Chapter
16
Kunjungan
Observasi Sejarah
Halo, namaku Heresy! Setelah itu, di
tengah perjalanan pulang dari gereja, aku berpisah dengan Konko-san yang
dipanggil paksa oleh Leticia.
Aku sempat mencari Savant-sensei
sebelum dan sesudah mengisi perut di kedai makanan ringan, tapi tidak berhasil
menemukannya.
Akhirnya aku pulang dengan patuh ke
asrama, menikmati permainan pura-pura jadi penyihir sepuasnya bersama Happy,
lalu pergi tidur!
Hari ini
adalah hari libur pertama sejak aku masuk akademi! Tapi karena aku tidak punya
janji bermain dengan siapa pun, hari ini aku berniat pergi mencari nilai
akademisku... maksudku, mencari Savant-sensei lagi!
Soalnya belum
ada kabar pembatalan dari Wakil Kepala Sekolah! Seandainya dia sudah ditemukan
dan pesannya cuma belum sampai padaku, perjalananku ini memang akan sia-sia
total.
Tapi kalau
aku terus berusaha mencarinya, mungkin nanti mereka akan merasa kasihan dan
memberiku nilai tambahan? Tidak mungkin ya?
—Cklek.
"Selamat
pagi, Heresy. Hari ini aku membawakan sesuatu yang bagus untukmu. Lihatlah
ini."
Ganti baju,
sudah. Merapikan rambut yang berantakan setelah bangun tidur, sudah. Dompet
juga sudah dibawa. Persiapan sudah matang! Kalau saja tidak ada tamu, aku pasti
sudah berangkat sekarang!
Orang yang
dengan santainya menerobos masuk ke kamar orang lain di pagi hari libur ini
adalah Leticia!
Aku tidak
keberatan sih karena kita sudah saling kenal, tapi masuk tanpa mengetuk dan
membuka kunci sesuka hati itu tindakan yang agak gawat lho, sadarlah sedikit!
"...Selamat
pagi. Barang apa itu?"
"Peralatan
untuk latihan sihir. Aku menyiapkannya untukmu. Ini buku panduan untuk
anak-anak. Ini alat bantu sihir yang sepertinya berguna. Dan ini literatur
sihir kuno."
"Hmm...?"
Leticia
melangkah masuk ke kamar dengan gerakan yang sudah sangat terbiasa, lalu menata
barang-barang di atas meja dengan ekspresi bangga!
Apa dia
semacam kucing yang datang memamerkan hasil buruannya?
"Kamu
pasti kesulitan karena tidak bisa memakai sihir, kan. Aku datang untuk
membantumu agar bisa menangkap sensasi manipulasi mana. Rachel-san sepertinya
juga mengkhawatirkan hal ini, tapi aku akan membuktikan lebih dulu bahwa akulah
yang bisa berkontribusi lebih besar bagi nilaimu."
Ternyata Leticia
datang untuk membantuku latihan sihir! Sesaat aku sempat curiga dia bakal mulai
bicara hal aneh lagi! Maaf ya! Terima kasih! Latihan sihir, ya.
Memang
belakangan ini mataku cuma terfokus pada usaha mencari Savant-sensei demi
nilai, tapi jika dipikirkan demi masa depan, pasti jauh lebih baik kalau aku
bisa memakai sihir lewat jalan yang benar!
Kalau aku
bisa membantu Happy atau Hydra dengan sihir pendukung, beban mereka juga pasti
akan berkurang!
Lagi pula Savant-sensei
itu Pemanggil hebat yang ceritanya dipercaya mentah-mentah oleh teman-teman
sekelasku, jadi meskipun aku tidak mencarinya, dia pasti sedang baik-baik saja
di suatu tempat!
"Aku
sangat berterima kasih dan senang kamu mau membantu latihanku, tapi... tidak
apa-apa? Bukannya bangsawan itu sibuk dengan pekerjaan rumah bahkan di hari
libur...?"
"Aku
tidak membantah hal itu, tapi kalau sedikit, aku bisa memajukan jadwalnya dan
mengaturnya, jadi jangan khawatir. Bagiku, nilai kelulusanmu jauh lebih
penting. Meski ini soal masa depan, tapi bagian ini akan berpengaruh pada
syarat perekrutan keluarga Cleserize."
