Chapter 10: El Psy
Kongroo!
Hari itu, Lou berada di kamar
Lucas dengan menyamar sebagai Putri Ketujuh, Lucretia.
Sambil menikmati waktu minum teh
yang elegan ditemani teh hitam dan kue manis yang ia siapkan sendiri, Lou
membelai sampul sebuah buku catatan yang diletakkan di atas meja.
Sampul ungu muda yang sedikit
kotor, dengan motif bunga-bunga yang disulam menggunakan benang emas kusam.
Lou memegang buku harian itu
dengan gerakan lembut, lalu membuka halaman-halamannya secara perlahan.
Menelusuri kata-kata yang terukir
di sana dengan jarinya, ia melembutkan pipinya karena diliputi perasaan
nostalgia. Buku harian yang telah dibacanya berulang-ulang kali. Halaman di
mana Lou menghentikan jarinya yang membalik halaman adalah catatan pada tanggal
tertentu.
[20 Juli Tahun Kalender
Divine 797]
Sudah hampir tiga tahun
sejak kami datang ke Punosis Territory.
Jika melihat kembali tiga
tahun ini, ada banyak hal yang terjadi, tetapi di tengah hari-hari itu,
kejadian hari ini mungkin adalah kejutan terbesar.
Karena, kehamilan Tia akhirnya
ketahuan!
Jika dipikir-pikir, kondisinya
terlihat kurang baik selama sekitar dua bulan terakhir ini...
Tia sempat bersikap santai dan
berkata, "Mungkin cuma masuk angin ya?", tapi karena dia sering
merasa mual dan terus-menerus mengatakan ingin makan sesuatu yang asam, aku
sempat berpikir jangan-jangan... dan ternyata dugaanku benar.
Kami menikah dengan Hugh pada
bulan Maret tahun ini.
Kami mengadakan upacara
pernikahan sederhana di waktu yang seharusnya menjadi masa kelulusan kami dari
Royal Academy.
Begitu menikah, sebagai seorang Bangsawan,
kami memiliki kewajiban untuk meninggalkan keturunan, dan Hugh akhirnya
membulatkan tekadnya untuk mengambil langkah pertama bersama Tia.
Meskipun saat ini kami belum bisa
memastikan apa pun...
Setidaknya, aku merasa lega
karena tahu bahwa Hugh tidak mandul.
[17 September Tahun Kalender
Divine 797]
Dua bulan telah berlalu sejak
kehamilan Tia diketahui, dan perut Tia kini sudah tampak cukup besar.
Kuira dia akan merasa cemas atau
kebingungan karena ini adalah kehamilan pertamanya, tetapi Tia menjalani
hari-harinya dengan ceria dan penuh semangat seperti biasa. Justru Hugh dan aku
yang tampak lebih gelisah.
Apakah seseorang akan menjadi
lebih tegar setelah menjadi seorang ibu?
...Tidak, itu mungkin memang
karena kepribadian aslinya sejak dulu.
Jika Tia berhasil melahirkan
anaknya dengan selamat, maka giliran diriku selanjutnya.
Memikirkannya saja membuatku
merasa sedikit ketakutan... Apakah tubuhku ini bisa mengandung seorang anak,
apakah aku bisa membesarkannya dengan benar sebagai seorang ibu, dan hal-hal
semacam itu...
Seandainya Ibu ada di sini, aku
mungkin bisa berkonsultasi tentang hal ini...
Mengingat situasi di mana perang
saudara antara faksi Pangeran Sleigh dan faksi Pangeran Brute semakin memanas,
orang-orang yang melarikan diri dari kobaran perang mulai berdatangan ke
Punosis Territory dari berbagai daerah. Berdasarkan cerita yang kudengar dari
mereka, keluarga Puridy tampaknya telah berkali-kali memukul mundur serangan dari
para Bangsawan faksi Pangeran Sleigh.
Aku masih belum mendengar kabar
bahwa Lily Garden telah jatuh. Jadi, Ayah, Ibu, dan Leopard pasti selamat. Aku
ingin mengirim surat kepada Ibu, tapi jika sampai rahasia bahwa aku dan Tia
berada di sini terbongkar, pasukan faksi Pangeran Sleigh dikhawatirkan bisa
menginvasi Punosis Territory.
...Tidak, aku harus menguatkan
tekadku.
Aku sekarang adalah istri Hugh,
Lily Punosis. Berkat pernikahan ini, Hugh telah mengambil alih kepala keluarga,
dan aku diizinkan untuk mengambil bagian dalam urusan pemerintahan sebagai Istri
Ke-dua dari Baron Punosis.
Di tengah situasi perang saudara
yang ujungnya belum terlihat, ke depannya pasti akan ada lebih banyak pengungsi
yang datang ke Punosis Territory mencari tempat tinggal yang aman. Masalah
seperti pembangunan rumah untuk menampung para pengungsi dan tindakan
pencegahan terhadap masalah kekurangan pangan yang diprediksi akan terjadi,
masih menyisakan setumpuk pekerjaan.
Hugh tidak bisa terlalu
diandalkan karena dia sedang cemas memikirkan Tia...
Aku harus menyimpan kecemasanku
di dalam dada, dan saat ini yang harus kupikirkan adalah bagaimana menangani
masalah-masalah tersebut, serta yang terpenting, memastikan Tia bisa
menyelesaikan persalinannya dengan selamat.
Bertahanlah, diriku.
Jika batas kemampuanku sudah
tiba, mungkin aku akan bermanja-manja pada Lecty dan meminta untuk dihibur
(yoshi-yoshi)...
[29 Desember Tahun
Kalender Divine 797]
Hari ini, bayi Tia
akhirnya lahir!
Seorang anak perempuan
yang sangat bertenaga dan nakal, mirip sekali dengan Tia! Karena lahir saat
menjelang subuh, kami semua sudah sangat kurang tidur, tetapi ini adalah pagi
hari setelah begadang yang terasa begitu menyegarkan untuk pertama kalinya.
Salju lebat yang terus
turun sejak kemarin akhirnya berhenti, dan pemandangan dunia putih berkilau
diterpa cahaya matahari di segala penjuru. Pemandangan itu seolah-olah alam
raya Punosis Territory sedang memberkati kelahiran kehidupan baru.
