NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Nido Tensei shita Shounen wa S-Rank Boukensha Toshite Heion ni Sugosu ~Zense ga Kenja de Eiyuu Datta Boku wa Raise dewa Jimi ni Ikiru~ Volume 8 Side Story

Arc Modern

Catatan Petualangan Sang Putri



"Meminta saya untuk memperingatkan Dora-san... begitu?"

Setelah kembali dari Dataran Korosi, aku segera mendatangi gedung serikat karena menerima panggilan darurat dari mereka.

Di dalam ruang tamu, seorang staf serikat menjelaskan situasinya kepadaku mengenai "Dora", sebuah golem berbentuk manusia yang dikendalikan dari jarak jauh oleh Idra-sama.

"Sebenarnya, akhir-akhir ini dia terus-menerus terlibat masalah dengan orang-orang dari dunia bawah," ujar staf itu.

"Dunia bawah?"

Aku merasa bingung mendengar nama kelompok yang sepertinya sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Idra-sama. Apa sebenarnya yang telah terjadi?

"Benar, dunia bawah. Apalagi mereka itu kelompok yang cukup berbahaya."

"Jadi, permintaan untuk memperingatkan Dora-san ini maksudnya adalah meminta aku untuk diam-diam membantunya melarikan diri dari kota, begitu?"

Berurusan dengan orang-orang dunia bawah itu sangat merepotkan. Sekali terlibat dengan mereka, mereka akan terus menyerang tanpa henti.

Aku teringat dulu pernah melepaskan sihir serangan penjerat yang hanya bereaksi terhadap orang dengan niat jahat demi menyapu bersih organisasi musuh, tapi malah berakhir memusnahkan organisasi lain yang tidak bersangkutan.

Gara-gara itu, aku sempat kesulitan karena mendapat balasan dari cabang di kota lain.

Bagaimanapun, sepertinya Idra-sama sedang berselisih dengan orang-orang seperti itu.

Karena Dora hanyalah sebuah golem, Idra-sama sebagai pengendali memang tidak berada dalam bahaya fisik, tapi jika Dora terlalu mencolok, itu akan berdampak buruk bagi kehidupan keseharian Idra-sama sebagai Dora.

"Tidak, tidak perlu melarikannya. Organisasi itu sudah hancur," jawab staf itu.

"Eh? Hancur?"

"Ya, organisasi yang berselisih dengan Dora-san sudah dihancurkan oleh tangannya sendiri, jadi hampir tidak ada kekhawatiran soal balas dendam. Hanya saja..."

"Hanya saja, apa?"

Saat aku mendesaknya, staf serikat itu mengeluarkan suara yang terdengar seperti antara tawa getir dan helaan napas.

"Masalahnya, dia sudah menghancurkan beberapa organisasi dengan cara yang sama. Itu benar-benar gawat."

"Hah!? Apa yang sebenarnya dilakukan Dora-san!?"

Tunggu dulu, menghancurkan beberapa organisasi!? Apa yang dia pikirkan sebenarnya!?

"Yah, begitulah. Kami tahu seberapa kuat dia dari insiden-insiden sebelumnya, tapi jika dia terus menghancurkan organisasi satu demi satu, organisasi lain yang tersisa di ibu kota mungkin akan menyerangnya duluan sebelum mereka sendiri dihancurkan. Jika itu terjadi, hasilnya pasti tidak akan baik."

Begitu ya, itu masuk akal. Meski Idra-sama sendiri tidak dalam bahaya, orang-orang di sekitarnya bisa saja terkena dampaknya.

Lagipula, bagi orang-orang serikat yang tidak tahu identitas asli Dora, wajar saja jika mereka mengkhawatirkan keselamatannya. Jadi, itu sebabnya dia terus terlibat masalah dengan dunia bawah.

"Karena itulah, sebagai orang yang membawanya ke sini, aku ingin kamu menasihati Dora-san."

Ya, ini memang menjadi tanggung jawabku juga. Karena aku yang memperkenalkan Idra-sama ke serikat, meskipun kegiatan petualang adalah tanggung jawab pribadi, aku tetap harus memenuhi kewajiban moralku sebagai perantara.

