Chapter 177
Selamat Tinggal, Ganei-san
"Kali ini
kau sudah sangat keterlaluan. Aku tidak bisa membiarkanmu begitu saja.
Ganei-san, aku akan menangkapmu!"
Ganei-san yang
sengaja melepaskan Orc Chimera ke dunia luar dan merepotkan banyak orang sudah
tidak bisa dibiarkan lagi. Aku harus menangkap orang ini!
"Heh,
menangkapku? Coba saja kalau bisa!"
Begitu dia
berkata demikian, Burung Orc yang ditunggangi Ganei-san mengepakkan sayapnya.
"Cepat
sekali!? Untuk ukuran penampilannya, Orc itu cepat juga!?"
"Aku tidak
akan membiarkanmu kabur, Ganei-san!"
Aku mengejar
Ganei-san yang melarikan diri menggunakan sihir terbang.
"Semuanya,
tolong urus sisa Orc Chimera yang ada ya!"
"Ooh!
Serahkan pada kami, Kak!"
"Me-mengerti!
Rex-san juga hati-hati, ya!"
"Baik!"
Setelah
menyerahkan urusan Orc Chimera kepada Jairo-kun dan yang lainnya, aku
memusatkan seluruh konsentrasiku untuk mengejar Ganei-san. Burung Orc milik
Ganei-san bergerak jauh lebih cepat daripada kelihatannya, mungkin karena
dibantu oleh sihir angin.
"Tapi kalau
cuma segini, aku bisa segera menyusul!"
Aku meningkatkan
kecepatan sihir terbangku sambil mendekati Ganei-san. Masalahnya, jika
kecepatannya terlalu tinggi, gelombang kejutnya bisa berdampak buruk bagi
daratan di bawah, jadi pengaturannya cukup merepotkan.
"Eh?"
Tepat saat aku
hampir menyusul, Burung Orc itu berubah arah. Ia terbang melengkung lebar dan
mulai membumbung tinggi menuju puncak pegunungan.
"Apa
dia berniat melewati pegunungan dan kabur ke baliknya?"
Burung
Orc yang membawa Ganei-san naik dengan sangat cepat.
"Uwah,
Ganei-san nekat juga ya. Dia
memaksa naik dengan menciptakan aliran udara ke atas menggunakan sihir
tornado."
Kalau begitu,
sayap Burung Orc itu bisa hancur berantakan. Benar saja, setelah naik ke
ketinggian tertentu, Burung Orc itu mulai goyah dan tidak bisa terbang dengan
benar lagi.
"Hmm? Itu
Ganei-san?"
Dari punggung
Burung Orc yang goyah, sesosok bayangan yang tampak seperti Ganei-san melompat
turun dan mendarat di lereng gunung.
"Berniat
lari di antara pepohonan gunung sebagai pengalih perhatian? Tapi aku juga tidak
berniat membiarkanmu kabur begitu saja!"
Aku merapalkan
sihir ke arah tempat Ganei-san mendarat.
"Graviton
Press!"
Akibat sihir
tersebut, pepohonan di sekitar tempat Ganei-san mendarat langsung ambles ke
dalam tanah.
Sihir gravitasi
Graviton Press adalah sihir yang melipatgandakan gravitasi di area target dalam
jangkauan luas.
Sebenarnya ini
digunakan untuk memperlambat gerakan musuh, namun tergantung jumlah energi
sihir yang dimasukkan, gravitasi tersebut bisa menjadi cukup kuat untuk
membunuh lawan.
"Ganei-san
kan undead. Jadi kuberikan yang sedikit kuat!"
Sambil
mempertahankan Graviton Press, aku turun ke tempat Ganei-san mendarat.
"Seharusnya
di sekitar sini... eh!?"
Sosok
Ganei-san tidak ada di sana. Sebagai gantinya, yang ada di sana adalah...
"Gerbang
Perpindahan!"
Ya, di
sana terdapat sebuah Transfer Gate untuk berpindah ke tempat yang jauh.
