NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Naze Nigerun Dai? Boku no Shoukanjuu wa Kawaii yo Volume 1 Chapter 14

Chapter 14

Keyakinan Seorang Pria


"Selamat pagi. Kurasa kalian semua sudah tahu, tapi beberapa hari yang lalu terjadi perampokan di toko alat sihir dan pencurian terorganisir yang menargetkan budak. Semuanya terjadi di dalam wilayah ibu kota."

Halo, namaku Heresy!

Kemarin aku dihajar habis-habisan oleh Leticia dalam permainan papan, tapi setidaknya bakatku diakui olehnya. Sambil menetapkan balas dendam padanya sebagai tujuan masa depanku, aku tetap rajin bersekolah di Akademi Pemanggil Kerajaan Meilleur yang terkenal itu!

Sekarang aku sedang mendengarkan penjelasan Eagas-sensei di arena tanding akademi! Perampokan yang dia maksud itu pasti kejadian yang kulihat saat belanja kemarin, kan? Kejahatan itu rasanya dilakukan tanpa pikir panjang ya!

"Detailnya masih dalam penyelidikan, tapi pihak akademi berpendapat ada kemungkinan besar para murid akan terlibat dalam insiden terkait, atau bahkan menjadi target langsung. Oleh karena itu, untuk melindungi kalian para Pemanggil yang memikul masa depan negara ini, pihak akademi memutuskan untuk mengerahkan sebagian personel untuk pengawalan dan patroli."

Hee, ternyata masalahnya jadi lebih serius dari dugaanku! Aku lega mengetahui kalau kejadian kemarin itu bukan pemandangan sehari-hari di ibu kota!

Mendapat pengawalan dan patroli dari pihak akademi itu perlakuan yang luar biasa, ya! Apa ini juga semacam cara mereka untuk menarik hati kaum bangsawan?

"Ini hanyalah penanganan sementara, meski begitu kami tidak bisa memberikan pengawal kepada semua orang. Jadi, hari ini kami memutuskan untuk mengadakan simulasi pertarungan tanpa menggunakan monster panggilan untuk memastikan kemampuan bela diri kalian. Karena kemampuan monster panggilan kalian sudah tercatat sampai batas tertentu, kami akan menentukan kemampuan bela diri total dengan mengecek kekuatan kalian sendiri. Dari informasi tersebut, kami akan menentukan prioritas dan menempatkan personel secara efektif. Bagi mereka yang berasal dari keluarga besar dan sudah memiliki pengawal dengan kekuatan tempur yang cukup, kalian tetap harus berpartisipasi dalam simulasi hari ini sebagai referensi untuk pelajaran ke depannya."

Hee! Di pelajaran hari ini, Pemanggilnya sendiri yang akan bertarung! Padahal ini sekolah Pemanggil? Kok bisa?

Aku sudah punya firasat buruk sejak kami dikumpulkan di arena, tapi konten pelajaran ini benar-benar di luar dugaan! Hidupku penuh rangsangan setiap harinya ya!

"Simulasi akan dilakukan dalam format pertempuran nyata menggunakan senjata. Teknik yang memerlukan manipulasi mana selain teknik pemanggilan—seperti sihir atau Battle Skill—juga diperbolehkan. Namun, gunakan hanya dalam batas di mana kalian masih menyisakan cukup tenaga."

Sensei mulai bicara soal senjata dan teknik bertarung, pembicaraannya jadi semakin tidak ada hubungannya dengan teknik pemanggilan ya!

Aku ini amatir soal penggunaan senjata, dan kalau Battle Skill, berbeda dengan sihir, itu adalah teknik yang mereproduksi keahlian bertarung tapi tetap menggunakan mana, jadi aku tidak bisa menggunakannya!

Aku paham situasinya mendesak, tapi kurasa teman-teman sekelasku juga pasti bingung dengan isi pelajaran ini. Padahal mereka masuk akademi ini untuk menjadi Pemanggil, tapi malah disuruh mengayunkan senjata langsung......

"Uoooooo simulasi! Simulasi!"

"Ini dia yang ditunggu-tunggu!"

"Ilmu Pedang Kerajaan adalah yang terkuat! Ilmu Pedang Kerajaan terkuat!"

Ah, ternyata aku yang minoritas di sini! Ahaha!

