Chapter 29
Ibu Kota Kerajaan
dan Petualang Peringkat S
"Ibu kota kerajaan sudah terlihat,"
Saat Ketua berseru, para petualang yang ikut dalam
pengawalan serentak melihat ke arah yang sama.
"Itu ibu
kota kerajaan? Kok cuma kelihatan temboknya saja, ya?"
"Bodoh kamu,
itu tembok benteng yang melindungi ibu kota kerajaan."
"Oh, begitu
ya."
Terlihat jelas
para petualang yang baru pertama kali ke ibu kota kerajaan merasa sangat
bersemangat.
"Liliera,
apa kamu pernah ke ibu kota kerajaan?"
"Enggak, aku
biasanya beraktivitas di sekitar Kota Hexy, jadi ini pertama kalinya aku ke
sana. Kalau Leks?"
"Aku juga
baru pertama kali."
Ya, ini adalah
ibu kota kerajaan pertama dalam hidupku yang sekarang. Makanya, aku juga cukup
bersemangat. Aku penasaran, perkembangan seperti apa yang telah dicapai ibu
kota kerajaan di era ini.
◆
"Wah, ini
dia ibu kota kerajaan!"
"Hebat!
Banyak sekali orang dan tokonya juga berjejal!"
Begitu
kami tiba dan masuk ke ibu kota kerajaan, para petualang yang menemani kami
langsung berseru.
"Aku
memang sudah dengar rumornya, tapi melihatnya secara langsung benar-benar
mengagumkan."
Liliera juga
tampak terkesima oleh banyaknya orang di ibu kota kerajaan.
"Gimana,
Nak? Ibu kota kerajaan hebat, kan?"
Ketua menyapaku
dari atas kursi kusir.
"Eh,
i-iya, benar."
"Hm?
Tapi kenapa kamu sepertinya
tidak terlalu terkejut?"
"Bukan,
bukan, aku cuma terlalu terkejut sampai tidak bisa bersuara."
"Gahahaha,
tentu saja!"
Ketua tertawa
dengan riang, tapi sejujurnya, aku tidak terlalu terkejut.
Itu karena ibu
kota kerajaan negara ini tidak sebesar yang kubayangkan.
Ibu kota kerajaan
dari negara-negara besar dalam ingatanku di kehidupan yang lalu dan sebelumnya
jauh lebih besar, bahkan benar-benar dipenuhi oleh manusia.
Dibandingkan
dengan ibu kota kerajaan dalam ingatanku di masa lalu, yang ini ukurannya
"ya, segini saja".
Yah, aku tidak
berniat merusak kekaguman semua orang, jadi aku diam saja.
"Baiklah,
karena kita sudah masuk ibu kota kerajaan, tugas pengawalan ini selesai. Nih,
Surat Penyelesaian Misi."
Ketua menyerahkan
selembar kertas kepada kami.
"Surat
Penyelesaian Misi?"
"Itu kertas
yang membuktikan bahwa misi telah selesai. Untuk pekerjaan yang melibatkan
klien, kamu menyerahkan kertas ini untuk menyelesaikan misi dan mendapatkan
hadiahnya."
Liliera, yang
sudah pulih dari rasa kagumnya terhadap ibu kota kerajaan, menjelaskan tentang
Surat Penyelesaian Misi.
"Oh, jadi
benda seperti ini bisa didapatkan?"
"Seharusnya
semua orang mendapatkannya setelah menyelesaikan misi, kan?"
"E-eto, pada
dasarnya aku mendapatkan hadiah dari menaklukkan monster atau misi langsung
dari Guild, jadi aku belum pernah mengambil pekerjaan yang mengharuskan bertemu
klien."
"Itu
juga termasuk hal yang jarang, ya."
Dalam
artian itu, pekerjaan yang mengharuskan bertemu klien memang baru kali ini,
yaitu misi pengawalan ini.
"Kami
sangat berutang budi padamu. Bukan hanya nyawa kami diselamatkan, tapi masalah yang kami timbulkan pun
kamu bantu selesaikan."
Ketua membungkuk
dalam-dalam.
"Hei, kamu
juga, cepat tundukkan kepalamu!"
Ketua menangkap
Boz yang berada di dekatnya dan memaksanya membungkuk.
"M-maafkan
aku!"
"Tidak,
tidak, jangan khawatir. Aku tidak melakukan hal yang terlalu hebat, kok."
"Mungkin
bagimu itu bukan apa-apa, tapi bagi kami, itu semua adalah masalah besar yang
bisa membuat kami kehilangan segalanya. Karena itu, kami benar-benar berterima
kasih. Ini bukan barang yang istimewa, tapi terimalah sebagai ucapan terima
kasih karena telah menyelamatkan anak bodoh ini."
Sambil
berkata begitu, Ketua menyerahkan sebuah kotak kayu kecil kepadaku.
"Ini apa?"
"Ini adalah magic item, barang andalan kami.
Coba buka."
"Ayah, i-itu!? Serius!?"
Melihat kotak yang diserahkan oleh Ketua, Boz berseru kaget.
Rupanya itu adalah barang yang sangat berharga.
"Ini..."
Isi di dalam kotak kayu itu adalah sebuah liontin kecil.