Yah, berkat salju lebat
ini juga situasinya benar-benar sangat merepotkan...
Tanda-tanda persalinan
sudah mulai terasa sejak beberapa hari lalu, jadi kami telah menyiapkan
persiapan terbaik agar siap kapan pun waktu itu tiba. Di Punosis Territory ada
Rain-sama yang memiliki pengalaman melahirkan, serta banyak sekali para nenek
berpengalaman, dan mereka telah mengerahkan segala upaya di berbagai hal agar
Tia bisa melahirkan dengan tenang.
Persiapan persalinan di
klinik sudah sempurna, dan kami hanya tinggal menunggu kontraksi Tia dimulai...
jika saja salju lebat itu tidak turun.
Kontraksi Tia dimulai
sekitar petang kemarin. Saat itu cuaca di luar sudah berupa badai salju yang
dahsyat, dan kondisinya sama sekali tidak memungkinkan untuk membawa Tia ke
klinik. Mike-sama berhasil membawa seorang bidan kemari dengan susah payah, dan
diputuskan bahwa Tia akan melahirkan di dalam mansion.
Aku tidak tahu apa yang
harus kulakukan, dan yang bisa kulakukan hanyalah menggenggam tangan Tia
bersama Hugh sambil menahan rasa sakit kontraksi di tengah cucuran keringat
sebesar biji jagung.
Seseorang yang bergerak
paling gigih dibandingkan siapa pun adalah Lecty. Sebagai seorang Apothecary
yang biasa bekerja di klinik, ia mulai mempersiapkan persalinan dengan cekatan
di bawah instruksi bidan.
Sosok Lecty yang penakut seperti
saat pertama kali kami bertemu sudah tidak ada lagi di mana pun.
Keberadaan Lecty sangatlah bisa
diandalkan, dan aku hampir saja meneteskan air mata melihat pertumbuhannya.
Namun niat itu kubatalkan karena Tia memarahiku dengan wajah serius,
"Jangan menangis lebih dulu dariku ya?"
Persalinan Tia memakan waktu
lebih lama dari perkiraan. Bayinya sebenarnya tidak sungsang, tetapi bayinya
tidak kunjung keluar. Hal itu pasti terjadi karena terhambat oleh bentuk tubuh
Tia yang mungil.
Jika dibiarkan seperti ini, perut
Tia harus disayat untuk mengeluarkan bayinya. Namun, mengingat situasi saat ini
di mana kami bahkan tidak bisa pergi ke klinik di Punosis Territory—berbeda
dengan situasi di rumah sakit di Royal Capital yang mengumpulkan para dokter
terbaik sekerajaan—risiko bagi ibu dan anak akan menjadi terlalu tinggi jika
persalinan hanya dilakukan di dalam mansion.
Jika situasinya benar-benar tidak
tertolong lagi, pilihan terakhir adalah menggunakan Skill untuk mengatasinya.
Sesaat sebelum fajar menyingsing,
saat aku merasa tidak tahan melihat Tia yang semakin melemah dan membicarakan
hal itu bersama Hugh...
—Pop!
Begitu mudahnya, seolah suara
tiruan itu adalah deskripsi yang paling pas.
Bayi Tia lahir ke dunia ini
seiring dengan datangnya fajar.
Di dalam pelukan Lecty yang
dengan sigap mengangkatnya, bayi itu menguap lebar-lebar dengan suara
"Uwaah..." lalu mulai menangis dengan kencang.
"Apa dia tadi kesiangan
tidur di dalam perutku...?"
"Anak ini sepertinya
akan menjadi orang besar ya,"
Tia dan Hugh tersenyum
pahit, sementara semua orang yang menyaksikan ikut tertawa.
Aku pun tersenyum sambil
mengalirkan air mata kelegaan, hingga lengan bajuku ditarik oleh Tia yang
tampak kelelahan.
"Giliran Lily
selanjutnya, tahu?"
…………B—bertahanlah,
diriku.
---
"Fufu. Pantas saja
aku."
Sambil membaca catatan
tentang hari kelahirannya, Lou tersenyum dengan rasa bangga di wajahnya.
Lou sangat suka membaca
kalimat-kalimat yang memancarkan kehangatan hubungan antar orang tua mereka,
serta rasa cemas bercampur gelisah menyambut kelahiran anak pertama.
Saat ia terus membalik
halaman-halamannya, nama Lou mulai sering muncul di dalam buku harian tersebut.
Lou saat masih bayi benar-benar berjiwa bebas, membuat Hugh dan Lily sangat,
sangat kewalahan.
Hal itu terasa lucu,
damai, dan menyenangkan. Lou tidak bisa tidak berharap seandainya Papa, Mama,
dan yang lainnya bisa terus menghabiskan hari-hari seperti itu selamanya.
Dalam waktu sekejap, dua
tahun telah berlalu di dalam buku harian tersebut.
Lily tidak menulis buku
harian setiap hari, dan pada masa itu ia pasti sangat sibuk dengan berbagai
hal. Catatan yang ditulis setelah jeda waktu sekitar satu bulan mencatat
peristiwa besar bagi dirinya.
[25 Februari Tahun
Kalender Divine 799]
Aku hamil... sepertinya.
Kondisi tubuhku sudah
tidak enak sejak beberapa waktu lalu dan aku sempat berpikir jangan-jangan,
tetapi rasa tegang di bagian dada serta perutku yang mulai membuncit perlahan,
ditambah beberapa gejala lainnya membuatku berkonsultasi dengan Tia dan Lecty,
dan mereka bilang aku pasti positif hamil.
Yah, kalau melakukan hal itu, ya
pasti hamil lah, ya.
Sebenarnya aku berpikir kalau aku
seharusnya menunggu sampai Lou tumbuh besar dengan selamat, tetapi Tia marah
kepadaku, "Kalau kamu bilang hal santai begitu terus, nanti kamu keburu
tua! Lecty juga sedang menunggu, jadi jangan banyak alasan dan tidurlah dengan
Hugh!"...
Sejak Lou lahir, Tia sepertinya
sudah benar-benar terbiasa menjadi seorang ibu.
Aku tadinya menghindari hubungan
intim dengan Hugh menggunakan alasan kesibukan, tapi sejauh yang kurasakan,
sebenarnya aku merasa takut.