"Fungsinya
sudah berhenti, tapi masih ada sisa-sisa energi sihir dari gerbang yang baru
saja aktif. Dia memasang kunci agar fungsinya mati setelah dia berpindah,
ya."
Tak
kusangka ada gerbang di tempat seperti ini.
"Dia
berpura-pura kabur tanpa rencana, padahal sejak awal tujuannya memang ke
sini."
◆Ganei◆
"Fuhahahahaha! Aku berhasil kabur!"
Setelah berhasil meloloskan diri dari bocah itu, aku tertawa
dengan perasaan lega.
"Saat hampir tersusul meski sudah dibantu sihir pada
Burung Orc, kukira aku sudah tamat. Untunglah aku ingat ada gerbang di
sana!"
Terlebih lagi, gerbangnya sudah kukunci sehingga tidak bisa
digunakan kembali. Dengan begini, aku bisa melanjutkan penelitian berikutnya
dengan tenang!
"Lagipula Orc Chimera itu hanyalah bahan perantara.
Memang sedikit syok melihat Giga Orc-chan kalah, tapi lawannya adalah monster
yang bisa membasmi Chimera prototipe kesayanganku sendirian. Wajar saja kalau
kalah."
Yang penting adalah Orc Chimera yang kulepaskan ke dunia
luar akan menjadi liar dan melahirkan mutasi.
"Untuk itu butuh waktu. Menghadapi bocah itu bisa
dilakukan setelahnya."
"Aku tidak
akan membiarkan hal itu terjadi!"
"Fuhahaha,
gerbangnya sudah tertutup. Mau sekeras apa pun usahamu, kau tidak akan bisa
sampai ke—tapi kenapa kau ada di siniiii!?"
Saat aku menoleh,
sosok bocah itu sudah berdiri di sana. Mustahil! Padahal gerbang perpindahannya
sudah kublokir!?
"Kau!
Bagaimana caranya!? Seharusnya gerbangnya sudah tertutup!?"
"Iya,
makanya saya buka kuncinya lalu berpindah kemari."
"Apaaaa
katuuuu!?"
Bagaimana mungkin
manusia zaman sekarang bisa memahami struktur gerbang kuno!?
Berdasarkan
penelitianku, teknologi manusia modern seharusnya sudah mundur drastis seiring
runtuhnya peradaban!?
"Nah,
sekarang saatnya kau tertangkap!"
"Ma-mana mau
aku tertangkap begitu saja!"
Aku langsung
melompat ke dalam Gerbang Perpindahan lain yang sudah kusiapkan untuk situasi
darurat seperti ini.
◆
Pemandangan
berubah dalam sekejap. Tempat itu adalah lokasi asing yang tidak kukenal, dan
tidak ada tanda-tanda keberadaan gerbang di sana.
"Fuh...
fuhahahahahaha! Menang! Kali ini aku benar-benar menang! Karena gerbang yang
baru saja kugunakan adalah Gerbang Perpindahan Acak yang lokasinya tidak bisa
dilacak!"
Ya, yang
kugunakan adalah Random Transfer Gate untuk melarikan diri.
Kekurangannya
adalah tidak ada gerbang kembali di lokasi tujuan agar pengejar tidak bisa
mengikuti, namun keuntungannya sangat besar karena mustahil untuk dilacak.
Omong-omong,
gerbang ini juga sudah diatur agar tidak berpindah ke lokasi yang terlalu
dekat.
"Fuu,
dengan begini aku harus mulai lagi dari nol. Tapi tenang saja, fasilitas
penelitian yang tersisa sebagai reruntuhan masih banyak. Memulai kembali penelitian akan mudah selama ada
reruntuhan yang masih aktif. Sisanya tinggal menunggu para Chimera berkembang
biak di alam liar..."
"Ketemu,
Ganei-san!"
"Kenapa kau
masih bisa menyusul juga—!?"
Padahal aku sudah
kabur menggunakan Gerbang Perpindahan Acak, tapi bocah itu muncul lagi.
