NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Sen'nou Sukiru De Isekai Musou! ? ~ Sukiru ga Baretara Shokei sa Rerunode Kenzen Seijitsu ni Ikiyou to Shitara. Naze ka Bishouo-tachi ni Aisa Rete Iru Kudan ni Tsuite ~ Volume 1 Interlude I

Fragmen: Buku Harian Masa Depan Lily I


Divine Calendar 794, 15 Juli

Latihan lapangan luar sekolah yang panjang di wilayah Baron Anoza akhirnya selesai dengan aman, dan kami pun akhirnya tiba kembali di Royal Academy. Di saat semua orang—termasuk diriku—kelelahan luar biasa, hanya Hugh dan Tia yang entah mengapa terlihat menunjukkan ekspresi gembira dan bahagia; itu sangat berkesan bagiku.

Pasti pengakuan cinta Hugh berjalan lancar. Karena aku tahu bahwa Hugh dan Tia selalu memendam perasaan satu sama lain, sebagai teman mereka berdua, aku benar-benar merasa senang.

Tentu saja bukan berarti aku tidak cemburu sama sekali, tapi aku sudah memutuskan untuk mendukung mereka berdua sebagai Istri Ke-dua. Hubungan yang baik antara sang Suami dan First Wife adalah yang terpenting, ya.

Divine Calendar 794, 16 Juli

Kelas langsung dimulai sehari setelah kami kembali ke Royal Academy. Wajar saja aku merasa muak, tapi ujian akhir sudah menunggu lima hari lagi, jadi aku tidak boleh lengah.

...Meski begitu, apakah aku harus menghentikan kemesraan Hugh dan Tia?

Di kelas, mereka duduk dengan jarak yang lebih dekat dari biasanya, dan selama pelajaran mereka saling menatap atau berpegangan tangan di bawah meja. Aku jadi khawatir apakah mereka benar-benar mendengarkan pelajaran, jujur saja ini sudah agak berlebihan.

Bukannya bermaksud menyindir, tapi jika di masa depan aku memiliki kesempatan untuk menunjukkan buku harian ini kepada anak cucu mereka, aku akan menceritakan kemesraan mereka ini sepuasnya.

Divine Calendar 794, 17 Juli

Sepulang kelas, Lecty memintaku untuk mengajarinya belajar. Karena kebetulan, aku pun mengajak Hugh dan Tia yang kelihatannya tidak serius mendengarkan pelajaran karena sibuk bermesraan, dan sekalian juga mengajak Idiot yang tampak kesepian sendirian. Kami berlima pergi ke gedung perpustakaan untuk mengadakan kelompok belajar.

Lecty yang rajin telah meningkatkan kemampuan akademisnya dengan pesat. Saat awal masuk, kemampuan membaca dan menulisnya saja agak meragukan, tapi kalau perkembangannya seperti ini, sepertinya ujian akhir akan aman. Dia pasti bisa memecahkan rekor nilai terbaiknya sendiri.

Di sisi lain, Tia yang seharusnya memiliki nilai memuaskan tampaknya telah mengabaikan pelajarannya karena terlalu asyik bermesraan dengan Hugh. Ia terlihat sangat terkejut melihat betapa buruknya hasil belajarnya sendiri. Hugh segera menghiburnya, tapi dia sendiri pun menjawab salah semua pertanyaan yang aku berikan.

Ini sudah cukup parah...

Divine Calendar 794, 18 Juli

"Kalau terus begini, bocah Lugh bisa-bisa hamil saat masih di Academy lho..."

Begitulah kata Guru Alyssa yang kemudian mengumpulkan kami dan mengadakan rapat darurat.

Rasanya ada banyak hal yang ingin aku komentari, tapi melihat tingkah mesra Hugh dan Tia, hal yang bikin pusing adalah aku tidak bisa bilang kalau hal semacam itu mustahil terjadi...

