NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Naze Nigerun Dai? Boku no Shoukanjuu wa Kawaii yo Volume 1 Chapter 3

Chapter 3

Tamu


Yo! Namaku Heresy! Berkat monster yang kupanggil waktu kecil dulu, bakatku sebagai Summoner akhirnya diakui.

Mulai hari ini, aku resmi menjadi murid di Akademi Summoner Kerajaan Meilleur yang terkenal itu!

Sekarang duelnya sudah berakhir dan aku sedang bersantai di kamarku! Meski aku merasa lelah karena dikerjai oleh Tuan Bangsawan sejak hari pertama, anehnya saat sedang minum teh sebelum tidur seperti ini, rasanya semua masalah itu jadi tidak penting lagi! Aku sangat terbantu karena di ibu kota daun teh bisa didapatkan dengan harga murah!

—Tok tok tok.

Karena aku sudah masuk asrama sejak seminggu yang lalu, aku sudah mulai terbiasa dengan kehidupan di sini!

Awalnya aku sulit tidur karena bantalnya terasa berbeda, tapi sekarang lihatlah, begitu berbaring di tempat tidur, aku bisa langsung terlelap!

Entah kenapa tiba-tiba aku merasa sebaiknya aku tidur saja sekarang, jadi aku masuk ke balik selimut ya!

—Tok tok tok.

Hari ini sangat merepo—maksudku, sangat menarik ya! Besok pasti akan jadi lebih ba—menyenangkan kan, Happy!

Eh, anu... ada tamu...

...

"..."

H-heee, beneran tidur...? Hei, anu, bangun dong. Ada tamu lho!

"Ngh... ah, maaf, maaf. Firasatku buruk sekali sampai-sampai aku tidak sanggup menerima kenyataan."

Karena aku sangat tidak ingin terlibat masalah merepotkan, aku malah benar-benar ketiduran. Untung kau membangunkanku!

Terima kasih! Tadi aku sempat bermimpi dibangunkan oleh seorang gadis yang sama sekali tidak mirip dengan penyamaran Happy yang biasanya.

Apa itu sosok yang dulu kau bilang ingin kau jadikan penyamaran permanen?

Iya. Sampai sekarang aku masih sering berlatih, tapi... ternyata penyamaran dalam bentuk manusia itu sulit ya.

Benar juga, pertama-tama kau harus melakukan sesuatu soal jumlah kepalamu yang terlalu banyak dan kulitmu yang masih kurang itu...

—Ceklek.




"Heresy, aku masuk ya."

"Oi, tunggu dulu—"

Aku baru saja mengobrol dengan Happy dan berusaha sekuat tenaga mengabaikan keberadaan si tamu, tapi pintu yang seharusnya sudah kukunci rapat dari dalam malah terbuka sendiri!

Dan pelakunya tidak lain adalah teman sekelas di sebelahku... Nona Leticia! Dia masuk sambil membawa bantal sendiri!

Selamat malam! Omong-omong, bagaimana caramu membuka kuncinya? Apa bangsawan memang punya hak istimewa untuk mengabaikan privasi rakyat jelata?

"Leticia-san, apa jangan-jangan kau punya kunci cadangan kamar ini?"

"Panggil Leticia saja."

"Kau punya kunci kamar ini?"

"Leticia saja tidak apa-apa."

"Ya sudah, akan kupanggil begitu."

Katanya aku boleh memanggil namanya tanpa embel-embel! Aku senang karena kami sepertinya mulai akrab, tapi dia sama sekali tidak mendengarkan pertanyaanku!

Bisa mengabaikan pendapat orang lain dan memaksakan kehendak sendiri... teknik negosiasi bangsawan sepertinya sangat serbaguna ya, aku jadi iri!

Bagiku, dia sudah melampaui si belagu Jade-kun sebagai orang yang paling harus diwaspadai! Padahal wajahnya cantik seperti putri raja dari antah berantah, tapi kenapa sifatnya begini...?