Aku pernah dengar bahwa menimbulkan masalah bisa merusak reputasi orang yang memperkenalkan kita, tapi ini pertama kalinya aku diminta menghentikan seseorang justru karena dia terlalu banyak menimbulkan masalah.

Meski begitu, memang benar kalau ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.

"Baiklah, aku akan bicara baik-baik dengan Dora-san."

"Terima kasih. Kami juga akan mencoba menengahi dari sisi kami."

Pernyataan itu mungkin berarti pihak serikat akan menggunakan koneksi mereka untuk memperingatkan orang-orang dunia bawah agar tidak mengganggu Dora lagi.

Baik pihak serikat maupun dunia bawah pasti tidak ingin menciptakan konflik besar di antara mereka.

Kalau begitu, sebaiknya aku segera pergi memperingatkan Idra-sama.

"Begitulah situasinya."

Untuk menemui Idra-sama, pertama-tama aku memutuskan untuk menjelaskan keadaannya kepada Meguri-san yang memiliki hubungan sangat dekat dengannya.

"---!?"

Wajah Meguri-san langsung memucat. Dia terburu-buru menarik lenganku dan membawaku menemui Idra-sama.

Yah, karena aku bukan bangsawan, kami harus menyelinap masuk melalui jendela saat malam hari.

"Ya ampun, jadi begitu ya ceritanya."

Namun, Idra-sama yang diberi penjelasan justru tampak tidak memahami gawatnya situasi ini sama sekali.

Dia menanggapi hal itu seolah-olah merupakan urusan orang lain. Yah, dalam arti tertentu, mereka memang sosok yang berbeda, sih.

"Kalau sudah begini, kita tidak punya pilihan selain menyita golem itu!"

Namun, yang tidak bisa membiarkannya begitu saja adalah Meguri-san. Suasana tenang yang biasanya menyelimuti dirinya telah hilang, dan dia tampak sangat marah.

Lebih tepatnya, dia benar-benar murka kali ini. Tapi itu wajar saja.

Sebagai pemeran pengganti Idra-sama, dia harus memastikan tidak ada bahaya yang mengancam keselamatan sang putri, sekecil apa pun itu.

Mendengar kata "penyitaan", Idra-sama sepertinya baru menyadari gawatnya situasi dan mulai panik.

Yah, mungkin dia hanya tidak mau kehilangan mainannya itu.

"Tu-tunggu, Megurielna! Rasanya tidak perlu sampai sejauh itu, kan?"

"Sangat perlu! Bagaimana kalau identitas asli Idra-sama terbongkar karena golem itu? Lagipula, golem itu seharusnya digunakan untuk menikmati dunia luar, bukan untuk membuat keributan."

Mendengar argumen masuk akal dari Meguri-san, Idra-sama menjadi terbata-bata.

"Ta-tapi, aku tidak bisa membiarkan begitu saja orang-orang yang berbuat jahat, kan?"

"Meskipun begitu, Idra-sama tidak perlu turun tangan langsung. Bukankah lebih baik melapor pada penjaga kota saja?"

"I-itu memang benar, sih..."

Ya, sepertinya Idra-sama kalah telak.

"Jika Anda sudah mengerti, maka golem itu akan saya sita."

"Jangan yang ituuu!"

Ternyata dia masih belum menyerah. Idra-sama memeluk Meguri-san sambil memohon dengan sangat.

Biasanya Idra-sama terlihat seperti seorang kakak, tapi sekarang Meguri-san malah terlihat seperti kakak yang tegas. Atau mungkin adik yang sangat dewasa?

"Kumohon! Aku akan jadi anak baik! Jangan yang itu saja!"

Malah terlihat seperti ibu dan anak, ya?

"Meskipun Anda bilang begitu, golem itu sudah terlalu mencolok. Mengubah sikap sekarang pun tidak akan menghapus fakta bahwa dia telah diincar oleh dunia bawah!"

"Tolong lakukan sesuatu... Ah! Rex, bukankah kamu bisa melakukan sesuatu!?"

Tiba-tiba, pandangan Idra-sama beralih kepadaku.

"Eh!? Aku!?"