Namun, liontin
itu bukan sekadar perhiasan biasa. Sebab, cahaya misterius memancar dari
permata merah yang tertanam di tengahnya.
"Jimat
Pelindung. Ini adalah benda sihir yang akan melindungi nyawa pemiliknya sekali
saja. Konon, di masa lalu, para putri dan istri bangsawan menggunakan ini untuk
melindungi diri mereka sendiri."
"Hei, Ayah! Ini kan barang andalan kita!? Apa tidak apa-apa memberikannya!?"
"Bocah
bodoh! Nyawa kita sudah diselamatkan! Bahkan urusan memalukanmu pun dia yang
membereskannya. Ini masih kurang untuk membalas kebaikannya, dasar bodoh!"
"Aduh!"
Boz dipukul
kepalanya lagi oleh Ketua.
"Oleh karena
itu, terimalah tanpa sungkan."
"...Kalau
begitu."
Aku menerima
liontin itu tanpa ragu.
"Kalau
begitu, sampai di sini perpisahan kita. Kami akan pergi menyelesaikan kekacauan
yang dibuat si bodoh ini."
Yang dimaksud
Ketua pasti masalah magic weed.
Karena sudah
pernah terlibat dalam pekerjaan dunia bawah, nyawa mereka akan terancam jika
tidak menyelesaikannya. Maka dari itu, Ketua dan yang lain pergi untuk
mengantarkan paket yang sudah mereka terima. Kami tidak bisa ikut campur lebih
jauh lagi.
"Leks, apa
mereka akan baik-baik saja?"
Liliera, yang
mengkhawatirkan Boz dan yang lain, bertanya kepadaku.
"Mereka
tidak perlu dikhawatirkan, kok. Terlepas dari isinya, pekerjaan yang diterima
Boz itu hanyalah pengiriman. Orang-orang di sana tidak akan berbuat macam-macam
pada kurir biasa yang tidak tahu-menahu soal isinya. Sebab, kalau mereka
menyingkirkan siapa pun, nanti tidak akan ada lagi orang yang mau mengantar
barang, kan?"
"Memangnya
begitu?"
"Ya,
memang begitu."
Yah, ini
sih cerita yang kudengar dari orang-orang dunia bawah yang kukenal di kehidupan
sebelumnya.
Pada
dasarnya, mereka tidak akan menyentuh orang biasa selama orang itu tidak
memusuhi mereka. Jika mereka macam-macam dengan orang biasa dan masalahnya jadi
besar, ada kemungkinan besar Korps Polisi Militer atau Ksatria akan turun
tangan. Lebih baik tidak usah cari masalah. Penjahat, tidak seperti bandit,
tidak akan menyerang secara membabi buta, begitulah katanya.
"Kalau
begitu, kurasa kita tidak perlu khawatir, ya."
Syukurlah
kekhawatiran Liliera juga sudah terselesaikan.
"Oi, apa
kalian akan pergi ke Guild Petualang sekarang?"
Para petualang
yang ikut dalam pengawalan menyapa kami.
"Ya, untuk
melaporkan penyelesaian misi, dan juga ada kiriman untuk urusan lain."
Aku harus
menyerahkan surat dari Milisha tentang urusan lelang Ancient Plant.
"Begitu,
kami akan mencari penginapan dan beristirahat hari ini. Besok baru kami lapor
sambil mencari pekerjaan di ibu kota kerajaan."
"Kalau
begitu, sampai jumpa."
"Ya."
Tepat saat kami
hendak berpisah, Liliera berbicara kepada para petualang itu.
"Hei, apa
kalian tidak apa-apa dengan akhir dari kejadian ini?"
"Akhir
seperti apa yang kamu maksud?"
"Penyebab
masalah serangan monster itu. Kalian juga ikut terseret, kan?"
Liliera
berkata begitu sambil memanggil kami ke sudut jalan.
Kemudian,
dia mulai membicarakan masalah ini dengan suara pelan.
"Untuk
kejadian ini, kita memang sudah sampai di ibu kota kerajaan dengan selamat,
tapi 'benda' itu kan pada akhirnya tetap terkirim. Apalagi kalian tidak dilibatkan sama sekali. Aku
ingin tahu, apa pendapat kalian tentang masalah ini?"
Liliera
menanyakan pendapat mereka tentang magic weed.
Meskipun begitu,
aku penasaran apa yang ingin dia lakukan dengan mengungkit-ungkit masalah itu
di sini.
"Kalau soal
itu, kami pura-pura tidak melihat apa-apa."
"Pura-pura
tidak melihat apa-apa?"
Kenapa begitu?
"Sejak awal,
masalah itu di luar kemampuan kami. Apalagi kalau tidak ada 'Kakak' di sana,
kami pasti sudah mati di serangan pertama."
"Benar.
Makanya, kami tidak menyadari apa-apa tentang masalah itu. Kami bilang kami
fokus pada pengawalan, jadi kami tidak peduli apa yang terjadi."
O, oh... Mereka orang baik. Mungkin Liliera khawatir
orang-orang ini akan menceritakan masalah magic weed itu kepada orang
lain. Tapi ternyata kekhawatiran itu sama sekali tidak beralasan.
