Kata
Penutup
Aku Hibariyu! Tepatnya, aku adalah kucing penjaga di
pemandian umum Hibariyu di suatu kota! Meow!
Anime Tenbin akhirnya akan segera mulai tayang, ya!
Sebagai penulis aslinya, aku ikut terlibat dalam berbagai hal seperti penulisan
skenario, proses rekaman, hingga berpartisipasi di AnimeJapan 2026, tetapi
rasanya semua itu berlalu begitu saja dalam sekejap mata.
Di tengah-tengah proses tersebut, aku sempat merasa
kurang memiliki ikatan emosional dengan kenyataan sehingga rasanya seperti
urusan orang lain. Namun, saat aku sedang memeriksa potongan gambar sekitar
episode 9 dan menemukan nama editor penanggung jawab tercantum di bagian kredit
lagu pembuka, saat itulah aku benar-benar merasakannya.
Bersama sang editor, kami telah merintis Tenbin ini
bersama-sama sebagai dwi-tunggal sejak volume 1. Melihat nama orang lain yang
kukenal tertera di sana, aku baru benar-benar sadar bahwa proyek ini berjalan
secara nyata.
Omong-omong, sewaktu aku menceritakan hal itu kepada
orang-orang di sekitarku, reaksi mereka biasa saja, haha.
Nah, bagaimana dengan Tenbin volume 10? Kurasa volume
kali ini dipenuhi dengan berbagai macam kejadian sehingga menjadi buku yang
sangat padat.
Kenyataannya, jika dihitung dari jumlah karakter,
isinya bahkan meningkat sekitar tiga puluh persen dari biasanya. Karena aku
tidak ingin membuat buku ini terlalu tebal, aku sengaja memadatkan jarak
antarbarisnya.
Berkat itu, jika dilihat sekilas dari sampul
belakangnya, ketebalannya tidak terlalu berbeda jauh dari biasanya.
Selain itu, proses pengerjaan kali ini sangatlah sulit.
Sampai-sampai naskahnya sempat ditolak seluruhnya satu kali.
Meskipun begitu, berkat kerja sama yang erat dengan
editor, kami berhasil merangkai cerita padat yang memuaskan. Alurnya memang
terasa sedikit terburu-buru, tetapi daripada menyeret-nyeret suasana yang suram
dan muram, jauh lebih baik membawanya tuntas dalam sekali napas, jadi beginilah
bentuk akhirnya.
Dan, Tenbin akan segera tamat pada volume berikutnya.
Sambil menulis kata penutup ini sekarang, aku juga sedang sibuk mengetik naskah
untuk volume terakhir.
Meskipun ada banyak hal yang ingin kuceritakan tentang
Tenbin, aku akan menyimpannya untuk volume terakhir nanti, dan kali ini aku
ingin membahas sedikit tentang adaptasi animenya.
Jika aku mengenang kembali, momen saat aku paling kuat
menyadari adaptasi anime adalah setelah volume 3 terbit, beberapa waktu
berselang saat aku sedang menelepon editor untuk membahas volume 4. Itu bermula
dari perkataan sang editor kepadaku.
--Kira-kira sampai volume berapa rencana Tenbin ini? Aku
ingin menjadikannya karya visual, jadi aku agak khawatir kalau cerita ini tamat
di sekitar volume 5. Aku ingin membuatnya menjadi seri jangka panjang, jadi
bagaimana ya kira-kira?
Ayolah, di dunia novel ringan kalau mau dijadikan karya
visual ya sudah pasti itu adaptasi anime, kan! Sambil menelan bulat-bulat
kata-kata tersebut, aku menjawab sesuai dengan konsep yang sudah kukuhkan sejak
awal mulai menulis Tenbin, yaitu: "Kurasa jumlahnya akan mencapai sekitar
10 volume jika semua hal yang ingin kutulis sudah tersampaikan."
Selain itu, dalam percakapan telepon saat itu, dia juga
sempat berkata kalau pembicaraan tentang anime sudah mulai masuk, lho. Lantas,
untuk apa awalnya dibikin samar-samar sebagai karya visual?
Omong-omong, menjelang pengumuman adaptasi animenya,
editor sempat memberitahuku bahwa di tengah banyaknya pekerjaan jarak jauh
akibat pandemi COVID-19 dulu, saat cetakan contoh volume 3 selesai dan dia
masuk kantor penerbitan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, pembicaraan
tentang anime tersebut sudah mulai bergulir. Cukup cepat juga ya. Aku sendiri
mendengarnya sampai terkejut.
Terlepas dari hal itu, bagaimana suasana hati seorang
penulis yang tiba-tiba diberi tahu tentang proyek anime oleh sang editor?
Tunggu sebentar, mana mungkin ada cerita yang
semenggiurkan itu, lagi pula pembatalan proyek anime adalah hal yang lumrah
terjadi. Mengingat latar belakangku yang sebelumnya berkecimpung di dunia
manga, aku sudah sering mendengar desas-desus semacam itu.
Waktu itu, aku berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya
dengan anggapan, yah, kalau sampai diadaptasi menjadi anime ya itu sebuah
keberuntungan. Kendati demikian, aku tidak bisa mengabaikannya sepenuhnya.
Jelas saja itu mustahil, ini anime, tahu!? Ini adalah
salah satu pencapaian puncak sebagai seorang penulis profesional!? Begitu hal
itu disyaratkan, mustahil rasanya untuk tidak memikirkannya.
Dengan berpura-pura tenang, aku terus menulis hingga
volume 6 diterbitkan. Pada saat itu, aku sempat kesulitan menghubungi sang
editor.
Merasa cemas karena jadwal penerbitan sudah mendesak dan
jika tidak segera menulis bisa gawat, setelah mengerahkan berbagai cara
akhirnya telepon dari editor masuk, dan kalimat pertama yang diucapkannya
adalah, "Meskipun belum 100 persen pasti, tapi 90 persen keputusan
adaptasi anime sudah final," begitu.
Ya, emosiku langsung hancur berantakan. Perasaanku
saat itu sudah kutuliskan di kata penutup volume 7, jadi silakan dibaca ulang
ya.
Omong-omong, alasan mengapa jadwal penerbitan melambat
sejak volume 7 adalah agar ceritanya tidak tamat sebelum animenya tayang. A-Aku
bersumpah tidak sedang malas-malasan, tahu!
Selain itu, karena dampak pandemi COVID-19, jadwal
penayangan yang direncanakan juga mengalami penundaan, sehingga temponya
menjadi semakin lambat. Padahal di setiap kata penutup aku selalu menulis bahwa
volume berikutnya seharusnya bisa terbit lebih cepat, ya!
Oleh karena itu, aku juga sangat menantikan anime Tenbin
ini.
Terakhir, kepada editor K-san, terima kasih banyak atas
berbagai konsultasi dan saran yang selalu diberikan. Kepada ilustrator
Siso-san, terima kasih atas ilustrasinya yang begitu indah.
Rasa terima kasih yang sebesar-besarnya aku tujukan
kepada para pembaca sekalian yang telah membaca karya ini hingga sejauh ini.
Aku akan sangat senang jika kalian terus mendukung Tenbin sampai akhir.
Surat penggemar selalu menjadi sumber semangat bagiku.
Jangan ragu untuk terus mengirimkannya, ya!
Eh, bingung mau menulis apa? Cukup
tuliskan satu patah kata, "Meow", saja sudah cukup, kok!
Meow!
Mei 2026, Hibariyu



Post a Comment