Chapter 82
White Calamity
Baru dan Cahaya Penyelamat
“Sungguh tak terduga. Sampai mengalahkan Iblis yang
diperkuat oleh Armed Chimera…”
Aku telah hidup dalam waktu yang lama sebagai Undead
selama beberapa ratus tahun (kira-kira), tetapi baru kali ini aku melihat orang
yang memiliki kekuatan sedahsyat ini… padahal aku sudah mati.
Lagi pula, aku belum pernah keluar sejak menjadi Undead.
Armed Chimera adalah Chimera yang sangat kuat dan mampu
memperkuat inangnya secara drastis. Memang benar, karena konsumsi mana yang
sangat besar, pertempuran kali ini berakhir hampir seperti kehancuran diri si
Iblis, tetapi pada awal pertarungan, Iblis itu seharusnya memiliki mana yang
cukup dan bisa mengeluarkan kekuatan penuh Armed Chimera.
Meskipun begitu, bocah itu menghancurkan Iblis dalam sekejap
dengan perbedaan kekuatan yang sangat besar.
Penampilannya itu
mengingatkanku pada ‘Pahlawan’ legendaris yang konon pernah ada.
Legenda
mengatakan, ‘Pahlawan’ itu menghancurkan monster setinggi gunung, menusuk
binatang buas yang bersembunyi jauh di dasar laut, dan menjatuhkan monster yang
melarikan diri ke ujung langit dengan satu anak panah.
Jika memang ada
di dunia nyata, dia pasti adalah makhluk tak masuk akal seperti bocah ini…
Tidak, tidak
mungkin makhluk tak masuk akal seperti itu bisa muncul begitu saja.
Lebih dari itu,
aku punya urusan yang harus diselesaikan…
Ya, tugas penting
untuk mengambil fragmen White Calamity dari Chimera yang diciptakan Iblis, dan
melarikan diri dari tempat ini, dari bocah itu.
Bocah itu menebas Chimera yang menyimpan fragmen White
Calamity tanpa ragu.
Mengingat dia datang untuk menyelidiki munculnya monster
dalam jumlah besar, kecil kemungkinan dia akan mentolerir penelitianku.
Namun, penelitian ini adalah penelitian penting yang telah
kami abdikan seumur hidup.
Aku tidak boleh membiarkan ini diganggu.
Untungnya, perhatian bocah itu terfokus pada Iblis yang
telah dikalahkan.
Inilah saatnya mengambil fragmen White Calamity!
Aku diam-diam mendekati Chimera agar tidak menarik
perhatian.
Dan kemudian, aku melihatnya.
Makhluk putih, mofumofu, entah apa itu, sedang
melahap Chimera…
“Apa yang kau
lakukan!?”
K-kauu! Kenapa
makan seenaknyaaa!
Lagi pula, apa
yang kau pikirkan dengan memakan bagian inti jantungnya duluan!
Apa kau mau
bilang kau memilih bagian yang paling enak karena sudah terpotong menjadi dua!?
Aku ini tipe yang
makan makanan favorit belakangan!
“Hm, ada apa?”
Sial! Aku
ketahuan oleh bocah itu!
Kalau begini, aku harus cepat-cepat mengambil fragmen White
Calamity…
Saat itulah. Tiba-tiba, Mofumofu putih di depanku
mengeluarkan geraman yang menyeramkan.
“Gyuvvvv!!”
“A-apa ini!?”
Tubuh Mofumofu di depanku membengkak dengan cepat, dan berubah menjadi sosok monster raksasa!
Chapter 82
White Calamity
Baru dan Cahaya Penyelamat
“Sungguh tak terduga. Sampai mengalahkan Iblis yang
diperkuat oleh Armed Chimera…”
Aku telah hidup dalam waktu yang lama sebagai Undead
selama beberapa ratus tahun (kira-kira), tetapi baru kali ini aku melihat orang
yang memiliki kekuatan sedahsyat ini… padahal aku sudah mati.
Lagi pula, aku belum pernah keluar sejak menjadi Undead.
