NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Nido Tensei shita Shounen wa S-Rank Boukensha Toshite Heion ni Sugosu ~Zense ga Kenja de Eiyuu Datta Boku wa Raise dewa Jimi ni Ikiru~ Volume 9 Chapter 5

Chapter 165

Orc Emperor


"Bukti perburuannya di sebelah sini—!"

"Untuk material hasil jagal, harap dibawa ke sini—!"

Di dataran yang jauh dari kota, Elma-san dan staf Serikat Petualang lainnya berteriak dengan suara lantang.

Mereka datang sebagai petugas loket lapangan untuk menilai material dari para Orc yang telah kujagal dengan bantuan para petualang lain di tempat.

Alasannya sederhana: material dari sekitar dua puluh ribu Orc tidak akan mungkin muat di tempat penjagalan gedung Serikat Petualang.

Karena itu, diputuskan untuk melakukan penilaian di tempat dan langsung mengangkutnya ke gudang Serikat Pedagang atau ke toko-toko.

"Wah, melihat pemandangan ini, aku benar-benar bersyukur telah menyewa para petualang itu."

"Benar juga, kalau cuma kita saja, entah butuh berapa hari untuk menyelesaikannya."

"Dan sementara itu, Orc yang kita kalahkan akan membusuk..."

"Mungkin mereka malah sudah berubah menjadi Undead di tempat," gumam Norb-san.

"Dua puluh ribu Undead Orc... musuh yang sangat ingin kuhindari dengan segenap tenagaku," tambah Mina-san.

"""""Setuju, setuju."""""

Kami memperhatikan lokasi penjagalan Orc dari tempat yang agak jauh. Berada terlalu dekat akan sangat menyiksa karena bau darah dan isi perut dari dua puluh ribu Orc.

"Sebagai klien, rasanya luar biasa ya tidak perlu membantu pekerjaan itu sama sekali~"

"Benar sekali~"

"Mogumogu-mogumogu."

Di bawah kaki kami yang sedang bersantai, terdengar suara Mofumofu yang sedang memakan daging Orc.

"Damai sekali, ya."

"Yah, aku agak ragu apakah pemandangan ini bisa disebut damai..."

"Boribori-bakibaki, gefuu."

Mofumofu menghabiskan semuanya sampai ke tulang-tulangnya dengan bersih dan mengeluarkan suara puas. Bicara soal itu, makannya banyak sekali ya, Mofumofu.

Sementara itu, Aug-san pergi melapor ke Tuan Baron mengenai pembasmian dua puluh ribu Orc tersebut.

Padahal tujuan awal hari ini adalah pengintaian, tapi karena terjadi pertempuran skala besar yang tidak terduga, dia harus melapor dengan benar.

Punggung Aug-san saat menuju kediaman Baron benar-benar memancarkan aura seorang ksatria.

Tepat saat itu, terdengar sorakan dari arah para petualang yang sedang melakukan penjagalan.

"Ada apa ya?"

Saat aku memiringkan kepala keheranan, Elma-san datang menghampiri kami dengan wajah tegang.

"Rex-san, bisakah Anda ikut saya sebentar?"

"Apa terjadi sesuatu?"

"Ya, kami menemukan 'tangkapan besar'."

Heh, tangkapan besar? Apa mungkin Orc General atau Orc Wizard?

"Ayo kita lihat juga!"

"Eeeh, aku lebih baik di sini saja."

"Aku juga lewat. Nanti bau darahnya nempel."

"Karena tercium bau uang, aku ikut."

"Kalau begitu aku juga ikut. Ini pertama kalinya aku melihat spesies tingkat tinggi dari Orc secara langsung."

Liliera-san, Jairo-kun, dan Meguri-san ikut denganku, sementara Mina-san dan Norb-san menunggu di sini.

"Baiklah, kalau begitu mari kita pergi."

"Ini adalah..."

