NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Naze Nigerun Dai? Boku no Shoukanjuu wa Kawaii yo Volume 2 Epilog - Bonus Chapter

Chapter 21

Epilog


Halo, namaku Heresy! Hari itu, setelah menetralkan liontin Lapica-san dan kembali dari dimensi ruang putih, aku langsung ditangkap oleh para ksatria yang masuk dan digiring begitu saja seperti barang di jalur perakitan!

Dimasukkan ke penjara bawah tanah yang waktu itu sih tidak masalah, tapi sel di sebelahku ternyata diisi oleh wanita dari kultus sesat yang dulu itu lagi.

Dia terus saja mengajakku bicara tanpa henti, jadi repot sekali harus terus menimpali omongannya!

Lalu, Ketua Guild Pembasmi yang kedapatan menyembunyikan Relic juga dimasukkan ke sel di depanku.

Katanya, beberapa tahun lalu dia menerima Relic sebagai upah pembasmian monster dari warga yang tidak dikenal, dan sejak saat itu dia terobsesi hingga sifatnya jadi aneh!

Apa benar ada desa di mana barang-barang mengerikan seperti itu disimpan sembarangan dalam jumlah banyak?

Setelah setengah hari mengobrol dan jadi akrab dengan wanita kultus itu (katanya dia kakak perempuan Rachel-san teman sekelasku, tapi sepertinya dia bakal dihukum mati), aku akhirnya dibebaskan bersyarat berkat lobi-lobi dari Leticia dan Wakil Kepala Sekolah!

Sepertinya kali ini aku tidak bebas sepenuhnya ya! Ahaha!

Sekarang, aku sedang diundang ke kamar Lapica-san di istana, menyeruput teh yang diseduh dari daun teh mewah yang belum pernah kulihat sebelumnya!

Lapica-san yang sudah pulih total terlihat lebih berwibawa namun berpikiran lebih fleksibel dibandingkan saat pertama kali bertemu. Rasanya ketegangan yang selalu dia tunjukkan akhirnya bisa mengendur!

"Terima kasih banyak atas segalanya sampai sekarang. Aku berencana untuk pulang dulu ke kampung halaman dan menyampaikan soal aliansi dengan Meilleur ini."

"Iya, aku senang sekali kita akhirnya bisa bekerja sama. Awalnya kesan kalian sepertinya tidak baik, dan saat menyelidiki tiga organisasi pun sering diabaikan, jadi aku sempat was-was kalau kita malah jadi musuh."

"Kurasa memang akan begitu, jika aku tidak bertemu dengan Heresy-san."

"Masa sih? Aku juga awalnya merasa begitu, tapi orang yang kelihatannya sulit didekati pun ternyata bisa jadi teman asalkan dijalani, lho. Kalau Lapica-san, kurasa kamu bisa berteman dengan siapa saja."

"Meskipun aku melakukan diskriminasi ras di hari pertama kita bertemu?"

"……"

Oh iya, soal hubungan dengan High Stella yang sempat kukhawatirkan, entah bagaimana ceritanya kami malah berhasil menjalin aliansi!

Aku merasa ada sedikit tanda bahaya bagi High Stella sebagai sebuah negara karena hal sepenting itu diputuskan sendiri oleh Lapica-san secara sepihak, tapi yang mengejutkan adalah sepertinya sejak generasi sebelumnya pun memang sudah begitu!

Normalnya pasti akan muncul satu atau dua pendapat yang menentang, tapi Lapica-san sepertinya sudah menyadari seberapa kuat dirinya secara biologis setelah kejadian kemarin. Mulai sekarang, dia berencana memimpin negaranya dengan prinsip: kalau ada yang bicara macam-macam, tinggal hancurkan saja!

Rasanya seperti sesosok monster baru telah lahir di negara tetangga, tapi karena kita sekutu, jadi tidak apa-apa! Karena bukan negaraku sendiri, jadi tidak apa-apa!

"Aku juga harus menyampaikan pada rakyat bahwa suara yang kudengar bukanlah Dewa Bintang. Rasanya agak sulit untuk dikatakan, tapi……"

"Benar juga. Katanya kekuatan Dewa High Stella akan kembali jika populasi penduduk meningkat dan iman mereka terkumpul kembali, kan?"