Apakah aku benar-benar bisa
mengandung seorang anak, apakah aku bisa melahirkan dengan selamat, dan
berbagai hal semacam itu terus terlintas di kepalaku... Saat aku menceritakan
kekhawatiran itu kepada Tia, Tia merona merah dan berbisik di telingaku begini:
"Coba saja nikmati dulu?
Soalnya, itu... terasa enak, lho?"
...Ya, ampun, yah, rasanya memang
luar biasa enak sih.
Didorong oleh kata-kata
blak-blakan tanpa tedeng aling-aling itu, aku menghabiskan banyak malam bersama
Hugh setelah itu.
Hugh juga sangat
memerhatikan dan menghargaiku.
Saat aku yang tidak
memiliki banyak stamina merasa kelelahan, dia memelukku dengan lembut, dan
terkadang dengan penuh semangat, terkadang pula melakukan petualangan yang
sedikit berani...—apa-apaan yang kutulis di buku harian ini, dasar aku.
Bagaimanapun juga, aku
merasa lega karena bisa mengandung seorang anak. Tentu saja aku belum tahu
apakah aku bisa melahirkan dengan selamat nantinya, tetapi buah cinta bersama
Hugh ada di dalam perutku. Memikirkan hal itu membuat hatiku perlahan menghangat.
Sebenarnya aku ingin
memberitahu Ayah dan Ibu tentang hal ini...
Namun, situasi perang
saudara yang kudengar kabarnya sepertinya berangsur-angsur condong ke pihak Pangeran
Sleigh. Berdasarkan rumor,
beberapa pasukan dari Empire telah melintasi perbatasan dan menginvasi Kingdom.
Mereka bergabung dengan faksi Pangeran Sleigh. Didukung oleh Empire, faksi Pangeran
Sleigh dengan pasti mulai menyingkirkan faksi Pangeran Brute dari Royal Capital
dan sekitarnya.
Situasi pertempuran di Royal
Capital tampak semakin menguntungkan mereka, dan serangan terhadap wilayah
Puridy konon skalanya semakin membesar. Cadangan makanan untuk lima tahun
selalu disiapkan di Lily Garden, tetapi itu hanyalah persediaan yang dihitung
di atas kertas. Aku tidak tahu berapa banyak yang tersisa sekarang.
Jika bayinya lahir dengan
selamat, aku ingin Ayah dan Ibu juga bisa menggendongnya.
Semoga masa depan seperti
itu benar-benar datang.
[10 Juli Tahun Kalender
Divine 799]
Akhir-akhir ini, perutku
sudah membesar sedemikian rupa sehingga menjalani kehidupan sehari-hari pun
cukup merepotkan, dan di sinilah aku menyadari sebuah keanehan. Bayinya
menendang perutku dari dalam dengan penuh semangat, tetapi secara bersamaan ada
sensasi lain yang menendang perutku dengan lembut di tempat yang berbeda.
Jangan-jangan, anakku punya empat
kaki...!?
Kekhawatiran semacam itu sempat
melintas, jadi aku berkonsultasi dengan Lecty, dan Lecty langsung panik lalu
berlari memberitahu semua orang. Anak yang ada di dalam perutku ini,
jangan-jangan kembar.
Kalau dipikir-pikir, perutku
memang membuncit lebih besar daripada saat Tia mengandung dulu. Aku sempat
mengira itu karena perbedaan bentuk tubuh, tapi sepertinya bukan itu alasannya.
Segera setelah itu, aku pergi ke
klinik menggunakan kereta kuda yang diatur oleh Hugh, dan menjalani pemeriksaan
raba (palpasi) oleh Lecty di ruang tindakan.
Sejak merawat Lou, Lecty juga
aktif bekerja sebagai bidan. Pengalamannya dalam memeriksa wanita hamil sudah
sangat banyak, dan diagnosis yang diberikan oleh Lecty yang berpengalaman itu
ternyata benar: anak yang ada di dalam perutku adalah anak kembar.
"Untungnya sepertinya posisi
keduanya tidak sungsang, tetapi untuk kasus anak kembar, kelahiran prematur
atau persalinan sulit sangat rentan terjadi, jadi kita harus berhati-hati.
Kontraksi bisa dimulai kapan saja, jadi mulai hari ini tolong istirahat total
dari pekerjaan dan tenangkan diri."
Sambil terus mempersiapkan
persalinan di klinik, Lecty bahkan pergi menemui Mike-sama dan Tia untuk
meminta agar mereka menunjuk orang lain sebagai penggantiku agar aku bisa
beristirahat dari pekerjaan, karena dia tahu aku akan kesulitan mengatakannya
sendiri.
Aku terus-menerus direpotkan dan
dibantu oleh Lecty dalam berbagai hal sejak aku hamil.
Belakangan ini, para pengungsi
yang mengunjungi Punosis Territory semakin bertambah banyak, dan Hugh sangat
sibuk bukan main.
Karena aku tidak bisa terlalu
bermanja-manja padanya, saat aku merasa tertekan secara mental, Lecty biasa
tidur bersama di ranjang yang sama denganku atau menghiburku dengan
mengusap-usap kepalaku (yoshi-yoshi).
Saat kami masih menjadi siswi di
Royal Academy, aku merasa dialah yang harus kujaga, tapi sekarang rasanya
posisiku dan dia benar-benar terbalik...
[28 Juli Tahun Kalender Divine
799]
Suasana akhirnya sudah mulai
tenang, jadi aku ingin menuliskan apa yang terjadi selama beberapa hari
terakhir ini.
Pertama-tama, aku telah berhasil
menyelesaikan persalinan anak-anakku dengan selamat.
Semua ini berkat kerja keras dari
Lecty, Hugh, Tia, Rain Mother-in-law, Mike-sama, Plum, Selvas-san, dan semua
orang di Punosis Territory.
Aku sangat bersyukur anak-anak
lahir ke dunia dalam keadaan sehat.
Terutama anak perempuan yang
lahir lebih dulu, energinya benar-benar meluap-luap sampai-sampai suara
tangisannya bisa terdengar dari sudut mana pun di dalam mansion. Bahkan
sekarang pun dia dibaringkan di buaian tepat di sebelahku, dan dia terus
menggerakkan tangan serta kakinya dengan gelisah meski sedang tidur,
sampai-sampai tidak sengaja menampar wajah adik laki-lakinya yang tidur di
sampingnya.