"Ini Gerbang Perpindahan Acak, tahu!? Bagaimana bisa kau mengikutiku!? Jangan bilang ini
cuma kebetulan!?"
"Bukan, saya
melacak sisa-sisa energi sihir perpindahan dari gerbangnya, lalu menyesuaikan
koordinat tujuannya."
"JANGAN
BERCANDA KAUUUU!!"
Menganalisis
perpindahan acak lalu membuntutinya!?
Pengembang
gerbangnya saja tidak akan bisa melakukan hal gila seperti itu!
Lagipula ini kan
buat melarikan diri di saat darurat!?
Kalau bisa
dilacak, tidak ada gunanya dong!?
"Tidak,
sebenarnya ada triknya kok."
"TRIK MACAM
APA ITU—!!"
Aku benar-benar
benci bocah ini!
"Kalau sudah
begini, terpaksa! Aku
sendiri yang akan membereskannya!"
Meskipun
aku bilang begitu, aku ini kan peneliti. Jujur saja, urusan bertarung biasanya kuserahkan pada para Chimera.
Tapi jika
tidak bertarung di sini, aku tidak akan bisa bertahan hidup.
"Terimalah!
Flame Inferno!"
Aku
merapalkan sihir dengan daya hancur tertinggi yang bisa kugunakan.
Sihir
yang biasanya digunakan untuk membakar Chimera yang sudah tidak terpakai. Jika manusia terkena ini, mereka akan
langsung musnah!
"Apa pun
itu, Flame Inferno!"
Namun, sihir
pamungkasku dinetralkan dengan mudah oleh sihir yang sama dari si bocah.
"Apa-apaan!?"
Ternyata
benar-benar tidak mempan padanya! Uuu, bagaimana caranya aku bisa kabur dari
bocah ini!?
Aku memutar otak
dengan putus asa mencari jalan keluar. Berpikir, berpikir, apa tidak ada cara
bagus untuk lari dari bocah ini...!?
"Hah!?"
Di saat itulah,
sebuah ide cemerlang melintas di kepalaku. Benar, aku kan punya 'itu'!
"Ku...
kukukukuku."
"Ganei-san?"
Si bocah
menatapku heran karena aku tiba-tiba tertawa.
"Sudah
kutemukan cara untuk kabur darimu! Sebuah cara yang bukan sihir terbang ataupun
gerbang perpindahan!"
"Apa
katamu!?"
Mendengar ada
cara untuk membalikkan keadaan, si bocah mengeluarkan suara terkejut. Kau pasti
berpikir cara seperti itu tidak ada, kan? Tapi ada! Karena akulah orangnya,
maka cara itu ada!
"Cara itu
adalah... Reinkarnasi Sukarela!" (Maksudnya: Menuju alam baka dengan
kemauan sendiri).
"Eh?"
Pada saat itu
juga, aku melepaskan keterikatanku pada tubuh fisik. Membuang segalanya, dan
mencabut pasak jiwa dari dunia fana.
Sebagai seorang undead,
aku mengurai formula sihir yang mengikat jiwa ke tubuh.
Terlebih lagi,
karena ini adalah reinkarnasi sukarela, kecepatannya pun berbeda... tapi kok
rasanya agak susah lepas dari tubuh ya?
Yah, mungkin
karena ini pertama kalinya aku melakukannya secara sukarela.
"Fuhahaha!
Jika aku kabur ke alam baka, kau tidak akan bisa mengejarku!"
Menang!
Kali ini aku benar-benar menang atas si bo—
"Tidak
akan kubiarkan!"
Grep! Tangan si bocah mencengkeram kuat
kaki dari wujud rohku.
"Eh?"
Sadar-sadar,
sosok si bocah sudah berada di samping jasadku.
"Sebelum
kau bertanggung jawab dengan benar, aku tidak akan membiarkanmu kabur!"
"AAAAAAAGGGHHHH!!"
I-itu
benar! Kalau dipikir-pikir, bocah ini pernah memaksaku kembali ke tubuh saat
aku mencoba menuju alam baka sebelumnya!