"Kumohon! Tolong bantu supaya tidak disita!"

Meski diminta tolong begitu...

"Hmm... begini ya..."

"Rex, kamu tidak perlu memanjakan Idra-sama."

"Tega sekali~"

Wah, itu benar-benar kalimat seorang ibu. Meguri-san pasti akan menjadi istri yang sangat tegas nanti.

Di saat seperti ini, bicara sembarangan hanya akan membuatku dimarahi seperti paman-paman tetangga yang ditegur oleh ibu rumah tangga, tapi mengabaikan pandangan memohon Idra-sama juga membuatku merasa tidak enak.

Begitu ya, jadi ini alasan kenapa paman-paman itu akhirnya malah membela anak perempuan mereka dan berakhir dimarahi bersama...

"Anu, kalau begitu bagaimana kalau kita ubah penampilannya saja?"

Akhirnya aku mengusulkan solusi yang sederhana namun mendasar.

"Mengubah penampilan?" tanya mereka serempak.

"Iya. Jika penampilan Dora sudah terlalu mencolok, kita tinggal mengubah tampilannya dan menjadi orang lain."

"Apa hal seperti itu bisa dilakukan!?"

"Pada dasarnya penampilan itu hanya buatan. Mengubahnya dengan sihir bukan hal yang sulit, kok."

Benar, bagian luar golem itu hanyalah kerangka buatan. Mengubah desainnya jauh lebih mudah daripada memodifikasi struktur internalnya.

"Kalau begitu, kumohon lakukan itu!"

"Tapi karena Anda akan menjadi orang lain, semua prestasi petualang yang telah diraih sebagai Dora akan hilang."

Ya, karena identitasnya akan dibuat ulang sepenuhnya, syarat ini harus diterima.

"Itu... sayang sekali, tapi aku menyerah soal itu. Lebih baik begitu daripada aku tidak bisa keluar rumah sama sekali."

Idra-sama setuju dengan syarat itu.

"Begitu keputusannya, bagaimana menurutmu, Meguri-san?"

"...Hah, mau bagaimana lagi."

Meguri-san mengangkat bahu sambil menghela napas panjang, lalu kembali menatap Idra-sama dengan wajah serius.

"Baiklah. Kali ini saya akan memaafkan Anda. Tapi, Anda dilarang menjadi petualang lagi."

"Eeh!?" Idra-sama berseru tidak puas saat dilarang menjadi petualang.

"Idra-sama?"

"...Ba-baiklah."

Ahaha, dia terlihat sangat terpaksa.

"Lalu Rex, apakah mengubah tampilan golem itu hanya sebatas wajah saja?" tanya Meguri-san setelah kesepakatan tercapai.

"Tidak, aku juga bisa mengubah bentuk tubuhnya."

Bagian paling rumit dari golem adalah sistem penggerak dan sumber tenaganya.

Bagian luar dan kerangkanya bisa diubah bentuknya menggunakan sihir pembentuk, jadi memperkecil ukurannya cukup mudah dengan membuang bahan yang tidak perlu.

"Begitu ya. Kalau begitu, bisakah kamu mengubah golem Idra-sama menjadi bentuk seorang anak kecil?"

"Eeeh!?"

"Anak kecil? Untuk apa?" tanya Idra-sama bingung.

"Sebab jika dalam bentuk anak kecil, Anda tidak akan bisa diam-diam menjadi petualang lagi, kan?"

"..."

"A-Ah..."

Kalau alasannya begitu, aku tidak punya pilihan selain menyetujuinya. Lagipula, orang dewasa yang mengendalikan golem tipe anak kecil sebenarnya bukan hal yang aneh.

Ada orang tua yang khawatir apakah anak mereka yang pemalu bisa berteman dengan baik, lalu menggunakan golem tipe anak kecil untuk mengawasi mereka secara diam-diam.

Ada juga orang yang masa kecilnya terlalu sibuk atau dididik terlalu keras sehingga tidak sempat bermain, lalu mereka berpura-pura menjadi anak kecil untuk bergabung bermain dengan anak-anak lain demi menebus masa kecil mereka.

