NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Saijaku Hakugai Made Sareta Kedo - Chou Nankan Meikyuu de 10 Mannen Shuugyoushita Kekka Volume 8 Afterword

Kata Penutup


Halo semuanya, sudah lama tidak berjumpa!

Bagaimana pendapat kalian tentang volume delapan "Dungeon Sangat Sulit"?

Kali ini pun, saat menulis aku tidak bisa berhenti hingga akhirnya melebihi 500 halaman.

Rasa terima kasihku yang mendalam tercurah untuk para pembaca yang telah membaca cerita panjang ini sampai akhir, serta Futabasha yang telah mengizinkan buku ini melebihi 500 halaman.

Di volume ini Ares menjadi heroine utama, tetapi penderitaannya masih akan berlanjut sedikit lagi.

Awalnya, banyak pembaca yang mengira Ares adalah dewa laki-laki.

Hal itu wajar saja.

Dalam draf awal, aku memang berencana menjadikannya dewa laki-laki.

Namun, kebiasaan impulsifku kambuh: "Bukannya Ares lebih seru kalau jadi dewi?"

Akhirnya, jadilah karakter yang seperti sekarang, dan menurutku hasilnya sangat bagus.

Pedang Penciptaan Alam Semesta adalah pedang Mille-feuille yang diperbaiki oleh Kai demi niat terselubung agar bisa mengunjungi Lorelei di masa depan.

Alhasil, seperti yang sudah bisa ditebak, terciptalah pedang dengan kemampuan absurd yang memicu kekacauan kali ini.

Karena kemampuannya terlalu tidak masuk akal, Mille-feuille bersikeras ingin menggunakannya sebagai pusaka suci saat ritual.

Namun, Kai tidak pernah terpikir pedang buatan asal-asalannya dijadikan pusaka suci, sehingga ia menyalahartikannya sebagai perlengkapan tidur.

Pemikiran macam apa sampai mau menjadikan pedang sebagai bantal?

Sifat yang agak konyol dan ceroboh itulah yang menjadi daya tarik Kai-kun, jadi aku akan sangat senang jika kalian bisa memakluminya.

Shou-kun, salah satu dari sedikit sosok yang bisa bertarung sengit melawan Kai dalam cerita ini, akhirnya muncul di volume ini.

Para Tatanan Penguasa Lama yang malang—yang bertindak kelewat batas hingga memicu kemarahan Kai dan menjadi target hukuman—juga dijadwalkan muncul di volume berikutnya.

Volume berikutnya akan menyajikan bentrokan sengit dengan faksi Poseidon, jadi nantikan terus ya!

Terakhir, izinkan aku menyampaikan rasa terima kasih.

Kepada ilustrator Runaria-san yang telah membantu pembuatan volume delapan, Editor N-san, dan seluruh pihak Futabasha, terima kasih banyak seperti biasanya.

Kepada para pembaca setia, terbitnya seri ini hingga volume delapan adalah sepenuhnya berkat dukungan kalian.

Tidak ada hal yang lebih membesarkan hati dalam kegiatan menulis sehari-hari selain dukungan tersebut.

Aku mengucapkan terima kasih yang tulus dari lubuk hati mendalam.

Sampai jumpa lagi di volume sembilan berikutnya!



Epilog | ToC | Short Story

0

Post a Comment

close