NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Saijaku Hakugai Made Sareta Kedo - Chou Nankan Meikyuu de 10 Mannen Shuugyoushita Kekka Volume 4 Afterword - Short Story

Kata Penutup


Halo semuanya, aku Rikisui.

Berkat dukungan hangat dari para pembaca sekalian, aku akhirnya bisa menerbitkan volume keempat dari Super Hard Dungeon.

Melalui kesempatan ini, aku ingin menyampaikan rasa terima kasihku yang terdalam.

Heroine utama pada volume keempat ini adalah Putri Ferris.

Pada versi Web, Ferris bertobat saat karakternya masih terkesan sedikit menyedihkan.

Namun pada versi Light Novel ini, dia berhasil mengupas cangkang lamanya dan tumbuh berkat ujian yang diberikan oleh Kai.

Awalnya para Roh sama pengecutnya dengan penduduk Erdim di volume sebelumnya.

Akan tetapi, mereka berubah menjadi maniak pertarungan akibat ulah Dewa Naga Agung Ladon dan yang lainnya yang terlalu berlebihan.

Penduduk Erdim memang mendapatkan pendidikan ideologi militer dari Girimekhal yang mirip dengan Sersan super terkenal itu.

Namun, para Roh ini murni berubah menjadi maniak pertarungan.

Mungkin pendapat setiap orang akan berbeda-beda mengenai mana yang lebih baik di antara keduanya.

Termasuk perekrutan para Dwarf di akhir buku, volume keempat ini adalah volume yang berfokus pada pembangunan East End.

Untuk volume kelima selanjutnya, cerita akan berpusat pada kekacauan di Babel.

Menyusul Pasukan Iblis yang telah muncul sejauh ini, Pasukan Langit akan memulai debutnya di volume depan.

Kolonel Teruteru, yang menerima perintah dari Jenderal Empat Arah Pasukan Langit, Thanatos, akan bergerak diam-diam di Babel. Pergerakannya itu akan berkembang menjadi sebuah keributan besar.

Draft kasarnya memang sudah selesai kubuat. Namun, aku ingin melakukan revisi besar-besaran tanpa ada kompromi sedikit pun.

Terakhir, aku punya satu pengumuman. Volume pertama dari Super Hard Dungeon telah dicetak ulang.

Aku sampai menari kegirangan saat mendengar laporan tersebut dari editor yang bertanggung jawab untukku, Pak N.

Dalam pembuatan Super Hard Dungeon ini, Pak N selalu sabar meladeni permintaan konyolku yang sering berubah-ubah.

Berkat kritikan pedasnya, kami berdua bisa meracik isi ceritanya bersama.

Kami juga meminta ilustrator Runa Ria-sensei untuk membuat desain karakter, dan beliau berhasil menyulap mereka menjadi karakter yang luar biasa.

Versi Light Novel dari Super Hard Dungeon ini bisa terwujud murni berkat kerja sama dari Pak N dan Runa Ria-sensei.

Aku sangat berterima kasih kepada mereka berdua.

Namun yang paling utama, aku ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kalian para pembaca.

Terima kasih banyak karena telah membeli Super Hard Dungeon hingga volume keempat ini.

Sembari mensyukuri kebaikan kalian, aku tidak akan berkompromi sedikit pun untuk volume selanjutnya.

Aku ingin menciptakan kisah kekuatan mutlak Kai yang mampu menggetarkan hati kalian para pecinta genre Overpowered.

Kalau begitu, aku sungguh menantikan saat kita bisa berjumpa lagi di volume berikutnya.


Bonus E-book: Cerita Pendek Tambahan

Pesta Ulang Tahun Mari

—Kediaman di Ujung Barat [Liberty Town]

Setelah sarapan, saat aku bangkit untuk kembali ke kamarku, Girimehkala dan Nemesis berlutut di hadapanku dengan sikap yang tidak biasa.

"Tuan, ada satu permohonan yang ingin kami sampaikan."

Jarang sekali mereka berdua menyampaikan permintaan secara langsung kepadaku seperti ini. Apalagi, keduanya datang bersamaan.

Kejadian ini ibarat turunnya salju di tengah musim panas, jadi—

"Hmm, ada apa?"

Aku membalas dengan pertanyaan yang wajar, meski dalam hati merasa sedikit curiga.

"Kami mohon agar Anda berkenan menyelenggarakan pesta ulang tahun untuk Marli atas nama Anda, Tuan!"

Girimehkala mengajukan permohonan itu sambil menundukkan kepalanya.