"Terima
kasih! Wah, sangat membantu... hmm?"
"Kalau
begitu ayo segera pergi ke akademi. Aku sudah mengantongi izin penggunaan ruang
kelas."
"Maaf,
bisa tolong ulangi kalimat yang tadi? Syarat perekrutan?"
"Aku
juga akan menyiapkan minuman. Ada camilan juga.
Manis dan enak lho."
Ah,
ini tipe yang tidak akan dijawab lagi! Aku merasa mulai memahami dirinya
sedikit demi sedikit lewat interaksi beberapa hari terakhir ini! Pemahaman timbal balik kita semakin
dalam ya!
◆
"Nah,
pertama-tama mari kita coba dari isi buku ini."
"Oke.
Anu... 'Bagi Putra Anda yang Berbakat Luar Biasa, Pasti Akan Membuahkan
Hasil. Pengenalan dan Cara Penggunaan Mana'?"
"Aku sendiri belum pernah
menggunakannya, tapi buku ini dianggap cocok bagi anak-anak untuk menangkap
sensasi tersebut."
Setelah meninggalkan asrama dan pindah
ke ruang kelas akademi, kami segera membentangkan bahan ajar di atas meja dan
mulai belajar!
Entah kenapa banyak buku yang judulnya
seperti menjilat golongan tertentu, apa industri penerbitan di ibu kota ini
sudah bertekuk lutut pada kekuasaan?
Atau
memang anak-anak berbakat itu kebanyakan dari kalangan bangsawan?
Saat
aku membuka buku yang diberikan, di halaman pertama terdapat diagram besar yang
menjelaskan seperti apa mana itu!
"Umm,
'Aliran darah mulia yang mengalir di dalam tubuh Anda. Mana bersemayam di
dalamnya. Mengendalikan kekuatan pilihan tersebut sesuka hati disebut sebagai
Manipulasi Mana'."
"Itu
interpretasi umum untuk anak-anak yang mengibaratkan mana seperti aliran darah.
Kenyataannya mana yang terkandung dalam darah itu sangat sedikit, dan pada
dasarnya di tubuh manusia tidak ada organ yang menjadi jalur transmisi mana.
Namun, kudengar bahkan di zaman modern saat hasil penelitian tersebut sudah
keluar, masih banyak penyihir yang menggunakan sihir dengan interpretasi
diagram ini."
"Hee~."
Yah,
aku bisa mengerti itu! Jika seseorang sudah memahami sesuatu dalam dirinya lalu
belakangan tahu bahwa itu salah, kurasa bukan hal mudah untuk mengoreksi
persepsi tersebut!
Terlebih
lagi untuk hal-hal yang bersifat instingtif seperti manipulasi mana!
Mungkin
keakuratan persepsi seperti itu bisa mengubah efisiensi atau jumlah efek
sihirnya, tapi bagiku, bisa memakai sihir saja sudah cukup membuatku iri!
"Aku
membawakan kertas yang berubah warna jika bereaksi terhadap mana, jadi cobalah
dengan merujuk pada diagram di buku itu. Apa kamu punya pengalaman ujung jarimu
teriris benda tajam? Katanya ada contoh kasus yang berhasil hanya dengan
membayangkan aliran darah saat itu."
"Kalau
luka di jari sih sudah berkali-kali. Aku coba ya."
Dulu tanganku
sering terluka karena daun tumbuhan liar yang keras dan tajam di desa!
Ada habitat
tumbuhan itu di sebelah selatan desa, katanya orang-orang zaman dulu sengaja
menanamnya di sana karena bisa jadi penangkal hama!
Tolong
introspeksi sedikit karena di masa depan hal itu jadi merepotkan, ya?
Aku mencoba
mengalirkan mana ke potongan kertas yang kuterima dari Leticia dengan imajinasi
yang diajarkan, tapi... sepertinya tetap tidak bisa!