"Iya. Walaupun begitu, orang High Stella adalah ras berumur panjang yang sulit memiliki keturunan, jadi kurasa populasinya tidak akan bertambah dalam waktu dekat. Tidak bisa beranak pinak dengan cepat seperti ras rendah……"

"Jaga bicaramu……"

"Karena itu, aku sudah memikirkan solusinya."

Lapica-san yang meski sudah tenang secara batin tapi tetap rajin melakukan diskriminasi ras, meletakkan beberapa benda di atas meja!

Ada buklet tulisan tangan, bendera sederhana, dan jimat……?

"Ini……?"

"Set alat ajakan masuk agama."

"Ajakan masuk agama……?"

"Iya, set alat ajakan masuk agama. Kalau sulit menambah populasi, kita tambah saja penganutnya. Aku sudah membagikannya pada Nifirerika-san. Katanya aku boleh beraktivitas di dalam Meilleur asalkan meminta izin terlebih dahulu."

"Yang Mulia Raja……?"

Padahal sudah ada agama negara yaitu Gereja Elpis, tapi beliau mengizinkan ajakan masuk agama dari negara lain……? Kurasa ide Lapica-san ini memang gila, tapi yang paling parah adalah Yang Mulia Raja.

"Hanya sekadar saran, sebaiknya jangan mengajak orang di dekat Gereja ya. Meskipun sudah ada izin, pasti bakal ribut dan jadi repot."

"Eh, tapi…… kan aku lebih kuat?"

"Dia tipe yang membawa kekuatan militer dalam urusan dakwah agama."

Bukankah itu namanya murni ancaman……?

Begitulah, kami asyik mengobrolkan masa depan dan kenangan masa lalu, dan saat teh sudah habis beberapa cangkir, hari pun sudah sore!

Hari ini adalah malam terakhir Lapica-san menginap di ibu kota, dan dia harus makan malam bersama keluarga kerajaan, jadi sebaiknya aku pamit sekarang!

"Aku akan sering mampir ke Meilleur. Kereta Kuda Mukjizatku kurasa sekarang bisa melaju lebih cepat lagi."

"Tentu. Kurasa lain kali ibu kota akan sedikit lebih tenang, jadi saat itu aku akan memperkenalkan akademi tempatku belajar."

"Iya, tentu saja. Aku menantikannya."

Saat aku berdiri dan hendak membalikkan badan, aku melihat Lapica-san yang tidak biasanya terlihat sulit memulai pembicaraan, memutar-mutar poni rambutnya dengan jari!

Jarang sekali melihat Lapica-san yang biasanya bicara ceplas-ceplos menjadi seperti ini!

"Lho, ada apa?"

"N-nanti saat aku datang lagi…… aku akan membawa Anting Pemberkatan. Kita kan sudah menyelesaikan Ritual Liontin."

"Anting……? Ritual Liontin itu apa……?"

"Itu tradisi kuno di High Stella. Seorang wanita memberikan salah satu dari sepasang permata kepada seorang pria, dan selama mereka tidak bertengkar, mereka akan menyimpannya masing-masing…… Lalu saat si pria sudah memantapkan hati, dia akan menyatukan kembali liontin itu ke bentuk semula, dan it-itu artinya…… pertunangan."

Heresy-san……?

Bukan, Happy, salah. Kamu salah paham, tahu?

"Lagipula kita sudah beberapa kali bersentuhan fisik, kan……! Bagi rakyat High Stella, membiarkan lawan jenis menyentuh tubuh kita adalah pernyataan kehendak bahwa kita juga bersedia menyerahkan tubuh kita di kemudian hari……"

Heresy-san……?

"Bukan begitu maksudnya!"

Wah, memang kalau beda negara, perbedaan budayanya luar biasa ya! Ini jadi pelajaran yang bagus bagiku!

Meski benar-benar banyak hal yang terjadi hanya dalam beberapa hari sejak bertemu dengan Lapica-san, melihatnya bisa tertawa lepas seperti ini membuatku merasa anehnya semua itu sepadan!




Chapter 22

Dunia Iblis, Meilleur


"Hah…… Hah……!"

