Chapter
3
Tamu
Yo! Namaku Heresy! Berkat monster yang
kupanggil waktu kecil dulu, bakatku sebagai Summoner akhirnya diakui.
Mulai hari ini, aku resmi menjadi murid
di Akademi Summoner Kerajaan Meilleur yang terkenal itu!
Sekarang
duelnya sudah berakhir dan aku sedang bersantai di kamarku! Meski aku merasa
lelah karena dikerjai oleh Tuan Bangsawan sejak hari pertama, anehnya saat
sedang minum teh sebelum tidur seperti ini, rasanya semua masalah itu jadi
tidak penting lagi! Aku sangat terbantu karena di ibu kota daun teh bisa
didapatkan dengan harga murah!
—Tok
tok tok.
Karena
aku sudah masuk asrama sejak seminggu yang lalu, aku sudah mulai terbiasa
dengan kehidupan di sini!
Awalnya
aku sulit tidur karena bantalnya terasa berbeda, tapi sekarang lihatlah, begitu
berbaring di tempat tidur, aku bisa langsung terlelap!
Entah
kenapa tiba-tiba aku merasa sebaiknya aku tidur saja sekarang, jadi aku masuk
ke balik selimut ya!
—Tok
tok tok.
Hari
ini sangat merepo—maksudku, sangat menarik ya! Besok pasti akan jadi lebih
ba—menyenangkan kan, Happy!
『Eh, anu... ada tamu...』
...
"..."
『H-heee, beneran tidur...? Hei, anu,
bangun dong. Ada tamu lho!』
"Ngh...
ah, maaf, maaf. Firasatku buruk sekali sampai-sampai aku tidak sanggup menerima
kenyataan."
Karena aku
sangat tidak ingin terlibat masalah merepotkan, aku malah benar-benar
ketiduran. Untung kau membangunkanku!
Terima kasih!
Tadi aku sempat bermimpi dibangunkan oleh seorang gadis yang sama sekali tidak
mirip dengan penyamaran Happy yang biasanya.
Apa itu sosok
yang dulu kau bilang ingin kau jadikan penyamaran permanen?
『Iya. Sampai sekarang aku masih sering
berlatih, tapi... ternyata penyamaran dalam bentuk manusia itu sulit ya.』
Benar juga,
pertama-tama kau harus melakukan sesuatu soal jumlah kepalamu yang terlalu
banyak dan kulitmu yang masih kurang itu...
—Ceklek.
"Heresy, aku masuk ya."
"Oi, tunggu dulu—"
Aku
baru saja mengobrol dengan Happy dan berusaha sekuat tenaga mengabaikan
keberadaan si tamu, tapi pintu yang seharusnya sudah kukunci rapat dari dalam
malah terbuka sendiri!
Dan pelakunya
tidak lain adalah teman sekelas di sebelahku... Nona Leticia!
Dia masuk sambil membawa bantal sendiri!
Selamat malam! Omong-omong, bagaimana
caramu membuka kuncinya? Apa bangsawan memang punya hak istimewa untuk
mengabaikan privasi rakyat jelata?
"Leticia-san,
apa jangan-jangan kau punya kunci cadangan kamar ini?"
"Panggil
Leticia saja."
"Kau
punya kunci kamar ini?"
"Leticia
saja tidak apa-apa."
"Ya
sudah, akan kupanggil begitu."
Katanya
aku boleh memanggil namanya tanpa embel-embel! Aku senang karena kami sepertinya mulai akrab, tapi dia
sama sekali tidak mendengarkan pertanyaanku!
Bisa
mengabaikan pendapat orang lain dan memaksakan kehendak sendiri... teknik
negosiasi bangsawan sepertinya sangat serbaguna ya, aku jadi iri!
Bagiku, dia
sudah melampaui si belagu Jade-kun sebagai orang yang paling harus diwaspadai!
Padahal wajahnya cantik seperti putri raja dari antah berantah, tapi kenapa
sifatnya begini...?
"...Jadi?
Ada urusan apa malam-malam begini?"