Pertama-tama,
jika aku tidak menginterpretasikan mana itu ada di mana dan apa bentuknya
menurut versiku sendiri, sepertinya aku bahkan tidak bisa mulai mengerjakannya!
"Maaf,
sepertinya masih agak sulit. Mungkin akan berbeda kalau aku bisa menangkap
sensasi 'Inilah mana itu!'..."
"Tidak
masalah sama sekali. Jangan memaksakan diri, mari kita coba satu per satu.
Kalau begitu, bagaimana dengan alat sihir ini?"
Sambil
berkata begitu, Leticia mengeluarkan dari kotak sebuah alat sihir yang tampak
seperti permata transparan seukuran genggaman tangan yang dipotong rapi!
Dari ukuran
dan teksturnya saja aku tahu ini barang super mahal, tapi aku akan berusaha
tidak memikirkannya agar tidak merasa tegang yang tidak perlu!
"Ini
adalah alat sihir yang memvisualisasikan kecocokan mana target. Kamu tahu kan
kalau tiap orang punya kecocokan atau ketidakcocokan terhadap atribut sihir
tertentu? Dengan mengetahui kecocokanmu lewat alat sihir ini, kurasa kamu akan
lebih mudah merasakan keberadaan mana."
"Itu...
alat sihir yang hebat ya. Apa tidak apa-apa membawa barang semewah ini keluar
dari rumah?"
"...Pinjam
tanganmu sebentar."
Ah, tiba-tiba
dia tidak mau menatap mataku! Sepertinya dia membawanya keluar tanpa izin!
Leticia yang
mengabaikan pertanyaanku dengan tenang menaruh alat sihir itu di atas
penyangga, lalu mengambil tanganku dan membungkusnya dengan kedua tangannya!
Terlepas dari
boleh atau tidaknya alat sihir ini ada di sini, aku sangat bersemangat ingin
tahu seperti apa cara kerjanya!
"...Ukuran
tangan ini, tekstur kulitnya..."
"Oooh...!
Apa kamu mulai paham sesuatu? Sihir apa yang aku kuasai atau..."
"Tidak,
sekarang aku hanya sedang menyentuh tanganmu secara pribadi. Rasanya nyaman menggesekkan kulit
sambil menautkan jari seperti ini. Aku ingin punya alat ini di kamar
tidur."
"Begitu
ya. Bisa tolong gunakan alat sihirnya sekarang?"
Komentar
macam apa itu?
Aku tadi
salah paham karena alurnya jelas-jelas mau mengaktifkan alat sihir.
Tanpa
menutupi sikapnya yang tampak enggan, Leticia melepaskan tanganku, mengangkat
alat sihir dari penyangga, lalu mulai menyalurkan mana ke dalamnya! Sepertinya
bagian utamanya baru dimulai sekarang! Terus penyangga tadi buat apa?
Akhirnya alat
sihir yang diaktifkan oleh mana Leticia mulai bercahaya redup di tepiannya!
Saat dia
menempelkannya di atas punggung tanganku, sesuatu mulai muncul lewat alat sihir
itu dan...? ...Kenapa warnanya agak tipis ya? Reaksinya juga lebih lamban dari
yang kukira...
"Ini apa
artinya ya. Apa memang jumlah manaku sedikit...?"
"Aku
tidak tahu."
"Apa
mungkin atribut yang cocok denganku cuma sedikit...?"
"Aku
benar-benar tidak tahu."
Ah, Leticia sudah angkat tangan! Maaf
ya!
"...Mungkin mana milikmu punya...
ya, mungkin sifatnya berbeda dari biasanya. Aku ingin bertanya, biasanya
bagaimana cara Heresy melakukan pemanggilan?"
"Aku tidak melakukan apa-apa
secara khusus. Kalau
dipanggil, mereka akan datang."
"Begitu
ya..."
Ah,
Leticia benar-benar angkat tangan! Maaf ya! Setelah itu kami memasukkan kembali
alat sihir ke kotaknya dan pura-pura tidak melihat apa pun.
Kami
mencoba berbagai buku panduan dan alat sihir lainnya, tapi pada akhirnya tetap
tidak berhasil sampai akhir dan hanya menyisakan misteri!