Tempat Elma-san membawa kami berada tepat di tengah-tengah kumpulan Orc tadi. Di sana terdapat beberapa Orc yang tubuhnya lebih besar dari yang lain atau mengenakan perlengkapan yang lebih bagus. Jelas sekali ini adalah grup inti dari kawanan tersebut.

Namun, di sana terdapat satu sosok yang membuat Orc-Orc lain terlihat kecil. Tinggi badannya sekitar 5 meter, dengan anggota tubuh besar seperti batang pohon. Mengenakan jubah yang terbuat dari kulit monster dan mahkota dari tengkorak monster yang telah diolah, penampilannya benar-benar layak disebut sebagai seorang raja.

"Orc Emperor."

Ya, yang terkapar di sana adalah kaisar para Orc, Orc Emperor. Ini adalah penguasa Orc yang sangat kuat, melampaui Orc King, yang sangat jarang lahir ketika sebuah kawanan Orc menjadi sangat besar.

"Orc Emperor... baru pertama kali aku melihatnya."

"Jadi itu Orc Emperor... aku belum pernah melihat Orc seperti itu seumur hidupku."

Para petualang di sekitar mengeluarkan suara gentar saat melihat Orc Emperor. Ya, aku mengerti perasaan mereka. Aku pun baru pertama kali melihat individu seperti ini.

"Seperti yang Anda lihat, ini adalah Orc Emperor. Karena Orc Emperor adalah pemimpin yang memimpin Kekaisaran Orc, Serikat Petualang menilai bahwa kawanan ini memang sebuah Kekaisaran Orc. Dan dengan dibasminya kawanan ini, kami menyatakan tugas penyelidikan Kekaisaran Orc yang diberikan kepada Rex-san dan tim telah selesai."

Mendengar perkataan Elma-san, aku baru ingat kalau tugas kali ini sebenarnya adalah penyelidikan.

""""...""""

"""AH!! BENAR JUGA!!"""

"Kami benar-benar terkejut, karena kami tidak menyangka kalian tidak hanya menyelesaikan penyelidikan dengan begitu cepat, tapi bahkan membasmi seluruh Kekaisaran Orc sendirian," ujar Elma-san jujur.

Memang, aku pun tidak menyangka kawanan yang kebetulan kami temukan adalah pasukan inti dari Orc Emperor yang asli. Tapi, untuk ukuran pasukan inti Orc Emperor, rasanya jumlahnya agak sedikit ya...

"Namun, berkat itu, kota terhindar dari serangan kawanan Orc Emperor. Terima kasih, Rex-san."

"Tidak masalah, itu sudah tugas kami."

Yah, dari sini ke Kota Togai hanya butuh sekitar tiga jam, jadi jika penemuan kawanan ini terlambat sedikit saja, mungkin akan terjadi hal yang gawat. Soal itu, aku hanya bisa bilang kalau waktunya benar-benar tepat.

"Tentu saja, pembelian material para Orc termasuk Orc Emperor akan dibayarkan di luar imbalan tugas. Dengan individu sehebat ini, silakan nantikan harga pembeliannya ya."

"Baik, aku akan menantikannya!"

"Hebat, Kak! Pekerjaan kita sudah selesai!" Jairo-kun tampak kegirangan karena tugas selesai dengan mudah.

"Benar juga, jujur aku juga terkejut ini selesai begitu cepat."

"Tapi, aku sebenarnya ingin bertarung dengan Orc Emperor itu. Dengan tubuh sebesar itu, dia pasti sangat kuat," ujar Jairo-kun menyesal karena tidak bisa bertarung dengannya.

Namun...

"Tidak, kalau boleh jujur, Orc Emperor yang ini termasuk kelas teri."

"" Eh?""

Elma-san dan Jairo-kun memiringkan kepala mendengar perkataanku.

"Kelas teri? Makhluk ini?"

"Ini kan gede banget? Lengannya saja tebal sekali, kan?"

Lho? Jangan-jangan Elma-san juga baru pertama kali melihat Orc Emperor?

"Orc Emperor yang asli jauh lebih besar dari ini. Setidaknya dua kali lipat ukurannya."