Armed Chimera adalah Chimera yang sangat kuat dan mampu
memperkuat inangnya secara drastis. Memang benar, karena konsumsi mana yang
sangat besar, pertempuran kali ini berakhir hampir seperti kehancuran diri si
Iblis, tetapi pada awal pertarungan, Iblis itu seharusnya memiliki mana yang
cukup dan bisa mengeluarkan kekuatan penuh Armed Chimera.
Meskipun begitu, bocah itu menghancurkan Iblis dalam sekejap
dengan perbedaan kekuatan yang sangat besar.
Penampilannya itu
mengingatkanku pada ‘Pahlawan’ legendaris yang konon pernah ada.
Legenda
mengatakan, ‘Pahlawan’ itu menghancurkan monster setinggi gunung, menusuk
binatang buas yang bersembunyi jauh di dasar laut, dan menjatuhkan monster yang
melarikan diri ke ujung langit dengan satu anak panah.
Jika memang ada
di dunia nyata, dia pasti adalah makhluk tak masuk akal seperti bocah ini…
Tidak, tidak
mungkin makhluk tak masuk akal seperti itu bisa muncul begitu saja.
Lebih dari itu,
aku punya urusan yang harus diselesaikan…
Ya, tugas penting
untuk mengambil fragmen White Calamity dari Chimera yang diciptakan Iblis, dan
melarikan diri dari tempat ini, dari bocah itu.
Bocah itu menebas Chimera yang menyimpan fragmen White
Calamity tanpa ragu.
Mengingat dia datang untuk menyelidiki munculnya monster
dalam jumlah besar, kecil kemungkinan dia akan mentolerir penelitianku.
Namun, penelitian ini adalah penelitian penting yang telah
kami abdikan seumur hidup.
Aku tidak boleh membiarkan ini diganggu.
Untungnya, perhatian bocah itu terfokus pada Iblis yang
telah dikalahkan.
Inilah saatnya mengambil fragmen White Calamity!
Aku diam-diam mendekati Chimera agar tidak menarik
perhatian.
Dan kemudian, aku melihatnya.
Makhluk putih, mofumofu, entah apa itu, sedang
melahap Chimera…
“Apa yang kau
lakukan!?”
K-kauu! Kenapa
makan seenaknyaaa!
Lagi pula, apa
yang kau pikirkan dengan memakan bagian inti jantungnya duluan!
Apa kau mau
bilang kau memilih bagian yang paling enak karena sudah terpotong menjadi dua!?
Aku ini tipe yang
makan makanan favorit belakangan!
“Hm, ada apa?”
Sial! Aku
ketahuan oleh bocah itu!
Kalau begini, aku harus cepat-cepat mengambil fragmen White
Calamity…
Saat itulah. Tiba-tiba, Mofumofu putih di depanku
mengeluarkan geraman yang menyeramkan.
“Gyuvvvv!!”
“A-apa ini!?”
Tubuh Mofumofu di depanku membengkak dengan cepat, dan
berubah menjadi sosok monster raksasa!
Chapter 82
White Calamity
Baru dan Cahaya Penyelamat
“Sungguh tak terduga. Sampai mengalahkan Iblis yang
diperkuat oleh Armed Chimera…”
Aku telah hidup dalam waktu yang lama sebagai Undead
selama beberapa ratus tahun (kira-kira), tetapi baru kali ini aku melihat orang
yang memiliki kekuatan sedahsyat ini… padahal aku sudah mati.
Lagi pula, aku belum pernah keluar sejak menjadi Undead.
Armed Chimera adalah Chimera yang sangat kuat dan mampu
memperkuat inangnya secara drastis. Memang benar, karena konsumsi mana yang
sangat besar, pertempuran kali ini berakhir hampir seperti kehancuran diri si
Iblis, tetapi pada awal pertarungan, Iblis itu seharusnya memiliki mana yang
cukup dan bisa mengeluarkan kekuatan penuh Armed Chimera.
Meskipun begitu, bocah itu menghancurkan Iblis dalam sekejap
dengan perbedaan kekuatan yang sangat besar.
Penampilannya itu
mengingatkanku pada ‘Pahlawan’ legendaris yang konon pernah ada.