"...Gagal
ya. Aku jadi penasaran, di zaman modern yang mekanismenya sudah diketahui
seperti ini saja manipulasi mana masih sulit, bagaimana cara orang-orang zaman
dulu memakai sihir ya? Apa ada cara yang lebih mudah?"
"Tepat
sekali. Sebelum pemahaman tentang mana dan sihir... yaitu Magitologi,
berkembang sebagai ilmu pengetahuan, orang-orang sudah menggunakan sihir.
Karena metodenya sangat tidak masuk akal dan tidak efisien, sepertinya sihir
hanya digunakan terutama untuk acara keagamaan atau klenik saja."
"Apa
metode itu bisa kulakukan juga? Kalau aku bisa merasakan sensasi sihir sekali
saja, mungkin aku bisa menangkap rahasianya."
"Tentu
saja kamu bisa melakukannya, tapi... metodenya benar-benar berbeda jadi tidak
akan menjadi pengalaman yang berguna. Kamu hanya perlu menyiapkan lingkaran
sihir, lalu menggunakan darah manusia sebagai mananya."
"Ah,
metodenya begitu ya."
Ternyata cara
penggunaannya tiga kali lipat lebih langsung dari bayanganku! Memang kalau
begitu sepertinya tidak ada hubungannya dengan rahasia atau semacamnya, tapi
sebagai orang yang tidak bisa memakai sihir, sejujurnya aku punya rasa kagum
dan ingin mencobanya jika memang ada kemungkinan bisa...
"Kalau
tidak salah, di dalam darah juga terkandung sedikit mana, kan? Apa tidak bisa
dicoba sekali saja?"
"Mana
yang terkandung dalam darah itu jumlahnya sangat sedikit. Mungkin baru bisa melepaskan sihir
tingkat dasar setelah mengekstrak dosis mematikan dari satu orang manusia. Meski ini literatur lama, tapi ada
catatan yang menyebutkan penggunaan seratus tumbal untuk satu kali teknik
pemanggilan."
"Ah~
kalau itu sih berat ya."
Padahal kalau
bisa dipakai dengan santai, permainan pura-pura jadi penyihir bersama Happy
akan lebih seru, tapi sayang sekali!
Dengan
begitu, harapan tipis pun sirna dan sesi belajar pun berakhir!
Sejujurnya,
dulu aku sempat menghindari untuk melihat langsung soal sihir karena aku
benar-benar tidak memahaminya, tapi berkat Leticia yang mengajariku bagian
dasarnya kali ini, aku merasa akhirnya bisa menghadapinya dengan
sungguh-sungguh!
"Terima
kasih sudah menemaniku hari ini. Mulai sekarang aku tidak hanya akan mencari
nilai di kota, tapi aku akan berusaha sungguh-sungguh agar bisa memakai
sihir."
"Aku
tidak mengerti soal mencari nilai, tapi aku senang jika bisa berguna. Bagiku ini juga selingan untuk
menyegarkan pikiran, jadi mari kita lanjutkan sedikit demi sedikit ke depannya.
Tidak perlu terburu-buru. Bahkan bagi anak bangsawan berbakat pun, pengenalan
dan manipulasi mana membutuhkan waktu yang tidak sebentar."
Hee, semua
orang di simulasi pertarungan kelihatannya memakai sihir dengan mudah, tapi
ternyata awalnya mereka juga kesulitan ya! Kalau orang bangsawan saja begitu,
aku yang rakyat jelata harus lebih berjuang lagi!
"Omong-omong,
butuh berapa hari sampai Leticia bisa memakai sihir?"
"Aku
melakukannya di hari yang sama..."
Ah,
sepertinya lebih baik aku tidak bertanya lebih jauh!
◆
"Ada
satu hal yang ingin kutanyakan padamu."
Kupikir kami
akan bubar setelah sesi belajar selesai... tapi mumpung ada kesempatan, Leticia
memutuskan untuk mengantarku keliling akademi sambil jalan-jalan! Sekarang kami
berdua sedang berjalan di jalan setapak berpohon di area taman alam sebelah
barat!