Apalah ini. Aku kira ada masalah besar karena mereka menyampaikannya dengan begitu formal, ternyata ini soal Marli.

Omong-omong—

"Pesta ulang tahun Marli, ya... Begitu, ya. Ide yang bagus."

Memang benar apa yang mereka katakan, aku belum menentukan tanggal ulang tahun Marli. Aku rasa ini adalah kesempatan yang tepat untuk menentukannya.

Kemungkinan besar, karena mereka datang meminta hal ini pada saat seperti ini—

"Jadi, menurut kalian berdua kapan waktu yang tepat?"

"Besok, Tuan."

Besok adalah hari terakhir di penghujung tahun, ya. Karena ini adalah akhir tahun, mungkin ini waktu yang tepat untuk mengadakan perayaan.

"Baiklah. Kita akan menetapkan besok sebagai hari ulang tahun Marli dan mengadakan perayaan. Sampaikan hal ini kepada setiap faksi."

"Untuk pihak lainnya, aku sendiri yang akan memberitahu mereka."

Lokasi penyelenggaraannya di [Liberty Town] ini saja sudah cukup.

Mungkin ada baiknya juga mengirimkan undangan kepada pihak [Akinashi], keluarga Duke Estark, para manusia hewan dari Papra, dan kenalan kami di kota baru [Cartel] di Barse.

"Terima kasih banyak atas kemurahan hati Anda!"

"Kami sangat berterima kasih!"

Girimehkala dan Nemesis mengucapkan rasa terima kasih mereka dengan ekspresi penuh sukacita. Mereka kemudian membungkuk hormat dan menghilang dari pandangan.

Nah, karena ini adalah pesta ulang tahun, hidangan lezat dan hadiah tentu menjadi hal yang wajib. Untuk urusan makanan, aku bisa membantu Ash dan Emi.

Masalahnya ada pada hadiahnya. Mengingat Marli masih bayi dan tidak bisa melindungi dirinya sendiri, pakaian yang difokuskan pada kemampuan bertahan mungkin adalah pilihan yang bagus.

Karena ini pakaian untuk Marli, aku sendiri yang ingin membuatnya. Namun sayangnya, setiap kali aku mencoba membuat perlengkapan, hasilnya selalu memiliki fungsi yang aneh.

Jika begitu, aku tidak punya pilihan selain meminta bantuan Hephaestus. Sebagai seorang profesional di bidang pandai besi, dia pasti bisa menyempurnakan arah pakaian yang akan kubuat dengan baik.

"Ash, tolong siapkan makanan untuk festival besok bersama Emi. Aku akan ikut membantu setelah urusanku selesai."

Aku memberikan instruksi itu kepada Ash yang sedari tadi mengawasi jalannya pembicaraan di ruang makan.

"Dimengerti!"

Dia menyetujuinya sambil mengacungkan jempol dan mengedipkan sebelah matanya.

"Kalau begitu, Rose, aku serahkan sisanya padamu."

"Baik, aku yang akan menulis surat undangannya."

Rose, yang juga sedang minum teh setelah makan di ruang makan, mengangguk. Setelah itu, aku pun mulai berjalan menuju bengkel Hephaestus.

Bengkel Hephaestus terletak di sisi barat [Liberty Town], sama seperti kediaman kami. Tepatnya, tempat itu berada sangat dekat dari kediaman kami.

Lokasi ini dipilih atas permintaan kuat dari Hephaestus sendiri.

Hephaestus adalah peri yang sangat pemalu dan kesulitan dalam berkomunikasi. Selain kepadaku, dia hanya membuka diri kepada segelintir rekan dari Buku Panduan Penaklukan yang juga memiliki jiwa pengrajin.

Dia biasanya mengurung diri di dunianya sendiri yang diciptakan oleh Buku Panduan Penaklukan untuk membuat perlengkapan dan item. Karena permintaan itu datang dari Hephaestus, aku pun langsung menyetujuinya tanpa ragu.

Memang benar bahwa area barat [Liberty Town] ini sepi, tetapi orang-orang yang mengunjungi kediamanku jumlahnya tidak sedikit. Karena itu, komunikasi minimum untuk menjalani kehidupan sehari-hari menjadi hal yang wajib.

Menurutku, tinggal di lingkungan di mana dia bisa sedikit berinteraksi dengan orang lain adalah hal yang baik untuk Hephaestus.

