Chapter 168
Sihir Keajaiban (Nuansa Regenerasi)
Karena Mofumofu
sudah menghabisi semua Orc, kami pun melanjutkan pencarian Aug-san.
"Mofumofu,
kalau sudah selesai makan, segera kembali padaku ya!"
"Kyu~u~"
Mofumofu
mengangkat tangannya sambil membalas, seolah bilang "oke". Aku
mengkhawatirkan tanda vital yang melemah itu, jadi aku tidak bisa menunggu
Mofumofu selesai makan.
"Ayo,
berangkat!"
"Kali ini
aku benar-benar akan menghajar monster itu!" seru Jairo-kun.
"Iya, iya.
Berjuanglah nanti," balas yang lain.
Kami mendekati
lokasi reaksi tanda vital yang terdeteksi.
"Seharusnya
dia ada di sekitar sini. Aug-saaann! Di mana Anda—!?"
"Kalau ada,
tolong jawab—!"
"Pamaaan!
Masih hidup tidak—!?"
Kami semua
berteriak sambil berlari menembus hutan.
"BUOMOOOHH!"
Tiba-tiba,
sekelompok Orc muncul dari dalam hutan, mungkin tertarik oleh suara pertempuran
tadi.
Orc-Orc ini juga
memiliki wujud abnormal seperti yang tadi, dengan lengan atau bagian bawah
tubuh dari makhluk lain.
Bahkan ada
individu dengan kepala makhluk lain yang sulit lagi disebut sebagai Orc. Ini
pasti...
"Siiiaapp!
Sekarang giliran giliranku!"
Jairo-kun, yang
tertinggal pada pertarungan sebelumnya, maju ke depan seolah tidak mau kalah
lagi dan menerjang kawanan Orc.
"Makan ini!
Melt Sword!"
Dengan bilah
pedang yang diselimuti api biru, Jairo-kun melintas di tengah kawanan Orc dalam
satu tebasan.
Sesaat kemudian,
bagian atas tubuh kawanan Orc yang tertebas itu jatuh ke tanah. Tidak ada darah
yang mengalir karena luka tebasannya hangus terbakar sepenuhnya.
"Luar biasa,
Jairo-kun!"
"Hehe, kalau
aku yang turun tangan, segini sih gampang!"
"Kita tidak
kebagian giliran lagi ya~"
"Baguslah
kalau santai."
Setelah membasmi
kawanan Orc tersebut, kami menyisir area sekitar untuk mencari sosok Aug-san.
"Seharusnya sudah ketemu... Aug-san! Tolong jawab! Ini
Rex!"
"Wooi, Pamaaan! Masih hidup kagaaa?"
"Ugh..."
Saat aku
berteriak memanggil, terdengar suara erangan dari balik semak-semak.
"Aug-san!?"
Begitu
menyibak semak-semak, di sana tergeletak Aug-san yang bersimbah darah.
"O-oh...
Rex, ya... Kebetulan sekali kita bertemu di tempat seperti ini..."
"Anda tidak apa-apa, Aug... san!?"
"Haha, aku sedikit ceroboh tadi..."
Kondisi Aug-san
sangat mengerikan. Seluruh tubuhnya babak belur, dan ada beberapa lubang besar
di badannya.
Lengannya
hampir putus sepenuhnya, dan jumlah darah yang keluar sangat banyak. Jujur saja, melihat kondisinya, sungguh
ajaib dia masih bisa bernapas.
"Pa-paman..."
"Me-mengerikan..."
Semuanya tercekat
melihat pemandangan tragis itu.
"Norb, bisa
sembuhkan dia?" Meguri-san bertanya pada Norb-san.
"...Tidak
mungkin. Dalam kondisi seperti ini, aku hanya bisa menghentikan pendarahannya
saja. Dengan lubang sebesar ini di badannya, itu sama saja dengan kehilangan
sebagian organ tubuh. Dan sihir pemulihan tidak punya kekuatan untuk
menumbuhkan kembali bagian tubuh yang sudah hilang..."
"Mana
mungkin..."
Benar, seperti
kata Norb-san, sihir pemulihan biasa tidak bisa menyembuhkan tubuh Aug-san yang
sudah rusak separah ini.
"Maafkan
aku, aku tidak bisa menyelamatkan Aug-san..."
"...Apa
tidak ada cara lain, Kak!? Kalau Kakak, bukannya Paman bisa disembuhkan jadi
seperti semula!?" seru Jairo-kun putus asa.
"Jangan
bicara sembarangan! Biar Rex sekalipun, mana ada sihir yang bisa menyembuhkan
luka separah ini! Sihir pemulihan itu berbeda dengan sihir biasa!" seru Liliera-san.
"Eh? Bisa
kok?"
"Ha-haha,
jangan dipikirkan. Ini tubuhku sendiri... aku tahu... sudah tidak tertolong...
eh?" Aug-san tersentak.