"Kemarin
kamu pergi ke kota bersama Kon-ko... tidak, lupakan saja. Aku tidak ingin
dianggap sebagai wanita tidak sopan yang ingin tahu segalanya. Tolong lupakan
ucapanku."
"Kemarin?
Maksudmu soal kencanku dengan Konko-san? Kami pergi ke gereja bersama."
"Itu
dia!"
Uwaa,
wajahnya dekat sekali. Tadi katanya mau membatalkan pertanyaan, tapi sekarang
malah bersemangat sekali.
"Aku
sudah mendengar ceritanya dari Kon-ko. Bahwa dia memberikan penjelasan tambahan
tentang isi pembacaan buku pada Heresy. Dan katanya dia sangat dipuji dan
dibisikkan kata-kata cinta karena sudah membantumu."
"Informasinya
tersampaikan dengan sangat melintir ya."
Ini pasti Konko-san
sedang mengerjai dia. Leticia itu dasarnya memang tangguh, tapi dia punya sisi
polos yang aneh, atau lebih tepatnya dia punya kerapuhan di mana dia akan
mempercayai kata-kata orang yang sudah dia percayai tanpa ragu!
Kapasitas
hatinya yang besar itu mungkin aset penting sebagai bangsawan, tapi melihatnya
dari dekat tetap saja membuatku khawatir!
Pemanggil dan
monster panggilan itu bisa dibilang hubungan yang paling dekat, jadi kuharap
mereka selalu melakukan komunikasi yang sempurna agar tidak ada kesalahpahaman!
Ya kan, Happy!
『Apakah Anda sendiri selalu melakukan
komunikasi yang sempurna...?』
"Tapi,
sepertinya Kon-ko yang hebat pun tidak tahu tentang Menara Pelindung.
Keberanian dan daya pengamatanmu untuk langsung menyelami sejarah Meilleur
dalam beberapa hari setelah dipanggil memang hebat, tapi saat ini akulah yang
lebih unggul. Aku akan memberitahu Heresy tentang Menara Pelindung sebelum
Kon-ko melakukannya, dan menambah poinku."
"Apa
kalian sedang bertanding di suatu kompetisi...?"
Padahal dia
tidak perlu repot-repot begitu, aku sudah sangat terbantu kok karena Leticia
sudah mengajariku belajar dan menemaniku bermain permainan papan!
Ngomong-ngomong,
ternyata Leticia juga menyadari aktivitas Konko-san yang sewaktu-waktu bisa
jadi tindak kriminal itu ya!
Membiarkannya
bebas setelah tahu segalanya, bukankah kapasitas hatinya terlalu luas?
Sambil
mengagumi toleransi Leticia yang tak terbatas, kami melewati deretan pohon
tinggi dan sebuah menara raksasa muncul di depan mata!
Sebenarnya
menara itu sudah terlihat sejak tadi, tapi karena sempat tersembunyi di balik
pepohonan, kesannya menara itu tiba-tiba menjadi besar!
"Jadi,
inilah Menara Pelindung."
"Ternyata
cerita tadi cuma pembukaan saja ya. Bangunannya besar sekali. Luas tanahnya
saja mungkin hampir seluas arena pemanggilan, kan?"
"Bagian
dalamnya lebih luas daripada yang terlihat. Berbagai lapisan sihir pelindung
mendistorsi persepsi dari luar."
"Hee~."
Ternyata ada
sihir yang bisa mengubah cara pandang ya! Apa tujuannya agar sulit diserang
saat musuh datang menyerbu? Atau cuma masalah pemandangan saja karena dekat
dengan istana?
"Sihir
pelindung yang menyelimuti seluruh menara ini sangat kuat. Bahkan bagi penyihir
tingkat pahlawan dari Slava yang menjadi musuh khayalan kita pun akan butuh
waktu untuk menembusnya dari depan. Hanya saja, tolong jangan beritahu
siapa-siapa... khusus untuk pintu besar di sisi istana, penjagaannya sedikit
lebih lemah."
"Menurutku
benar-benar tidak baik memberitahuku hal-hal yang gawat kalau diketahui rakyat
jelata sepertiku."
