Chapter 4
Visual Biasa
"Baiklah,
kita akan memulai upacara pemanggilan sekarang. Berdirilah satu per satu di
depan lingkaran sihir di tengah, dan lakukan pemanggilan hanya dengan
kekuatanmu sendiri. Monster panggilan yang muncul akan terdaftar secara resmi
sebagai kekuatan tempur pribadi kalian, dan ke depannya, kalian akan
menggunakan mereka dalam pelajaran utama. Dengan kata lain, tidak berlebihan
jika dikatakan bahwa pemanggilan kali ini akan sangat memengaruhi nilai
kelulusan kalian. Semuanya, kerahkan seluruh kemampuan kalian saat ini. Selain
itu, ketidakharmonisan atau konflik dengan monster yang sudah kalian miliki
akan menjadi poin pengurangan nilai, jadi pastikan kalian melakukan Tame atau
pelatihan dengan cukup. Materi ini juga akan dibahas dalam pelajaran
selanjutnya."
Yo! Namaku
Heresy! Berkat monster yang kupanggil waktu kecil dulu, bakatku sebagai Summoner
akhirnya diakui. Mulai kemarin, aku resmi menjadi murid di Akademi Summoner
Kerajaan Meilleur yang terkenal itu!
Hari
ini adalah hari pemanggilan partner di akademi! Mulai dari pemanggilan,
kontrak, pelatihan, hingga membangun hubungan kepercayaan—semua kemampuan yang
dibutuhkan sebagai Summoner akan diuji dan dinilai dalam jangka panjang!
"Selain
itu, seperti yang kubilang tadi, hari ini Tuan Putri datang berkunjung untuk
melihat prosesi ini. Instruktur sementara, Savant, akan mendampingi beliau.
Berhati-hatilah saat melakukan pemanggilan agar tidak menimbulkan bahaya
sekecil apa pun."
"Tuan
Putri... beliau selalu tampak cantik kapan pun aku melihatnya..."
"Beliau
baru masuk tahun depan, ya? Sudah pasti akan jadi lulusan terbaik."
"Savant-sensei?
Maksudmu orang hebat yang terkenal itu...?"
"Dia
adalah bintang muda di dunia Summoner. Kabarnya dia sangat berbakat dan
pengetahuannya soal monster panggilan sangat luar biasa."
"Kalau
begini, aku tidak boleh memperlihatkan sisi memalukan...!"
Sepertinya
upacara pemanggilan ini adalah acara yang menarik perhatian banyak orang,
karena hari ini Tuan Putri sampai datang berkunjung!
Guru
pendampingnya juga orang yang sangat terkenal dan hebat! Sejak masuk sekolah
ini, aku terus bertemu orang-orang terpandang sampai-sampai indraku mulai mati
rasa!
Teman-teman
sekelasku tampak tegang karena tamu yang datang adalah orang besar, tapi jujur
saja, aku sangat santai tanpa khawatir sedikit pun! Ini bukan karena aku
percaya diri bisa sukses melakukan pemanggilan, tapi lebih karena aku tidak
terlalu peduli dengan nilai sekolah!
Di
kalangan bangsawan, nilai akhir saat kelulusan bisa menjadi status sosial di
masyarakat, tapi bagiku yang akan langsung pulang ke kampung halaman setelah
lulus, selama aku mendapatkan lisensi Summoner, nilai itu tidak ada
artinya!
"Agar
menjadi contoh bagi yang lain, pemanggilan akan dimulai dari murid dengan nilai
ujian masuk tertinggi. Putra keluarga Grade sedang absen karena sakit. Kalau
begitu, sesuai urutan, Nona Leticia, silakan maju ke depan."
"Ya,
baiklah."
Entah
kenapa guru memanggil Leticia dengan bahasa formal! Ngomong-ngomong, tadi pagi
saat aku bangun, selimut dan bantal di tempat tidurku sudah hilang. Kau
pelakunya, kan? Karena kau sedang berkonsentrasi sebelum pemanggilan, aku diam
saja, tapi tolong kembalikan sebelum waktu tidur nanti ya!
"..."
Begitu
Leticia yang berdiri di sampingku menjauh, tiba-tiba aku merasa kesepian! Saat
aku mencoba mendekati murid yang kelihatan menganggur untuk diajak bicara,
entah kenapa mereka malah buang muka dan menjaga jarak!
Sepertinya
karena Jade-kun—yang kemarin mengajak duel—hari ini absen, aku dianggap sebagai
orang berbahaya yang berani menghajar bangsawan! Aku malah jadi penjahat gara-gara kena imbas masalah
orang lain! Ahaha!
"『Segala benda yang menciptakan dunia. Seluruh alam semesta yang mengatur
bintang. Wahai kalian yang merajut pohon silsilah kehidupan. Dengarkan suaraku,
kenalilah keagunganku. Dan jawablah』—Summon!"