"Kalau begitu, sekarang silakan maju dua orang ke tengah untuk berlatih tanding. Ini hanya untuk memastikan kemampuan bela diri, jadi menang atau kalah tidak akan memengaruhi nilai. Ada yang mau mengajukan diri pertama kali? Kalian boleh menunjuk lawan yang kalian suka."

"Sensei, izinkan saya yang maju."

"Rachel, ya. Baiklah."

Selagi aku berpikir apakah aku bisa membaur dengan suasana kelas ini ke depannya—dan apakah tidak apa-apa jika aku benar-benar membaur—pembicaraan Sensei terus berlanjut, dan akhirnya simulasi dimulai!

Gadis yang mengangkat tangan dengan semangat itu adalah gadis yang melakukan pemanggilan tepat setelah Leticia dan Kon-ko terikat kontrak!

Seingatku, dia memanggil seekor serigala berukuran sedang! Berbeda dengan Leticia yang terlihat keren kalau diam, Rachel-san ini adalah tipe gadis bangsawan yang sangat "bangsawan" seperti bayanganku.

"Saya...... ingin menantang Leticia-san!"

"Ooh, tidak disangka......"

"Hebat......"

Gadis bangsawan itu ingin melawan Leticia, dan teman-teman sekelas lainnya tampak terkejut! Rasanya mereka bukan mengagumi keberaniannya menantang orang yang lebih kuat, tapi lebih ke perhatian mereka tersedot karena dia berani menantang Leticia secara langsung!

Apa mungkin Leticia punya sedikit teman?

"Ya, aku tidak keberatan."

"Terima kasih banyak. Segala asahan dan latihan yang telah saya tumpuk sejak hari itu...... hari ini, saya, Rachel Alemina, akan membuktikan bahwa kerja keras mampu melampaui bakat!"

"Rasanya sudah lama sekali ya. Interaksi seperti ini denganmu."

Leticia menerima tantangan gadis bangsawan itu! Dari cara bicara mereka yang pernah bersaing di masa lalu, aku bisa melihat hubungan mereka yang lugas tanpa ada rasa dendam!

Gadis itu bilang soal kerja keras melampaui bakat Leticia, tapi menurutku Leticia juga melakukan kerja keras yang luar biasa, tidak terbatas pada belajar saja! Tapi aku paham maksudnya!

Dari tempat penyimpanan perlengkapan simulasi, si gadis bangsawan mengambil palu besar bermata kecil dengan pegangan dua tangan, sementara Leticia mengambil perisai besar yang bisa menutupi seluruh tubuhnya dari leher ke bawah.

Wah, sejak awal pilihannya sudah sangat ekstrem ya......

Yah, karena ini cuma simulasi, kurasa boleh-boleh saja menggunakan senjata yang disukai, tapi aku mulai merasa jalannya pertandingan ini tidak akan bisa dijadikan referensi!

"Mohon bantuannya! Aqua Shot!"

"Ya, mohon bantuannya juga. Anti-Aqua Magic."

"Thunder Arrow!"

"Ground Field."

Simulasi mereka berdua dimulai! Ini benar-benar seperti pertarungan antar penyihir ya......

Kalau semua orang di kelas bertarung seperti ini, mungkin lebih baik aku juga membawa perisai seperti Leticia! Tanpa cara untuk menangkis sihir, pertarungan ini bahkan tidak akan bisa dimulai!

"Blaze Mine! Terimalah!"

Setelah melepaskan beberapa sihir ledakan yang bergerak memutar ke samping lawan, gadis bangsawan itu menghentakkan kaki dengan kuat untuk memangkas jarak!

Palu itu, tergantung cara kenanya, kurasa kekuatannya tidak main-main. Bagaimana kalau sampai kena telak di kepala? Aku dengar keluarga Leticia punya penyembuh pribadi, tapi kalau dia sampai benar-benar terluka, bukankah itu akan jadi masalah di tingkat yang lebih tinggi daripada mereka berdua?

Apa mungkin karena risiko seperti itu makanya tidak banyak orang yang mau menantangnya bertarung? Rachel-san, tolong tetaplah jadi teman Leticia bagaimanapun caranya!

"Ice Wall."

"! Itu yang saya tunggu-tunggu!"

Leticia yang terjepit di antara sihir ledakan dan gadis bangsawan itu membangkitkan dinding es di sekelilingnya. Melihat itu, si gadis bangsawan justru menambah kecepatannya dan menerjang lurus ke arah dinding es!