Sama seperti Konko-san,
bisa berhenti tidak terus-terusan membocorkan informasi yang hanya meningkatkan
risikoku tanpa alasan?
Apa
kalian sedang bertanding siapa yang bisa menyeretku ke dalam ledakan diri
paling dahsyat?
"Pertahanannya
sengaja dikurangi agar hanya individu tertentu yang menonjol saja, seperti
keluarga kerajaan atau kepala keluarga bangsawan ternama, yang bisa
menembusnya. Agar menara bisa digunakan atas diskresi sendiri dalam keadaan
darurat. Jangan khawatir, orang biasa tidak akan bisa menembusnya kecuali
menggunakan sihir skala besar dengan lingkaran sihir yang melibatkan banyak
orang. Jadi tenanglah."
"...Apa
Leticia bisa menembusnya?"
"Kalau
monster panggilan keluarga Cleserize, karena sifat alaminya, entah bagaimana
bisa..."
Aaah,
menakutkan! Aku tadi bertanya untuk mendapatkan bahan ketenangan lewat
penyangkalan, eh malah diiyakan dan malah keluar informasi tambahan yang tidak
perlu!
Aku
sama sekali tidak berniat menyelidiki sifat alami monster panggilan bangsawan
terkenal, lho.
Sambil
mengusir informasi yang telanjur kudengar dari kepala, aku semakin mendekati
menara dan rasanya udara di sekitar mulai menegang!
Aku
bisa merasakan lewat kulit bahwa ini adalah tempat yang spesial! Dilihat dari
dekat, Menara Pelindung sangat besar hingga seolah mencapai istana.
Dinding
luarnya pun dipenuhi ukiran pola yang rumit, memberikan atmosfer yang indah
sekaligus agung! Luar biasa sekali membayangkan ini dalam kondisi terlihat
lebih kecil dari aslinya... hmm?
"Hei,
pintu masuk menara di sebelah sana, bukannya terbuka?"
"...Iya,
terbuka."
"Itu
pintu besar di sisi istana yang kamu jelaskan tadi, kan. ...Leticia, aku punya
satu pertanyaan—monster panggilan keluargamu sekarang ada di mana ya?"
"Aku
dicurigai sebagai pelakunya...!? Eh, sekarang bukan waktunya melontarkan
lelucon seperti itu! Ini situasi darurat! Tt!? Getaran ini...!?"
Tepat saat
lelucon yang kulontarkan untuk mencairkan suasana gagal total, suara ledakan
besar dan guncangan merambat sambil menggoyang pepohonan di sekitar!
Asalnya dari
arah yang berlawanan dengan Menara Pelindung—arah gedung utama sekolah!
Hal yang
tertangkap oleh mata kami yang bergegas menoleh ke belakang adalah sebuah Golem
yang lebih besar dari bangunan akademi sedang mengayunkan lengannya dan
menghantam gedung utama!
Dengan
pukulan bertenaga itu, sihir pelindung gedung utama hancur berkeping-keping
dengan suara yang melengking tinggi! Ini pemandangan yang terasa sangat tidak
nyata, apa ini semacam pertunjukan?
"Itu... monster panggilan Savant!?
...Tidak salah lagi, aku pernah melihatnya sekali saat latihan. Kenapa bisa... apa jangan-jangan dia
mengincar permata suci di gedung utama...?"
"Eh, Savant-sensei...?"
Aku tidak
menyangka nama itu akan muncul di sini! Sepertinya nilai akademisku... maksudku
Savant-sensei yang tadinya hilang ternyata selamat!
Keberadaan
monster panggilannya tidak menjamin dia ada di tempat yang sama, tapi
setidaknya dia cukup sehat untuk bisa menggunakan teknik pemanggilan!
Saat Golem
raksasa itu mengayunkan lengannya sekali lagi untuk menghantam gedung utama,
sebuah tebasan besar yang terlihat bahkan dari sini mementalkan lengan perkasa
tersebut dan menahan serangannya!
Dari gedung
sekolah yang jauh, aku bisa melihat monster panggilan bersayap terbang menuju
ke arah Golem!