Karena sempat ada orang yang menyalahgunakan bentuk anak kecil untuk tujuan jahat, sekarang diperlukan izin khusus bagi orang dewasa untuk membeli golem tipe tersebut.

Singkat cerita, mengubahnya menjadi golem tipe anak kecil tidaklah sulit.

"Kalau begitu, tolong kerjakan, ya. Ah, tentu saja aku akan membayar imbalannya. Dari uang saku Idra-sama."

"Tega sekali~!"

Maka dari itu, aku pun memodifikasi Dora menjadi bentuk anak kecil.

Dengan ini, permintaan serikat agar Dora tidak lagi terlibat masalah dengan dunia bawah seharusnya terpenuhi.

Idra-sama juga tidak akan bisa terlibat dalam hal-hal berbahaya dalam wujud anak kecil, dan kekhawatiran Meguri-san pun akan sirna!

Setidaknya, begitulah pikirku saat itu...

"Rex, aku ada permintaan."

Beberapa hari setelah aku memodifikasi golem Idra-sama, Meguri-san datang menemuiku dengan wajah yang tampak sangat lelah.

"Tolong buat agar golem Idra-sama tidak bisa digunakan lagi."

"Eh? Dilarang digunakan? Padahal golem Idra-sama baru saja diperbarui, kan?"

Aku menanyakan alasannya. Dan ternyata...

"Kali ini dia memimpin anak-anak di lingkungan sekitar dan membentuk 'Pasukan Ksatria Cilik', lalu mulai menyerang para penjahat di daerah pinggiran kota..."

"Apa-apaan itu?"

Kenapa bisa jadi seperti itu?

"Sepertinya ada anak-anak di daerah pinggiran dan daerah kumuh yang menjadi korban, dan saat dia menolong mereka, entah bagaimana tahu-tahu sebuah pasukan sudah terbentuk..."

Yah, aku bisa mengerti perasaannya, tapi bukankah lebih baik kalau dia melapor ke pos penjaga saja...

Akhirnya, karena mengubah penampilan pun terbukti tidak ada gunanya, golem tipe gadis kecil milik Idra-sama yang bernama 'Little Dora' pun diputuskan untuk disita. Namun...

"Aku tidak akan mengulanginya lagiii!"

Idra-sama yang tahu golem-nya akan disita langsung melakukan perlawanan sengit, atau lebih tepatnya, dia terus bergelantungan memohon-mohon.

"Tidak boleh."

Namun, kepercayaan Meguri-san kepada Idra-sama yang sudah berbuat ulah dua kali sudah berada di titik terendah, dan tatapannya terasa sangat dingin.

"Kumo-hooo-nnn."

Setelah perdebatan panjang antara menyita atau tidak, akhirnya Meguri-san yang tidak tahan dengan permohonan Idra-sama pun luluh.

Sebagai jalan tengah, diputuskan untuk membuat golem tipe hewan kecil yang benar-benar tidak bisa menimbulkan keributan.

Yah, pada akhirnya Meguri-san memang sangat memanjakan Idra-sama.

"Jika bentuknya burung kecil, dia tidak bisa bicara sembarangan apalagi bertarung. Kali ini pasti aman!"

Meguri-san menegaskan hal itu dengan nada yang sedikit putus asa.

"Eeh, membosankan~"

"Glek." (Meguri menatap tajam)

"Ma-maaf..."

Maka dari itu, aku pun ditugaskan untuk membuat golem berbentuk burung kecil sebagai golem terakhir Idra-sama.

"Rex, jangan pasang fungsi bertarung, ya!"

"Eh? Tapi setidaknya sihir serangan sederhana untuk melindungi diri..."

"Idra-sama, sepertinya Anda tidak butuh dibuatkan lagi, ya?"

"Baik! Tanpa fungsi serangan pun tidak apa-apa!"

Menerima tatapan dingin dari Meguri-san, Idra-sama akhirnya menyerah. Karena itulah aku memutuskan untuk membuat golem hewan yang benar-benar biasa saja. Tapi...

"Nah, kalau tidak ada fungsi bertarung, berarti bakal banyak ruang kosong untuk fungsi lainnya. Terus karena bentuknya burung kecil, kalau desainnya begitu-begitu saja, dia bakal gampang hancur kalau tidak dibuat sangat kokoh."

