Bab 13 Paruh
Akhir – Sesi Obrolan Terima Kasih · Arc Monster
Goblin
(;3」∠)
“Aku dijadikan meja eksperimen golem…….”
Maid Racun
(((◎ω◎)))
“Putih dan dingin itu
menakutkan… putih
dan dingin itu menakutkan…….”
Goblin
(;3」∠)
“Ah— racun kan memang nggak mempan ke dia.”
Iron
Slime
└(┐Lε:)┘
“Kepalaku dihancurkan dengan brute force.”
Grand
Rock Bird
ヽ(
´ãƒ¼`)ノ
“Halo! Aku iblis udara tingkat rendah, setelah naga!”
Goblin
(;´Ð”`)
“Kalau normalnya, ketemu dia saja sudah level putus asa sih.”
Kuda
Iblis
[。・ω・。]
“Benar-benar keputusasaan.”
Para Monster
(;3」∠)
“Donmai.”
Iblis
((`▽´))
“Fuahahaha,
gehobohoboh!!”
Iron Slime
Σ(゚Д゚)
“Darah muntah mendadak!?”
Maid Racun
(o´∀`)
“A-apa kamu tidak
apa-apa? (usap-usap punggung)”
Iblis
(;´∀`)
“Ugh… makasih, tertolong…”
Venom Beetle
(´Îµ` )
“Yah, terlalu memaksakan diri karena ingin cepat tampil sih.”
Iblis
(゚Д゚)
“Semua ini gara-gara kamu, gehobohoboh!!”
Maid Racun
\(゚Д゚)/
“Eh!? Muntah darah lagi!?”
Goblin
└(┐ε:)┘
“Kali ini karena skenario, yang bawa racun memang banyak ya.”
Hell Blood Bear
(;3」∠)
“Halo, kami hidangan osechi.”
Sleepy Praying Mantis
(;3」∠)
“Halo, osechi nomor dua.”
Scarlet
Venom Frog
(;3」∠)
“Halo, osechi nomor tiga.”
Maid
Racun
\(゚Д゚)/
“Bahkan di arc ekstra pun racunnya banyak banget!”
Hell Blood Bear
(;3」∠)
“Ya kamu juga sih.”



Post a Comment