Setelah
berkonsentrasi sejenak, Leticia langsung memulai pemanggilan dengan mantra kaku
yang isinya agak abstrak! Melihat orang melakukan pemanggilan seperti ini
membuatku antusias membayangkan monster seperti apa yang akan muncul dan cerita
apa yang akan mereka buat nanti!
Cahaya meluap
dari lingkaran sihir di tengah, dan siluet makhluk berkaki empat muncul di
sana! Ukurannya kira-kira sebesar anjing ras menengah. Bentuknya ramping dan
anggun!
"Oh,
ini... monster yang sangat cantik...!"
"Jumlah
Mana-nya juga luar biasa...! Seperti yang diharapkan dari Nona Leticia!"
Begitu cahaya
meredup, seekor rubah mungil berdiri di sana dengan keempat kakinya! Itu adalah
jenis rubah yang sering tinggal di gunung! Bulunya berkilau, ekornya yang lebat
sangat menawan, dan aku merasakan kekuatan suci yang luar biasa darinya!
Bagusnya!
Aku juga ingin memanggil monster seperti itu! Ada keimutan hewan kecil yang
berbeda dengan Happy yang punya aura keibuan!
"Kon
kon."
"Apakah
itu... sejenis serigala...?"
"Bukan,
aku tidak tahu detailnya... tapi itu jenis rubah. Aku pernah melihatnya di literatur kuno. Tak kusangka
bisa melihatnya langsung..."
"Kon
kon."
Monster
itu jelas-jelas rubah, tapi sepertinya di ibu kota jarang ada kesempatan untuk
melihatnya sampai-sampai ada orang yang tidak bisa mengenalinya! Di gunung
kampung halamanku, aku sering melihatnya jadi aku sering memanjakan mereka!
Kalau direbus bersama sayuran umbi-umbian, rasanya lumayan enak, lho!
Tapi
rubah yang dipanggil Leticia itu, meski penampilannya rubah... bukankah
suaranya aneh? Rubah biasanya tidak bersuara "kon kon" yang terdengar
dibuat-buat seperti itu, kan?
"Kon
kon."
"Benar-benar
indah... aku ingin terus melihatnya..."
"Luar
biasa! Monster yang
sangat pantas untuk Nona Leticia!"
"A-aku
juga akan berusaha...!"
"Kon
kon."
Semua orang
sepertinya lebih peduli pada penampilan dan pembawaan si rubah daripada
suaranya! Memang sih, aku juga merasakan sesuatu yang supernatural dari aura
sucinya itu... tapi tetap saja, suaranya aneh, kan?
"Terima
kasih telah menjawab panggilanku. Namaku Leticia Crecerize. Maukah kau mengikat
kontrak denganku?"
"Kon
kon."
"Ya, aku
berjanji tidak akan melakukan hal yang memalukan sebagai orang yang
memanggilmu."
"Kon
kon."
"Aku
tidak akan membatasi pikiran atau tindakanmu, jadi katakan saja padaku kalau
ada apa-apa."
"Kon
kon."
"Terima
kasih. Mohon bantuannya mulai sekarang."
Leticia dan
si rubah yang sepertinya keras kepala cuma mau bilang "kon kon" itu
akhirnya berhasil mengikat kontrak dengan lancar! Selamat! Wali kelas juga
tampak antusias sambil mencatat sesuatu!
Leticia
sempat mengobrol sebentar dengan si rubah, tapi setelah selesai dia berjalan ke
arahku! Tolong jangan mendekat saat semua orang sedang memperhatikanmu, nanti
aku ikut jadi pusat perhatian!
"Heresy,
perkenalkan. Ini Kon-ko, seekor Magic Fox yang baru saja mengikat
kontrak denganku."
"Kon
kon."
"Ah,
begitu ya. Karena namanya begitu, makanya dia bilang 'kon kon' ya."
"...Kon
kon."
"Aku
Heresy. Aku... siapa ya... teman sebangku Leticia. Salam kenal ya."
Sepertinya
tipe monster yang sudah punya nama sendiri sejak awal! Dia terlihat memiliki
derajat yang tinggi, dan Leticia yang diakui oleh lawan seperti itu pastilah
punya martabat yang tinggi juga sebagai manusia! Yah, bangsawan memang sejak
awal dipilih berdasarkan standar seperti itu, jadi wajar saja!
Leticia yang
pembawaannya dingin dan Kon-ko yang bulu serta gerak-geriknya indah sepertinya
akan menjadi partner yang serasi! Aku akan mendukung awal perjalanan mereka!
Tolong kembalikan selimut dan bantalnya ya!
"Berikutnya,
Rachel dari keluarga Alemina."
"Baik,
saya mengerti."