Begitu ya, aku sempat berpikir pilihan senjatanya unik, tapi ternyata palu itu memang disiapkan untuk menghancurkan es milik Leticia saat dia bertahan!

Karena terhalang es yang tidak transparan, aku tidak bisa melihat keadaan Leticia, tapi hal yang sama berlaku bagi lawan, jadi ini adalah kesempatan untuk melancarkan serangan kejutan!

Terlepas dari apakah boleh atau tidak benar-benar mendaratkan serangan itu!

"Bersiaplah! Hiaaaa!"

Palu yang diayunkan tepat setinggi kepala menghantam dinding es, dan tepat saat retakan dalam muncul dari titik benturan, sebuah bayangan hitam besar muncul dari balik es!

"Impact."

"Apa!? Ugh...... kyaaa!?"

Seolah sudah membaca serangan lawan, Leticia menghantamkan perisai besarnya ke dinding es dengan waktu yang sempurna, menghancurkan es dari dalam sekaligus mementalkan gadis bangsawan itu!

Dinding es itu mungkin bukan untuk pertahanan, melainkan umpan atau pengalih perhatian!

Si gadis bangsawan yang terpental kuat oleh perisai besar itu berguling-guling beberapa kali di lantai, tapi dia segera memperbaiki posisinya dan menyiapkan sihir! Punya nyali juga dia!

"A, Aqua Shot......!"

"Slide Step."

"......!?"

Apa-apaan itu. Leticia bergerak meluncur di atas es seolah sedang menari! Melihat gadis yang memegang perisai besar meluncur dengan anggun di lantai sambil mengabaikan hukum fisika membuat otakku bingung dan kacau!

Sihir yang dilepaskan secara mendadak pun dihindari, dan si gadis bangsawan pun mematung dalam posisi bertahan dengan palunya. Wajar saja sih, melihat bongkahan logam mendekat ke arahmu dengan kecepatan tinggi itu memang menakutkan.

"H-hari ini saya akui kalah, tapi saya tidak akan pernah menyerah! Suatu hari nanti—"

"Impact."

"Yah!"

Ah, dia melayang. Melihat gadis bangsawan itu terpental ke arah sini bahkan sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya, aku merasakan kesedihan yang tak terlukiskan!

Kejujuran Leticia yang tidak pernah menahan diri meski lawannya teman sendiri adalah sebuah kebajikan, tapi kalau terlalu mendominasi begini, bukankah teman-teman sekelas bakal merasa ngeri?

Karena kita adalah kawan yang belajar di tempat yang sama, kurasa perlu ada sikap saling menghargai untuk mendekatkan diri satu sama lain!

"Benar-benar Leticia-sama. Meraih kemenangan tanpa memperlihatkan kartu truf lebih dari yang diperlukan...... ini sangat mendalam."

"Mereka yang berani menantang harus dihajar habis-habisan. Memang bangsawan Meilleur harus memiliki harga diri setinggi itu."

Ah, ternyata itu adalah tindakan yang mendalam dan penuh harga diri! Aku benar-benar tidak paham standar di sini.

Padahal aku merasa sudah mulai terbiasa, tapi sepertinya masih banyak tembok yang harus kulampaui untuk benar-benar memahami cara berpikir para bangsawan!

"Ugh. Geho, geho...... masih...... belum sampai juga......!"

Saat aku sedang terpukau oleh keluhuran cara berpikir para bangsawan, gadis yang terkapar di kakiku itu mulai bergerak perlahan!

Sepertinya tidak ada luka luar, tapi kalau kepalanya terbentur itu bahaya, jadi mari aku sapa sedikit!

Pak mantan kepala desa dulu juga begitu ya, saat ditangkap dan dibawa kembali ke desa dia membenturkan kepalanya sendiri sampai luka parah......

Kejadian itu memang luar biasa ya! Aku kaget karena wajahnya berubah saat kita bertemu lagi. Mungkin dia mencoba lari dari kenyataan hidup ini, tapi kalau begitu harusnya dari awal jangan mencuri saja.

"Anu...... kamu tidak apa-apa? Tadi kamu terpental cukup jauh lho."

"Ya, terima kasih. Tapi tidak masalah. Kesadaran saya masih utuh seperti ini. Sebagai target...... sebagai rival...... suatu hari nanti saya akan melampauinya......!"

Gadis bangsawan itu berdiri tegak untuk membuktikan dirinya baik-baik saja, lalu tersenyum tegar sambil menatap Leticia! Semangat pantang menyerahnya itu harus kutiru!

