Kata
Penutup
Halo semuanya, sudah lama tidak berjumpa!
Bagaimana pendapat kalian tentang volume delapan
"Dungeon Sangat Sulit"?
Kali ini pun, saat menulis aku tidak bisa berhenti hingga
akhirnya melebihi 500 halaman.
Rasa terima kasihku yang mendalam tercurah untuk para
pembaca yang telah membaca cerita panjang ini sampai akhir, serta Futabasha
yang telah mengizinkan buku ini melebihi 500 halaman.
Di volume ini Ares menjadi heroine utama, tetapi
penderitaannya masih akan berlanjut sedikit lagi.
Awalnya, banyak pembaca yang mengira Ares adalah dewa
laki-laki.
Hal itu wajar saja.
Dalam draf awal, aku memang berencana menjadikannya dewa
laki-laki.
Namun, kebiasaan impulsifku kambuh: "Bukannya Ares
lebih seru kalau jadi dewi?"
Akhirnya, jadilah karakter yang seperti sekarang, dan
menurutku hasilnya sangat bagus.
Pedang Penciptaan Alam Semesta adalah pedang
Mille-feuille yang diperbaiki oleh Kai demi niat terselubung agar bisa
mengunjungi Lorelei di masa depan.
Alhasil, seperti yang sudah bisa ditebak, terciptalah
pedang dengan kemampuan absurd yang memicu kekacauan kali ini.
Karena kemampuannya terlalu tidak masuk akal,
Mille-feuille bersikeras ingin menggunakannya sebagai pusaka suci saat ritual.
Namun, Kai tidak pernah terpikir pedang buatan
asal-asalannya dijadikan pusaka suci, sehingga ia menyalahartikannya sebagai
perlengkapan tidur.
Pemikiran macam apa sampai mau menjadikan pedang sebagai
bantal?
Sifat yang agak konyol dan ceroboh itulah yang menjadi
daya tarik Kai-kun, jadi aku akan sangat senang jika kalian bisa memakluminya.
Shou-kun, salah satu dari sedikit sosok yang bisa
bertarung sengit melawan Kai dalam cerita ini, akhirnya muncul di volume ini.
Para Tatanan Penguasa Lama yang malang—yang bertindak
kelewat batas hingga memicu kemarahan Kai dan menjadi target hukuman—juga
dijadwalkan muncul di volume berikutnya.
Volume berikutnya akan menyajikan bentrokan sengit dengan
faksi Poseidon, jadi nantikan terus ya!
Terakhir, izinkan aku menyampaikan rasa terima kasih.
Kepada ilustrator Runaria-san yang telah membantu
pembuatan volume delapan, Editor N-san, dan seluruh pihak Futabasha, terima
kasih banyak seperti biasanya.
Kepada para pembaca setia, terbitnya seri ini hingga
volume delapan adalah sepenuhnya berkat dukungan kalian.
Tidak ada hal yang lebih membesarkan hati dalam kegiatan
menulis sehari-hari selain dukungan tersebut.
Aku mengucapkan terima kasih yang tulus dari lubuk hati
mendalam.
Sampai jumpa lagi di volume sembilan berikutnya!
Epilog | ToC | Short Story



Post a Comment