"Lagipula, berkat kalian, kami bisa mengalahkan monster
lebih banyak dari biasanya dan mendapatkan banyak material. Kami justru
berterima kasih, tidak ada niat sedikit pun untuk mengadu domba atau berbicara
yang tidak-tidak."
Sambil berkata begitu, para petualang itu mengatakan bahwa
mereka akan menganggap kejadian ini tidak pernah ada.
"Apalagi, kalau kami gegabah membuat keributan dan
menjadikan kalian musuh, justru nyawa kami yang hilang. Kami akan menjaga nyawa
yang sudah diselamatkan ini baik-baik."
"Hahahahaha, benar juga!"
Setelah mendengar ucapan para petualang yang tertawa itu, Liliera
tampak puas dan mengakhiri pembicaraan hanya dengan mengatakan, "Aku
mengerti."
"Kalau
begitu, sampai jumpa!"
"Ya, kalian
semua juga jaga diri baik-baik."
◆
"Ini dia
Guild Petualang di ibu kota kerajaan. Besar sekali, ya."
"Benar,
lebih besar dari Guild di Kota Hexy."
Setelah berpisah
dengan para petualang yang ikut melakukan perjalanan, kami terus berjalan
sambil menyusuri ibu kota kerajaan, dan akhirnya menemukan Guild Petualang.
Guild Petualang
di ibu kota kerajaan sangat besar, kami terkejut melihat bangunannya yang
hampir dua kali lipat ukuran Guild di Kota Hexy.
Begitu besar, aku
jadi penasaran berapa banyak petualang yang ada di dalamnya.
"Kalau
begitu, mari kita masuk."
"Ya."
Dengan dada yang
berdebar karena bersemangat, kami memasuki Guild Petualang.
◆
"Wah..."
"Ini..."
Begitu masuk ke
Guild Petualang, hal pertama yang mengejutkan kami adalah banyaknya orang.
Aku sudah menduga
akan banyak sejak melihat bangunannya, tapi ini melebihi perkiraan.
"Aku tidak
menyangka bagian dalamnya juga luas."
Benar, seperti
yang dikatakan Liliera, Guild Petualang di ibu kota kerajaan juga luas ke
dalam. Aku pikir ukurannya hanya sekitar dua kali lipat Guild di Kota Hexy,
tapi jika dihitung dengan kedalamannya, mungkin sekitar empat kali lipat?
"Y-ya,
bagaimanapun juga, mari kita laporkan penyelesaian misi di loket."
"B-benar."
Kami
menuju loket, masih dalam kondisi terkejut dan bersemangat.
"Loketnya
juga banyak, ya."
"Banyak
sekali."
Bangunannya
luas, dan jumlah loketnya juga banyak. Mungkin sekitar dua kali lipat dari Kota Hexy. Dan jumlah petualang yang
mengantre juga sangat banyak.
◆
"Selamat
datang di Guild Petualang."
Kami mengantre,
dan setelah giliran kami tiba, kami menyerahkan Surat Penyelesaian Misi.
"...Baik,
sudah dikonfirmasi. Ini adalah hadiahnya."
Setelah menerima
hadiah yang diberikan oleh petugas loket, aku tidak lupa menyerahkan surat yang
dititipkan oleh Milisha.
"Lalu, ini,
titipan dari Guild Petualang Kota Hexy."
"Saya
terima."
Petugas loket
menerima surat itu, lalu membalik amplopnya dan memeriksa sesuatu.
"Tidak ada
nama penerima? Saya akan melihat isinya."
Setelah berkata
begitu, dia membuka segel dengan pisau kertas, lalu mulai membaca surat di
dalamnya.
"...Baiklah,
isi surat sudah saya konfirmasi. Kalau urusan ini sudah selesai, kami akan
menghubungi Leks."
"Terima
kasih."
"Sesuai isi
surat, apakah Leks akan tinggal di ibu kota kerajaan untuk sementara? Atau,
apakah kamu akan mengambil misi menginap di sekitar ibu kota kerajaan? Jika
lelang selesai saat kamu tidak berada di ibu kota kerajaan, penyerahan hadiah
akan dilakukan setelah kamu kembali."
Benar juga, aku
tidak akan bisa menerima laporan jika meninggalkan kota untuk berpetualang.
"Aku
mengerti. Saat ini aku belum memutuskan apa-apa, jadi aku akan melihat papan
misi nanti dan memikirkannya."
"Begitu, ya.
Untungnya, di ibu kota kerajaan, misi untuk Peringkat-A lebih banyak daripada
kota lain, jadi Leks bisa memperluas jenis pekerjaan yang kamu ambil."
"Sebanyak
itu?"
Ketika aku
bertanya, petugas loket itu tersenyum dan mengangguk.
"Ya, karena
ibu kota kerajaan memiliki banyak penduduk, jumlah orang yang mengajukan misi
juga banyak. Banyaknya orang berarti jenis misinya juga beragam, mulai dari
Peringkat-F sampai Peringkat-S."
"Peringkat-S!?"
Peringkat-S,
itu adalah peringkat tertinggi di antara para petualang. Ada juga misi untuk petualang seperti itu di ibu
kota kerajaan.
"Jangan-jangan,
ada petualang Peringkat-S di ibu kota kerajaan!?"
Petugas loket itu
juga tersenyum simpul.