Belakangan ini, dia tampaknya mulai membuat alat pertanian dan perlengkapan berburu atas permintaan penduduk [Liberty Town]. Pengaruh positif pun mulai terlihat.

Yah, meskipun kudengar kinerjanya cukup gila, sampai-sampai sempat membuat sedikit keributan tempo hari.

Begitu masuk ke gedung berlantai dua itu dan menuju bengkel Hephaestus, aku langsung disambut oleh suara dentuman logam dan aroma besi yang khas. Aku juga bisa melihat percikan api berwarna jingga yang memancar setiap kali logam itu ditempa.

Di dalam bengkel itu, seorang gadis mungil dengan ekspresi serius sedang memukul logam yang dijepit dengan penjepit besi di tangan kirinya menggunakan palu kecil. Ia tampak sangat fokus.

Setelah aku memperhatikannya dari dekat selama beberapa saat, ia menurunkan kembali lengan bajunya yang panjang dan kembali ke ekspresi mengantuknya yang biasa.

"Hephaestus, apa aku mengganggumu?"

"Hiyaaa!?"

Dia mengeluarkan suara terkejut yang konyol sambil tersentak kaget. Ketika dia menoleh ke arahku dengan ragu-ragu, ekspresi wajahnya mulai melunak. Kemudian,

"Tuan!"

Dia berlari kecil menghampiriku dan langsung melompat memelukku. Entah kenapa, peri yang satu ini menjadi sangat terikat padaku.

"Syukurlah kamu terlihat sehat."

Aku mengutarakan tujuanku sambil mengelus lembut kepala Hephaestus.

"Aku punya karya baru, lho!"

Dia berlari kecil menuju gudang di bagian belakang. Setelah itu, dia kembali dengan membawa berbagai perlengkapan dan item yang tampak kasar.

"Hoo, coba kulihat... Ah, ini..."

Secara situasional, perilakunya yang polos ini mirip seperti anak kecil yang dengan bangga memamerkan kerajinan tanah liat buatannya. Namun, barang yang dia bawa sungguh sangat tidak normal.

Aliran sihir yang aneh ini... tidak peduli bagaimana caramu melihatnya, benda ini jelas sangat berbahaya.

"Bagaimana!? Hebat, kan!?"

Hephaestus bertanya dengan kedua mata yang berbinar-binar.

"Ya, ini luar biasa! Sangat hebat!"

Aku melontarkan pujian sambil mengusap kepalanya dengan sedikit kasar. Walaupun terasa sangat berat hati karena karyanya sehebat ini, benda-benda ini sepertinya harus disegel untuk sementara waktu sampai kami menemukan kegunaannya.

Yah, Hephaestus sendiri mengatakan bahwa perlengkapan dan item yang kubuat itu sangat unik, jadi aku sama sekali tidak pantas untuk mengkritiknya.

"Ehehe."

Hephaestus membusungkan dadanya dengan bangga. Aku pun berkata kepadanya,

"Ngomong-ngomong, saat ini aku ingin membuat sebuah pakaian. Aku ingin memintamu untuk menyesuaikan efeknya nanti."

Aku menyampaikan tujuan kedatanganku kali ini. Entah kenapa, setiap perlengkapan dan item yang kubuat dengan serius selalu memiliki efek yang tidak beraturan.

Bagian terburuknya adalah aku sama sekali tidak bisa mengendalikan efek-efek tersebut. Dengan kata lain, hasil akhirnya benar-benar bergantung pada keberuntungan.

Tentu saja aku tidak bisa memberikan barang berbahaya seperti itu kepada Marli. Dalam hal ini, Hephaestus adalah peri yang memiliki bakat alami dalam pandai besi.

Dia bisa menetapkan arah yang pasti untuk efek perlengkapan dan item yang kuciptakan.

"Pakaian? Untuk siapa?"

Entah kenapa, dia melebarkan matanya dan bertanya dengan wajah serius yang sangat tidak mirip dengan Hephaestus yang biasanya. Aku pun menjawabnya,

"Untuk Marli. Besok adalah pesta ulang tahunnya, dan ini akan menjadi hadiah ulang tahunnya."

Aku membalasnya dengan singkat.

"Punya Marli... Aku mengerti. Kalau begitu, saatnya memilih bahan!"

Setelah mengangguk beberapa kali seolah-olah sudah paham, dia berseru dengan penuh semangat yang sama sekali tidak seperti dirinya.

