Epilog
Festival Perayaan dan Berkat
Hari itu,
kota Hekiji dipenuhi dengan suasana pesta.
Itu
karena kota telah terlindungi dari ancaman gerombolan Chimera Orc.
Itu
karena pahlawan baru telah lahir melalui pertempuran tersebut.
Dan, itu
karena pahlawan tersebut bertunangan dengan putri Tuan Feodal.
Ya, pesta
untuk merayakan pertunangan Aug-san yang telah menjadi pahlawan dengan putri
Tuan Feodal diadakan di seluruh kota.
"Wah,
kejadiannya jadi luar biasa ya."
Aku tidak
menyangka saat kami sedang bertarung melawan Ganei-san, kota sedang dalam
bahaya besar dan Aug-san mempertaruhkan nyawanya untuk melindunginya.
Dan Tuan
Feodal sangat menghargai aksi luar biasa Aug-san sampai-sampai menawarkan
pertunangan dengan putrinya sendiri.
Yang
mengejutkan, sepertinya putri Tuan Feodal juga menyukai Aug-san, sehingga
pertunangannya berjalan dengan sangat lancar.
Rakyat
jelata yang menjadi ksatria berkat kesuksesannya sebagai petualang, lalu
menjadi bagian dari kaum bangsawan karena melindungi kota.
Penduduk
kota sangat gembira dengan kejadian yang terasa seperti di dalam dongeng ini.
Lagi
pula, tidak ada kisah sukses yang lebih mudah dipahami daripada ini.
Terlebih lagi,
mereka mengalaminya sendiri sebagai kejadian di kota mereka.
Tanpa ada yang
memberi perintah, penduduk kota mulai membawa makanan dan minuman, dan dalam
sekejap suasana festival pun terbentuk.
Saat semua orang
sedang bersenang-senang, tiba-tiba bagian dalam kota menjadi riuh dan para
ksatria muncul.
Apakah mereka
datang untuk memperingatkan kami karena terlalu berisik?
"Mulai saat
ini, untuk merayakan pertunangan Nona Selia dan Ksatria Aug, Tuan Feodal akan
membagikan daging!!"
""""Ooooohhhhhh!?""""
"Seriusan!?
Tuan Feodal dermawan sekali!!"
"Wuiihhh!
Terima kasih banyak!"
Penduduk kota
segera mengerumuni para ksatria untuk mendapatkan daging.
"Jangan
berebut! Kami akan memanggang daging di seluruh penjuru kota, jadi berbarislah
dengan teratur!"
Setelah para
ksatria selesai bicara, daging dalam jumlah besar diangkut masuk dan para
ksatria mulai memotong-motongnya.
"Ah, itu daging Orc."
"Eh? Benarkah?"
Tidak
salah lagi, itu daging Orc.
"Begitu
ya. Mereka berniat menghabiskan daging Orc yang diburu kali ini dengan
menyajikannya dalam pesta."
"Hee, mereka
menggunakannya alih-alih menjualnya. Tak disangka ya."
Nona Mina tampak
terkejut karena mereka menggunakan daging Orc.
"Yah, dengan
daging Orc sebanyak itu, akan sangat sulit untuk memotong semuanya, dan biaya
tenaga kerja serta upah untuk penyihir es yang mendinginkannya juga
mahal," kata Tuan Norb.
Benar juga,
karena sebagian besar hanya daging Orc biasa, biaya operasionalnya mungkin
lebih tinggi seperti yang dikatakan Tuan Norb.
"Selain itu,
kalau dagingnya terlalu banyak, harganya akan jatuh. Dan untuk menjadikannya
makanan awetan, butuh banyak garam. Jadi lebih baik membagikannya di sini untuk
meredakan kecemasan dan ketidakpuasan penduduk kota."
Begitu ya, jika
dipikir seperti itu, pesta barbeque ini lebih efisien karena mereka tidak perlu
memproses dagingnya dengan rapi untuk dijual.
"Ayo, kita
juga ikut antre!"
"Kyuu!!"
Jairo dan
Mofumofu segera berlari untuk ikut antre.
"Padahal
baru mulai dipanggang, tidak perlu terburu-buru begitu."
Nona Mina
mendesah melihat satu orang dan satu hewan yang tidak sabaran itu.
Tapi aku
merasakan perasaan yang tak terlukiskan melihat pemandangan itu.
"Bangsawan
dan rakyat jelata saling mencintai lalu menjadi pasangan, dan semua orang
merayakannya, ya."
Di kehidupanku
yang sebelumnya atau sebelumnya lagi, pernikahan dengan bangsawan sepenuhnya
adalah pernikahan politik untuk mengikat rakyat jelata yang kuat ke pihak
mereka, demi memberikan bakat tersebut kepada keturunan untuk berperang melawan
iblis atau monster.
Hanya saja,
alasan utamanya adalah untuk menjaga kekuasaan bangsawan.
Karena rakyat
jelata tidak bisa melawan bangsawan, kecuali orang tersebut sangat kuat dan
berpendirian teguh, mereka tidak akan bisa menolak pertunangan yang dipaksakan
oleh bangsawan.
Tentu saja di
dunia sekarang pun hal seperti itu mungkin masih ada, tapi di era di mana
ancaman iblis tampaknya sudah berkurang, kesadaran seperti itu sepertinya lebih
lemah dibandingkan kehidupanku yang sebelumnya.
Karena itulah
semua orang tampak begitu bahagia.
"Kalau
memang tidak mau, Aug-san pasti akan menolaknya."
Pria dengan
pendirian sekuat Aug-san pasti akan menolak pertunangan yang tidak dia
inginkan.
Fakta bahwa Aug-san
tidak menolaknya berarti pertunangan ini bukanlah hal yang buruk baginya.
Tapi, tidak
menyangka ya, orang yang menawarkan diri untuk menjadi pengujiku saat aku ingin
menjadi petualang itu kini akan menjadi bagian dari kaum bangsawan.
Dan itu terjadi
tanpa rasa iri atau pamrih, melainkan diberkati oleh semua orang.
Aku memang
menganggapnya orang yang hebat, tapi ternyata mataku memang tidak salah.
"Selamat, Aug-san."
Aku mengucapkan kata-kata selamat ke arah kediaman Tuan Feodal, tempat di mana Aug-san berada.



Post a Comment