaran penyihir yang genius itu
baru akan menampakkan diri mereka setelah ini. Sosok para pahlawan yang
dibekali oleh kemampuan untuk mengubah tatanan dunia."
"Bicara…… apa kamu? Baru akan
muncul……?"
"Aku menyusun sihir ini bersama
dengan mereka…… tidak, kami mengembangkan teori sihir ini bersama-sama. Dan di
era saat ini, aku akhirnya berhasil mewujudkannya secara nyata."
"──Yaitu
teori sihir generasi kelima ini."
"……Ah, ahahaha! Ahahaha!
Hahaha!"
Tanpa disadarinya, Ophelia langsung
tertawa terbahak-bahak secara histeris.
Tawanya tidak kunjung bisa berhenti. Mana
mungkin eksistensi yang seperti ini bisa dijadikan sebagai lawan bertarung.
Murni hanya karena satu orang genius
saja, teori sihir generasi keempat berhasil disusun secara mutlak. Di saat
dunia baru saja mulai terbiasa dengan tatanan tersebut, sang genius di
hadapannya ini justru sudah selesai merangkai sebuah teori sihir yang baru
kembali.
"Apakah kamu berniat memicu
meletusnya peperangan, Theo Proteus!"
Ophelia berteriak bersamaan dengan
sepasang mata yang memerah padam akibat aliran darah.
"Mengembangkan teknologi yang
seperti ini! Apa kamu tidak pernah memikirkan akan menjadi seperti apa tatanan
dunia nanti! Jika teknologi semacam ini sampai merebak, dunia dipastikan hanya
akan dipenuhi oleh agenda pertikaian saja! Tatanan dunia akan terbalik
total!"
"Teori sihir yang satu ini akan
kusimpan di dalam ruang rahasia secara mutlak. Berbeda dengan kasus generasi
keempat sebelumnya. Hak kepemilikan atas teknologi ini hanya akan dikuasai
secara mutlak oleh diriku serta murid-muridku saja."
Theo menegaskannya bersamaan dengan
ekspresi wajah yang teramat dingin.
"Lagi pula, urusan semacam itu bukan
merupakan hal yang harus kupedulikan. Asalkan aku sanggup melindungi
murid-muridku, maka hal itu sudah lebih dari cukup. Walau tindakan tersebut
harus mengorbankan seisi dunia sekalipun."
Sepasang mata milik Theo terlanjur hancur
menjadi gila sejak lama.
Tepat setelah itu, sihir yang ditanam
oleh Theo di leher Ophelia langsung aktif secara mutlak.
Mungkin karena dipaksa untuk menumpahkan
seluruh informasi rahasia miliknya secara instan, mulut Ophelia langsung
terbuka setengah secara paksa.
Ophelia mutlak tidak memiliki informasi
rahasia yang sepadan untuk digunakan sebagai bayaran atas teori sihir yang baru
saja dituturkan oleh Theo.
Artinya, Ophelia hanya bisa pasrah
membiarkan seluruh isi rahasianya dikupas habis tanpa tersisa sedikit pun oleh
Theo.
"Nah,
sekarang sudah tiba giliranku. Apa sebenarnya 《Gereja
Ortodoks》 itu? Tumpahkan seluruh informasi mengenai tujuan
kalian secara mutlak."
"Gereja…… Ortodoks…… adalah……"
Mulut Ophelia mulai merangkai kata secara
otomatis di luar kendali tekadnya. Meskipun dipaksa menumpahkan informasi
rahasia di luar keinginan hatinya sendiri, Ophelia justru merasakan sebuah
kepuasan yang aneh bersemayam di dalam dada.
Apakah rasa itu lahir akibat gejolak
kegembiraan sebagai seorang penyihir yang berhasil menyaksikan langsung
kemunculan sebuah teori sihir yang baru.
Atau, karena dia baru saja menyaksikan
sosok penyihir yang saat ini sedang melangkahkan kakinya menuju ke dasar neraka
yang paling dalam.
Jika seisi dunia sampai mengetahui
keberadaan teori sihir generasi kelima, dunia dipastikan hanya akan dipenuhi
oleh pertikaian di berbagai tempat.
Pada saat itulah, nama Theo Proteus akan
terukir di dalam sejarah sebagai sosok penyihir paling buruk yang pernah ada.
Sama
seperti jajaran 《Raja Iblis》
yang ditakuti oleh seisi dunia pada kurun waktu seratus tahun lalu.
Ah, aku sudah tidak sabar menantikannya.
Meskipun teramat disayangkan karena
sepasang mata miliknya tidak akan bisa menyaksikan tragedi neraka itu secara
langsung, dia benar-benar sudah tidak sabar menantikannya dari lubuk hati yang
terdalam.
Ophelia meluapkan sebuah tawa terbahak-bahak secara
histeris──dan itulah sisa kesadaran terakhir yang dimilikinya sebelum sirna
secara total.



Post a Comment