Efek ideal untuk pakaian Marli adalah daya tahan yang kuat, di mana segala bentuk serangan tidak akan bisa menembusnya. Ada berbagai macam bahan yang bisa dipertimbangkan, tapi aku sudah memikirkan beberapa pilihan.

Saat ini, aku dan Hephaestus sedang mengunjungi salah satu tempat untuk mencari bahan tersebut. Sebuah istana yang menjulang tinggi di atas dataran.

Tempat ini adalah dunia milik Girimehkala yang diciptakan oleh Buku Panduan Penaklukan.

Pintu besar istana terbuka, dan Girimehkala terlihat sedang berlutut di sana.

"Girimehkala, maaf kalau kedatanganku terlalu tiba-tiba."

"Sama sekali tidak! Kehadiran Yang Mulia di tempat ini adalah suatu kehormatan dan kebahagiaan terbesar bagi saya!"

Girimehkala berkata dengan suara gemetar karena diliputi emosi. Aku pun menanggapi,

"Aku berencana membuat hadiah untuk pesta ulang tahun Marli besok. Apakah ada bahan yang cocok dari faksimu?"

"Bahan, ya..."

Girimehkala tampak berpikir sejenak. Namun tiba-tiba, dia memegang salah satu taringnya dengan kedua tangan, mencabutnya, dan menunjukkannya padaku.

"Hei, apa kamu tidak apa-apa?"

Taring itu pastilah ciri khasnya. Aku sering melihat Girimehkala memoles taringnya tersebut.

Aku sama sekali tidak menyangka dia akan mencabutnya dengan begitu mudah, jadi aku bertanya padanya dengan mata terbelalak.

"Taring saya akan tumbuh kembali dalam dua atau tiga hari, jadi ini sama sekali tidak masalah."

Tumbuh kembali dengan cepat, ya. Memang benar, tidak ada setetes darah pun yang mengalir dari sana. Kalau memang bisa tumbuh cepat, berarti tidak masalah, kan?

Marli adalah mantan atasan Girimehkala. Menurut Hephaestus, semakin kuat perasaan yang ada pada bahan tersebut, maka semakin bagus pula kualitasnya. Jadi, ini bisa dibilang sangat sempurna.

Yah, saat ini anggota faksi Girimehkala sangat menyayangi Marli seolah-olah dia adalah permata hati mereka. Tindakan sepihak Girimehkala kali ini pasti akan membuat mereka sangat marah, tapi biarlah.

Biar mereka sendiri yang menyelesaikannya.

"Terima kasih, aku akan menerimanya dengan senang hati."

Setelah mengucapkan terima kasih pada Girimehkala, kami pun berangkat menuju lokasi kandidat bahan berikutnya.

Tempat itu adalah dunia fantasi yang indah layaknya cerita dongeng. Di sepanjang jalan besar yang diapit oleh bangunan-bangunan mewah, aku dan Hephaestus berjalan dengan mengenakan tudung menutupi kepala dan masker putih.

Para wanita yang berlalu-lang menatap kami berdua dengan curiga karena penampilan kami yang mencurigakan, tapi kami mengabaikannya dan terus maju.

Ya. Tempat ini adalah tempat suci bagi para wanita dari Buku Panduan Penaklukan, sekaligus markas utama Perserikatan Dewi.

Pada dasarnya, laki-laki dilarang masuk ke tempat ini. Namun, pria yang sudah terikat pernikahan diizinkan untuk tinggal, sehingga masih ada beberapa pria yang terlihat berlalu-lalang di sini.

Begitu aku menyebutkan namaku kepada wanita penjaga menara pencakar langit yang menjulang di tengah-tengah, dia langsung memekik dan buru-buru mengantarkanku ke dalam menara.

Saat aku dibawa ke ruangan dengan dekorasi mewah di lantai paling atas menara, para petinggi Perserikatan Dewi sudah berlutut di sana.

"Maaf mengganggu waktu sibuk kalian. Hari ini, aku berencana membuat pakaian untuk hadiah ulang tahun Marli besok. Karena kalian juga ikut merawat Marli, aku berniat meminta bahan dari kalian."

"Tentu saja, ini bukan paksaan. Jika kalian tidak punya sesuatu yang cocok, aku akan mencarinya di tempat lain."

Begitu mendengar kata "hadiah untuk Marli", raut wajah para anggota Perserikatan Dewi langsung berubah.

"Tentu saja, izinkan kami untuk memberikannya juga!"

Nemesis memohon dengan tatapan buas yang membara seperti seekor binatang buas.

"Aku juga!"

Athena pun ikut menimpali.