Mungkin
karena terpengaruh hasil luar biasa dari Leticia, murid-murid setelahnya juga
sukses melakukan pemanggilan satu per satu!
Snow Wolf,
Greater Hawk, Assassin Rabbit... melihat monster-monster dengan nama mentereng
dipanggil, aku jadi berpikir kalau para bangsawan itu memang hebat!
Di urutan
akhir sepertinya ada orang-orang dengan gelar bangsawan rendah, tapi mereka
tetap memberikan hasil yang bagus! Perbedaan antara Tuan Putri yang matanya
berbinar melihat arena pemanggilan yang seperti pameran monster elit, dengan
guru pendampingnya yang menghela napas seolah kehilangan minat, sungguh kontras
yang menarik!
"Umu,
semuanya memberikan hasil yang luar biasa. Dengan ini upacara pemanggilan
berakhir... ah, tidak, masih ada satu lagi. Heresy dari Desa Shiawase."
"Hadir."
Terakhir
adalah giliranku! Biarlah soal guru yang hampir melupakanku, tapi alasanku jadi
yang terakhir adalah karena aku berasal dari desa terpencil dan nilai ujian
tertulisku paling rendah!
Aku sudah
mencoba belajar dari buku-buku di gudang buku desa, tapi jumlahnya sedikit dan
isinya terlalu berat sebelah sampai tidak berguna sama sekali! Apa gunanya
menyimpan buku otobiografi Kakek pemilik toko senjata di gudang buku?
『Awalnya jenisnya banyak, tapi beberapa
tahun lalu mantan kepala desa membawa keluar banyak buku, ya. Termasuk buku
yang ditulis di atas kulit mentah itu...』
Ah, buku
pemanggilan yang rasanya berdosa kalau cuma disimpan itu, ya. Nenek penjaga
gerbang yang mengaku-ngaku sebagai penjaga itu sering mengejeknya karena
metodenya kuno, tidak efisien, dan tidak stabil.
Katanya
mantan kepala desa yang tertangkap itu sudah menjualnya, tapi sekarang ada di
mana ya?
"Orang
yang bakatnya tiba-tiba mekar memang sering mengalami kesulitan karena
derajatnya yang rendah. Tapi jangan khawatir. Jangan minder dengan hasil yang
dicapai orang lain, kerahkan saja seluruh kemampuanmu sendiri."
"Saya
mengerti."
Guru itu
sangat perhatian padaku! Matanya menatapku seolah melihat orang biasa yang
tersesat di antara kumpulan jenius, tapi karena itu memang benar, bisa dibilang
kemampuan observasinya akurat!
Aku tidak
menggunakan lingkaran sihir saat memanggil, tapi agar tidak terlalu dekat
dengan teman sekelas, aku akan pindah ke tengah arena! Kalau ada monster
raksasa yang muncul, nanti mereka bisa terinjak!
"Permisiii,
apa ada yang bisa dengar suaraku~?"
Aku mencoba
memanggil dengan perasaan seolah sedang meneriakkan suara ke seseorang yang
jauh!
Di ibu kota,
metode membatasi sifat monster dengan lingkaran sihir dan mantra adalah yang
paling umum, tapi karena aku cuma bisa cara memanggil dengan suara sembarangan
begini, mau bagaimana lagi!
Tapi
kenyataannya aku bisa bertemu Happy dengan cara ini, jadi menurutku ini bukan
cara yang buruk! Bukankah terasa seperti takdir jika kita tidak memanggil
secara sepihak, tapi saling tertarik satu sama lain?
Saat aku
sedang menunggu sambil berpikir begitu, sebuah retakan ruang yang hitam dan
terdistorsi muncul di ketinggian yang membuatku harus mendongak!
Firasat
buruk, nih!
『Suara. Sampai.』
『Apa kabar?』
Ah, ini dia. Aura orang-orang yang
entah kenalan atau kerabat Happy! Sudah lama ya! Tapi karena waktunya tidak
tepat, aku ingin kalian pulang saja!
Aku senang sekali kalian menjawab
panggilanku, tapi kalau kalian berdua muncul di sini, sepertinya akan jadi
masalah yang cukup besar! Maaf ya, ini demi kepentingan pihak manusia!
Karena tenaga untuk kerja di ladang
tidak akan pernah cukup, mungkin nanti setelah aku lulus dan dapat lisensi Summoner,
aku akan meminta bantuan kalian lagi! Lain kali aku akan berkunjung membawa
oleh-oleh! Aku dan Happy baik-baik saja, kok!
『Nanti
panggil lagi.』
Sambil membuat janji dan menyampaikan
maksudku, orang-orang yang entah kenalan atau kerabat Happy itu kembali ke
tempat asal mereka tanpa bermanifestasi!