""DUA KALI LIPAT!?""

"Iya, karena dia adalah individu yang memimpin setidaknya puluhan ribu Orc. Justru karena dia cukup kuat untuk mengalahkan seluruh kawanan sendirian, dia bisa bertahta sebagai Kaisar. Orc Emperor yang asli adalah monster dengan kekuatan fisik dan daya tahan yang luar biasa. Jika bertarung secara normal, dia adalah lawan merepotkan yang staminanya bisa bertahan hingga puluhan jam."

""PULUHAN JAM!?""

Ya, Orc Emperor itu gaya bertarungnya benar-benar satu lawan satu selama staminanya masih ada, dan dengan sihir penguat tubuh yang aktif secara insting serta zirah otot, kekuatan fisik dan pertahanannya luar biasa. Bisa dibilang dia adalah zirah otot yang hidup.

"Mungkin Orc Emperor ini adalah individu muda yang baru saja lahir. Pengikutnya pun cuma dua puluh ribu ekor."

""CUMA DUA PULUH RIBU!?""

Kalau dipikir seperti itu, masuk akal kenapa kawanannya hanya berjumlah dua puluh ribu.

Orc Emperor yang asli akan memimpin jumlah Orc yang secara harfiah layak disebut sebuah kekaisaran. Justru fakta bahwa individu sekecil ini bisa bertahta sebagai raja di puncak kawanan lebih mengejutkan bagiku.

Karena itu, saat dikatakan tugas selesai hanya dengan mengalahkan Kekaisaran Orc skala kecil seperti ini, aku merasa kurang ada rasa pencapaian. Aku jadi ragu apakah ini benar-benar sudah berakhir.

Ah, mungkin janji harga pembelian yang tinggi itu juga merupakan bentuk terima kasih karena kerusakan berhasil ditekan seminimal mungkin?

Dengan skala Kota Togai, jika diserang oleh Kekaisaran Orc pada umumnya, pertahanannya pasti akan sangat sulit. Meskipun Aug-san dan yang lainnya hebat, perbedaan jumlah akan sangat merepotkan.

Serikat Petualang ternyata benar-benar memperhatikan hal-hal seperti itu.

Klien-klien bangsawan di kehidupanku yang dulu, meskipun aku berjuang keras agar kerusakan tidak meluas, mereka tidak tahu seberapa besar usahaku.

Mereka malah bilang hal-hal seperti, "Lawan selevel ini kok lama sekali selesainya?" atau "Karena monster ini bisa dikalahkan dengan mudah, berarti tidak seberapa hebat," lalu mereka memotong imbalanku.

Kalau dipikir-pikir, Serikat Petualang benar-benar organisasi yang baik karena mau menilai berbagai faktor!

"Apa ini?"

Tiba-tiba, para petualang yang sedang menjagal Orc Emperor berseru.

"Ada apa?"

"Tidak, senjata yang dibawa Orc Emperor ini sangat kotor, jadi kami minta penyihir mencucinya dengan sihir air. Tapi sepertinya ini bukan senjata biasa."

Bukan senjata biasa? Apa maksudnya? Saat aku pergi melihat senjata Orc Emperor tersebut, Meguri-san sudah berada di sana, menelitinya seolah-olah ingin memakannya.

"Rex, lihat ini!"

Atas desakan Meguri-san, aku melihat senjata Orc Emperor itu.

"Ini adalah..."

Senjata Orc Emperor adalah sebuah senjata kasar tanpa hiasan. Rasanya benar-benar seperti alat perang yang hanya memiliki fungsi yang diperlukan untuk bertarung, namun uniknya, pada bagian pelindung tangan (tsuba) tertanam sebuah permata raksasa.

"Wuih, permata gede banget! Ini pasti laku mahal kan, Kak!?" Jairo-kun bersemangat membayangkan uang yang akan didapat, tapi tatapan Meguri-san yang melihat benda yang sama bukanlah tatapan orang yang melihat barang berharga biasa.