Legenda
mengatakan, ‘Pahlawan’ itu menghancurkan monster setinggi gunung, menusuk
binatang buas yang bersembunyi jauh di dasar laut, dan menjatuhkan monster yang
melarikan diri ke ujung langit dengan satu anak panah.
Jika memang ada
di dunia nyata, dia pasti adalah makhluk tak masuk akal seperti bocah ini…
Tidak, tidak
mungkin makhluk tak masuk akal seperti itu bisa muncul begitu saja.
Lebih dari itu,
aku punya urusan yang harus diselesaikan…
Ya, tugas penting
untuk mengambil fragmen White Calamity dari Chimera yang diciptakan Iblis, dan
melarikan diri dari tempat ini, dari bocah itu.
Bocah itu menebas Chimera yang menyimpan fragmen White
Calamity tanpa ragu.
Mengingat dia datang untuk menyelidiki munculnya monster
dalam jumlah besar, kecil kemungkinan dia akan mentolerir penelitianku.
Namun, penelitian ini adalah penelitian penting yang telah
kami abdikan seumur hidup.
Aku tidak boleh membiarkan ini diganggu.
Untungnya, perhatian bocah itu terfokus pada Iblis yang
telah dikalahkan.
Inilah saatnya mengambil fragmen White Calamity!
Aku diam-diam mendekati Chimera agar tidak menarik
perhatian.
Dan kemudian, aku melihatnya.
Makhluk putih, mofumofu, entah apa itu, sedang
melahap Chimera…
“Apa yang kau
lakukan!?”
K-kauu! Kenapa
makan seenaknyaaa!
Lagi pula, apa
yang kau pikirkan dengan memakan bagian inti jantungnya duluan!
Apa kau mau
bilang kau memilih bagian yang paling enak karena sudah terpotong menjadi dua!?
Aku ini tipe yang
makan makanan favorit belakangan!
“Hm, ada apa?”
Sial! Aku
ketahuan oleh bocah itu!
Kalau begini, aku harus cepat-cepat mengambil fragmen White
Calamity…
Saat itulah. Tiba-tiba, Mofumofu putih di depanku
mengeluarkan geraman yang menyeramkan.
“Gyuvvvv!!”
“A-apa ini!?”
Tubuh Mofumofu di depanku membengkak dengan cepat, dan berubah menjadi sosok monster raksasa!
Besarnya ukuran monster itu melebihi Chimera yang menyimpan
fragmen White Calamity yang diciptakan oleh Iblis!
“Apa!?”
Aku terkejut.
Bukan karena ukurannya yang membesar.
Tetapi karena sosoknya yang berubah total, sosok terkutuk
itu, aku mengenalinya.
“T-tidak
mungkin, sosok itu…!?”
Tidak
salah lagi, penampilan ini adalah White Calamity…
“Vaahhhh
Oouuuhhh!!!”
Monster
itu meraung dan menerkam bocah itu.
“T-tidak
bisa! Lari, bocah!”
Aku tanpa
sadar berteriak pada bocah itu, tetapi monster itu sudah di depan mata bocah
itu.
Bocah
yang sedang lengah setelah mengalahkan Iblis tidak mungkin bisa menghindari
serangan itu.
Gokyarr!!!
Suara
mengerikan yang tak enak didengar menggema.
Sungguh
di luar dugaan, bocah yang bertarung seimbang atau bahkan lebih unggul melawan
Iblis, semudah itu…
Tidak, itu wajar. Lawannya adalah White Calamity…
“Kaget sekali.”
Kaget…?
Eh? Aku merasa mendengar suara yang seharusnya tidak
terdengar.
“Kau Mofumofu,
kan? Wah, besar sekali, masa pertumbuhan, ya?”
Mana mungkin!
Aku berhasil
menelan kembali tsukkomi yang hampir keluar dari mulutku.
Tapi, ada apa
ini!?
Kenapa suara
bocah itu terdengar!?
Mungkinkah hantu
bocah itu!? Tidak, akulah yang hantu.
“Gyu… Gyuuuhhh!?”
Dan wajah monster itu berubah menjadi biru dengan cepat, dan
mulai gemetar hebat.