Dia dalam pertarungan langsung, dan aku dalam permainan papan; sepertinya posisi kami sama-sama penantang Leticia!

Jika dia bisa memberitahuku kebiasaan atau kelemahan yang tidak kuketahui, kemenanganku akan semakin dekat, jadi aku harus menjalin hubungan kerja sama di sini!

"Wah, serangannya hebat sekali ya."

"Kelebihan Mareed-san adalah kecepatannya itu. Itu pasti sudah menentukan kemenangan."

Mungkin karena pertarungan si gadis bangsawan dan Leticia menjadi pemicu, simulasi-simulasi menarik lainnya terus berlangsung satu per satu!

Aku benar-benar asyik menonton seolah sedang melihat pertunjukan, tapi karena jumlah orang yang tersisa mulai sedikit, aku harus mulai memikirkan diriku sendiri!

Ada anak yang duduk di dekatku yang sepertinya bingung karena belum dapat pasangan, mari aku minta dia jadi lawanku!

"Oi, rakyat jelata! Bertarunglah denganku......!"

"Hmm......? Aah, kamu ya."

Saat aku mencoba mengalihkan pandangan dari murid di dekatku yang baru saja memutus kontak mata dengan sukses, sebuah suara yang familier mendekat dari samping!

Anak laki-laki ini... oh, dia salah satu pengikut Jade-kun! Namanya kalau tidak salah... Kaizer-kun, ya?

Waktu di belakang gedung sekolah, dia sempat terkena pengaruh aneh dari Konko-san sehingga aku sempat khawatir, tapi syukurlah sekarang dia tampak sudah kembali normal!

"Kalau aku menang, muntahkan semua yang kamu tahu tentang Tuan Jade. ......Dan, perkenalkan aku dengan wanita yang kita temui di belakang gedung sekolah itu......!"

"......Apa katanya?"

Ah, ternyata belum normal!

Sepertinya pengaruh Konko-san masih tersisa!

Kasihan sekali!

Kondisi ini sepertinya bermasalah secara hukum dalam berbagai hal, apakah ini tidak akan menjadi masalah tanggung jawab bagi Leticia sebagai kontraktornya? Atau bakal dilenyapkan begitu saja dengan pengaruh keluarga Cleserize?

"Aku tahu. Wanita itu pasti monster panggilan milik Leticia-sama. Itulah sebabnya aku menawarkan kesepakatan ini padamu."

"Bukannya lebih cepat kalau kamu bicara langsung pada kontraktornya......?"

"Bodoh. Itu monster panggilan Leticia-sama, tahu? Kalau orang sepertiku mendekat sembarangan dan terjadi kesalahpahaman, bisa-bisa seluruh keluargaku dihancurkan. Tentu saja aku tidak punya niat buruk. Aku tidak punya niat buruk, tapi...... bagaimana perasaan pihak sana itu masalah lain."

"Yah, dalam hal apa pun, perasaan penerima itu memang yang terpenting."

"Karena itulah, aku butuh bantuanmu."

"Di bagian mana aku membantumu?"

Aku sedikit tidak paham jalan pikirannya, tapi saat dia menyadari risiko besar namun tetap tidak bisa menahan perasaannya, aku tidak yakin dia sedang dalam keadaan pikiran yang tenang! Nanti akan kuminta Konko-san untuk menyembuhkannya!

"Cukup perkenalkan aku secara wajar saja. Aku tidak berniat mendekati wanita itu untuk memintanya kontrak denganku atau semacamnya. Aku hanya ingin menjadi cukup akrab agar bisa mengobrol ringan saat berpapasan di suatu tempat. Aku berpikir keras begitu saat melihatnya berjalan sendirian di kota."

"Hee~."

......Entah kenapa mendengar ceritanya membuat sekujur tubuhku merinding geli! Kedengarannya seperti kisah masa muda seorang remaja yang sedang jatuh cinta, tapi realitanya ini hanyalah efek pesona Konko-san yang belum hilang.

Kalau aku mendukungnya sembarangan, aku takut Kaizer-kun akan mengalami masalah besar nanti!

Pemanggil itu langka jadi mungkin tidak akan dilenyapkan begitu saja, tapi kemungkinan dia bakal "dipinggirkan" dari sejarah itu sangat besar!