Ya, jika bentuknya hewan besar, aku bisa menyiapkan rangka dan pelindung yang cukup besar untuk menjaga kekuatannya. Tapi untuk burung kecil, justru akan muncul masalah pada daya tahannya.

Kalau begitu, aku butuh bahan yang menggabungkan kekerasan, kelenturan, dan keringanan, serta desain yang memastikan kekuatan strukturnya, ditambah lagi dengan pemberian sihir penguat.

"Ah benar juga. Kalau untuk terbang, aku harus memasang sihir penerbang. Karena fungsi bertarung ditiadakan, lebih baik aku buat supaya dia bisa terbang dengan sangat cepat. Dengan begitu Idra-sama bisa jalan-jalan sampai jauh. Mungkin terbang dengan kecepatan suara saja sudah cukup, kan?"

Ya, mencoba mencapai performa maksimal untuk barang non-tempur sepertinya menarik juga.

"Fiuh, dengan ini sepertinya tidak perlu dibuat ulang lagi, kan?"

Setelah semalaman begadang menyelesaikan golem burung kecil tersebut, aku segera menyerahkannya kepada Meguri-san. Dengan ini, Idra-sama pasti akan puas.

"Hoaam... aku benar-benar lelah. Hari ini aku tidur saja tanpa mengambil permintaan tugas."

Istirahat yang cukup juga merupakan bagian dari pekerjaan seorang petualang. ...Zzz.

"Aku pulang~"

Kesadaranku terbangun mendengar suara seseorang yang baru kembali. Saat melihat ke luar, langit sudah berwarna oranye.

Sepertinya aku sudah tidur lebih dari setengah hari. Karena merasa sedikit lapar, aku pergi ke ruang tengah dan melihat Liliera-san serta yang lainnya yang baru pulang sedang bersantai di sofa.

"Selamat datang kembali, semuanya."

"Selamat datang kembali. Hei, Rex-san, sudah dengar rumor itu?"

"Rumor?"

Rumor macam apa itu?

"Begini, katanya tadi siang ada penangkapan besar-besaran di tengah kota. Saat itu ada penjahat yang melarikan diri dan mencoba menjadikan anak-anak sebagai sandera."

"Eeh!? Apa hal semacam itu terjadi!? Apa anak-anaknya baik-baik saja!?"

Menjadikan anak kecil sebagai sandera adalah insiden yang sangat besar!

"Iya, dan para penjaga kota pun tidak berani bertindak gegabah. Tapi katanya tiba-tiba muncul seekor burung kecil yang dalam sekejap berhasil mengalahkan para penjahat itu."

"Heh, seekor burung... hmm? Burung kecil?"

Tunggu sebentar. Burung kecil? Rasanya ada yang mengganjal...

"Yah, syukurlah anak itu selamat, tapi karena seekor burung yang bisa mengalahkan manusia itu tidak wajar, orang-orang mulai heboh menganggapnya sebagai monster."

Monster, burung kecil... Kalau dipikir-pikir, burung kecil itu, sepertinya aku memasang berbagai fungsi karena terbawa suasana saat mengerjakannya larut malam...

Tentu saja aku tidak memasang fungsi bertarung sesuai permintaan, tapi jika dipikir secara jernih, aku sepertinya memasukkan banyak sekali fungsi yang jika digunakan dengan benar bisa sangat efektif untuk bertarung...

"Be-begitu ya..."

Aku perlahan berdiri dan melangkah menuju pintu depan.

"Lho? Rex-san mau keluar?"

"Iya, ada urusan sebentar."

"Begitu ya, hati-hati di jalan~"

Begitu keluar rumah, aku segera menghilangkan keberadaanku dengan sihir dan langsung berlari sekencang mungkin.

Dan kemudian, terdengar suara yang sudah tidak asing lagi dari arah rumah...

"DI MANA KAUUUUU REX!"

...Ya, sepertinya aku akan mengambil permintaan misi yang memakan waktu satu bulan di kota tetangga, atau mungkin di kota perbatasan saja!



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

0

Post a Comment

close