"Teknik
pedang tadi milik Wakil Kepala Sekolah... sepertinya pengajar lain juga sudah
bergerak menuju ke sana. Dengan kekuatan tempur sebesar itu, mereka pasti bisa
mengulur cukup waktu bagi murid dan staf untuk evakuasi. Seharusnya aku juga
pergi membantu, tapi saat ini aku lebih mencemaskan situasi Menara Pelindung.
Jika tujuan Savant adalah permata suci, maka pemeriksaan Menara Pelindung juga
harus dilakukan secara paralel."
"Apa aku
bisa bantu sesuatu?"
"Terima
kasih, tapi tidak apa-apa. Ini masalah yang harus kami selesaikan. Betapa pun
kamu adalah Pemanggil yang potensial, martabat bangsawan akan dipertaruhkan
jika aku menyeret murid baru ke dalam masalah ini."
"Begitu
ya? Kalau begitu aku akan evakuasi agar tidak menghalangi. Berjuanglah
ya."
"Ya, aku
akan berjuang!"
Menurutku Leticia
juga sama-sama murid baru, tapi untuk sekarang aku tidak akan mengatakan hal
yang tidak perlu!
Tepat setelah
aku berpamitan pada Leticia dan mulai berjalan, suara ledakan menggema dari
berbagai penjuru akademi dan pilar api membubung tinggi!
Genteng besar
terbang seperti kerikil ke arahku, jadi aku menghindar dengan melangkah maju
beberapa langkah, tapi tanahnya jadi berlubang dan sepertinya perbaikannya
bakal merepotkan!
Kerusakan
menyebar dan suasananya mendadak jadi sangat berbahaya! Ini sudah melampaui
level kriminalitas biasa, sepertinya sedang terjadi insiden besar yang bakal
tercatat dalam buku sejarah di masa depan! Aku merasa sangat terkesan bisa
menjadi saksi hidup sejarah...
"Tt...
skalanya lebih besar dari yang kukira... Heresy, maafkan aku, tapi bisakah kamu
tetap ikut denganku? Sihir pelindung menara masih aktif, kurasa akan lebih aman
jika kita berada di dalam bersama."
"Oke,
kalau begitu aku ikut ya."
Eh, Untunglah!
Aku bisa masuk ke dalam bangunan yang muncul di dongeng! Bukankah ini
kesempatan yang sangat langka?
Mungkin
bahkan bagi bangsawan pun ini bukan tempat yang bisa dimasuki dengan santai,
jadi ini hal yang luar biasa!
Aku harus
berterima kasih pada Savant-sensei yang menciptakan kesempatan ini... eh tidak
jadi, lebih baik aku menyarankannya untuk menyerahkan diri saja!
Mengingat
apa yang dia lakukan, dia pasti bakal langsung dihukum mati sih!
"Kalau
begitu ayo berangkat. Beritahu aku kalau ada yang bisa kubantu."
"Sangat
membantu. ...Maaf ya, sudah menyeretmu."
"Tidak,
tidak, jangan dipikirkan sama sekali. Lagipula sore nanti rencananya aku memang
mau olahraga ringan, dan lagipula ini bukan salah Leticia, kan. Benar juga,
setelah ini selesai bagaimana kalau kita pergi makan makanan manis? Biar aku
yang traktir sebagai ucapan terima kasih karena sudah diajari belajar."
"Terima
kasih. Hanya dengan perhatianmu saja aku sudah sangat sena... tidak, aku ingin
makan makanan manis bersamamu. Tolong lakukan itu bagaimanapun caranya."
"Sisi
dirimu yang seperti itu, menurutku jujur dan bagus kok."
◆
Saat aku
masuk ke dalam Menara Pelindung bersama Leticia, tidak ada siapa pun di sana,
hanya sebuah ruangan luas yang membentang!
Lantai
putih, dinding putih, dan langit-langit yang terlampau tinggi!
Sedikit
mirip dengan arena pemanggilan, tapi sama seperti dinding luarnya, bagian dalam
menara juga dipenuhi ukiran pola tanpa celah, menciptakan atmosfer yang unik!