Apalagi Jade-kun sudah tidak masuk sekolah, kalau dalam waktu singkat ada satu orang lagi yang menghilang, orang-orang bakal mengira ada murid jahat di kelas ini!

Aku harus berusaha agar tidak perlu memperkenalkan Konko-san kepada Kaizer-kun demi melindungi masa depannya dan reputasi kelas!

"Hmm...... aku mengerti ceritanya, tapi meminta dua hal sekaligus saat menang itu terlalu serakah. Bisakah kamu pilih satu saja yang benar-benar kamu butuhkan?"

"Guh...... licik sekali......"

Tidak, jangan pasang wajah seolah aku memberikan syarat yang tidak masuk akal begitu dong. Lagipula di sini aku yang berbaik hati meladeni tawaranmu, kan......?

"........................Kalau begitu tidak perlu dibandingkan lagi. Berikan informasi tentang Tuan Jade."

"Yah, memang akan begitu ya. Baiklah."

Ooh, ternyata dia cukup tenang. Kesadarannya sebagai pengikut Jade-kun patut diacungi jempol! Aku akan pura-pura tidak melihat kalau tadi dia sempat berpikir keras!

Dengan begini, mau menang atau kalah aku tidak perlu memperkenalkan Konko-san, dan aku berhasil menyelamatkan masa depan seorang pemuda! Berbuat baik itu rasanya menyenangkan ya!

Kenyataannya, aku juga berhasil menjual informasi tentang Jade-kun yang sebenarnya tidak kutahu sama sekali! Apakah ini yang disebut teknik negosiasi ulung yang dikatakan Konko-san? Jahat sekali ya!

"Ah, benar juga. Kalau kamu kalah, ada hal yang ingin kutanyakan juga padamu, jadi mohon bantuannya ya."

"Hah? Jangan bercanda. Kemungkinan itu tidak akan terjadi meski satu berbanding sepuluh ribu."

"Tenang saja. Menambahkan syarat seperti itu pasti akan membuat suasana lebih seru. Kamu juga tidak akan merasa senang kalau pertandingannya hanya sepihak, kan?"

"......Hun, baiklah. Akan kubuat kamu menyesal karena telah membual."

Dia menyetujui syarat dariku dengan lapang dada! Sama seperti wakil kepala sekolah, orang-orang bangsawan ini kalau kita bisa menangkis "gigitan" pertama mereka, ternyata mereka bisa diajak bicara dengan normal. Apa mereka semacam hewan liar?

Omong-omong, kalau aku menang, aku berniat meminta tips tentang permainan papan itu! Katanya itu game yang lagi populer, Kaizer-kun pasti memainkannya juga, kan?

"Kamu akan maju ya. Aku sebagai sesama pejuang akan memperhatikan dengan seksama apakah pedangmu bisa mencapai Leticia-san."

"Tidak perlu melihat dengan tatapan seperti itu juga kok......"

Rachel-san yang mendengarkan di samping mulai mengatakan hal aneh.

Apa dia mengira aku juga bertarung melawan Leticia dengan pedang dan sihir?

Tadi kan sudah kujelaskan kalau aku ingin menang lewat permainan papan?

Sulit membedakan apakah ini lelucon ala bangsawan atau dia memang sama sekali tidak mendengarkan ceritaku! Tidak enak juga kalau aku menjelaskan secara detail dan merusak suasana, jadi aku diamkan saja deh!

"Lawan Kaizer adalah...... Heresy......? Kaizer, kamu tahu kan kalau orang itu tidak bisa menggunakan sihir?"

"Ya. Melawan orang seperti ini tidak butuh sihir. Akan kutunjukkan keunggulanku hanya dengan teknik pedang."

"Kalau begitu bagus. Silakan mulai. Tapi ingat, ini adalah simulasi untuk memastikan kemampuan bela diri. Heresy, jangan terpaku pada menang atau kalah dan berhati-hatilah agar tidak terluka. Untuk saat ini, aku berencana memprioritaskan pemberian pengawal untukmu."

Saat aku melapor kepada guru tentang pasangan bertarungku, entah kenapa alurnya jadi Kaizer-kun juga tidak akan memakai sihir! Untunglah! Ditambah lagi, sepertinya aku akan diberi pengawal!

Agak sayang sih sabit yang kubeli untuk bela diri jadi tidak punya kesempatan tampil, tapi tidak ada yang lebih penting daripada keselamatan, kan!

"Senjatanya...... pakai apa ya."