"Aku
takut sampai tidak bisa tidur. Rasanya kalau aku tertidur, aku tidak akan
pernah bangun lagi. Kau
juga tahu kan, besok adalah hari yang sangat penting. Aku tidak boleh kurang
tidur. Lakukan sesuatu."
"Eeeh..."
Leticia...
dia mulai merengek seperti anak kecil! Sosok cantik yang biasanya terlihat
tenang ternyata bisa lemah secara mental, kejutan yang tidak terduga ya!
...Tapi
tunggu, bukannya secara hukum kau sudah dewasa? Aku tahu kau takut hal horor,
tapi bukankah sebaiknya kau bersikap lebih dewasa sedikit?
"Kau
terkejut karena melihat wujud Happy, kan? Mungkin kau melihat sedikit
halusinasi, tapi itu tidak ada efek kutukan sama sekali, jadi tidurlah dengan
tenang."
"Tubuhku
tidak berhenti gemetar. Begitu aku memejamkan mata, sesuatu yang buruk langsung
muncul dari dasar hatiku dan mencoba menelanku. Aku sudah memanggil tabib dan
ahli kutukan keluarga, tapi mereka tidak tahu penyebabnya."
"Yah,
itu karena memang sebenarnya tidak ada apa-apa."
Happy itu
bersih dari tuduhan! Tekstur daging yang terlihat menyakitkan itu adalah bawaan
lahirnya, dan orang-orang yang tertanam di sana pun bukan berarti mereka adalah
manusia yang dimakan oleh Happy!
Katanya
mereka semua adalah satu kesatuan! Aku pernah mengobrol dengan orang-orang yang
tertanam di gumpalan daging itu, dan kesanku mereka adalah orang-orang yang
jahil dan lucu!
"Tapi
lihat... sekarang tanganku sudah berhenti gemetar. Dengan melihat sosok Heresy,
mendengar suaramu, dan dikelilingi aromamu... seluruh tubuhku merasa tenang.
Karena waktu itu kau menarik tanganku. Karena kau telah
menyelamatkanku..."
"Eh, kok
malah jadi ngeri. ...Anu, penyebab kau tidak bisa tidur itu kan Happy? Bukannya
aneh kalau kau malah merasa tenang saat bersamaku, padahal aku yang
memanggilnya? Kalau kau bilang aku menyelamatkanmu, itu namanya aku yang bikin
masalah, aku juga yang jadi pahlawan."
"Otakku juga berpikir begitu! Ini
sudah seperti kondisi imprinting atau cuci otak. Tapi kalau tubuhku menginginkanmu, mau bagaimana lagi?
Cepat, tenangkan rasa sakit ini."
"Aku
paham maksudmu, tapi pemilihan katamu benar-benar buruk ya."
Sepertinya
Leticia sudah agak gila karena terlalu takut pada Happy!
Di kampung
halamanku, orang luar seperti mantan kepala desa atau kakek tukang roti sering
jadi begini.
Kalau
kupikirkan kesamaan mereka dengan Leticia, sepertinya aku bisa mengajukan teori
bahwa semua orang yang besar di kota besar itu takut hal horor!
Aku harus
hati-hati kalau mau memanggil Happy di ibu kota!
"Tapi,
apa tidak apa-apa bangsawan tidur sekamar dengan laki-laki? Aku tidak terlalu
paham sih, tapi meski kita tidak melakukan apa-apa, fakta bahwa kau
menghabiskan malam dengan seseorang bisa merugikanmu saat mau menikah nanti,
kan?"
"Jangan
samakan aku dengan keluarga kecil yang bahkan tidak bisa menyiapkan peran
pengganti. Selain orang-orang yang disiapkan keluarga, ada juga orang yang
hanya diketahui olehku dan orang kepercayaanku. Aku datang ke sini ditemani
penyihir khusus yang menggunakan sihir manipulasi persepsi, jadi tidak perlu
khawatir."
"Persiapannya
niat banget sampai aku jadi takut."