"...Jadi? Ada urusan apa malam-malam begini?"

"Aku takut sampai tidak bisa tidur. Rasanya kalau aku tertidur, aku tidak akan pernah bangun lagi. Kau juga tahu kan, besok adalah hari yang sangat penting. Aku tidak boleh kurang tidur. Lakukan sesuatu."

"Eeeh..."

Leticia... dia mulai merengek seperti anak kecil! Sosok cantik yang biasanya terlihat tenang ternyata bisa lemah secara mental, kejutan yang tidak terduga ya!

...Tapi tunggu, bukannya secara hukum kau sudah dewasa? Aku tahu kau takut hal horor, tapi bukankah sebaiknya kau bersikap lebih dewasa sedikit?

"Kau terkejut karena melihat wujud Happy, kan? Mungkin kau melihat sedikit halusinasi, tapi itu tidak ada efek kutukan sama sekali, jadi tidurlah dengan tenang."

"Tubuhku tidak berhenti gemetar. Begitu aku memejamkan mata, sesuatu yang buruk langsung muncul dari dasar hatiku dan mencoba menelanku. Aku sudah memanggil tabib dan ahli kutukan keluarga, tapi mereka tidak tahu penyebabnya."

"Yah, itu karena memang sebenarnya tidak ada apa-apa."

Happy itu bersih dari tuduhan! Tekstur daging yang terlihat menyakitkan itu adalah bawaan lahirnya, dan orang-orang yang tertanam di sana pun bukan berarti mereka adalah manusia yang dimakan oleh Happy!

Katanya mereka semua adalah satu kesatuan! Aku pernah mengobrol dengan orang-orang yang tertanam di gumpalan daging itu, dan kesanku mereka adalah orang-orang yang jahil dan lucu!

"Tapi lihat... sekarang tanganku sudah berhenti gemetar. Dengan melihat sosok Heresy, mendengar suaramu, dan dikelilingi aromamu... seluruh tubuhku merasa tenang. Karena waktu itu kau menarik tanganku. Karena kau telah menyelamatkanku..."

"Eh, kok malah jadi ngeri. ...Anu, penyebab kau tidak bisa tidur itu kan Happy? Bukannya aneh kalau kau malah merasa tenang saat bersamaku, padahal aku yang memanggilnya? Kalau kau bilang aku menyelamatkanmu, itu namanya aku yang bikin masalah, aku juga yang jadi pahlawan."

"Otakku juga berpikir begitu! Ini sudah seperti kondisi imprinting atau cuci otak. Tapi kalau tubuhku menginginkanmu, mau bagaimana lagi? Cepat, tenangkan rasa sakit ini."

"Aku paham maksudmu, tapi pemilihan katamu benar-benar buruk ya."

Sepertinya Leticia sudah agak gila karena terlalu takut pada Happy!

Di kampung halamanku, orang luar seperti mantan kepala desa atau kakek tukang roti sering jadi begini.

Kalau kupikirkan kesamaan mereka dengan Leticia, sepertinya aku bisa mengajukan teori bahwa semua orang yang besar di kota besar itu takut hal horor!

Aku harus hati-hati kalau mau memanggil Happy di ibu kota!

"Tapi, apa tidak apa-apa bangsawan tidur sekamar dengan laki-laki? Aku tidak terlalu paham sih, tapi meski kita tidak melakukan apa-apa, fakta bahwa kau menghabiskan malam dengan seseorang bisa merugikanmu saat mau menikah nanti, kan?"

"Jangan samakan aku dengan keluarga kecil yang bahkan tidak bisa menyiapkan peran pengganti. Selain orang-orang yang disiapkan keluarga, ada juga orang yang hanya diketahui olehku dan orang kepercayaanku. Aku datang ke sini ditemani penyihir khusus yang menggunakan sihir manipulasi persepsi, jadi tidak perlu khawatir."

