NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Nido Tensei shita Shounen wa S-Rank Boukensha Toshite Heion ni Sugosu ~Zense ga Kenja de Eiyuu Datta Boku wa Raise dewa Jimi ni Ikiru~ Volume 9 Chapter 7

Chapter 167

Selamat Datang di Hutan Orc!?


"Aug-san adalah kapten kalian!?"

Mengejutkan sekali, ternyata kapten dari para penjaga yang kami tolong adalah Aug-san.

"Dengar, aku tahu aku tidak punya hak untuk meminta ini, tapi bisakah kalian menolong Kapten Aug?"

"Menolong Aug-san?"

"Ya. Kami harus kembali untuk melapor kepada Tuan Baron, tapi lebih dari itu, kami sama sekali bukan tandingan monster Orc itu. Menyedihkan memang, tapi kami hanya akan menjadi beban bagi Kapten."

Penjaga itu memukul tanah dengan kepalan tangannya, tampak sangat menyesal.

"Tapi kalian yang bisa mengalahkan Orc terbang itu dengan mudah, mungkin kalian bisa menyelamatkan Kapten Aug dari monster Orc itu!"

"Aku juga memohon padamu! Aku sangat sadar ini permintaan yang tidak tahu malu, tapi kami tidak ingin dia mati!"

"Semuanya..."

Para penjaga memohon bantuan kami untuk menyelamatkan Aug-san dengan ekspresi yang sangat serius.

"...Tenang saja."

Aku menggenggam tangan penjaga itu dan tersenyum.

"Kebetulan kami juga datang ke dataran ini untuk menyelesaikan tugas. Jika kami menemukan Aug-san, kami pasti akan menolongnya. Lagipula, sesama petualang harus saling membantu, kan!"

"Kalian...!"

Para penjaga menatap kami dengan perasaan haru yang meluap-luap.

"Yah, mau bagaimana lagi. Aku tidak punya utang budi khusus pada paman itu, tapi aku tertarik dengan apa yang disebut monster Orc itu."

"Benar, kemungkinan bertemu monster itu saat mencari target tugas kita sangatlah tinggi. Petualang memang bertanggung jawab atas diri sendiri, tapi itu tidak berlaku untuk mantan petualang, kan?"

"Logika itu terlalu dipaksakan."

"Berisik!"

"Hahahaha!"

Syukurlah, sepertinya semuanya mau ikut membantu.

"Liliera-san juga..."

"Jangan tanya 'apa boleh?'. Kita sudah berada di tahap hubungan di mana tidak perlu sungkan lagi, kan?"

Waduh, aku baru mau minta konfirmasi dari Liliera-san tapi sudah didahului.

"Lagipula, kalau ingin menyelesaikan tugas, kemungkinan bertemu monster itu sangat besar. Untungnya, karena kita menerima permintaan dari pasukan penjaga, kita tidak perlu khawatir akan bentrok dengan kekuatan pihak penguasa wilayah."

Ya, memiliki rekan yang pengertian di saat seperti ini sungguh melegakan.

"Baiklah, kalau begitu mari kita cari Aug-san sebagai prioritas utama sambil menyelesaikan tugas!"

"""""OOOOHH!!"""""

Setelah berpisah dengan para penjaga, kami terbang menuju arah asal mereka melarikan diri.

"Katanya para penjaga bertemu monster Orc itu di dalam hutan lebat di depan sana."

"Hutan itu ya... lumayan luas juga."

"Pohonnya sangat rapat jadi sulit mencari dari atas. Sebaiknya kita turun dulu di pinggir hutan dan mencari lewat darat."

"Benar juga."

"Ah, ada Orc!"

Tepat saat kami membicarakan soal mendarat, Meguri-san menemukan seekor Orc.

"Apa itu monster Orc yang dimaksud...?"

Meguri-san menatap Orc itu, lalu mengecilkan suaranya dan memiringkan kepala.

"Hmm, sepertinya itu cuma Orc biasa... eh? Tapi tunggu? Ada yang aneh?"

"Anu, kelihatannya seperti Orc biasa yang ada di dalam hutan..."

"Iya, kalau dilihat dari atas memang Orc biasa."

Kami mendekati Orc yang terlihat sendirian itu, namun kami semua merasakan kejanggalan yang aneh.

"Eh? Tunggu sebentar? Terlihat dari atas?" seru Liliera-san.

"Ada apa, Liliera-san?"

"Dengar ya, itu kan hutan lebat? Tapi kenapa kita bisa melihat Orc yang ada di dalam hutan dari atas langit?"

"""""...Ah!"""""

Mendengar perkataan Liliera-san, kami menyadari alasan kejanggalan tersebut. Benar, jika dipikir-pikir, sangat aneh bisa melihat Orc dari atas hutan yang begitu rimbun...

"Eh? Jadi apa? Apa Orc itu lebih besar dari pohon-pohon di hutan!?"

"Ta-tapi, pohon-pohon di sekitar sini seharusnya cukup tinggi..."