"B-Baiklah. Apakah ada sesuatu yang cocok?"

Nemesis mencabut belati dari pinggangnya, lalu memotong rambutnya sendiri dan menyerahkannya kepadaku.

"Rambut adalah nyawa sekaligus jiwa seorang wanita. Tolong gunakan ini sebagai bahannya."

"Gunakan milikku juga!"

Athena juga ikut memotong rambutnya dan menyerahkannya kepadaku. Setelah itu, para petinggi Perserikatan Dewi lainnya pun secara bergantian ikut memberikan rambut mereka.

Rambut sebagai bahan, ya? Aku belum pernah mencobanya. Ini adalah hadiah untuk memperingati ulang tahun pertama Marli, jadi aku tidak ingin setengah-setengah.

Berbicara soal perasaan yang kuat, rambut sering digunakan sebagai media dalam berbagai ritual. Dalam artian tertentu, ini mungkin adalah bahan yang paling sempurna.

"Dimengerti. Aku akan menerimanya dengan senang hati."

Setelah mengucapkan terima kasih, aku menyimpan rambut mereka ke dalam Item Box dan meninggalkan markas utama Perserikatan Dewi.

Aku sudah mendapatkan bahan inti dari faksi Girimehkala dan Perserikatan Dewi. Sekarang tinggal memikirkan apa bahan utama yang akan kugunakan.

Sudah terbukti bahwa sutra dan kain biasa tidak akan sanggup menahan kekuatan sihirku. Namun, aku punya ide yang bagus untuk hal itu.

Aku menuju [Akinashi]. Pembangunan di Akinashi berkembang pesat sejak para Dwarf didatangkan ke sana.

Sebuah kota berbentuk segi delapan mulai terbentuk di sekitar bangunan kubah yang menutupi lubang raksasa yang pernah kubuat.

Begitu aku mampir ke balai pemerintahan,

"Kato!"

Surtr menempel padaku dengan ekspresi ceria, seperti yang biasa dia lakukan.

"Ya, Surtr, apakah Oliver ada di sini?"

"Iya! Dia sedang rapat sekarang!"

"Kalau begitu, kami akan menunggunya di sini—Hei!"

Surtr sudah berlari menuju ruang rapat sebelum aku sempat menyelesaikan kalimatku. Sesaat setelahnya, entah kenapa Hephaestus ikut menggembungkan pipinya dan memelukku.

Dengan persetujuan Oliver, aku mengambil logam yang baru-baru ini digali di wilayah Akinashi ini. Logam ini sama sekali belum diketahui dan tidak pernah tercatat di buku mana pun di Dungeon itu.

Teksturnya sangat keras, dan kabarnya tidak ada satu pun Dwarf yang berhasil menggoresnya. Namun saat aku mengalirkan sihirku ke dalamnya, logam itu malah melengkung.

Sepertinya logam ini memiliki sifat yang dapat bereaksi terhadap sihir. Kalau begitu, aku hanya perlu mengolah logam ini agar bisa merespons sihir milik Marli.

Dengan begitu, pakaian yang ideal akan tercipta.

"Baiklah, ayo kita mulai membuatnya."

"Ya!"

Aku kembali ke bengkel di [Liberty Town] bersama Hephaestus yang mengacungkan tangan kanannya dengan penuh semangat.

Aku mulai menempa logam misterius ini sambil mengalirkan energi sihir ke dalamnya. Tentu saja, jika kubiarkan begini, hasilnya hanya akan menjadi barang tak berguna dengan fungsi yang aneh.

Karena itu, aku meminta Hephaestus menggunakan kemampuannya untuk mengarahkan fungsinya sesuai dengan yang kami inginkan.

"Ayo mulai!"

Aku melirik Hephaestus dari sudut mataku, dan ia meresponsnya dengan anggukan tegas di wajah seriusnya. Aku pun mulai menempanya dengan penjepit besi dan palu kecil.

Pakaian balita itu telah selesai. Hephaestus sangat membenci penggunaan Appraisal pada perlengkapan. Namun, ini adalah pakaian untuk Marli, dan aku sama sekali tidak boleh membiarkannya mengenakan barang berbahaya.

Karena itu, aku diam-diam menggunakan Appraisal agar Hephaestus tidak tahu. Hasilnya menunjukkan: 'Pakaian yang menyerap semua serangan musuh dan mengubahnya menjadi energi kehidupan. Ukuran dan bentuknya akan disesuaikan secara otomatis dengan pemakainya.'