Saat pergi ke tempat perlengkapan simulasi, selain barang-barang umum, ternyata disediakan juga senjata yang cukup langka! Tapi sepertinya tidak ada alat tani!

Berdasarkan pengalamanku saat membasmi hama di desa, aku merasa cangkul lebih mudah digunakan melawan makhluk berbentuk manusia, tapi...... ya sudahlah, tongkat apa saja yang punya berat pas juga boleh! Pedang dua tangan ini panjangnya pas, sepertinya bagus?

"......Hun, pedang dua tangan ya. Aku ingin lihat bagaimana seorang amatir yang bentuk kuda-kudanya saja mencurigakan bisa menggunakannya."

"Kuda-kuda...... kuda-kuda ya......"

Mana ada! Barang seperti itu! Aku memang pernah diajari cara menggunakan senjata beserta tips membasmi hama dari nenek yang mengaku penjaga gerbang itu, tapi orang itu tipe insting jadi aku benar-benar tidak paham apa yang dia bicarakan!

Penjelasan itu sebenarnya cukup bermanfaat bagiku...... bagaimana kalau nanti kita latihan berdua?

Sangat membantu! Happy lebih ahli menggunakan alat dibanding aku, dan aku tidak bisa menjamin hal seperti ini tidak akan terjadi lagi di masa depan!

Omong-omong, senjata yang dipilih Kaizer-kun adalah pedang panjang yang kelihatannya mudah digunakan!

Banyak teman sekelas lain yang menggunakan senjata yang sama, mungkin itu dasar dari ilmu pedang kerajaan, ya!

"Aku berikan serangan pertama padamu. Silakan serang sesukamu. Itu akan menjadi tanda dimulainya pertandingan."

Saat kami berhadapan di tengah arena, Kaizer-kun mempersilakan aku menyerang duluan dengan kata-kata yang pernah kudengar di suatu tempat! Memang dia pantas menjadi pengikut Jade-kun!

Dia tampak memasang posisi pedang di samping...... apa mungkin dia berniat menerima serangan pertamaku tanpa menghindar?

Padahal ini pedang dua tangan yang cukup berat, dia percaya diri sekali dengan pertahanannya ya!

"Kalau begitu aku terima tawarannya. Ini dia~."

Sambil mengangkat pedang dengan kedua tangan tinggi ke langit, aku mendekat selangkah demi selangkah, tapi Kaizer-kun tetap diam tanpa mencoba menyerang celahku! Keteguhan yang bahkan terasa sangat jantan!

"Kamu...... apa-apaan kuda-kuda konyol itu......"

"Oi lihat, cara rakyat jelata itu memegang pedang!"

"Hahaha. Dia benar-benar tidak tahu apa-apa ya. ......Apa dia bakal baik-baik saja?"

"Lebih baik dia disuruh baca buku panduan bela diri untuk anak-anak dulu......"

Melihat kuda-kudaku yang penuh celah, Kaizer-kun dan teman-teman sekelas tampak terheran-heran...... atau lebih tepatnya malah mengkhawatirkanku?

Setidaknya aku tidak dianggap sebagai lawan yang punya kemampuan sepadan! Ini mah namanya gagal total saat debut di akademi.

"Akan kuajarkan padamu cara mengayunkan pedang yang benar......! Majulah, rakyat jelata!"

"Iya, iya."

Karena jaraknya sudah cukup untuk menyerang jika aku melangkah lebar, aku membiarkan pedang dua tanganku tetap terangkat lalu dalam satu tarikan napas aku memangkas jarak dan mendaratkan tendangan ke perut Kaizer-kun!

Karena pandangannya tertuju ke atas, kakiku jadi bergerak sendiri, tapi dia bilang boleh menyerang sesukaku jadi tidak masalah, kan!

"Guh......!? Gaha......!"

Saat aku mengayunkan kaki yang menusuk itu ke depan, Kaizer-kun terpental sambil melepaskan pedang panjang yang dipegangnya! Ini berarti pertandingannya sudah dimulai, kan?

Nenek penjaga gerbang pernah bilang, "Makhluk hidup yang punya darah akan mati kalau perutnya ditusuk. Rasanya seperti ada sesuatu yang merembes di pagi hari," dan karena Kaizer-kun itu makhluk hidup yang punya darah, mari kita beri serangan susulan ke perutnya!

"Gobo, goho...... E, Air Field......!"