Sifat kedewasaan mereka yang tidak
protes meski aku memanggil tiba-tiba dan mau mengalah demi situasiku
benar-benar menunjukkan kalau mereka orang baik! Aku rasa Happy tumbuh jadi
anak yang baik karena ada orang-orang seperti itu di dekatnya!
Entah kenapa guru pendamping yang
tadinya bosan sekarang menatapku dengan wajah panik, tapi kuabaikan saja dan
lanjut memanggil!
"Anu, kalau begitu kuganti cara
bicaranya... Permisiii,
ada yang tidak mengenalku di sana? Apa bisa dengar
suaraku~?"
Kalau kenalan yang datang seperti tadi,
tujuannya jadi melenceng dari pelajaran sekolah, jadi aku mencoba mengarahkan
kata-kataku pada seseorang yang tidak mengenalku!
Agar terdengar oleh mereka yang berasal
dari tempat yang berbeda dengan Happy, aku mencoba memanggil dengan perasaan
seolah berbicara ke tempat yang rendah!
"...Ooh."
Kali
ini sepertinya seseorang yang benar-benar tidak kukenal sudah datang! Di posisi
yang sama dengan retakan ruang tadi, muncul pusaran hitam cair, dan seolah
dimuntahkan dari sana, gumpalan tentakel sebesar rumah jatuh ke bawah!
Halo!
Tentakel dalam jumlah banyak menumpuk hingga mengguncang bangunan saat
mendarat, membentuk seperti bukit kecil berwarna ungu kehitaman! Pipa-pipa
daging yang tebal dan tampak lunak itu menggeliat dengan lendir, pemandangan
yang sangat dahsyat!
"Eh,
eh!? Cepat banget...!"
Ah,
aku mendengar suara dari bagian tengahnya! Saat ini aku sama sekali tidak tahu dia makhluk apa, tapi
setidaknya sepertinya dia punya pita suara? Pasti asyik kalau bisa mengobrol di luar dengan
monster panggilan!
"A... apa-apaan itu...!"
"Monster...
panggilan...? Bukan, jangan-jangan itu sejenis kutukan...!?"
"I-itu
monster buas...! Itu monster jahat!"
Sepertinya
teman-teman sekelas juga sangat tertarik dengan gumpalan raksasa yang tiba-tiba
jatuh itu! Mereka semua menonton dengan ramai dari kejauhan!
"Itu...
dia berniat menutup-nutupinya... kalau begitu setidaknya harusnya sedikit
lebih..."
Kuberhentikan
sejenak rasa ingin tahuku soal guru pendamping yang menggerutu dengan wajah
serius itu, dan aku kembali menatap monster panggilan yang kupanggil. Ternyata
gunung tentakel raksasa tadi sudah mengecil sampai seukuran gudang penyimpanan
kecil!
"Anu!
Bukan begitu! Ini kalau disembunyikan bisa jadi lebih sedikit lagi...!"
Dari balik tentakel yang berkurang itu, muncul seorang gadis manusia yang cantik dengan rambut ungu basah yang berkilau... oh, bukan. Jelas-jelas dari bagian pinggang ke bawahnya tumbuh tentakel. Mungkin gadis itu adalah tubuh utama dari monster panggilan ini.
Melihat cara dia berusaha keras menyimpan
tentakel-tentakel itu ke pangkalnya atau menyembunyikannya di balik punggung,
sepertinya dia bisa menggerakkan banyak tentakel sekaligus ya?
Kalau
benar begitu, dia pasti bakal sangat berguna untuk kerja di ladang!
Dan
yang paling penting... visualnya normal! Teman-teman sekelasku tidak ada yang pingsan atau menjadi gila! Ini
kemajuan besar!
"Horeee!"
"!?"
Saking
senangnya bertemu dengan monster panggilan yang ideal, aku mendekatinya sambil
berjoget kecil kegirangan.
Dia
tampak tersentak kaget dan menarik diri, menggunakan tentakelnya untuk
mengangkat tubuh utamanya tinggi-tinggi!
Maaf,
maaf! Aku tidak bermaksud mengejutkanmu, tapi aku terlalu terbawa suasana!
Karena
tidak tahu apakah boleh menyentuh kakinya (?) atau tidak, aku terus berjoget
kecil di sekitar tentakelnya. Akhirnya, dengan ragu-ragu, tubuh utamanya turun
kembali untuk menemuiku!
"Namaku
Heresy! Aku yang memanggilmu! Maaf ya sudah memanggilmu tiba-tiba!"
"A... iya..."
Bahkan saat
aku mengulurkan tangan, dia mau menjabat tanganku!
Selain punya
tentakel yang serbaguna, dia juga punya kemampuan bersosialisasi yang
fleksibel.
Tidak hanya
penampilannya, sifatnya pun ternyata secantik orangnya!
Ayo, sekarang aku harus berusaha merayunya agar dia mau mengikat kontrak denganku!



Post a Comment