"Kalian
berdua beruntung. Kebetulan sekali, saat ini ada salah satu dari sedikit
petualang Peringkat-S yang sedang menginap di ibu kota kerajaan."
"Ooooh!"
"Biasanya
mereka berkelana dari satu negara ke negara lain, jadi tidak diketahui
keberadaannya, tapi sepertinya kali ini mereka datang ke negara kita karena
urusan pekerjaan."
Wah! Petualang
Peringkat-S datang untuk bekerja!
"Hari ini
mereka sedang berada di luar ibu kota kerajaan untuk bekerja, tapi kurasa
mereka akan kembali dalam beberapa hari."
Wah, rasanya
mendebarkan sekali mengetahui ada petualang Peringkat-S!
"Aku jadi
bersemangat, Liliera!"
"Eh?
Begitu?"
Namun, entah
kenapa Liliera terlihat tidak tertarik pada petualang Peringkat-S.
"Loh?
Liliera tidak bersemangat dengan petualang Peringkat-S?"
"Aku
biasa saja. Toh, keberadaan petualang Peringkat-S juga tidak ada hubungannya
dengan kita."
Itu
pendapat yang cerdas, ya.
"Sudah,
jangan banyak mengobrol lagi, nanti mengganggu orang-orang yang mengantre di
belakang. Ayo pergi."
"Ah,
ya."
Kami
beranjak dari loket setelah didesak oleh Liliera.
"Lagi
pula, di sini kan sudah ada yang setara Peringkat-S, jadi tidak perlu terlalu
terkejut."
"Eh?
Kamu bilang sesuatu?"
Di tengah
Guild yang ramai dengan banyak orang, Liliera tersenyum lebar sambil bergumam
pelan. Namun, suaranya sangat kecil, aku tidak bisa mendengarnya.
"Bukan
apa-apa."
Eh!? Kalau
dirahasiakan begitu, aku jadi penasaran, lho.
"Nah, misi
kita cari besok saja, sekarang mari kita cari penginapan."
Liliera
menyarankan begitu.
"Loh? Kita
tidak mengecek papan misi? Padahal kita sudah jauh-jauh datang ke Guild ibu
kota kerajaan."
"Lagipula,
di jam-jam seperti ini tidak ada misi bagus. Mencari penginapan lebih penting.
Oh, dan aku peringatkan, jangan pilih penginapan yang terlalu murah karena
berbahaya. Kita akan menginap di tempat yang lumayan bagus."
"Kamu tidak
menghabiskan uang untuk peralatan, tapi kenapa untuk penginapan malah mau
menghabiskan uang?"
Itu perkataan
yang agak mengejutkan.
"Penginapan
yang terlalu murah itu rentan diserang pencuri atau perampok. Jadi, meskipun
sedikit mahal, kita akan menginap di tempat yang setidaknya menjamin
keamanan."
Benar,
kita memang tidak berdaya saat sedang tidur.
Ngomong-ngomong soal tidak berdaya...
"Oh, iya, Liliera. Aku akan memberimu ini."
Sambil berkata begitu, aku menyerahkan Jimat Pelindung yang
kuambil dari kotak kayu kepada Liliera.
"Eh? Ini yang tadi..."
"Ya. Aku tidak menggunakannya, jadi aku memberikannya
kepada Liliera."
"M-memberikannya? Leks, bukankah ini magic item?"
Yah, memang begitu, sih.
"Untukku yang laki-laki, ini agak... aneh. Jadi aku memberikannya pada Liliera."
Aku mencoba
memberikannya, tapi Liliera menolak keras.
"T-tidak
boleh! Ini magic item, kan!? Kamu pikir harganya berapa, sih!?"
"Memangnya
harganya berapa?"
"E-eto, aku
tidak tahu harga pastinya, tapi ini magic item meskipun sekali pakai,
jadi harganya pasti ratusan koin emas!"
"Ratusan
koin emas!?"
Benda ini!?
"Tidak,
tidak, tidak mungkin harganya sampai segitu."
Soalnya cuma ini,
lho?
"Apa yang
kamu katakan? Itu harga magic item. Bahkan yang sekali pakai pun minimal
harganya pasti di level seratus koin emas, kan?"
Itu konyol, ini
kan alat pelindung diri untuk anak-anak?
Ini adalah magic
item pengasuh yang dibuat agar anak yang pergi entah ke mana saat orang
tuanya lengah tidak terluka. Kenapa aku tahu? Ya, karena akulah yang
membuatnya.
Meskipun yang
membuatnya adalah aku di kehidupan yang sebelum sebelumnya, sih. Atasan di
kehidupan yang sebelum sebelumnya memintaku membuatkannya karena anaknya sering
pergi ke mana-mana.
Namun, sungguh
mengejutkan benda ini berputar-putar hingga kembali padaku di kehidupan ini.
Padahal ini bisa dibuat hanya dengan satu koin perak, bukan ratusan koin emas.
Bahkan aku bisa membuatnya lagi sekarang.
"Sudahlah,
tidak apa-apa. Lagipula, aku ingin Liliera yang menggunakannya. Lihat, ini
sangat cocok untuk Liliera."
Sambil berkata
begitu, aku mengambil kesempatan dan mengalungkan liontin itu ke leher Liliera.