Sepertinya
dia datang ke sini dengan sangat waspada, tapi fakta bahwa dia tetap nekat
melakukannya padahal tahu risikonya itu malah bikin dia makin terlihat gila.
Aku akan berdoa supaya sifatnya jadi lebih lembut selama kehidupan sekolah
sebelum dia bikin masalah di suatu tempat!
"Hmm...
ah, begini, aku kan laki-laki, bahaya lho kalau perempuan sendirian. Aku paham
kau takut, tapi bukankah sebaiknya kau lebih tenang?"
"Kau
tidak akan melakukan hal semacam itu. Dan kalaupun kau melakukan sesuatu, aku
harus menerimanya sebagai bayaran karena kau telah melindungiku dari rasa
takut. Lagipula, kalau kau mengusirku ke koridor sekarang, aku akan menangis
kencang karena takut. Sudah,
diam dan berbaringlah di tempat tidur. Kau tidak perlu bergerak."
"Maaf,
tapi serius, bisa perbaiki pemilihan katamu?"
Setelah
melontarkan kalimat-kalimat yang bisa mengakhiri hidupku kalau sampai terdengar
oleh penyihir pengawalnya, Leticia melepas mantelnya dan seenaknya masuk ke
tempat tidurku sambil terus berdebat!
Seenaknya
sendiri! Bebas banget ya.
"Hm...
sesuai dugaanku. Sekarang tinggal kau tidur bersamaku dan semuanya sempurna.
Cepat masuk."
"Aku
tidak tahu apa yang sempurna, tapi setidaknya pakailah bantal yang kau bawa
sendiri. Nih."
"............ Zzz... zzz..."
"..."
Tadi dia sempat meminta hal-hal aneh
dengan mata yang kosong, tapi saat aku mencoba menukar bantalnya, dia malah
menutupi kepalanya dengan selimut seolah menolak, dan sedetik kemudian sudah
terdengar dengkur halusnya!
Eeeh...?
Kalau dipikir dari tingkah lakunya
tadi, sepertinya ini bukan karena dia gampang tidur, tapi lebih ke arah benang
ketegangan yang menahannya selama ini sudah putus karena mencapai batasnya.
Tadinya aku mau protes karena dia
mengganggu waktu minum tehku, tapi melihat seorang gadis yang datang ke kamarku
dengan bekas air mata di matanya dan akhirnya bisa tidur, rasanya kasihan kalau
harus membangunkannya. Jadi
aku biarkan saja!
Aku juga
punya akal sehat untuk mengulurkan tangan pada teman sekelas yang kesulitan,
tahu! Meskipun yang salah dari awal adalah mereka yang mengajak duel duluan!
Setelah
menerima situasi ini, aku menggulung Leticia dengan selimut (seperti kebab)
lalu mendorongnya ke pinggir tempat tidur, dan aku berbaring di sebelahnya
menggunakan bantal yang dia bawa!
Besok
adalah hari pemanggilan partner di akademi! Ini pertama kalinya aku memanggil
selain Happy, jadi aku harus dalam kondisi prima!
Semoga
aku bisa terikat kontrak dengan monster panggilan yang bisa diajak jalan-jalan
di kota!
『Aku juga bisa jalan dengan dua kaki
kalau menyamar, tahu...?』
Kau
itu kalau jadi manusia pun wajahnya jadi banyak atau bentuknya jadi aneh, jadi
malah makin mencolok...
Lihat
saja besok! Selama ini aku mengandalkan Happy untuk segala hal mulai dari kerja
di ladang sampai memasak, tapi mulai besok temanku akan bertambah!
Akademi ini
sangat murah hati ya, memperbolehkan kami memanggil monster kedua di pelajaran
sekolah meski tanpa lisensi Summoner!
Demi monster
kecil lucu yang mungkin muncul nanti, besok aku akan membeli beberapa kacang
kecil sebelum pergi ke kelas!
Aku sangat
mendambakan saat-saat bisa memberi makan monster panggilan yang duduk di
bahuku!



Post a Comment