Terlebih lagi, untuk sebuah permata yang dipasang sebagai hiasan, desain senjatanya terlalu kasar.

"Bukan, ini justru... Scan Echo."

Aku menyentuh senjata Orc Emperor dan mengaktifkan sihir analisis. Kemudian, aku merasakan aliran Mana yang teratur dari dalamnya.

"...Ini adalah Magic Item."

""""MAGIC ITEM!?""""

"Sudah kuduga!"

Di tengah keterkejutan semua orang, hanya Meguri-san yang tampaknya sudah menduga bahwa ini adalah Magic Item.

"Untuk sebuah hiasan, pedangnya terlalu kasar, dan meskipun tidak menggunakan penguat elemen, aku merasakan sedikit Mana dari senjata ini, jadi aku pikir memang begitu!"

Luar biasa Meguri-san. Sebagai seorang pencuri, dia memang punya mata yang jeli untuk menilai barang. Mungkin kemampuan estetikanya juga terasah karena pernah menjadi pemeran pengganti Tuan Putri Aidra.

"Monster memiliki Magic Item..."

"Mungkin mereka adalah monster yang tinggal di suatu reruntuhan kuno."

"Kalau begitu, di arah datangnya kawanan ini mungkin masih ada reruntuhan kuno yang belum ditemukan!"

""""OOOOHH!!""""

Mendengar kemungkinan adanya reruntuhan kuno baru, para petualang menjadi heboh.

"Karena ancaman Kekaisaran Orc sudah lewat, mungkin untuk sementara waktu pencarian reruntuhan akan dimulai."

Mendengar perkataan Elma-san, jantungku sedikit berdebar. Pencarian reruntuhan, ya. Mungkin setelah menerima imbalan, tidak ada salahnya jika kami juga mencoba mencari reruntuhan.

Beberapa hari kemudian, ada laporan bahwa imbalan pembasmian Kekaisaran Orc sudah siap, jadi kami datang ke Serikat Petualang.

Penilaian memakan waktu lama karena jumlah Orc yang dibasmi sangat banyak. Kemudian, dipandu oleh Elma-san, kami masuk ke ruang khusus yang pernah kami datangi sebelumnya.

"Terima kasih telah menunggu. Ini adalah imbalan penyelidikan Kekaisaran Orc untuk kalian semua, sebesar 120 keping koin emas."

Pertama-tama, imbalan penyelidikan dibayarkan kepada semua orang.

"Imbalan penyelidikan ini tidak hanya mencakup imbalan normal, tapi juga termasuk bonus penemuan dini."

"Bonus?"

"Ya, untuk imbalan pengintaian normal ini adalah jumlah yang luar biasa besar, tapi mengingat lawannya adalah kawanan dua puluh ribu Orc, diputuskan untuk menambah jumlah imbalannya."

Berarti jika dibagi rata, satu orang mendapat 20 keping koin emas.

"Selain itu, karena kalian telah menghancurkan Kekaisaran Orc, ada imbalan tambahan. Tapi yang ini bukan dari Serikat, melainkan dari Tuan Baron."

"Dari Tuan Baron?"

Kenapa Tuan Baron memberikan imbalan tambahan untuk permintaan dari Serikat Petualang!?

"Awalnya permintaan kami adalah permintaan dari negara. Namun, dengan adanya kawanan besar dua puluh ribu Orc, ini adalah situasi kritis bagi pertahanan wilayah. Jadi, ini adalah tanda terima kasih dari Tuan Baron karena kalian telah melindungi wilayah sebagai pengganti pasukan ksatria. Ini adalah sebesar 1.000 keping koin emas."

Wah, ada juga ya penguasa yang baik hati sampai memberikan imbalan tambahan seperti itu.

Atau mungkin penguasa di zaman sekarang memang banyak yang bangsawan baik seperti Tuan Baron di kota ini?

Kalau benar begitu, syukurlah.