"""""EH?"""""
Entah kenapa
semua orang menatapku dengan mata terbelalak.
"Anu
Rex-san, kurasa menumbuhkan bagian yang sudah hilang itu mustahil..." kata
Norb-san.
"Tidak, bisa
kok. Lebih tepatnya kalau dibilang 'menumbuhkan' dengan sihir."
""""""MENUMBUHKAN!?""""""
"UGH!" Aug-san
merintih karena kaget mendengar teriakan keras kami.
"Penjelasannya
nanti saja. Kita obati dulu!"
Aku mendekati Aug-san
dan mengaktifkan sihir pemulihan.
"Reproduction Heal!"
Cahaya penyembuhan menyelimuti seluruh tubuh Aug-san.
"Reproduction... Heal? Aku belum pernah dengar sihir pemulihan
seperti itu..."
"O-o-oooh!?
Rasanya seluruh tubuhku geli merayap!?"
Aug-san
berteriak, dan di saat yang sama, lubang-lubang di sekujur tubuhnya mulai
menggeliat.
"A-a-apa-apaan ini!?"
Daging mulai tumbuh dari pinggiran luka, dan sedikit demi
sedikit lubang itu mengecil.
"Uwaaaa!?
Apa ini, menjijikkan sekali!?"
"Ini
sedang mereproduksi tubuh dengan sihir. Mungkin rasanya aneh, tapi tahanlah sebentar karena akan segera
selesai."
Faktanya,
lubang-lubang di tubuhnya terisi oleh daging baru yang tercipta, dan
luka-lukanya tertutup dalam sekejap.
"Lubangnya
terisi...!?"
Selanjutnya,
lengan yang tadinya hampir putus, perlahan-lahan menyatu kembali dari bagian
yang masih menempel, dan segera tersambung seperti semula.
"A-a-apa-apaan ini!? Luka, lubang, bahkan lengan yang
hampir putus pun sembuh!?"
"Syukurlah, sepertinya lukanya tidak sedalam
kelihatannya ya."
"Enggak
dong, itu luka yang sangat dalam! Aku sudah siap mati tadi tahu!?" seru Aug-san.
"A-a-apa sebenarnya sihir pemulihan tadi!? Aku belum
pernah dengar ada sihir pemulihan yang bisa menciptakan kembali bagian tubuh
yang hilang!?" Norb-san berteriak histeris.
"Be-be-be-benar! Sihir pemulihan itu berbeda dengan
sihir biasa, kan!? Katanya butuh iman atau sesuatu yang tidak jelas agar
efeknya kuat, kan!?" tambah Mina-san.
Aug-san
yang terkejut, serta Norb-san dan Mina-san yang mendesakku dengan penuh
semangat.
Ah, benar
juga, aku belum menjelaskan detail sihir pemulihan pada Mina-san.
Saat
mengajarkannya pada Norb-san dulu, aku sengaja tidak mengatakannya karena malas
berurusan dengan pihak gereja.
"Tidak,
sihir pemulihan bisa digunakan tanpa iman sekalipun. Itu hanyalah salah satu
sistem sihir yang memberikan efek penyembuhan. Setidaknya, sihir pemulihan yang
kugunakan."
"Ja-jadi...
kalau aku berlatih, aku juga bisa menggunakan sihir pemulihan?" tanya
Mina-san.
"Iya, bisa
kok."
"Bohong..."
Padahal aku tidak
bohong.
"L-lalu,
sihir pemulihan seperti apa yang tadi itu!? Bahkan sihir pemulihan tingkat
tinggi pun seharusnya tidak bisa meregenerasi bagian tubuh yang hilang!"
tanya Norb-san.
"Iya. Yang
tadi itu bukan tipe Heal biasa yang menutup luka dan meningkatkan daya sembuh
alami, melainkan tipe sihir pemulihan yang 'membuat bagian tubuh yang
baru'."
""""""MEMBUAT
YANG BARU!?""""""
"Iya.
Seperti yang kalian tahu, daya sembuh manusia normal tidak bisa menyembuhkan
bagian tubuh yang sudah hilang. Sihir pemulihan biasa bekerja dengan
mempercepat daya sembuh alami manusia agar tidak membebani tubuh target. Karena
akan sia-sia kalau kita malah membebani tubuh orang yang sedang sekarat. Itulah
sebabnya darah yang hilang pun tidak bisa dipulihkan."
"Aku tidak
paham..." gumam Jairo-kun.
"Dan
Reproduction Heal ini adalah sihir yang mengabaikan beban target dan hanya
fokus pada penyembuhan total!"
""""""PERNYATAANNYA
SANGAT MENGERIKAN!?""""""
"A-anu, maksudnya mengubah metodenya... itu
bagaimana?" tanya Norb-san dengan gemetar.
Padahal bukan
sesuatu yang menakutkan, kok.