"Persiapannya niat banget sampai aku jadi takut."

Sepertinya dia datang ke sini dengan sangat waspada, tapi fakta bahwa dia tetap nekat melakukannya padahal tahu risikonya itu malah bikin dia makin terlihat gila. Aku akan berdoa supaya sifatnya jadi lebih lembut selama kehidupan sekolah sebelum dia bikin masalah di suatu tempat!

"Hmm... ah, begini, aku kan laki-laki, bahaya lho kalau perempuan sendirian. Aku paham kau takut, tapi bukankah sebaiknya kau lebih tenang?"

"Kau tidak akan melakukan hal semacam itu. Dan kalaupun kau melakukan sesuatu, aku harus menerimanya sebagai bayaran karena kau telah melindungiku dari rasa takut. Lagipula, kalau kau mengusirku ke koridor sekarang, aku akan menangis kencang karena takut. Sudah, diam dan berbaringlah di tempat tidur. Kau tidak perlu bergerak."

"Maaf, tapi serius, bisa perbaiki pemilihan katamu?"

Setelah melontarkan kalimat-kalimat yang bisa mengakhiri hidupku kalau sampai terdengar oleh penyihir pengawalnya, Leticia melepas mantelnya dan seenaknya masuk ke tempat tidurku sambil terus berdebat!

Seenaknya sendiri! Bebas banget ya.

"Hm... sesuai dugaanku. Sekarang tinggal kau tidur bersamaku dan semuanya sempurna. Cepat masuk."

"Aku tidak tahu apa yang sempurna, tapi setidaknya pakailah bantal yang kau bawa sendiri. Nih."

"............ Zzz... zzz..."

"..."

Tadi dia sempat meminta hal-hal aneh dengan mata yang kosong, tapi saat aku mencoba menukar bantalnya, dia malah menutupi kepalanya dengan selimut seolah menolak, dan sedetik kemudian sudah terdengar dengkur halusnya!

Eeeh...?

Kalau dipikir dari tingkah lakunya tadi, sepertinya ini bukan karena dia gampang tidur, tapi lebih ke arah benang ketegangan yang menahannya selama ini sudah putus karena mencapai batasnya.

Tadinya aku mau protes karena dia mengganggu waktu minum tehku, tapi melihat seorang gadis yang datang ke kamarku dengan bekas air mata di matanya dan akhirnya bisa tidur, rasanya kasihan kalau harus membangunkannya. Jadi aku biarkan saja!

Aku juga punya akal sehat untuk mengulurkan tangan pada teman sekelas yang kesulitan, tahu! Meskipun yang salah dari awal adalah mereka yang mengajak duel duluan!

Setelah menerima situasi ini, aku menggulung Leticia dengan selimut (seperti kebab) lalu mendorongnya ke pinggir tempat tidur, dan aku berbaring di sebelahnya menggunakan bantal yang dia bawa!

Besok adalah hari pemanggilan partner di akademi! Ini pertama kalinya aku memanggil selain Happy, jadi aku harus dalam kondisi prima!

Semoga aku bisa terikat kontrak dengan monster panggilan yang bisa diajak jalan-jalan di kota!

Aku juga bisa jalan dengan dua kaki kalau menyamar, tahu...?

Kau itu kalau jadi manusia pun wajahnya jadi banyak atau bentuknya jadi aneh, jadi malah makin mencolok...

Lihat saja besok! Selama ini aku mengandalkan Happy untuk segala hal mulai dari kerja di ladang sampai memasak, tapi mulai besok temanku akan bertambah!

Akademi ini sangat murah hati ya, memperbolehkan kami memanggil monster kedua di pelajaran sekolah meski tanpa lisensi Summoner!

Demi monster kecil lucu yang mungkin muncul nanti, besok aku akan membeli beberapa kacang kecil sebelum pergi ke kelas!

Aku sangat mendambakan saat-saat bisa memberi makan monster panggilan yang duduk di bahuku!



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close