"C-cocok,
katamu!?"
"Sangat
cocok. Yang paling
penting, jika benda seperti ini bisa melindungi Liliera, ratusan koin emas pun
tidak sebanding harganya."
"...Baiklah,
aku mengerti. Aku akan menerimanya dengan senang hati. Memang aku yang lebih
membutuhkannya, karena aku tidak sekuat kamu."
Aku tidak
bilang begitu, lho?
"Huh,
kalau kamu dengan santai melakukan hal seperti ini, aku bisa-bisa tidak kuat
dalam berbagai hal."
"Maksudmu?"
"Bukan
apa-apa!"
Liliera, yang wajahnya memerah, tiba-tiba berlari.
"Ah,
tunggu aku!"
"Aku
tidak akan menunggu!"
Baik di
kehidupan yang sebelum sebelumnya maupun yang lalu, sungguh, aku tidak pernah
mengerti apa yang dipikirkan wanita.
◆
"Haa,
lelah sekali."
Setelah
itu, kami berhasil menemukan penginapan yang layak sambil menghindari
pertanyaan dari Leks.
"Meskipun
begitu, aku tidak pernah menyangka bahwa hanya datang ke ibu kota kerajaan saja
sudah bisa terseret ke dalam insiden seperti tadi."
Awalnya,
aku hanya menerima pekerjaan pengawalan ini karena aku tidak suka rasa tidak
aman saat terbang di udara, tapi ternyata terseret ke dalam insiden yang
melibatkan barang berbahaya seperti magic weed.
"Yah,
semuanya terselesaikan berkat Leks, sih."
Jika Leks
tidak ada, kami memang tidak akan terseret dalam insiden itu, tapi sebagai
gantinya, para pedagang itu pasti akan musnah.
"Dan
aku juga tidak akan mendapatkan ini..."
Aku
menyentuh jimat yang tergantung di leherku.
Sebuah magic
item berharga yang diterima Leks sebagai hadiah dari para pedagang. Leks
memberikannya kepadaku karena dia merasa tidak membutuhkannya.
"Wajar
enggak, sih, orang memberikan barang yang harganya ratusan koin emas begitu
saja karena tidak butuh?"
Ya, kalau
dipikir-pikir, tidak wajar.
"Apalagi
dengan desainnya ini..."
Ya, desain jimat
ini juga menjadi masalah. Karena tidak seperti jimat penangkal nasib buruk
biasa, liontin ini begitu indah sampai sekilas hanya terlihat seperti
perhiasan.
"Ini seperti
hadiah, ya."
Pipiku memanas
setelah mengatakannya dengan jelas.
"Ugh,
bukankah ini seperti aku mengatakan kalau aku 'memikirkannya'!?"
Tidak, bukan! Aku
ada di sini murni untuk membalas budi Leks!
"...Tapi mau
bagaimana lagi? Ini pertama kalinya aku menerima hadiah dari seorang
laki-laki."
Ya, aku menjadi
petualang untuk menyelamatkan kampung halaman, dan aku telah mati-matian
menyelesaikan misi. Oleh karena itu, aku hanya berinteraksi dengan orang
dewasa.
Anak-anak
seusiaku pergi ke kota lain mencari tempat yang lebih menguntungkan atau misi
yang bisa memberi ketenaran agar bisa sukses sebagai petualang.
Makanya, menerima
hadiah dari lawan jenis adalah pengalaman pertamaku.
"Yah, aku
memang pernah ditraktir makan oleh para paman senior yang membentuk party
sementara denganku untuk merayakan kenaikan peringkat, tapi itu tidak dihitung,
kan?"
Ya, itu pasti
tidak dihitung karena setelah itu berubah menjadi pesta yang melibatkan
petualang lain. Aku bertekad untuk tidak menganggap itu sebagai hadiah dari
seorang laki-laki.
"Ah, bukan
itu..."
Aku tidak boleh
membiarkan pikiranku melayang ke mana-mana.
"Bagaimanapun,
benda ini terlalu berat bagiku."
Bagi
Leks, dia memberikannya murni karena kebaikan hati, dan dia pasti berpikir ini
adalah barang yang bisa melindungiku. Aku tahu itu, tapi...
"Entah
kenapa, aku merasa kesal jika harus bergantung pada ini."
Ya, aku adalah
rekan Leks, dan aku tidak boleh menjadi seseorang yang harus dilindungi.
"Lagi pula,
aku merasa jika aku berharap dilindungi oleh ini, aku tidak akan pernah bisa
menjadi petualang sejati."
Kalau
begitu, aku tidak punya hak untuk berdiri di samping Leks.
"Aku
putuskan! Aku akan menyimpannya sampai aku menjadi petualang sejati!"
Lagipula, jika
aku memamerkannya secara terang-terangan, itu bisa dicuri oleh perampok.
"Jadi, aku
akan menyimpannya dengan baik sampai saat itu tiba, Leks."
◆
"Fwaah,
tidur nyenyak."
Ah, ranjang
setelah terus-terusan tidur di luar selama perjalanan panjang memang nyaman.
Meskipun
petualanganku kebanyakan di Hutan Monster, bukan berarti aku tidak pernah punya
kesempatan pergi ke kota lain karena permintaan dari petualang yang kukenal.