Sesaat kemudian, tubuh raksasa monster itu terbalik dengan
kecepatan tinggi.
A-apa yang terjadi!?
“Gyuuun Gyuuun!!”
Yang tak bisa dipercaya, monster itu menunjukkan perutnya
seperti binatang buas yang ketakutan, dan bahkan mengibas-ngibaskan ekornya
seolah memohon ampun.
Jika kulihat dengan saksama, wajah monster itu penyok
seperti terbentur sesuatu dengan sempurna.
Dan di
seberang monster itu, bocah itu berdiri menatap monster itu dengan posisi tinju
yang teracung.
Mungkinkah
monster ini, terbalik hanya dengan satu tinju bocah itu!?
T-tidak
mungkin! Siapa sebenarnya bocah itu!?
Dan
kenapa bocah itu membawa monster ini!?
Bahkan
sekarang, monster itu mengibas-ngibaskan ekor dan menggesekkan dirinya ke bocah
itu seolah menjilat.
Meskipun
dengan tubuh dan kekuatan sebesar itu, dia tetap tidak bisa mengalahkan bocah
itu!?
Kau, keturunan White Calamity!?
“Mungkinkah… benar, begitu?”
Saat itu, aku
sampai pada satu kesimpulan.
Hubungan
antara bocah itu dan monster ini.
Mungkinkah itu
adalah perwujudan mimpi yang selama ini kami kejar?
Yaitu,
menundukkan White Calamity oleh tangan manusia.
“Sungguh tak
terduga. Selama ratusan tahun (kira-kira) aku bersembunyi di bawah tanah,
manusia di permukaan sudah berhasil menundukkan White Calamity…”
Betapa bodohnya
aku.
Tidak kusangka
aku terus melanjutkan penelitian tanpa menyadari bahwa cita-cita kami sudah
terwujud.
“Bocah itu, sama
seperti kami, telah menguasai cara menundukkan sanak saudara White Calamity.”
Heh, hehe…
Monster yang mengerikan itu mengibas-ngibaskan ekornya saat perutnya dielus
oleh seorang bocah manusia.
Ternyata, jika monster itu bisa ditundukkan sepatuh itu,
hasil penelitianku hanyalah permainan anak-anak yang tidak ada artinya.
Sambil berpikir, tubuh monster itu kembali ke ukuran semula
dengan cepat.
Mungkin karena kekuatan fragmen White Calamity yang diserap
monster itu telah hilang.
Ah, dia ngompol.
Hei, kau pikir
siapa yang akan membersihkan lantai ini!
Namun, karena
berhasil menundukkannya dengan luar biasa, aku tidak bisa merasa cemburu.
“Mmh?”
Tiba-tiba, aku
menyadari bahwa sensasi fisikku mulai memudar.
Pada saat yang
sama, aku menyadari bahwa keterikatan yang selama ini kupegang teguh menjadi
sangat tidak penting.
Ah, benar. Di
hadapanku ada titik pencapaian ideal yang selama ini kami impikan.
Kalau begitu,
tidak ada lagi alasan untuk berpegangan pada kehidupan, pada penelitian.
Kami, manusia,
kini bisa hidup tanpa takut pada ancaman White Calamity…
“Akhirnya kau
mau datang ke sini?”
“!?”
Saat itu, suara
yang seharusnya tidak terdengar bergema di telingaku yang sudah hampir terlepas
dari raga.
“Benar-benar,
kami sudah lama menunggu.”
Tidak
salah lagi, aku pasti mendengarnya.
Suara yang akrab
itu.
“Pak Kepala,
kalau dibiarkan, Bapak akan bekerja terus sampai kapan pun.”
Suaranya bukan
hanya satu orang.
“……Apa-apaan
kalian, kalian semua menungguku kembali?”
“Setelah ini
selesai, kita akan minum-minum kan, Pak Kepala?”
“Hmm, benar juga
ya…”
Aku melihat
cahaya.
Dan di balik
cahaya itu, wajah-wajah yang kukenal sedang menanti.
“Lama tak jumpa,
mari kita berpesta besar-besaran.”
“Ya, itu ide
bagus. Dia juga menunggu, Pak.”