Tepat saat itu, Orc yang dimaksud menyadari keberadaan kami dan meraung keras.

"Dia menemukan kita dari jarak sejauh ini? Penglihatannya tajam juga."

"Bukan saatnya memuji!"

Sesaat kemudian, Orc itu mencabut pohon yang tumbuh di dekatnya dan melemparkannya ke arah kami.

"Owaaaa!?"

"Bahaya!"

Semuanya buru-buru menghindar dari pohon yang melayang.

"Tunggu, besar sekali! Dia melemparkan benda seperti itu!?"

Seperti yang dikatakan Mina-san, pohon yang dilempar Orc itu sangat besar.

"Melemparkan benda sebesar itu seolah hanya melempar ranting kecil... Orc itu benar-benar punya ukuran yang luar biasa!" teriak Norb-san melihat ukuran pohon tersebut.

"GUOOOOHHH!!"

Tidak berhenti di situ, Orc raksasa itu terus mencabut pohon satu demi satu dan melemparkannya kepada kami.

"Hup!"

"Uwa-wa-wa!?"

"Ini cukup berbahaya."

Kami mendekat sambil menghindari serangan Orc raksasa tersebut.

"Dilihat dari dekat, dia benar-benar raksasa...!?"

"Lebih besar dari Orc Emperor... dia sudah seperti raksasa (Giant)."

Setelah mendekat, ukuran pasti Orc raksasa itu mulai terlihat. Dengan ukuran sebesar ini, tingginya sekitar 20 meter. Sudah seukuran kastil kecil.

"Ukuran ini sih..."

"Hei kalian, jangan ciut! Kita sudah mengalahkan Naga! Dan kalau soal ukuran, Megalo Whale jauh lebih besar!"

Jairo-kun membentak teman-teman yang terintimidasi oleh Orc raksasa itu. Jairo-kun yang bisa bersikap seperti pemimpin di saat seperti ini memang punya bakat untuk menjadi orang hebat.

"Yah, memang lebih kecil dibanding Megalo Whale, tapi..."

"Tipe humanoid dengan ukuran begini punya aura tekanan yang berbeda..."

Yah, aku mengerti perasaan mereka. Aku pun sangat terkejut saat pertama kali melihat raksasa. Rasanya seperti menjadi anak kecil yang berdiri di hadapan orang dewasa yang asing.

"Jangan bicara lemah! Dia cuma menang besar doang!"

Benar, seperti kata Jairo-kun, besar bukan berarti kuat. Lagipula, Aug-san sedang menunggu, jadi kita harus menyelesaikannya dengan cepat!

"Minggir! Mana Burst Sword!"

Aku mengayunkan pedang besar yang terbuat dari Mana dan membelah Orc raksasa itu menjadi dua dalam satu tebasan.

"Lihat ya kalian, aku akan—eh, satu serangan!?"

"Kyuuu!"

Mofumofu melompat ke arah Orc raksasa itu. Dia sudah mati, jadi tidak apa-apa.

"Fakta adanya Orc seperti ini berarti sisa-sisa Kekaisaran Orc memang masih ada."

Aku memasukkan bangkai Orc raksasa ke dalam Magic Bag sambil menganalisis situasi.

"Kyuu!?"

"Baru pertama kali aku melihat Orc raksasa begini, syukurlah dia tidak sekuat itu."

"KYUUU!!"

"Bukan 'tidak sekuat itu' tahu!"

"Ukuran sebesar itu saja sudah merupakan ancaman!"

"Tidak juga. Bagi kalian yang bisa menggunakan penguat elemen, dia bukan musuh yang sulit. Dia cuma besar doang, penampilannya saja yang menakutkan."

"Tidak, tidak, kurasa itu tidak benar..."

Padahal memang begitu. Saat ditebas dengan pedang Mana, hampir tidak ada resistensi Mana sama sekali.

"Daripada itu, ayo cari Aug-san! Waspadalah karena mungkin masih ada sisa-sisa Kekaisaran Orc lainnya!"

"A-ah! Dimengerti!"

"KYUUU!!"

Ngomong-ngomong Mofumofu, kenapa dari tadi kamu memukul-mukul kakiku dengan kaki depanmu?

Setelah mengalahkan Orc raksasa, kami mulai mencari Aug-san melalui jalur darat. Pertama, aku menggunakan sihir pendeteksi untuk menyelidiki isi hutan.

"...Reaksi monsternya banyak sekali."

"Benar... tapi tunggu, bukankah ini terlalu banyak!?"

Seperti yang Mina-san katakan, jumlah monster yang bergerak di hutan ini sangat banyak sampai mengejutkan.

"Jumlah ini tidak normal. Sepertinya sisa-sisa Kekaisaran Orc... bukan, mungkin pasukan intinya ada di sini..."

"Pasukan inti Kekaisaran Orc!? Apa maksudnya jumlahnya lebih banyak dari yang kemarin!?"