Tapi, aku tidak
pernah mengambil misi yang mengharuskanku meninggalkan Kota Hexy begitu lama,
jadi aku tidak menyangka akan selelah ini.
"Nah, kalau
begitu, mari kita mulai petualangan di ibu kota kerajaan!"
Dipikir-pikir,
ini mungkin akan menjadi petualangan pertamaku sebagai petualang sejati.
"Ya, kalau
dipikir-pikir begitu, rasa terima kasihku pada Leks tidak terhingga."
Aku berganti
pakaian, merapikan rambut, bersiap dengan peralatan, dan keluar dari kamar.
"Ah, selamat
pagi, Liliera."
Saat keluar
kamar, aku kebetulan bertemu dengan Leks.
"Selamat
pagi, Leks. Apa kamu juga mau sarapan?"
"Ya, Liliera
mau ikut makan bersama?"
"Ya, aku mau
saja."
Memang tidak
perlu makan di meja terpisah saat jam sarapan sedang ramai seperti ini. Kami
duduk di meja yang kebetulan kosong, lalu memesan makanan kepada pelayan.
"...Eh?"
Saat itu, Leks
melihatku dan memiringkan kepalanya.
"Ada apa,
Leks?"
"Ah,
tidak... aku cuma berpikir kamu tidak memakai jimat yang kamu dapatkan dari
Ketua pedagang kemarin."
"Eh!?"
Sial, dia
sudah menyadarinya!? Leks ternyata diam-diam mengamati orang lain. Tapi, apa
yang harus kulakukan!? Memikirkannya lagi, rasanya tidak sopan tidak memakai
barang mahal yang sudah diberikan kepadaku. Alasan yang bagus... Benar!
"Oh, itu. Ya, meskipun itu adalah hadiah yang berharga,
aku rasa jika aku memakainya terang-terangan di kota, aku akan lebih mudah
menjadi sasaran pencuri. Jadi, aku
memutuskan untuk memakainya saat pergi berpetualang saja."
Bagus! Bagus sekali, aku! Dengan ini, aku
tidak akan menyakiti perasaan Leks!
"Ah,
begitu, ya. Aku tidak
memikirkan sampai sejauh itu, ternyata."
Bagus, Leks pun
mengerti. Tidak apa-apa, aku akan segera membuktikan kemampuan yang pantas
untuk kalung ini!
"Ah, kalau
begitu, mau aku tambahkan formula sihir agar benda itu kembali jika terpisah
dalam jarak tertentu dari pemiliknya, jadi tidak akan dicuri?"
"Bukankah
itu namanya item terkutuk!?"
Meskipun praktis,
itu menyeramkan! Ya, tentu saja aku menolaknya dengan sopan.
◆
"Nah, ini
misi pertama kita di ibu kota kerajaan."
Keesokan paginya,
kami kembali datang ke Guild Petualang di ibu kota kerajaan.
"Misi apa
yang harus kita ambil, ya?"
"Ya, karena
kita belum tahu wilayah dan keamanan ibu kota kerajaan, aku rasa sebaiknya kita
tidak mengambil misi pengawalan di area perkotaan dulu. Jika iya, mungkin misi
di luar ibu kota kerajaan yang lebih fleksibel?"
Liliera yang
terlihat gelisah saat sarapan, kini sudah benar-benar fokus ketika saatnya
bekerja. Ya, memang pantas jadi petualang senior!
"Kalau
begitu, misi menaklukkan monster?"
"Atau,
kenapa misi penaklukkan jadi banyak sekali?"
Benar, kami
melihat sekeliling papan misi, dan sebagian besar papan misi itu dipenuhi oleh
misi menaklukkan monster. Sisanya hanyalah misi pengawalan atau misi rutin
lainnya.
"Jenis
monsternya juga banyak. Dengan begini, meskipun kita tidak menentukan monster
apa, kalau kita mengalahkan monster di dekat ibu kota kerajaan, pasti ada salah
satu misi yang terselesaikan, kan?"
Misi
menaklukkan monster memang sangat banyak, sampai Liliera bisa bercanda seperti
itu.
"Mari kita
ambil misi penaklukkan Peringkat-B saja. Tujuannya adalah untuk memahami
geografi dan distribusi monster di sekitar ibu kota kerajaan."
Begitu, ya. Jadi
kami mengumpulkan informasi sambil menyelesaikan misi. Itu adalah kebijaksanaan
petualang.
"Kalau
begitu, mari kita ambil misi ini."
Mengikuti saran Liliera,
kami memutuskan untuk mengambil misi penaklukkan monster Peringkat-B.
◆
"CYClONE BREAK!"
(Badai Penghancur)
Tornado mini yang
dikompresi hingga sangat kecil mengenai monster di udara dan menjatuhkannya ke
tanah.
Monster yang
terkena sihir itu sudah mati, dan aku menyimpannya di dalam tas sihir sebelum
jatuh ke tanah. Aku terus menembak jatuh monster dengan cara ini berkali-kali.
"Hmm, entah
kenapa monsternya banyak sekali, ya."
Aku
bergumam sambil melihat monster yang telah kutaklukkan.
"Kamu
juga merasakannya?"