"Kita harus menolak bagian ini. Kan yang mengalahkan mereka adalah Rex-san," ujar Liliera-san. Mereka berniat menolak imbalan tersebut karena merasa tidak ikut bertarung.

"Dapat 1.000 keping emas lagi ya, Kak!"

"Tapi kalau mengalahkan dua puluh ribu Orc cuma dapat 1.000 keping emas, rasanya lebih efisien melawan Naga ya~"

"Dua puluh ribu itu jumlahnya terlalu banyak sih," tambah Norb-san.

Memang benar, dengan harga yang sama, melawan satu ekor Naga jauh lebih mudah dalam hal penjagalan dan pengumpulan material.

"Lagipula teman-teman, menurutku aneh menjadikan Naga sebagai perbandingan..." Elma-san menyela.

"""""HAH!?"""""

"Gawat, belakangan ini aku terlalu lama bersama Rex, jadi seleraku mulai kacau."

"Bahaya ya, hampir saja kita jadi sama seperti Rex-san."

"Eh, kalian jahat sekali. Green Dragon dan Kekaisaran Orc kecil kali ini kan kekuatannya tidak jauh berbeda. Memang sih, usaha penjagalannya lebih repot Kekaisaran Orc."

""""""BUKAN ITU MASALAHNYA!""""""

Eeeh? Jadi di mana masalahnya?

"Ehem... selanjutnya adalah imbalan pembasmian Orc Emperor. Karena Orc Emperor ini adalah monster Rank S, seperti biasa, harga pembeliannya akan ditentukan melalui lelang."

"Ah, dilelang lagi ya." Bicara soal itu, ternyata Orc Emperor itu Rank S.

"Pada dasarnya material monster Rank S itu terlalu berharga, jadi umum untuk melelangnya. Sebenarnya, pembelian material monster Rank S sendiri bukanlah hal yang sering terjadi. Selain itu, individu tingkat tinggi yang menyertai Orc Emperor seperti Orc General dan Orc Wizard, serta Magic Sword milik Orc Emperor juga rencananya akan dilelang. Imbalan yang diberikan kali ini adalah dari Orc Rank B, Rank C, dan di bawahnya yang kondisinya buruk. Meski begitu, karena jumlahnya dua puluh ribu ekor, jumlahnya lumayan besar. Totalnya adalah 2.850 keping koin emas. Ini adalah jumlah setelah dipotong biaya penjagalan para petualang."

"Totalnya sekitar 3.000 keping koin emas ya. Bagi Rex-san, ini mungkin cuma selevel uang jajan," celetuk Mina-san.

"...Koin emas sekitar 3.000 keping dianggap uang jajan... yah, bagi Rex-san yang sudah menjadi Rank S mungkin memang begitu... padahal itu hampir menyamai anggaran tahunan Serikat kami," Elma-san menatap kosong ke kejauhan. Entah kenapa.

"Eeeh, lalu... benar juga. Begitu harga ketok palu lelang sudah dipastikan, Serikat akan menghubungi kalian kembali. Sampai saat itu, silakan habiskan waktu kalian dengan bebas. Namun, karena mungkin ada sisa-sisa dari Kekaisaran Orc yang terlewat, kami akan sangat terbantu jika kalian bisa tetap tinggal di kota ini untuk sementara waktu."

"Baiklah, Elma-san."

Aku memasukkan imbalan itu ke dalam Magic Bag dan keluar dari ruang khusus.

"OOOH! Bocah Naga sudah keluar—!"

Begitu kembali ke aula Serikat, para petualang yang memenuhi kantin Serikat bersorak.

"Terima kasih ya! Berkat kalian dompet kami jadi tebal—!"

"Hahahaha, ini pertama kalinya seumur hidup aku menjagal Orc sebanyak itu!"

"Jadi begini ya aksi hebat petualang Rank S!"

"Benar-benar mengejutkan!"

Sepertinya mereka semua adalah para petualang yang membantuku menjagal Orc setelah menerima permintaanku.

"Hei Bocah Naga, kali ini kamu untung besar juga kan—?"