Aku merasa kasihan jadi aku
mencoba membaringkan mereka di buaian yang terpisah, tetapi entah kenapa jika
dipisahkan keduanya malah menangis... Adik laki-lakinya sepertinya tidak peduli
meskipun ditampar, jadi mungkin lebih baik membiarkan mereka seperti ini untuk
sementara waktu.
Menurut Tia dan Lecty, anak yang
perempuan mirip sepertiku, sementara anak yang laki-laki mirip banget dengan
Hugh. Tapi, menurutku kedua anak itu mirip dengan Hugh, yah, itu semua
tergantung pada bagaimana orang yang melihatnya merasakannya, sih.
Meskipun begitu...
anak-anakku, ya.
Melahirkan keturunan
adalah kewajiban seorang Bangsawan. Di satu sisi aku merasa lega karena bisa menunaikan kewajiban tersebut,
tetapi di sisi lain aku belum bisa merasakan kesadaran penuh sebagai seorang
ibu.
Kupikir seseorang akan secara
alami menjadi seorang ibu begitu melahirkan anak...
Tentu saja, anak-anak itu sangat
menggemaskan.
Waktu yang kuhabiskan bersama
Hugh untuk memikirkan nama mereka dipenuhi dengan kebahagiaan yang begitu utuh.
Namun, ketika aku sendirian
sejenak di sisi anak-anak, aku merasa cemas apakah aku bisa mendidik dan
membesarkan anak-anak ini dengan baik sebagai orang tua, seperti Ayah dan Ibu
yang telah membesarkanku.
...Tidak boleh, kalau terus
begini gawat.
Situasi di dalam kerajaan berubah
dari waktu ke waktu, dan pengaruh itu juga merambah hingga ke Punosis Territory
yang terletak di daerah perbatasan. Pengungsi yang mengunjungi Punosis
Territory tidak ada habisnya, dan berbagai hal harus ditangani mulai dari
sistem penerimaan mereka, masalah pangan, hingga pembangunan benteng untuk
bersiap menghadapi kemungkinan invasi. Masalah yang harus diselesaikan
bertumpuk bagaikan gunung.
Pekerjaan yang kualihkan kepada
Mike-sama dan Tia tampaknya tidak menunjukkan progres yang begitu bagus dari
laporan yang kudengar...
Makanya, aku harus menjadi jauh
lebih tegar.
Karena hanya dengan bisa
menguasai urusan pengasuhan anak sekaligus pekerjaan, seseorang baru bisa
menjadi lady kelas atas seperti Mama.
***
"Lili-mama..."
Di dalam buku harian yang ditulis
dengan tulisan tangan bergetar di beberapa bagian, tertulis secara blak-blakan
mengenai penderitaan dan kecemasan yang dialami oleh Lily setelah melewati masa
kehamilan hingga persalinan.
Bagian-bagiannya terasa agak
terlalu blak-blakan sampai-sampai membuat Lou merasa malu saat membacanya,
tetapi Lou berpikir bahwa justru karena usianya yang sekarang sudah mendekati
usia Lily saat itu, dia bisa lebih memahami perasaan Lily pada masa itu.
Perasaan kesepian karena terpisah
dari orang tua. Meskipun keluarga seperti Hugh, Tia, dan Lecty berada di
sisinya, situasi saat itu membuat semua orang sangat sibuk. Karena memiliki
rasa tanggung jawab yang kuat, Lily tidak bisa menceritakan kecemasan dan
penderitaannya kepada orang-orang di sekitar dan akhirnya memendam semuanya
sendirian.
(Papa dan Mama, mereka berdua
terus menyesalinya...)
Seandainya saat itu mereka bisa
lebih memperhatikan dan menemani Lily.
Ingatan mendengar kata-kata
seperti itu keluar dari mulut kedua orang tuanya bukanlah sekali atau dua kali
saja.
Hari-hari yang dulunya dipenuhi
kebahagiaan perlahan-lahan terkikis dan habis.
Menahan keinginan untuk menutup
buku harian tersebut, Lou kembali membalik halaman-halamannya.
Untuk memastikan sekali lagi,
masa depan mana yang harus diubah.
[10 Januari Tahun
Kalender Divine 800]
Sudah berapa bulan aku
tidak menulis buku harian seperti ini.
Sudah lebih dari setengah
tahun berlalu sejak aku melahirkan anak-anak, Merry dan Ryuug. Musim
benar-benar telah berubah dari musim panas menjadi musim dingin, dan tumpukan
salju turun dengan lebat di luar jendela. Pada periode seperti ini, jumlah
pengungsi yang datang dari luar Punosis Territory juga berkurang, sehingga
pekerjaannya sedikit berkurang dan membuat hatiku merasa lebih longgar.
...Yah, rasanya menjadi
suram jika memikirkan alasan di balik berkurangnya jumlah pengungsi tersebut.
Selama setengah tahun terakhir
ini, situasi di dalam kerajaan terus memburuk tanpa henti. Para Bangsawan dari
faksi Pangeran Sleigh dan pasukan militer dari faksi Pangeran Brute bentrok di
berbagai tempat, dan perang tanpa akhir terus berlanjut di seluruh penjuru
Kingdom.
Di tengah situasi tersebut, faksi
Pangeran Sleigh yang mendapatkan dukungan dari Empire tetap memegang
keunggulan, dan daerah sekitar Royal Capital kabarnya telah dikuasai sepenuhnya
oleh Pangeran Sleigh.
Jika hal itu benar, maka target
selanjutnya dari pasukan faksi Pangeran Sleigh di sekitar Royal Capital adalah
Puridy Territory yang sampai sekarang masih terus melanjutkan perlawanan.
...Aku tidak bisa meminta tolong
kepada Hugh.
Jika aku mengucapkan hal itu, dia
pasti akan mengerahkan kekuatan Skill miliknya demi menyelamatkan Puridy
Territory. Namun, hal itu tidak lain adalah membebani dirinya dengan dosa
(karma) yang sangat luar biasa besar.
Dalam perjalanan dari Royal
Capital menuju Punosis Territory, aku masih bisa mengingat dengan jelas
sosoknya yang terpukul hebat setelah mengerahkan kekuatannya demi menyelamatkan
kami dari para mercenary.