Berarti
alasan rohku susah lepas tadi adalah karena saat dia memaksaku kembali dulu,
dia sudah menguasai seluruh formula sihir undead yang tersebar di dalam
tubuhku!?
"Tertangkap
kau, Ganei-san!"
Bersamaan
dengan rohku yang kembali sepenuhnya ke dalam tubuh, si bocah langsung menahan
tubuhku.
"GYAAAAAAAAAA!!"
G-gawat,
aku tertangkap! Sebenarnya
apa-apaan bocah ini!? Apa dia monster!?
Ah tidak,
yang monster kan aku. Intinya,
aku tidak tahu apa yang akan dia lakukan padaku.
Mengingat dia
sampai memaksaku kembali ke tubuh demi memintaku bertanggung jawab, ini pasti
pernyataan bahwa dia tidak akan membiarkanku mati dengan mudah! Aku harus
melakukan sesuatuuuuu!
"Nah, kalau
begitu silakan bertanggung jawab."
"Hieeee!!"
Apa yang akan dia
suruh aku lakukan!?
"Pertama,
kau harus mengumpulkan kembali semua Chimera yang kau buang secara tidak
bertanggung jawab!"
"Heh?"
Permintaan
si bocah benar-benar di luar dugaan.
◆
"Ini...
sudah semuanya."
Setelah
tertangkap oleh si bocah, aku kembali ke tempat reruntuhan laboratorium tadi.
Luar
biasa, bocah itu ternyata punya Gerbang Perpindahan pribadi dan menggunakannya
untuk kembali dalam sekejap.
Sebenarnya siapa
dia sampai punya benda seperti itu!?
Padahal aku saja
cuma bisa menggunakan kembali gerbang kuno. Yah, karena aku spesialis
penelitian Chimera, sih. Gerbang bukan bidangku.
Pokoknya, karena
diancam oleh si bocah, aku memanggil kembali semua Orc Chimera yang kulepaskan.
"Hebat, Orc-orc itu benar-benar kembali."
Si bocah berambut merah, teman si bocah monster itu, menatap
kagum ke arah para Orc yang berkumpul. Fuhahaha, terkejutlah!
"Orc Chimera ini sudah kusesuaikan agar mematuhi
perintahku untuk situasi darurat. Meski
mereka pergi jauh sekalipun, jika aku melepaskan gelombang energi sihir berisi
instruksi kepulangan, mereka akan kembali dari mana pun."
"Benar-benar
teknologi peradaban kuno yang luar biasa," gumam Mina.
Umu, umu,
begitulah seharusnya reaksi penyihir zaman sekarang!
"Tapi
jumlahnya banyak sekali. Mungkin setara dengan satu kota."
"Ya, untung
saja Orc sebanyak ini tidak bersatu dalam kelompok dan menyerang kota."
Kenyataannya,
jumlah Orc Chimera yang terkumpul memang sangat banyak. Aku pun sedikit
terkejut ternyata aku sudah melepaskan sebanyak ini.
"Kalau
begitu, mari kita bereskan semuanya. Lightning Rain!"
Begitu si bocah
merapalkan sihirnya, kelompok Orc Chimera yang luasnya setara satu kota itu
langsung musnah tersambar petir. MU-SNAH-SE-KE-JAP.
"DALAM
SEKEJAPPPPP!?"
"Ah, aku
paham rasanya. Memang
bakal jadi begini kalau dia yang maju."
"Sudah
lama tidak melihat reaksi normal, rasanya segar ya."
Apa yang
kalian bicarakan!? Itu Chimera, tahu!? Orc Chimera yang sudah kusesuaikan
musnah seketika oleh sihir area!? Padahal jumlahnya sebanyak satu kota!?
"Dengan
ini para Orc Chimera sudah musnah, sekarang tinggal bagaimana nasib Ganei-san
saja ya."
"Glek!"
G-GAWAAAAAT!!
Sekarang
giliranku! Giliranku, tapi bukan dalam arti bagus!