"Ya.
Di Hutan Monster juga banyak, tapi di sini lebih banyak lagi."
Kami
sedang mencari monster target di padang rumput dekat ibu kota kerajaan. Namun,
karena berbagai monster menyerang saat kami mencarinya, pencarian kami jadi
terhambat.
"Menurutku
tempat itu pengecualian, karena semua pohon di sekitarnya juga monster."
"Memang,
meskipun ini terlihat seperti padang rumput, jumlah monsternya luar biasa
banyak. Wyvern juga merepotkan sejak tadi."
"...Barusan
aku mendengar pernyataan yang tidak bisa kuabaikan."
Liliera
berbalik menatapku dengan mata sinis sambil membedah monster.
"Ya,
Wyvern yang bersembunyi di balik batu tiba-tiba melompat dan menyerang,
jadi aku menembak jatuh mereka sesekali. Aku rasa ada sarang Wyvern di
sekitar sini."
"Suara
keras 'DOGON DOGON' yang terdengar sejak tadi, itu sebabnya!?"
Liliera
menatapku dengan ekspresi terkejut.
"Ah, maaf,
apa suaranya mengganggu?"
Sial, apa itu
mengganggu pertarungannya?
"Tidak,
tidak apa-apa karena kamu sudah membantu. Tapi, Wyvern itu kan spesies
naga, jadi bahkan party Peringkat-B juga kesulitan, lho. Berapa banyak
yang kamu kalahkan?"
"Eto, Wyvern
ada... sekitar 10 ekor, ya. Lalu ada satu yang besar. Aku langsung
memasukkannya ke dalam tas sihir setelah mengalahkannya, jadi aku tidak tahu
monster apa itu, tapi itu bukan monster yang hebat, kok."
"Hmm. Kurasa
itu tidak benar, tapi sudahlah."
Liliera membakar
bangkai monster yang sudah dibedah dan tidak terpakai dengan sihir tanpa
mantra. Ini juga bagian dari latihan sihir tanpa mantra.
"Monster
target sudah berhasil dikalahkan, jadi mari kita kembali ke ibu kota
kerajaan."
"Benar."
Jika kami terlalu
lambat, gerbang ibu kota kerajaan akan ditutup, dan kami tidak bisa masuk.
Maka, kami sedikit bergegas kembali menuju ibu kota kerajaan.
◆
Ketika kami
kembali ke Guild Petualang, kami menyadari bahwa di dalam Guild terasa anehnya
ramai.
"Apa terjadi
sesuatu?"
Aku melihat
sekeliling, dan melihat ada kerumunan di salah satu sudut loket.
"Ada apa,
ya?"
Saat mendekati
kerumunan, aku melihat bangkai monster berukuran besar diletakkan di lantai
Guild.
"Ah, itu Wyvern."
Ya, yang
diletakkan di lantai Guild adalah bangkai Wyvern. Bukan hanya satu. Mungkin ada sekitar 10 ekor.
"Hebat
sekali. Memang Peringkat-S."
"Peringkat-S?"
Percakapan
para petualang di dekatku terdengar, dan aku tanpa sengaja berseru.
"Petualang
Peringkat-S yang menaklukkan Wyvern itu?"
"Hm?
Ah, sepertinya begitu. Katanya party petualang Cyclone yang dipimpin
oleh petualang Peringkat-S, Roddy, menaklukkan kawanan Wyvern itu."
Wow, party petualang Peringkat-S datang!
"Katanya sebagian besar anggotanya Peringkat-A, dan
tidak akan bisa masuk party kalau bukan minimal Peringkat-B."
Wah, benar-benar terasa seperti party peringkat
tinggi, ya.
"Oh, lihat, bukankah itu Roddy?"
Seorang petualang berambut pirang muncul dari bagian
belakang Guild.
"Itu Petualang Peringkat-S..."
Petualang Peringkat-S, Roddy, mengenakan zirah yang sangat
berhias dan berkilauan perak. Dekorasi sarung pedang dan jubah yang dia kenakan
juga luar biasa.
Pasti sangat
mahal. Petualang Peringkat-S juga memperhatikan penampilan, ya. Dan dari
belakang Roddy, beberapa wanita cantik muncul. Semua orang mengenakan zirah
atau jubah, jadi mereka pasti anggota party Roddy.
"Wah, memang Peringkat-S, ya. Kualitas wanita yang
mengikutinya juga Peringkat-S."
"Hah, meskipun kamu jadi Peringkat-S, kamu tidak akan
bisa punya wanita secantik itu."
"Diam!"
Wajar saja para petualang berkata begitu. Mereka semua
memang sangat cantik.
"Hei, ayo cepat ke loket."
Saat aku terpukau melihat Roddy dan yang lain, Liliera
menarik lenganku.
"Ah, maaf."
"Sungguh, kamu malah mesra-mesraan dengan wanita
lain."
"Eh?"
"Bukan
apa-apa! Cepat!"
Aku dibawa oleh Liliera
yang entah kenapa terlihat marah, dan kami menuju loket.
"Maaf, kami
ingin konfirmasi misi penaklukkan."
"Baik.
Silakan letakkan materialnya di meja penilaian ini."
"OOOOHHH!!!"
Tiba-tiba
terdengar sorakan dari samping.