Hmm, fungsinya cukup sederhana dan bagus. Aku bisa merasakannya. Bahkan untukku sekalipun, menghancurkan pakaian ini akan membutuhkan usaha ekstra.

Setidaknya, pakaian ini bisa mengulur waktu sampai aku tiba di lokasi.

"Sudah selesai. Kerja bagus."

Aku melontarkan kata-kata pujian pada Hephaestus, namun ia tidak merespons.

"..."

Ia hanya menggenggam pakaian yang sudah jadi itu dengan tangan gemetar, sementara ekspresinya terlihat kosong dan kehilangan kata-kata.

"Hei, Hephaestus?"

Setelah aku memanggilnya beberapa kali, ia akhirnya sadar.

"Tuan memang sangat luar biasa."

Ia bergumam pelan dengan nada penuh kekaguman.

Keesokan harinya cuaca sangat cerah. Di bawah cuaca yang hangat, pesta ulang tahun Marli diselenggarakan di alun-alun pusat [Liberty Town].

"Selamat ulang tahun, Marli!"

Saat aku mengucapkan selamat kepadanya di sebelahku, Marli membalas,

"Tuan!"

Dia mungkin tidak terlalu mengerti makna dari pesta ulang tahun ini. Namun, sepertinya dia merasa dipuji dan senang akan hal itu.

Dia berjalan tertatih-tatih, memeluk kakiku, lalu menatapku dengan senyuman paling lebar.

"Ini hadiah untukmu."

Aku menyerahkan bungkusan pakaian yang menjadi hadiah untuk Marli. Marli membukanya dengan canggung.

Begitu matanya menangkap pakaian yang sudah jadi itu, ia mengambilnya dengan ekspresi penasaran. Sesaat kemudian, cahaya menyilaukan muncul membungkus Marli, dan ia sudah berdiri mengenakan pakaian balita yang sangat manis itu.

"Wah!"

Marli berseru kegirangan. Aku pun berkata kepadanya,

"Pakaian ini dibuat dengan bantuan dari faksi Girimehkala dan Perserikatan Dewi, jadi ucapkan terima kasih pada mereka, ya."

Aku memberitahunya dengan lembut.

Marli menoleh ke arah Girimehkala dan Perserikatan Dewi. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam, lalu berkata,

"Terima kasih, ya."

Ia mengucapkan rasa terima kasihnya dengan pelafalan yang sedikit cadel.

Girimehkala mengangguk berulang kali dengan mata yang berkaca-kaca. Sementara itu, para wanita dari Perserikatan Dewi menyatukan kedua tangan mereka dan tersipu karena kelucuannya.

Aku mengedarkan pandangan ke semua orang yang berkumpul di sana, lalu berseru,

"Hari ini adalah hari yang patut dirayakan! Semuanya, bersenang-senanglah sepuasnya!"

Tepat setelah aku menyampaikan kata-kata sambutan itu, sorakan riuh bergema di seluruh penjuru alun-alun.

Saat aku sedang makan daging sambil memandangi Marli yang bermain dengan polosnya bersama Faf dan yang lainnya, Asta berjalan menghampiriku.

"Master, Anda baru saja menciptakan benda yang luar biasa lagi, ya."

Dia menatap lekat-lekat pada pakaian Marli dan melontarkan komentar itu dengan suara yang terdengar kelelahan.

"Yah, aku sendiri menganggapnya sebagai sebuah mahakarya."

"Ini bukan hanya sebatas mahakarya. Faktanya, selain Master, mustahil ada orang yang bisa meninggalkan goresan sedikit pun pada benda itu. Apakah Master menyadari apa artinya hal ini?"

"Kau ini terlalu berlebihan. Ada banyak hal di dunia ini yang bisa menghancurkan pakaian semacam itu, tahu."

Memang benar. Dunia ini dipenuhi dengan orang-orang kuat. Karena pakaian itu bisa kuhancurkan dengan mudah jika aku serius, maka benda itu hanya sekadar alat untuk mengulur waktu sampai kami tiba.

"Begitu, ya. Jika itu yang Master katakan, maka tak apalah."

Asta mengangkat bahunya dan melontarkan kalimat penuh teka-teki itu, lalu menghilang di balik kerumunan.

"Nah, sebaiknya aku membawakan makanan untuk Hephaestus, ya."

Demi sang pahlawan yang berjasa di balik layar pada hari ini, aku pun mulai menata makanan di atas piring.



Previous Chapter | ToC 

0

Post a Comment

close