"Begini.
Saat manusia lahir, tubuhnya terbentuk di dalam perut ibu. Artinya, pada titik
ini manusia membangun tubuh dengan menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak
ada."
"Hmm,
hmm."
"Kalau
dijelaskan begitu, kedengarannya seperti menciptakan sesuatu dari ketiadaan
ya."
Tiba-tiba wajah Norb-san
tampak menyadari sesuatu.
"Tunggu
sebentar, Rex-san!? Itu berarti..."
"Iya,
intinya sihir pemulihan ini mereplikasi proses saat manusia lahir, dan dengan
membuat bagian tubuh yang baru, secara praktis itu menciptakan situasi yang
sama dengan penyembuhan."
Ya, alih-alih
memperbaiki suku cadang yang rusak, ini adalah regenerasi tubuh dengan
menukarnya dengan suku cadang yang baru dibuat. Itulah Reproduction
Heal!
""""""TERLALU TIDAK MASUK
AKAL!!""""""
"Logika macam apa itu!? Berarti selama dia masih hidup, meskipun kepalanya hancur pun bisa
diregenerasi!?"
"Iya, bisa
kok."
""""""BISA!?""""""
"Ngomong-ngomong,
sihir ini juga menciptakan darah baru yang hilang, jadi target bisa langsung
bergerak kembali."
"Ah, itu
praktis sekali. Biasanya kalau pakai sihir pemulihan biasa, darah tidak
kembali, jadi kalau langsung bergerak malah jadi anemia," komentar Liliera-san.
"Kalau cuma
dengar itu, sepertinya hanya ada keuntungan tanpa kerugian ya."
"Benar
juga."
"Iya,
tapi sebagai kelemahan struktural dari sihir ini..."
KRUUUUKKKK!!
Tiba-tiba
perut Aug-san berbunyi sangat keras.
"U-uooo...
Apa-apaan ini, aku mendadak lapar sekali..."
"Nah, seperti ini. Karena kita membuat bagian tubuh
yang baru, tenaga dan nutrisi akan terkuras drastis dalam sekejap. Jadi, kelemahannya adalah perut akan
menjadi sangat lapar."
""""""MASALAH
BESAR ITU MAH!!""""""
Intinya, sihir
ini memaksa nutrisi yang sudah kita serap dari makanan sehari-hari untuk
dialihkan ke regenerasi.
Bahkan nutrisi
yang kurang akan diperas paksa dari tubuh sendiri, makanya muncul rasa lapar
yang hebat seperti sekarang.
"Karena
kelemahan inilah, sihir pemulihan tipe ini tidak terlalu populer."
"Ternyata
ada alasan kenapa sihir pemulihan yang sekarang jadi arus utama ya..."
"La-lapar...
lapar banget... makan... kasih aku makan..."
Aug-san
tersungkur sambil memegang perutnya, merangkak meminta makanan.
"Aduh,
gawat. Harus segera siapkan makanan. Aug-san, bisa tahan sampai ke kota?"
"Nggak bisa,
mati aku."
Repot juga.
Sebaiknya segera berburu... eh, tunggu dulu?
"Benar juga,
aku punya daging Orc hasil buruan tadi, mari kita pesta yakiniku saja."
"Eh? Orc
bisa dimakan!?" tanya Mina-san terkejut.
"Cukup enak, lho. Rasanya seperti daging babi kualitas
tinggi."
Di kehidupanku yang dulu-dulu pun, sering ada kesempatan
makan daging monster saat sedang menjalankan misi di luar.
Dalam kisah petualangan Pendekar Pedang Besar Raigard pun
ada episode di mana saat kehabisan bahan makanan, dia makan daging monster dan
ternyata rasanya enak sekali.
"Daging
monster baunya tajam, tapi kalau diolah dengan benar bisa enak," komentar
Meguri-san.
"Meguri,
kamu pernah makan!?" tanya Mina-san.
"Ibu pernah
memasakkannya saat latihan."
Meguri-san
dulunya adalah pemeran pengganti Tuan Putri Aidra, dan ibunya sepertinya orang
penting di istana, mungkin ksatria pengawal?
"Terlebih
lagi, karena Orc di hutan ini memiliki ciri-ciri makhluk lain, kurasa kita bisa
mendapatkan berbagai bahan seperti daging kuda, daging gurita, sampai daging
burung."
"Aku agak
malas makan yang itu sih..."
"Cepetan... daging..."
Gawat, Aug-san benar-benar sudah mencapai batasnya.
"Kalau
begitu, mari kita pesta barbeku daging Orc!"
""""""O-OOOHH!""""""
"DAGINGGGG!!"
"KYU-KYUUUU!!"
Begitulah, setelah berhasil menyelamatkan Aug-san dengan selamat, kami pun mengadakan pesta daging Orc sekaligus untuk memulihkan nutrisi.



Post a Comment