"Ada
apa?"
Kulihat Petualang Peringkat-S Roddy mengangkat tangan ke langit dan menyatakan sesuatu.
"Dengarkan,
semua! Wyvern ini hanyalah makanan pembuka! Target kita adalah penguasa
padang rumput, monster Peringkat-S yang tiba-tiba bersarang di sana, yaitu Kaiser
Hawk!"
"OOOOHHH!!!"
Kaiser Hawk, seingatku, itu adalah monster elang
super besar, puluhan kali lebih besar dari elang biasa. Tidak hanya besar, ia juga buas,
memangsa monster besar seperti Wyvern, dan bahkan berkelahi dengan naga.
"Tapi
aneh, seharusnya Kaiser Hawk tidak muncul di dekat pemukiman
manusia."
Ah, jadi
itu sebabnya Roddy datang untuk mengalahkan Kaiser Hawk. Memang bagi
orang biasa, monster yang melawan naga itu berbahaya. Pasti bagi Roddy,
kekuatan monster tidak penting. Dia bertarung demi kedamaian semua orang,
monster apa pun lawannya. Sama seperti Pendekar Pedang Agung Ryguard, dia
memikirkan orang-orang yang tidak bisa bertarung!
"Karena itu,
kalian semua jangan khawatir! Dalam beberapa hari, Cyclone akan
melindungi ibu kota kerajaan dari ancaman Kaiser Hawk!"
"Bagus,
Roddy!"
"Kami
menantimu, Peringkat-S!"
Semua orang
sangat gembira dengan pernyataan Roddy.
"Permisi,
bisakah Anda mengeluarkan materialnya?"
Aku ditegur oleh
petugas loket dari belakang. Aduh, aduh, aku terlalu asyik mendengarkan
pembicaraan.
"Ah, ya,
maaf."
Aku mengeluarkan
banyak material dari tas sihirku.
"Ah, benar.
Karena aku juga mengalahkan monster di luar target misi, bisakah sekalian
dibeli termasuk pembedahannya?"
"Dimengerti."
"Karena
tidak muat di meja penilaian, aku akan meletakkannya di lantai, ya."
Aku meletakkan Wyvern
yang baru saja kutaklukkan di lantai. Satu, dua, dan seterusnya, sampai semua
monster berjejer.
"O-oi. Itu
bukannya Wyvern?"
"Bukankah
itu yang dikalahkan Peringkat-S?"
Entah kenapa,
para petualang di sekitar mulai ribut dan melihat ke arahku.
"Oh, ada party lain yang bisa memburu Wyvern.
Petualang di negara ini lumayan juga, ya."
Roddy, yang tadinya ada di sana, menghampiriku.
Tidak,
tidak, siapa pun bisa memburu Wyvern!
"Kalian
yang mengalahkannya?"
"Y-ya.
Kami menembaknya saat ia melompat dari tebing."
Setelah
aku menjelaskan situasi saat aku menembak jatuh Wyvern, Roddy mengangguk
penuh kekaguman.
"Oh,
biasanya mereka dibasmi sebelum melompat, ya. Tapi, kamu mengincar saat kecepatannya menurun,
yaitu sesaat ketika ia selesai melompat dan hendak berganti arah. Itu cara
mengalahkan yang cukup unik."
"A-terima
kasih."
Sebenarnya aku
hanya menembak jatuh secara acak, tapi... tunggu sebentar? Jadi begitu, orang
ini melihat kondisi Wyvern yang kukalahkan dan memberitahuku bahwa ada
cara mengalahkan seperti itu! Maksudnya, aku harus mencari cara bertarung yang
lebih efisien dan cara bertarung yang sesuai dengan berbagai situasi! Memang
Petualang Peringkat-S!
"Namun,
jangan memaksakan diri. Jika terlalu percaya diri dengan kemampuan sendiri,
petualang mana pun akan cepat mati."
"Aku
mengerti, Roddy!"
"Hmph,
anak yang jujur."
Memang Petualang Peringkat-S. Semangatnya tidak mengenal
kata lengah!
"Umm..."
Tiba-tiba, petugas loket yang sedang menilai berbicara
kepadaku.
"Ya,
ada apa?"
"I-itu,
bangkai monster yang ini..."
Petugas
itu menunjuk bangkai monster yang terakhir kutaklukkan. Aku tidak ingat monster
apa yang kukalahkan karena aku memasukkannya secara acak. Eto, yang ini...
"I-ini!?"
"O-oi,
jangan-jangan itu..."
"Bohong,
kan!?"
Roddy berseru
kaget, dan para petualang di sekitarku mulai heboh.
"Ah, itu Kaiser
Hawk. Ternyata terselip di antara Wyvern yang baru saja kutembak
jatuh."
Pantas saja ada
satu yang besar sekali. Mungkinkah, Wyvern ada di tebing karena
bersembunyi darinya? Ah, detailnya tidak penting. Toh, itu cuma Wyvern
dan Kaiser Hawk.
"Kalau
begitu, ini juga mohon dibeli, ya."
""""TIDAK
HANYA ITU SAJA REAKSIMU!?""""
Entah kenapa, aku mendapat kecaman serentak dari semua orang di sekitarku.



Post a Comment