Dia bukanlah seorang pahlawan
atau siapa pun, melainkan orang biasa yang bisa ditemukan di mana saja.
Seseorang yang tadinya hanyalah
anak laki-laki biasa.
Suamiku tercinta.
Oleh karena itu, tidak mungkin
aku bisa mengatakan 'tolong aku'.
Maafkan aku, Ayah.
Maafkan aku, Ibu.
Maafkan aku, Leopard.
Maafkan aku.
[11 Januari Tahun Kalender Divine
800]
Kemarin aku mengakhiri penulisan
buku harian dengan perasaan yang sangat suram.
Karena hal itu membuat mentalku
ikut terasa berat, aku meminta Lecty untuk tidur bersama, tapi omong-omong aku
sepenuhnya lupa bahwa ada berita besar yang seharusnya kutulis di dalam buku
harian ini.
Perut Lecty mulai perlahan-lahan
membesar. Akan ada satu lagi anggota keluarga yang bertambah!
Ngomong-ngomong, Hugh sempat
terlihat lemas seperti daun bawang layu selama beberapa hari, jadi
jangan-jangan saat itulah... Kalau begitu Lecty, sebenarnya permainan seperti
apa yang—... ah, sudahlah, mari hentikan rasa ingin tahu yang tidak senonoh
itu.
Bagaimanapun juga, Lecty terus
menungguku bahkan saat aku ragu-ragu, jadi aku merasa lega karena dia akhirnya
bisa hamil dengan selamat.
Masa persalinannya sepertinya
masih memakan waktu sekitar setengah tahun lagi, jadi jarak usianya dengan
Merry dan Ryuug mungkin akan terpaut sekitar satu tahun sebagai adik perempuan
atau adik laki-laki.
Usianya mungkin belum sampai bisa
disebut sebagai kakak perempuan atau kakak laki-laki, tapi aku tak sabar
melihat saat mereka tumbuh besar nanti.
Oh iya, bicara soal kakak
perempuan.
Lou, yang baru saja merayakan
ulang tahunnya yang kedua beberapa hari yang lalu, sepertinya sudah mulai
menumbuhkan kesadaran diri yang kuat sebagai seorang kakak perempuan, dan dia
sering membantu mengurus Merry dan Ryuug.
Saat aku sibuk dengan pekerjaan,
Tia menggantikan posisiku untuk merawat keduanya, dan Lou sepertinya ikut
bergabung bersama Tia untuk menghibur Merry dan Ryuug.
Bahkan saat aku sedang mengurus
mereka berdua, Lou datang berjalan terhuyung-huyung entah dari mana, memberikan
ciuman kepada Merry, lalu sering kali menampar pipinya pelan-pelan. Sungguh
pemandangan yang sangat menghangatkan hati.
Pertumbuhan Lou sangat luar
biasa. Baru saja kemarin kurasa dia belajar merangkak lalu bisa berdiri dengan
berpegangan, sekarang dia sudah berlari kesana-kamari di dalam mansion, dan
kosakatanya yang tadinya tidak jelas perlahan-lahan mulai bisa menyampaikan
maksud dengan lebih jelas.
Pertumbuhan anak-anak ternyata
sangat cepat ya.
Kira-kira pada waktu yang sama
tahun depan, apakah Merry dan Ryuug juga sudah bisa menjalankan peran sebagai
kakak perempuan dan kakak laki-laki dengan baik?
[20 Juli Tahun Kalender Divine
800]
...Akhirnya perasaanku sudah
mulai tenang, jadi aku ingin mencatatkan hari-hari hingga hari ini ke dalam
buku harian.
Pemicunya adalah kedatangan
sebuah kelompok rombongan ke Punosis Territory.
Mendapatkan kabar dari benteng
yang dibangun untuk pertahanan, aku dan Hugh bergegas pergi menyambut mereka,
dan yang kami temui adalah sekitar lima百 orang yang terdiri dari mantan Kesatria Kerajaan,
prajurit keluarga Puridy, serta para Rakyat biasa.
Dan Idiots, orang yang
memimpin mereka.
Tanpa sempat menikmati
momen kegembiraan setelah sekitar enam tahun tidak berjumpa, Hugh dan aku
dibuat tercengang oleh kondisi penampilannya.
Dia telah kehilangan lengan
kirinya.
Idiots yang kini menjadi pria
berlengan satu telah tumbuh menjadi seorang prajurit dengan ekspresi wajah yang
gagah.
Luka di lengannya sudah menutup,
dan bahkan tidak bisa disembuhkan oleh Skill milik Lecty.
Meskipun Hugh berniat mengatakan
bahwa mungkin ada cara untuk mengatasinya sambil menyembunyikan keberadaan
Skill Brainwash, Idiots menolak tawaran tersebut dengan berkata, "Aku
sudah terbiasa bertarung dengan satu tangan ini. Untuk apa lenganku tumbuh
kembali sekarang, toh itu tidak akan membuatnya menjadi lebih kuat".
Melalui interaksi tersebut,
Idiots mengatupkan bibirnya rapat-rapat dan menegakkan posisinya.
Lalu, dia berlutut di hadapanku
seolah-olah hendak menyerahkan lehernya.
"Maafkan aku, Lily Puridy.
Aku tidak bisa melindungi keluargamu".
...Melalui perkataan Idiots, aku
memahami segalanya.
Para prajurit yang dibawa oleh
Idiots adalah sisa-sisa pasukan yang kalah dalam pertempuran di Puridy
Territory. Dan para Rakyat biasa adalah warga yang melarikan diri dari Puridy
Territory untuk mencari pertolongan padaku.
Aku berusaha keras menahan
tubuhku yang terasa nyaris runtuh, lalu memberikan instruksi bersama Hugh.
Pertama-tama, para penduduk
Puridy Territory diarahkan ke perumahan sementara yang dibangun untuk para
pengungsi.
Berkat para pengungsi, kekurangan
tenaga kerja di Punosis Territory teratasi, dan pembangunan perumahan sementara
kini sedang digarap dengan kecepatan tinggi. Oleh karena itu, kami berhasil
menyediakan tempat tinggal bagi semua orang di batas-batas terakhir.