“Oh…”
Yang muncul dari
balik wajah-wajah yang kukenal adalah orang yang sangat berharga yang tidak
berhasil kuselamatkan.
“Selamat
datang kembali, Sayang. Ayo, kita kembali bersama-sama.”
“Hmm, hmm… Aku
sungguh membuatmu menunggu lama.”
Begitu ya, kau
juga… menungguku.
Ah, dengan ini,
semua penyesalan akhirnya sirna.
Bocah, aku
berterima kasih padamu.
Berkat kamu, aku
terbebas dari semua ikatan.
“Eh?”
Bocah itu
menyadari keberadaanku yang hampir Ascend.
Dan dia
berlari ke arahku dengan wajah terkejut.
“Aku
merepotkanmu, bocah. Tapi jangan khawatir lagi. Di dunia ini, penyesalanku
tidak lagi…”
“Tunggu
sebentarrr!”
Saat itu,
tangan bocah itu mencengkeram ubun-ubun wujud roh-ku yang hampir
terbebas dari raga, dan menarikku kembali ke dalam raga secara paksa.
“Eehhhheeeeee!?”
Suara
rekan-rekanku tiba-tiba menjauh saat aku ditarik kembali ke dalam raga.
“Gaf!!
T-tunggu, aku tadi mau Ascend, lho!? Bukankah normalnya kau tidak menghalangi!?
Lagipula, bagaimana kau menghalangiku!?”
“Tidak
masalah kalau kamu mau Ascend, tapi tolong jelaskan detailnya dulu kepada yang
bertanggung jawab!”
“Apa-apaan itu!?
Kau menghalangi Ascension-ku karena hal seperti itu!?”
“Sudah, jelaskan
dulu peristiwa ini, baru kamu boleh Ascend!”
“Tohotoho,
aku terlibat dengan bocah yang luar biasa…”
Begitulah, aku
bukan hanya dicegah untuk Ascend, tetapi juga diseret oleh bocah itu ke suatu
tempat.
Kalian,
tunggu aku sebentar lagi, ya.
◆
Kuhahahaha,
luar biasa! Kekuatan yang luar biasa meluap-luap!
Ketika
Tuan mengalahkan monster aneh yang muncul di hadapanku, aku sangat tertarik
pada sesuatu yang tersembunyi di dalamnya.
Dan
segera setelah aku melahap sesuatu yang tersembunyi di dalam binatang buas itu,
kekuatan yang luar biasa beredar di dalam tubuhku!
Kekuatan
ini, jauh lebih hebat daripada yang bersayap yang tergeletak di sana!
Dan
mungkinkah karena aku menyerap kekuatan ini, tubuhku tumbuh dengan cepat!?
Luar
biasa! Tubuh ini memiliki kekuatan puluhan kali lipat dari diriku yang
sebelumnya!
Tidak,
bukan begitu, inilah kekuatan sejatiku!
Daging
binatang buas itu hanyalah pemicu yang membangkitkan kekuatanku!
Fuhahahaha!
Dengan ini, Tuan, atau bocah manusia itu, tidak perlu ditakuti lagi!
Jadilah
darah dan dagingkuuu!!!
“*****!?”
BETING!!!
Gyaaaaaahhhhh!!!
Serangan
balik dengan kekuatan luar biasa menghantam dahiku.
Sangat sakit!
Sakit sekali! Benar-benar sakit!
“***********”
Ah, gawat, Tuan
marah. Aku tahu, dia super marah.
P-perut
ditunjukkan! Perut ditunjukkan!
Lihat, Tuan, aku
tidak punya niat memberontak sama sekali.
Aku super patuh, lho.
Washawasha.
Ofunn, ah, di sana enak! Rasanya sangat nyaman!
Elus lagi!
Kyuufu,
Kyuufun…
Dengan memamerkan
kelucutan yang luar biasa, aku berhasil menenangkan amarah Tuan.
Saat itulah.
Pusyuuuu…
A-ah, kekuatanku
menghilanggg…
Sungguh
disayangkan, aku kembali ke wujud asliku, after-before.
Ugh, mimpi yang singkat…



Post a Comment