"Tentu saja, kalau mengalahkan dua puluh ribu Orc pasti jumlahnya gila-gilaan!"

"Apalagi ada Orc Emperor-nya juga!"

"Bocah Naga! Bagaimana caramu mengalahkan Kekaisaran Orc? Beritahu kami dong!"

"Benar, benar! Cerita hebat adalah teman minum yang paling pas!"

Para petualang bertanya dengan penuh rasa penasaran tentang bagaimana aku mengalahkan Kekaisaran Orc. Ngomong-ngomong, jam segini kalian sudah mulai minum!?

"Tidak, tidak, aku tidak menggunakan cara yang sehebat itu, kok."

"Fufufu, kalian pasti ingin tahu kan~"

Jairo-kun menyelip di sampingku dan maju ke depan.

"Dengarkan dan terkejutlah! Kakak mengalahkan para Orc itu hanya dengan satu serangan sihir saja!"

"Tunggu, Jairo-kun!?"

"""""OOOHH! SERIUS!?"""""

"Sihir Kakak itu luar biasa sekali!"

"Ayo ke sini dan ceritakan lebih detail, Bocah!"

"Bukan bocah, panggil aku Jairo!"

Jairo-kun dengan cepat berbaur di antara para petualang dan mulai menceritakan saat aku membasmi Kekaisaran Orc.

"Sihir yang turun dari langit memusnahkan Orc yang sebanyak itu dalam sekejap, aku benar-benar terkejut! Tapi kehebatan Kakak bukan cuma itu! Ternyata tubuh Orc yang dikalahkan sihir Kakak itu tidak punya luka yang berlebihan, benar-benar mengejutkan!"

"Ah, aku lihat, aku lihat! Mayat-mayat Orc itu benar-benar tidak ada lukanya. Bagaimana caranya mengalahkan Orc yang tangguh tanpa luka seperti itu?"

"Itu karena..."

Gawat, kalau aku masuk ke sana, aku pasti akan dipaksa menjelaskan sendiri.

Lagipula, mendengar pencapaian sendiri diceritakan oleh orang lain itu rasanya sangat memalukan!

Lebih baik aku serahkan ini pada Jairo-kun dan kami kembali ke penginapan!

"Eeeh, aku mau kembali ke penginapan, bagaimana dengan yang lain?"

Meskipun aku ingin segera kabur dari tempat ini secepat mungkin, aku harus memastikan rencana yang lain.

"Hmm, aku sudah bosan jalan-jalan tidak jelas di kota, mungkin aku akan mengambil permintaan yang mudah."

"Ah, ide bagus. Kali ini kita kan tidak melakukan apa-apa."

Liliera-san dan yang lainnya sepertinya akan mencari permintaan tugas. Berarti hari ini kami akan bergerak terpisah.

Saat kami sedang membicarakan rencana selanjutnya, tiba-tiba pintu masuk Serikat terbuka dengan suara keras.

Orang-orang yang masuk adalah para petualang dengan kondisi babak belur. Kondisi mereka sangat buruk, seolah-olah baru saja bertarung sampai detik ini.

"Hei, kalian babak belur sekali? Apa terjadi sesuatu?"

Tanpa menjawab pertanyaan petualang yang terkejut tadi, mereka berteriak dengan napas tersengal-sengal.

"Ga-gawat... O-Orc..."

Orc? Apa mungkin seperti kekhawatiran Elma-san, ada sisa-sisa dari Kekaisaran Orc? Tapi, untuk sisa-sisa saja perlengkapan mereka terlalu hancur lebur. Jika hanya sisa-sisa, seharusnya kondisinya tidak akan separah itu.

Namun, kata-kata selanjutnya yang diucapkan para petualang itu adalah sesuatu yang tidak pernah kami duga sama sekali.

"Orc menyerang dari langit sambil terbangg!!!!"

""""""...""""""

...Hmm? Orc menyerang... sambil terbang?

""""""... HAAAHH?""""""



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close