Dan untuk para mantan Kesatria
Kerajaan dan prajurit keluarga Puridy, mereka langsung memasuki benteng untuk
bersiap mengambil bagian dalam pertahanan Punosis Territory.
Meskipun benteng sudah dibangun,
kekuatan militer Punosis Territory masih kurang. Hampir tidak ada orang yang memiliki
pengalaman militer, dan perlengkapannya pun sangat minim. Mike-sama telah
mengumpulkan para sukarelawan dari warga dan pengungsi untuk melatih prajurit,
tetapi dari segi kekuatan tempur, mereka masih sangat meragukan.
Kehadiran hampir tiga
ratus prajurit berpengalaman yang bergabung ke tempat ini merupakan dorongan
semangat yang luar biasa. Mereka adalah pasukan elit yang berhasil bertahan
hidup dari pertempuran di Puridy Territory. Sebagai mantan Kesatria Kerajaan
dan prajurit keluarga Puridy, tingkat kemahiran mereka sangat tinggi, dan yang
terpenting, mereka bersumpah setia kepada Hugh yang memiliki aku dan Tia
sebagai istrinya.
Berkat mereka, kekuatan
pertahanan Punosis Territory bisa dikatakan meningkat drastis.
Namun, ada kekhawatiran yang muncul secara bersamaan.
Faksi Pangeran Sleigh pasti sudah mengetahui fakta bahwa mereka melarikan
diri ke Punosis Territory. Sekarang setelah Puridy Territory jatuh, tidak aneh
jika faksi Pangeran Sleigh mengarahkan pasukan mereka ke tempat ini kapan saja.
Setelah berdiskusi dengan Hugh, diputuskan bahwa Mike-sama akan dikirim
untuk memasuki benteng guna memperketat pengawasan.
Setelah itu, aku dan Hugh kembali ke mansion bersama Idiots.
Begitu tiba di mansion dan bertemu kembali dengan Lecty yang sedang hamil
besar, Idiots pingsan dengan mulut mengeluarkan busa. Sambil menunggu
kondisinya tenang, aku akhirnya bisa mengetahui detail kejadian di Puridy
Territory.
Pertama-tama, Idiots dikabarkan sempat berselisih paham dengan ayahnya,
Marquis Hortness, sejak awal perang saudara dimulai, lalu nekat kabur
meninggalkan rumah. Sejak saat itu, dia mengembara ke berbagai penjuru Kingdom
dan menyaksikan sendiri banyak tindakan barbar serta mengerikan dari faksi Pangeran
Sleigh maupun faksi Pangeran Brute.
Tempat yang akhirnya dia tuju setelah perjalanan itu adalah Puridy
Territory. Ayah menyambut Idiots dengan tangan terbuka, dan Idiots terus
bertempur di garis depan demi membalas budi kebaikan tersebut.
Puridy Territory bertempur dengan gigih menghadapi gempuran faksi Pangeran
Sleigh selama lebih dari empat tahun.
Namun, pertempuran tanpa bantuan luar memaksa mereka menjalani perang atrisi
(attrition warfare), dan situasi perlahan-lahan berbalik.
Arah angin benar-benar berubah ketika sekelompok pasukan dari Raiga Empire
mulai bergabung ke dalam barisan pasukan faksi Pangeran Sleigh.
Para prajurit Empire tersebut terdiri dari orang-orang tangguh, dan terutama
jenderal yang memimpin pasukan itu memiliki kemampuan yang luar biasa tinggi.
"Kemampuan berpedangnya mungkin setara dengan Nona Alyssa atau ".
"Lengan kiriku juga ditebas
putus olehnya".
Kehilangan satu lengannya memaksa
Idiots mundur dari garis depan, dan dia sempat berada di ambang batas antara
hidup dan mati.
Ketika dia pulih secara ajaib dan
kembali bertugas setelah menjalani perawatan selama beberapa bulan, seluruh
kota dan benteng di Puridy Territory—kecuali Lily Garden—sudah jatuh dikuasai.
"Cadangan makanan di Lily
Garden juga hampir habis. Marquis Puridy dan istrinya mengirimkan utusan,
memohon agar nyawa para prajurit dan warga dijamin sebagai tukar ganti dengan
nyawa mereka sendiri".
Permohonan itu dikabulkan, dan
Lily Garden akhirnya menyerahkan diri (kaijou).
Ayah dan Ibu dieksekusi di
hadapan para penduduk wilayah.
"—Namun, janji itu
diingkari!"
Yang menanti mereka adalah
tindakan kekerasan dan penjarahan oleh para prajurit faksi Pangeran Sleigh.
Lily Garden dihancurkan secara total, dan bahkan Leopard, para prajurit, serta
warga yang seharusnya diampuni nyawanya pun turut dibantai.
Idiots memimpin para prajurit dan
warga yang berhasil selamat dengan susah payah untuk melarikan diri.
Mengikuti pesan terakhir Ayah,
mereka mempertaruhkan nyawa untuk tiba di Punosis Territory.
Mendengar semua itu, aku akhirnya
tidak bisa menahan diri lagi dan jatuh pingsan sambil menangis tersedu-sedu.
Kematian Ayah dan Ibu. Kematian adik laki-laki dan para penduduk wilayah.
Padahal aku seharusnya tahu bahwa hal ini akan terjadi, tetapi aku tidak
melakukan apa pun.
Hatiku hancur berkeping-keping
karena penyesalan dan rasa bersalah, membuatku tidak bisa berbuat lain selain
menangis histeris.
Merasa cemas melihat ibunya
menangis histeris, Merry dan Ryuug ikut menangis di dalam pelukan Rain
Mother-in-law dan Tia yang tadinya menggendong mereka, lalu hal itu membuat Lou
ikut-ikutan menangis.
Aku benar-benar telah
merepotkan banyak orang....
Selama beberapa hari
setelah itu, aku mengurung diri di dalam kamar dan terus menangis meratap.
Hugh, Tia, bahkan Lecty
yang sedang hamil tua menyempatkan waktu di sela-sela kesibukan mereka untuk
datang menghiburku, dan hari ini mentalku akhirnya pulih sampai tahap di mana
aku bisa menulis kembali buku harian ini.
Aku sudah tidak punya
waktu lagi untuk bersedih....
Persalinan Lecty sudah di
depan mata, dan kita tidak tahu kapan pasukan faksi Pangeran Sleigh akan datang
kemari menyusul Idiots.