Semua Chimera
sudah dikumpulkan dan dimusnahkan, kalau begini alurnya aku bakal dianggap
sudah tidak berguna dan akan dihabisi juga, kan!?
Bagaimana
ini!?
Aku dalam
bahaya besaaaaar!
"Hmm,
enaknya bagaimana ya..."
Si bocah
melipat tangan sambil memikirkan nasibku. Gawat, ini gawat. Hitung mundur
nyawaku dimulai!
"Sudah
kuputuskan. Mulai sekarang Ganei-san dilarang keras mengembangkan Chimera tipe
tempur!"
"A-apa...!?"
Mendengar
penelitian Chimera dilarang, aku merasa sangat terpukul.
"Pe-penelitian
Chimera dilarang!?"
"Ka-kau
berniat merampas gairah hidupku!? Gairah hidupku yang sudah kuserahkan
seluruhnya demi penelitian Chimera!?"
"Bukan,
yang saya larang adalah penelitian Chimera tipe tempur. Kalau bukan tipe
tempur, tidak masalah kok."
"O-oh
begitu, kalau itu sih ten—MANA MUNGKIN BEGITU!"
Melarang Chimera
tipe tempur itu sama saja dengan melarang penelitian Chimera sama sekali!
"Chimera itu
diciptakan untuk bertarung! Itu sama saja dengan melarang semua penelitian Chimera,
kan!"
Terhadap
kemarahanku, si bocah hanya menggelengkan kepala dengan tenang.
"Tidak
selalu begitu. Sering kali teknologi yang dikembangkan untuk militer akhirnya
digunakan untuk masyarakat sipil. Sihir perpindahan, tas ajaib, bahkan sihir es
pun awalnya adalah sihir serangan yang kemudian dimodifikasi untuk pengawetan
makanan. Semuanya tergantung ide."
"Meskipun
kau bilang ide, ini kan Chimera... hmm?"
Tiba-tiba aku
merasakan sesuatu menarik ujung pakaianku. Saat aku menoleh ke bawah, yang ada
di sana adalah monster gumpalan bulu putih itu.
"K-kau!?"
"Kyuun!"
Saat aku melompat
mundur karena terkejut, monster bulu putih itu menjauh dariku dan berjalan ke
arah jasad Orc Chimera yang tergeletak di dekat sana.
"Kyuu!"
Dia mengeluarkan
suara seolah berkata 'lihat ini', lalu dia hanya menggigit bagian tubuh
tertentu dari para Orc Chimera itu.
"Apa yang
dia lakukan?"
Aku sama sekali
tidak paham jalan pikiran monster itu.
"Mungkin itu
adalah bagian tubuh yang disukai Mofumofun."
"Bagian
tubuh?"
Maksudnya, bagian
yang dia gigit itu adalah bagian yang rasanya paling enak menurutnya?
"Sepertinya
Mofumofun ingin kau membuat Chimera bukan untuk bertarung, tapi Chimera untuk
dimakan," ujar Rex.
"Ke-Chimera
untuk dimakan!?"
Apa-apaan itu!?
Aku belum pernah mendengar istilah Chimera konsumsi seumur hidupku! Aku
benar-benar tergoncang oleh konsep Chimera konsumsi yang belum pernah
kupikirkan sebelumnya.
"Ta-tapi
itu... untuk dimakan...!?"
Selama ini aku
meneliti Chimera tipe tempur hanya demi mengalahkan Malapetaka Putih. Disuruh
membuat Chimera yang sangat berlawanan dengan konsep pertarungan...
"Ganei-san
meneliti Chimera demi mengalahkan Malapetaka Putih, kan?"
"U-umu.
Tepat sekali."
Benar, demi
merebut kembali daratan yang diinjak-injak oleh monster terkutuk itu, kami
menyerahkan seluruh hidup kami untuk penelitian Chimera!
"Tapi di
daratan ini sudah tidak ada Malapetaka Putih. Ganei-san tidak punya kewajiban
untuk meneliti Chimera tipe tempur lagi."