Kami berlima—termasuk mereka berdua, aku dan Lecty yang mengetahui keadaan Tia, serta Guru Alyssa—mendiskusikan berbagai hal. Hugh dan Tia bilang semuanya akan benar-benar aman, tapi jika terjadi satu saja kesalahan, itu akan menjadi masalah besar yang tidak bisa diperbaiki.

Kehidupan di Academy masih tersisa lebih dari dua setengah tahun, dan membiarkan mereka berdua tinggal di kamar yang sama selama itu sungguh berisiko terlalu tinggi.

Maaf untuk Hugh dan Tia, tapi memisahkan mereka berdua adalah hal yang tak terhindarkan.

Hanya saja, kami juga tidak bisa langsung memasukkan Tia ke asrama putri, jadi kesimpulannya adalah mempertahankan keadaan saat ini setidaknya sampai liburan musim panas tiba.

Tinggal lima hari lagi sampai ujian akhir selesai dan liburan musim panas dimulai, semoga saja tidak terjadi apa-apa...

Divine Calendar 794, 19 Juli

Setelah berdiskusi dengan Guru Alyssa, diputuskan bahwa Tia akan menghabiskan liburan musim panas di Mansion keluarga Puridy.

Kalau di rumahku, Tia punya pengalaman menginap di sana saat masih kecil, dan karena Ayahku mengetahui keadaan Tia, akan lebih mudah untuk menyesuaikan berbagai hal.

Dan yang terpenting...

Liburan musim panas itu cukup panjang, sekitar dua bulan. Aku tidak tega jika Hugh dan Tia harus terpisah selama itu. Jadi, bagaimana kalau aku membiarkan Hugh dan Lecty tinggal di rumahku juga selama dua bulan itu?

Aku bisa memakaikan pakaian Butler pada Hugh, dan pakaian Maid pada Tia dan Lecty.

Pasti akan menjadi liburan musim panas yang menyenangkan.

Dengan pemikiran seperti itu, aku mencoba mengirim surat untuk meminta izin kepada Ayah.

Aku tidak sabar menunggu balasannya.

Divine Calendar 794, 20 Juli

Sehari sebelum ujian akhir. Karena hari ini adalah hari libur, aku mengajak Hugh, Tia, dan Lecty untuk mengadakan kelompok belajar guna melakukan persiapan akhir.

Tempatnya di Mansion keluarga Puridy. Tentu saja, aku pulang bukan karena tidak sabar menunggu balasan Ayah dan ingin mendesaknya, ya ampun tidak.

Lagipula sayangnya, Ayah sedang tidak ada di rumah. Karena kami sudah cukup lama meninggalkan Royal Capital (Ibukota Kerajaan) untuk latihan lapangan, aku tidak tahu detailnya, tapi sepertinya konflik perebutan hak suksesi takhta sedang memanas di balik layar...

Pangeran Lucas juga belum sepenuhnya memantapkan posisinya, dan keluarga Puridy juga sedang tidak stabil karena baru saja beralih dari faksi Pangeran Sleigh. Semoga saja tidak terjadi apa-apa...

Sambil memikirkan hal itu, kami melanjutkan belajar hingga waktu menjelang senja.

Saat kami sedang berbincang untuk menyudahi belajar, makan malam, lalu kembali ke Academy, Ayah pulang.

Ekspresi Ayah tampak serius. Setelah menyapa kami semua dengan singkat, ia mengajakku dan Hugh ke ruang kerjanya. Suasananya sama sekali bukan seperti ia ingin memberikan balasan suratku secara langsung...

Firasat buruk memang sering kali menjadi kenyataan.

Ayah menyuruh kami untuk segera meninggalkan Royal Capital begitu ujian akhir mulai besok selesai. Ia berkata bahwa berada di Royal Capital sangatlah berbahaya karena konflik perebutan takhta yang semakin memanas. Dan untuk melindungi keselamatan Tia, kami perlu menyembunyikannya di wilayah Punosis.

Aku dan Hugh tidak punya pilihan lain selain mengikuti instruksi Ayah.



Illustrasi | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close