Aku harus mengejar
ketertinggalan dari hari-hari yang kuhabiskan tanpa berbuat apa-apa.
Jika aku tidak melakukan sesuatu
untuk mengalihkan perhatian, aku merasa akan kembali menangis lagi.
[31 Juli Tahun Kalender Divine
800]
Kemarin, anak Lecty akhirnya
lahir. Seorang anak perempuan berwajah sangat cantik yang mirip dengannya.
Persalinannya ditangani oleh bidan yang dulu juga membantu saat kelahiran anak
Tia, dan bahkan bidan tersebut mengatakan bahwa itu adalah proses persalinan
lancar tanpa hambatan yang belum pernah dia alami sebelumnya.
Saat Hugh yang meninggalkan
mansion karena pekerjaan bergegas mendatangi klinik setelah mendengar kabar
tersebut, bayi itu sudah lahir, dan pemandangan saat dia merangkul pundak
Idiots sambil merayakan bersama meninggalkan kesan yang mendalam bagiku. Idiots
sepertinya juga sudah berhasil menata perasaannya kembali, dan baguslah karena
tidak ada perasaan ganjjal di antara mereka.
Pemulihan pascapersalinan Lecty
berjalan lancar, dan anak itu bahkan berniat kembali bekerja di klinik mulai
esok hari. Aku sempat berpikir apakah sebaiknya dia meluangkan waktu sedikit
lebih lama di dekat bayinya... tapi sejujurnya hal itu sangat membantuku.
Tampaknya pasukan faksi Pangeran
Sleigh benar-benar sedang mendekat untuk mengejar Idiots.
Menurut Mike-sama yang dikirim
untuk melakukan pengintaian, sosok yang memimpin pasukan tersebut tampaknya
adalah Count Gadiness.
Salah satu Bangsawan berpengaruh
yang berafiliasi dengan faksi Pangeran Sleigh, seorang tokoh jenius yang
berhasil menaiki tangga karier hingga menjadi menteri termuda di Kingdom Ries. Tidak disangka orang penting
seperti itu akan turun tangan langsung....
Pasukan yang dipimpinnya
berjumlah sekitar tiga ribu orang. Jumlah itu hampir tujuh hingga delapan kali
lipat lebih banyak dibandingkan kekuatan militer kita.
Namun, Punosis Territory
adalah benteng pertahanan alami, dan kami juga telah membangun benteng untuk
memblokir jalan raya.
Meskipun kalah dalam hal
jumlah pasukan, keuntungan letak geografis berada di pihak kita. Peluang
kemenangan seharusnya cukup besar... Meskipun begitu, jatuhnya korban jiwa
adalah hal yang tidak bisa dihindari.
Ketika pertempuran
benar-benar pecah, ada atau tidaknya Lecty di tempat akan menjadi faktor
penting yang menentukan kemenangan atau kekalahan.
Lecty akan ditugaskan di
rumah sakit lapangan yang dibangun di antara benteng dan area dalam Punosis
Territory.
Sebenarnya aku ingin
memberikannya lebih banyak waktu bersama bayinya, tapi....
"Tidak apa-apa, Lily-chan. Demi melindungi anak ini... Tina, sekarang
adalah waktunya kita berjuang!"
Lecty berkata demikian sambil tersenyum ceria. Dia benar-benar sudah menjadi
sosok yang jauh lebih kuat sekarang.
Karena dia sendiri sudah membulatkan tekad, baik aku maupun Hugh tidak punya
pilihan selain menghormati keputusannya.
Kita harus mengakhiri pertempuran ini secepat mungkin agar Lecty dan Tina
bisa menghabiskan hari-hari yang damai.
[3 August Tahun Kalender Divine 800]
Hari ini menandai hampir
enam tahun sejak kami datang ke Punosis Territory.
Pasukan faksi Pangeran
Sleigh akhirnya menyerang masuk ke Punosis Territory.
Suasana medan perang yang pertama
kali dialami oleh aku dan Hugh terasa sangat menakutkan. Teriakan amarah dan
jeritan sakaratul maut yang terdengar dari kejauhan masih belum mau lepas dari
telingaku bahkan setelah malam tiba dan suasana mulai tenang.
Situasi pertempuran untuk saat
ini berada di pihak kita yang unggul. Pasukan yang dipimpin oleh Count Gadiness
menyerang masuk ke benteng dari arah depan, tetapi benteng yang dibangun dengan
kokoh berhasil memukul mundur serangan tersebut dengan mudah.
Berkat Idiots dan yang lainnya
yang bekerja lembur siang malam untuk mempercepat proses renovasi....
Benteng awal mulanya dibangun
hanya berdasarkan pengetahuan yang dimiliki oleh aku dan Mike-sama, sehingga
ada beberapa bagian yang meragukan dari segi kepraktisannya. Menyadari hal itu,
Idiots bersama para mantan Kesatria Kerajaan dan prajurit Puridy Territory
melakukan modifikasi agar benteng tersebut lebih mudah dipertahankan.
Mereka yang berhasil selamat dari
pertempuran di Puridy Territory benar-benar sangat bisa diandalkan. Terutama
Idiots yang memberikan instruksi ke seluruh penjuru benteng sebagai seorang
jenderal, berhasil mengarahkan situasi pertempuran menjadi menguntungkan bagi
kita. Jika itu adalah aku dan Hugh yang masih terpengaruh oleh suasana medan
perang, kami tidak akan mampu memberikan instruksi yang begitu akurat.
Hari pertama bisa dikatakan
sebagai kemenangan bagi kita. Kita berhasil memberikan kerugian yang tidak
sedikit kepada pihak musuh.
...Meskipun begitu, pihak kita
juga harus menelan korban jiwa.
Mereka yang gugur adalah dua
orang prajurit Puridy Territory dan empat orang sukarelawan dari kalangan
pengungsi.
Masing-masing dari mereka
memiliki jalan hidup sendiri, dan ada keluarga yang menunggu kepulangan mereka
di rumah.
Jumlah korban jiwa akan terus
bertambah ke depannya.
Sebagai manusia yang berada di
posisi memimpin mereka, dengan ekspresi seperti apa aku harus menemui keluarga
dari para korban yang gugur itu?