"Kewajiban...
katamu?"
"Iya. Dulu
kau mengembangkannya karena terdesak keadaan, tapi di dunia sekarang tidak
perlu lagi meneliti Chimera tipe tempur. Kalau begitu, bukankah kau sudah bebas
meneliti Chimera apa pun yang kau suka?"
"Bebas...
meneliti... yang kusuka..."
Diberitahu bahwa
aku tidak lagi punya kewajiban maupun kebutuhan untuk mengembangkan Chimera
tipe tempur, aku menatap monster bulu putih itu.
"..."
Jika dugaanku
benar, identitas monster itu adalah... Tapi monster itu sama sekali tidak
terlihat menyerang manusia dan patuh pada si bocah. Bahkan sekarang pun
dia sedang sibuk memakan Chimera buatanku.
"Berarti jika ada makanan, dia pun tidak akan menyerang
manusia...?"
Jika memang begitu, dengan aku menciptakan Chimera lezat
dalam jumlah banyak, seandainya Malapetaka Putih bangkit kembali, mungkin saja
kita bisa hidup berdampingan dengannya.
Aku sempat membayangkan masa depan yang mustahil itu, namun
aku tidak bisa menyangkal kemungkinan tersebut...
"Dunia di
mana tidak ada yang menderita kelaparan, ya."
Aku merasa ada
sesuatu yang terasa pas di dalam hatiku.
"Baiklah.
Aku akan berhenti meneliti Chimera tipe tempur. Mulai sekarang aku akan
meneliti Chimera konsumsi."
"Saya senang
kau mengerti."
Si bocah menghela
napas lega seolah benar-benar bersyukur.
"Ngomong-ngomong,
seandainya aku tadi mengabaikan permintaanmu, apa yang akan kau lakukan?"
Karena rasa
penasaran, aku bertanya apa akhir dari masa depan yang berbeda jika aku memilih
jalan lain.
"Eh? Begitu
ya... kalau kau tidak mau berhenti meneliti Chimera tipe tempur... hmm, karena
ada orang yang berpura-pura reinkarnasi padahal pindah ke tubuh cadangan, atau
ada juga yang berevolusi menjadi High Undead tipe roh, mungkin aku akan
membuangmu ke dalam Segel Jangka Panjang dalam kondisi sadar agar kau bisa
merenung."
"Segel...
jangka panjang?"
"Iya. Itu
biasanya digunakan agar penjahat kelas kakap yang punya informasi penting bisa
menyesali perbuatannya. Jiwa target akan dibuang ke ruang hampa di dalam segel,
lalu waktu di dalamnya dipercepat sehingga beberapa ratus tahun akan berlalu
hanya dalam hitungan menit. Tentu saja, agar mentalnya tidak hancur secara
tidak sengaja, di dalam segel juga dipasang sihir pemulihan mental agar tetap
waras."
""""""Hieeee!""""""
Bukan cuma aku,
teman-teman si bocah di belakangnya pun berteriak dengan wajah pucat pasi.
"Maksudmu,
sihir pemulihan mental itu adalah 'itu' yang kita pakai saat latihan,
kan!?" tanya Mina.
"Menggunakan
benda semacam itu selama ratusan tahun!?" seru Jairo.
"Bisa mati.
Maksudku, tidak mati tapi rasanya mati," tambah Norb.
"Pemulihan
mental... sebenarnya apa arti kata 'waras' itu..." gumam Meguri.
"Ti-tidak
mau lagi kena sihir ituuuuu!"
Melihat
pemandangan neraka yang terpampang di depan mataku, aku benar-benar merasa
ngeri dan bersyukur bahwa pilihanku tadi sudah benar.
"Ah, kalau
dipikir-pikir, sihir pemulihan mental juga merupakan penggunaan damai dari
teknologi militer ya."
""""""SAMA
SEKALI TIDAK DAMAI TAHUUU!!""""""
Di bawah sinar matahari yang hangat, kami pun melontarkan protes sambil merasa merinding di sekujur tubuh...



Post a Comment