"Ops."

Tepat saat aku memegang kembali pedang dua tanganku dan melompat, aku menabrak sihir yang diaktifkan Kaizer-kun!

Terhalang oleh lapisan udara transparan sehingga tidak bisa maju sama sekali, apa-apaan ini?

Sihir itu benar-benar ajaib ya. Kalau sudah begini aku angkat tangan deh! Pemanggil tanpa monster panggilan ya cuma segini kemampuannya!

"Hmm. Sepertinya kamu tidak sengaja menggunakan sihir...... bagaimana Kaizer, mau lanjut?"

"Tt...... tidak, aku mengaku kalah saja. Tapi...... sial, licik sekali orang ini......"

Ah, dia menyerah. Rasanya agak kurang puas tapi menang tetaplah menang, dan dengan ini rahasia bahwa informasi Jade-kun yang kujanjikan itu hanyalah omong kosong tidak akan terbongkar!

"Rakyat jelata itu...... memang selalu pakai trik licik......"

"Kaizer............ Tumbal......"

"......Sekte...... tidak pilih-pilih cara......"

Mungkin karena pertandingannya tidak menunjukkan adu keahlian, teman-teman sekelas mulai berbisik-bisik! Tapi bukannya ini gara-gara Kaizer-kun yang tidak sengaja pakai sihir? Bukan salahku, kan?

"Selamat. Memang sudah kuduga darimu."

"Uwaa!"

Tanpa kusadari Leticia sudah berdiri di belakangku dan memberikan selamat dengan ekspresi yang tampak bangga! Terima kasih!

Tapi boleh tahu tidak kenapa kamu sengaja menghilangkan suara langkah kaki dan muncul di belakangku?

Tadi waktu aku menonton bersama Rachel-san pun kamu sering melirik ke sini, apa ada urusan?

"Ayo kita simulasi pertarungan. Pertandingan tadi pasti membuatmu tidak puas, jadi biarkan aku menjadi pelampiasan keinginanmu itu."

"Tentu saja aku tidak mau......"

Anak ini bicara apa sih. Untuk saat ini aku abaikan saja pemilihan katanya yang selalu buruk, tapi bisa tidak berhenti menggunakan gaya penyihir sungguhan dengan tongkat pendek dan buckler itu?

Kita ini Pemanggil, kan?

Kalau diserang pakai sihir aku tidak bisa apa-apa, sementara Leticia sangat bersemangat memakai sihir.

Simulasi ini bahkan tidak akan terlihat pantas, jadi maaf ya, cari lawan lain saja!

"Begitu ya...... padahal kalau kamu menang, aku berniat memberikan kupon makan gratis yang kubicarakan kemarin......"

"! ......Tidak, aku tidak akan melakukannya. Aku sudah memutuskan untuk melampauimu lewat permainan papan itu. Mencapai tujuan dengan cara lain bukanlah kemenangan bagiku."

"Karena kamu pasti lelah setelah bertanding berturut-turut, kamu menang jika berhasil menyentuh tubuhku sekali saja."

"Bukan, bukan begitu Leticia. Kemenangan yang didapat karena dikasihani itu tidak ada artinya."

Dia tidak mengerti ya...... pria itu kalau sudah memutuskan sesuatu tidak akan bisa mundur.

Kami adalah makhluk yang lebih mengutamakan perasaan yang membara daripada teori yang disusun secara presisi......!

Mungkin bagi orang lain terlihat kaku, tapi aku tidak bisa dan tidak boleh mengkhianati keyakinanku sendiri!!

"Sepuluh term pertama (sekitar sepuluh detik), aku tidak akan bergerak selangkah pun. Aku juga tidak akan memakai sihir. Bagaimana?"

"Baiklah, ayo kita lakukan! Kebetulan aku memang ingin menggerakkan tubuh. Aku ganti ke belati dulu ya!"

Untunglah! Dia bilang tidak akan pakai sihir! Maaf ya, tapi aku akan melakukannya dengan kekuatan penuh! Sejujurnya aku tidak tahu apa bisa menang dengan syarat ini, tapi saat ini rasanya peluang menangnya lebih besar daripada di permainan papan!

Anu...... maaf. Sepertinya, alur ini pernah kulihat kemarin......

Eh, apa? Happy, dukung aku juga ya! Aku jadi bersemangat nih! Kalau menang, aku akan belikan Happy banyak buah-buahan yang enak!



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close