[10 August Tahun Kalender Divine
800]
Hujan deras yang mulai turun
sejak lewat tengah hari menghantam tenda dan menimbulkan suara gemuruh.
Hari ini, Hugh membuat satu
keputusan besar.
Situasi pertempuran berada di
pihak kita yang unggul, gerbang benteng sama sekali belum berhasil dijebol, dan
pasukan cabang musuh yang mencoba melewati benteng melalui jalan pegunungan
semuanya telah terdeteksi oleh milikku. Pasukan gerilya yang dipimpin oleh
Mike-sama yang sangat mengenal medan pegunungan Punosis Territory berhasil
menghabisi mereka satu per satu.
Namun, pertempuran melawan
pasukan yang dipimpin oleh Count Gadiness semakin hari semakin sengit, dan
korban jiwa terus bertambah. Perbedaan kekuatan militer yang mencapai lebih
dari tujuh kali lipat tidak mungkin bisa ditutup, dan jika pertempuran terus
berlanjut seperti ini, sudah bisa dipastikan kita lambat laun akan tergilas
habis.
"—Lily, Idiots. Aku
ingin berdiskusi".
Ketika hujan pertama
sejak pertempuran dimulai mulai turun, Hugh memanggil kami dengan ekspresi
penuh tekad.
"Aku akan membasmi musuh
menggunakan milikku. Jika ingin melakukannya, satu-satunya kesempatan adalah
sekarang saat hujan sedang turun".
milik Hugh memiliki daya rusak
yang terlalu kuat, sehingga situasi penggunaannya sangat terbatas.
Terutama penggunaan di dalam
kawasan pegunungan berisiko menyulut api ke pepohonan di sekitarnya dan memicu
kebakaran hutan berskala besar.
Memang benar, jika ingin
menggunakan , saat hujan turun seperti sekarang adalah waktu yang paling
optimal.
Peluang emas yang belum tentu
tahu kapan akan datang kembali.
Namun...
"Apa kamu akan baik-baik
saja, Hugh...?"
Menanggapi pertanyaanku, Hugh
menyunggingkan senyum samar.
"Karena aku tidak ingin
melihat ada korban jiwa lagi... Idiots, bisa tolong minta bantuan
pengawalan?"
"Dengan senang hati
aku terima. Atas nama Skill Guardian."
Dia membawa Idiots dan berjalan menuju gerbang benteng.
Aku mencoba mengulurkan tangan ke arah punggungnya, tetapi aku tidak mampu
menghentikannya.
Cara paling cepat untuk mengakhiri pertempuran adalah dengan memamerkan
kekuatan luar biasa yang dimiliki oleh Hugh.
Jika kita mematahkan semangat juang musuh dan memaksa mereka mundur,
seharusnya mereka tidak akan datang menyerang ke tempat ini untuk beberapa
waktu ke depan.
Aku memahami hal itu.
...Tetapi, karena Hugh adalah orang yang sangat baik.
Dia akan membunuh banyak orang dengan kekuatannya sendiri. Rasa bersalah itu pasti akan menyiksanya.
Meskipun begitu, Hugh yang telah
membulatkan tekad berdiri di atas gerbang. Semua panah dan batu yang melayang
menargetkan dirinya berhasil ditebas habis oleh Idiots, dan Hugh membidikkan
-nya.
Sesaat kemudian, angin panas
mengamuk diiringi suara dentuman yang menggelegar.
Pilar api membumbung tinggi
seolah-olah hampir mencapai awan, mengingatkan pada sosok seekor naga yang
melesat menuju langit.
Angin panas bahkan bertiup liar
hingga ke dalam benteng, membuatku tanpa sadar menutupi wajah dan berjongkok di
tempat.
Setelah itu, hujan lebat turun
mengguyur, dan kabut tebal menyelimuti area sekitar.
Untuk beberapa saat setelahnya,
hanya suara deru hujan yang terdengar.
Tak lama kemudian, terdengar
suara tiupan terompet dari kejauhan yang menandakan sinyal mundurnya pasukan
musuh, diikuti oleh sorak-sorai yang meledak dari berbagai sudut benteng.
Seseorang berteriak dengan suara lantang bahwa musuh sedang kabur dengan ekor
di antara kedua kaki mereka.
Semua orang memuji dan
menyanjung Hugh.
Namun, rona darah seolah
lenyap dari wajah Hugh yang baru saja kembali, dan aku langsung memeluknya
erat-erat.
Suara-suara riuh yang
menyoraki kami sempat terdengar, tetapi lambat laun suara itu meredup.
Baik Hugh maupun aku sama-sama
menangis tanpa memedulikan pandangan orang lain.
Idiots yang berbaik hati memahami
situasi membuat aku dan Hugh tinggal berdua saja di dalam tenda.
Setelah itu kami saling menghibur
satu sama lain.
Menjelang malam, Hugh
tertidur dengan tenang di atas ranjangku. Aku juga harus segera tidur...
Sebagian besar pasukan
musuh telah menguap berkat Hugh.
Seharusnya pasukan Count
Gadiness sudah tidak memiliki sisa kemampuan bertempur lagi.
Besok pagi, begitu
memastikan musuh telah mundur, kita akhirnya bisa pulang.
Kira-kira apakah Merry
dan Ryuug yang menunggu di mansion dalam keadaan baik-baik saja?
Aku juga ingin segera
bertemu dengan Tia dan Lou, serta bergabung kembali dengan Lecty yang berada di
rumah sakit lapangan.
Lecty pasti sudah merasa
tidak sabar ingin segera bertemu dengan Tina.
Saat ini, yang
kuhinggapkan di benakku hanya rasa rindu pada hari-hari biasa yang kuhabiskan
bersama semuanya.
[Maret, Tahun 799/800]
Lecty—
***
Halaman tersebut tidak
dibubuhi tanggal, dan bahkan bukan berupa tulisan, melainkan coretan-coretan
acak yang digoreskan secara kasar dengan tinta yang merembes. Beberapa halaman
setelahnya telah disobek secara paksa, dan terdapat kekosongan waktu selama
lima tahun penuh hingga ke catatan harian berikutnya.
Lou menutup buku harian
itu dengan tenang, lalu mengangkat dan memeluknya erat ke dada.
"Lili-mama... Masa depan itu
pasti, akan kuubah!"



Post a Comment