Di sebuah kamar penginapan di dalam Ibu Kota Meilleur, tempat berkumpulnya para mata-mata yang berafiliasi dengan negara musuh, Slava.

Seorang pria pembawa pesan, dengan tangan gemetar, menuliskan informasi yang baru saja ia ketahui ke dalam surat kilat. Ia berlari menembus kegelapan malam sambil sesekali menekan dadanya yang berdegup kencang karena panik.

Meilleur, sang adidaya pemanggil yang terletak di tengah benua. Sebuah negara yang menggunakan kekuatan penekan dan mobilitas makhluk panggilan untuk menyerang dan menghancurkan negara-negara tetangga satu per satu dalam waktu singkat.

High Stella, penduduk asli dari benua tengah saat ini—tanah yang luhur. Ras berumur panjang yang meskipun jumlahnya sedikit, konon masing-masing memiliki mana yang tak terbatas.

Mereka adalah kejahatan mutlak yang terus menciptakan monster melalui iman mereka. Musuh seluruh umat manusia.

Dua negara yang telah lama berada dalam posisi netral karena masing-masing memiliki terlalu banyak musuh, dikabarkan telah menjalin aliansi hanya dalam hitungan hari.

"Hah, hah…… ugh……!"

Mereka sudah waspada. Rencananya, jika utusan dikirim, mereka akan membunuhnya dan membuat insiden diplomatik agar kedua negara bermusuhan.

Namun, tanpa pemberitahuan sebelumnya, Orang Suci sendiri muncul tiba-tiba, dan masuk ke istana di hari yang sama sehingga mereka tidak sempat bergerak.

Verifikasi fakta juga memakan waktu. Bahkan di momen langka saat Sang Orang Suci tidak dikawal ketat, adanya anggota keluarga Creserize dan siswa pemanggil yang mendampingi membuat serangan mendadak menjadi sulit dilakukan.

"Hah…… hah…… hah……"

Jika ia bisa mencapai peternakan yang sudah disuap, ia bisa menggunakan kuda cepat. Informasi ini harus sampai ke tanah air dengan prioritas utama di atas segalanya.

Meilleur, negara para makhluk panggilan (Summon). High Stella, negara para monster (Magical Beast).

Keduanya adalah kanker benua yang dibenci oleh negara-negara lain yang mengandalkan pedang dan sihir. Mereka adalah akar dari segala kejahatan yang menghalangi terwujudnya perdamaian dunia.

Kini, mereka bergandengan tangan. Negara-negara yang "bukan milik manusia", bersatu untuk memerangi negara-negara manusia.

"Hah…… hah……! Ma, Dunia Iblis (Makai)……!"

Ia telah menyaksikan lahirnya musuh dunia. Ia melihat momen di mana sejarah umat manusia bergeser secara besar-besaran.

Ini bukan lagi perang memperebutkan wilayah, melainkan perang suci (Holy War) demi kelangsungan hidup umat manusia.

Tak lama kemudian, pria pembawa pesan itu tiba di desa agraris. Tanpa sempat meminum air yang ditawarkan, ia memacu kudanya dan pergi. Ia percaya bahwa kecepatan informasi yang ia genggam akan menentukan nasib dunia.

Beberapa hari kemudian, fakta ini segera dibagikan oleh Slava kepada negara-negara di sekitarnya.

Negara-negara kecil yang tadinya bersikap ragu-ragu terhadap Meilleur pun satu per satu mengangkat tangan untuk menyatakan perang demi menjatuhkan Meilleur.

Demikianlah lahirnya perang antara Tentara Salib "Aliansi Umat Manusia" melawan "Dunia Iblis".

Dalam konflik panjang tersebut, konon selalu muncul seorang pemanggil di setiap medan perang yang menanamkan ketakutan baik pada kawan maupun lawan.

Nama pria itu tidak pernah tercatat dalam buku sejarah hingga akhir, namun sosoknya lebih dikenal di medan perang daripada siapa pun.

Saat muncul di medan perang, entah kenapa dia selalu memulai dengan salam. Hal itu ia lakukan berulang kali setiap kali posisinya berpindah.

"Halo, namaku Heresy."




Previous Chapter | ToC | End V2

0

Post a Comment

close