Sesuai
cerita, bagian dalamnya jauh lebih luas daripada yang terlihat dari luar, dan
dekorasi lampunya pun sangat indah!
Memang
benar-benar bangunan bersejarah! Ini pasti akan menjadi pengalaman yang
berharga!
Kupikir
Lingkaran Sihir Raksasa ada di lantai dasar, tapi ternyata bukan! Kira-kira apa
ya tujuan orang zaman dulu merancang lantai ini seperti ini? Terlalu luas kalau
cuma buat lobi masuk!
Sambil
berjalan menuju area tengah dengan mulut setengah terbuka karena kagum, aku
mendengar sesuatu seperti nyanyian dari arah atas!
"Ini...
mungkinkah ini ritual untuk memanggil sesuatu. Aku merasakan kekuatan jahat dan pertanda buruk."
"Memang
rasanya seperti ada seseorang yang sedang diundang."
Aku
merasakan kehadiran sebuah entitas yang sedang mendekat dari ruang lain!
Aku
tidak tahu lawan seperti apa itu, tapi aku tidak merasakan firasat buruk,
sepertinya dia tipe yang mudah diajak bicara!
"Ayo
cepat. Aku akan maju duluan ke ruang tangga di ujung sana. Jika ada jebakan
atau penghalang musuh, aku akan melenyapkannya. Kamu tetaplah di sini dan awasi
bagian belakang. Pandangan di sini bagus, dan kurasa akan mudah untuk memanggil
monster panggilan berukuran besar."
"Paham.
Apa boleh aku panggil Hydra dan... Happy juga?"
"......Itu
monster panggilanmu yang kulihat saat duel kemarin... kan."
"Iya.
Aku berniat bertanya pada mereka tentang sosok yang mencoba diundang dalam
ritual di atas. Kalau
mereka benar-benar bermanifestasi, kurasa akan lebih mudah untuk merasakan
kehadirannya."
"Ya................
tidak apa-apa. Secara mental aku juga terus bertumbuh setiap harinya. Karena
secara mental aku terus bertumbuh setiap harinya, aku ingin menunjukkan
pertumbuhanku padamu. Tapi, panggillah dia setelah aku masuk ke ruang tangga di
ujung dan menutup pintunya. Secara mental aku terus bertumbuh setiap harinya,
tapi ini adalah janji yang harus benar-benar kamu tepati."
"Maaf
ya. Aku cuma mau melihat-lihat bagian dalam menara sebentar lalu akan kusuruh
mereka kembali kok."
Berhasil!
Katanya Happy boleh ikut melihat-lihat! Beruntung sekali aku bisa berwisata di
bangunan sehebat ini bersama para monster panggilanku!
Setelah
memastikan Leticia yang berlari seperti sedang dikejar sesuatu sudah masuk ke
ruangan di ujung dan menutup pintu... sepertinya sudah boleh ya! Kemarilah,
Happy!
『Apakah tidak apa-apa...... bukankah
akan membuatnya takut lagi......』
Memang kalau mengingat ketakutannya...
atau lebih tepatnya kehebohannya tempo hari, aku jadi agak khawatir, tapi
selama orangnya sendiri bilang tidak apa-apa bukankah tidak masalah?
Kalau sudah
sering melakukannya mungkin dia akan terbiasa. Atmosfer menara ini benar-benar luar biasa!
Banyak
dekorasi indah juga! Menurutku Happy benar-benar harus turun langsung dan
berwisata di sini!
『Kalau begitu...... sebentar
saja......』
Ayo sini,
sini! Ah, tapi usahakan jangan sampai mengotori lantai dengan darah ya! Aku
memang berencana minta Hydra membilasnya dengan air, tapi kalau ketahuan nanti
sepertinya aku bakal dimarahi habis-habisan!
Nah,
pelan-pelan dan hati-hati mendarat... ah, ada bagian yang terlepas. Terlepas
dan berceceran sampai pendarahannya luar biasa.
Warna merah darahnya terlihat kontras di atas lantai putih ya. Akan segera kupanggil Hydra dan aku akan minta maaf padanya.



Post a Comment