"Jika semua reaksi monster itu adalah Orc, kemungkinannya memang ada. Tapi meskipun tidak, jumlah monster sebanyak ini untuk ukuran hutan seperti ini tetap tidak normal..."

Tampaknya ancaman Kekaisaran Orc belum benar-benar berakhir. Justru Kekaisaran Orc yang kami temui sebelumnya itu terlalu kecil. Aku sudah menduganya, tapi rasanya tidak enak jika firasat buruk seperti ini jadi kenyataan.

Aku memusatkan kesadaran untuk mencari reaksi manusia. Dan aku menemukan satu reaksi manusia di dekat sini.

"...Ketemu, ada reaksi manusia di sana! Tapi dia sangat lemah!"

Tanda-tanda vital yang terdeteksi sihirku sangat lemah. Harus segera ditolong.

"Ayo! Kita berangkat, Kak!"

Kami berlari menembus hutan menggunakan sihir penguat tubuh.

"Ada sekelompok monster di depan! Serangan pertama lalu terjang sekaligus!"

""""""Dimengerti!""""""

"Kali ini giliranku yang memporak-porandakan mereka!"

"Kyuu!"

Kaki yang diperkuat segera menangkap siluet para monster.

"Baiklah, seka... rang?"

Kami yang berlari sambil membidik target hendak melepaskan sihir saat wujud mereka terlihat jelas... tapi.

""""""APA-APAAN ITU!?""""""

Melihat wujud mereka, kami tanpa sadar menghentikan serangan.

"Eh? Kuda? Babi?"

"Bagian bawah kuda... Centaur? Tapi bagian atasnya Orc!?"

"Yang itu bawahnya... Gurita!?"

"Lihat itu! Di sana ada Orc yang seperti burung!?"

""""""APA-APAAN INI SEMUAAAA!?""""""

Orc yang menghadang kami adalah kelompok abnormal dengan wujud yang berbeda-beda.

"Eeeh!? Apa-apaan!? Aku belum pernah lihat Orc seperti ini!"

Bukan cuma aku, semuanya juga terbelalak melihat Orc yang belum pernah terlihat. Orc seperti ini tidak pernah ada di kehidupan pertamaku maupun kedua. Ini sudah seperti...

Tepat saat itu.

"KYUUUUU!!"

Mofumofu melompati kami yang sedang terpaku dan menerjang kawanan Orc aneh tersebut.

"Ah, Mofumofu!"

""""""BUOMOOOHH!!""""""

Menyadari Mofumofu menerjang ke arah mereka, para Orc itu meraung dan menyambutnya.

Seekor kuda... Centaur-Orc mengangkat kedua kaki depannya untuk menginjak Mofumofu. Namun Mofumofu dengan lincah menyelinap ke bawah tubuh Centaur-Orc itu, menggigit putus kaki belakangnya sambil melintas.

"Mogubari-kyuu!"

"BUOMOOOH!?"

Karena rasa sakit kaki yang digigit putus dan kehilangan keseimbangan, Centaur-Orc itu pun tumbang.

"Buomomoh!"

Melihat itu, seekor Orc-Gurita (Scu-Orc) dengan bagian bawah gurita mencambuk Mofumofu dengan banyak kakinya. Serangan bertubi-tubi dari banyak kaki itu menghancurkan tanah di sekitarnya.

"Kyu-kyuu."

Namun Mofumofu membaca semua serangan itu, menghindar dengan anggun, lalu menggigit putus dan melahap semuanya.

"Gunimogu-kyuu!"

Bahkan dia memberikan isyarat tangan seolah meminta "tambah lagi".

"BUOMOOOH!?"

Scu-Orc yang terintimidasi mencoba kabur, tapi dengan hampir setengah kakinya sudah dimakan, dia tidak bisa lari dengan baik... lagipula gurita mana bisa bergerak lincah di daratan.

"Kyu-kyu-kyu."

"BUOMOOOOHHH!"

Kasihan sekali, Scu-Orc itu harus merelakan semua kakinya dilahap habis oleh Mofumofu.

"Kyufufufufu."

Dan dengan tatapan seolah melihat hidangan utama, Mofumofu menatap para Orc bersayap.

"""Buomoh!?"""

Ditatap oleh predator... anu, karena ini Orc seperti Harpy, apa panggilannya Har-Orc? Mereka mulai gemetar.

"""BUOMOOOOHHH!!"""

Har-Orc mencoba terbang melarikan diri, tapi nasib mereka benar-benar buruk. Sebab di dalam hutan lebat ini, dahan pohon di atas menghalangi jalan kabur, dan terlebih lagi Mofumofu bisa terbang.

Dan yang paling fatal adalah...

"KYUUUUUUN!!"

Mofumofu itu, sangat suka makan sayap.

"""BUOMOOOOOHHHNNNNNN!!"""

Malang sekali, Orc-Orc berwujud aneh itu semuanya berakhir menjadi makanan Mofumofu.

"Gi-giliranku..."

Ah, Jairo-kun yang terlambat bergerak tampak merasa kesepian.



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close