NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Nido Tensei shita Shounen wa S-Rank Boukensha Toshite Heion ni Sugosu ~Zense ga Kenja de Eiyuu Datta Boku wa Raise dewa Jimi ni Ikiru~ Volume 8 Chapter 1

Chapter 138

Penawar Racun Universal Tingkat Rendah


Raja

Namaku adalah Rodolphin Carnel Dol Tion, Raja dari Kerajaan Tion. Saat ini, aku benar-benar dalam kesulitan.

Pasalnya, akhir-akhir ini terlalu banyak kejadian luar biasa yang terjadi secara berturut-turut.

Serangan naga, berkeliarannya banyak monster berbahaya termasuk Evil Boar.

Bahkan sebagian ksatria sempat merencanakan kudeta... ah, tidak, maksudku hal itu berhasil dicegah, atau lebih tepatnya, mereka entah kenapa menyerahkan diri secara sukarela.

Ditambah lagi, pergerakan rahasia dari Iblis legenda... Masing-masing dari kejadian itu seharusnya hanya terjadi sekali dalam beberapa puluh tahun, tapi ini malah terjadi bertubi-tubi hanya dalam hitungan bulan. Ini bukan lagi sekadar aneh, ini abnormal.

"Sungguh, apakah negara kita ini sedang dikutuk?"

"Yang Mulia, tolong jangan bicara sembarangan."

Perdana Menteri yang telinganya tajam segera melontarkan teguran setelah mendengar keluh kesahku. Eeei, biarkan aku mengeluh sedikit.

"Aku tahu. Aku tidak akan mengatakannya di tempat orang lain berada."

Saat ini, di ruang kerja ini hanya ada aku sang pemilik ruangan dan Perdana Menteri yang datang untuk memberi laporan.

"Gara-gara semua ini, negara-negara tetangga jadi menyusun rencana jahat karena menganggap ini kesempatan emas untuk menyerang kita."

"Meskipun kerugian aktualnya sedikit, tapi dari sudut pandang luar, ini terlihat seperti kekacauan besar."

 "Jujur saja, aku sendiri hampir tidak percaya kalau kerusuhan sebesar ini hanya memakan kerugian sekecil itu."

"Karena itulah negara tetangga tidak tahan untuk tidak ikut campur dalam rencana jahat mereka."

Kenyataannya memang tidak ada kerusakan berarti, tapi jika aku percaya begitu saja pada tampilan luar, aku tidak akan bisa berpolitik. Aku mengerti, tapi tetap saja ini menyusahkan.

"Dan sekarang, apakah giliran 'itu' juga...?"

"Benar, itu dia. Sepertinya pergerakannya jauh lebih cepat dari yang diperkirakan."

Padahal seharusnya masih ada waktu beberapa puluh tahun lagi... tapi ternyata sudah saatnya, ya.

"Padahal aku berharap hal itu tetap tenang setidaknya selama masa pemerintahanku..."

Dari sekian banyak hal, kenapa 'itu' juga harus mulai bergerak? Benar-benar menjengkelkan.

"Dasar iblis..."

"Banyak sekali ya permintaan pembasmian monster."

Setelah menyelesaikan misi, kami mengisi waktu luang dengan memandangi papan permintaan sambil menunggu penilaian bahan monster yang kami buru sebagai sampingan.

"Benar, dan banyak di antaranya adalah monster tipe racun," sahut Liliera-san.

Menurut Liliera-san, mengecek papan permintaan untuk mengumpulkan informasi adalah rutinitas wajib bagi petualang, meskipun tidak ada niat untuk mengambil misinya. Kenyataannya, meskipun di pagi hari semua orang sudah berebut misi, papan yang hanya menyisakan "sisa-sisa" ini masih dipenuhi banyak permintaan pembasmian monster beracun.

"Monster beracun itu merepotkan karena butuh antidot. Apalagi setiap misi mencantumkan beberapa jenis monster dengan racun berbeda. Hmm, jadi hanya misi-misi menyusahkan seperti ini yang tersisa ya."

"Tersisa, maksudnya?"

"Iya. Karena jenis antidot yang dibutuhkan berbeda tergantung jenis racunnya, party yang tidak punya pendeta dengan sihir antidot tingkat tinggi yang bisa menangani segala jenis racun pasti enggan mengambilnya."

"Eh? Kalau begitu, bukankah tinggal pakai Universal Antidote Potion saja?"

 "Kalau harus membeli ramuan semahal itu, misinya jadi tidak sebanding. Lihat, sebagian besar kliennya adalah desa, kan? Hadiahnya tidak seberapa, jadi kalau harus membeli barang semahal itu, biaya operasionalnya pasti bikin rugi total."

Eh? Apa maksudnya?

"Tapi kalau cuma racun dari monster-monster yang tertulis di lembar permintaan ini, bukankah Lower Universal Antidote sudah cukup untuk menanganinya? Kalau pakai itu, hadiah sebesar ini pun masih bisa memberikan keuntungan yang cukup."

"Eh?"

"Kalau tidak salah, bahan untuk Lower Universal Antidote adalah..."

"Tu-tunggu sebentar, Rex-san! Jangan katakan lebih dari itu!"

"Mmu-mgu!?"

Tepat saat aku mencoba mengingat resep Lower Universal Antidote, tiba-tiba Liliera-san membungkam mulutku. Maksudku, kena! Kena, tahu! (Dadamu!)

"Jangan mengatakan hal sehebat itu dengan santainya. Kita ini sedang di dalam Guild, lho."

Eh? Apa masalahnya dengan berada di dalam Guild?

"Begini ya, aku tidak tahu apakah Rex-san benar-benar tahu cara membuat... Lower Universal Antidote? Tapi kalau kamu membocorkan resep obat yang tidak beredar di pasaran begitu saja, orang-orang akan langsung menirunya dalam sekejap."

Saat Liliera-san melihat ke sekeliling, para petualang yang ada di sekitar langsung membuang muka secara serentak. Ah, bahkan para staf Guild juga. Jangan-jangan, semuanya sedari tadi sedang menguping pembicaraan kami?

"Rex-san itu petualang peringkat S-Rank yang jumlahnya hanya segelintir di benua ini. Informasi yang keluar dari mulutmu mungkin terdengar biasa bagimu, tapi bagi orang lain, itu bisa menjadi informasi seharga ribuan emas."

"Tidak, tidak, aku rasa hal sepele seperti Lower Universal Antidote tidak punya nilai setinggi itu, lho?"

Namun, Liliera-san menghela napas panjang dan melanjutkan kata-katanya.

"Dengarkan aku, Rex-san? Aku, bahkan kami semua, tidak tahu apa itu Lower Universal Antidote Potion. Aku tidak tahu dari mana kamu mendapat pengetahuan itu, tapi intinya, kami tidak tahu."

Semua orang tidak tahu tentang Lower Universal Antidote? Mana mungkin!?

Padahal di kehidupan sebelum-sebelumnya, jangankan pendeta gereja, anak-anak di kota bawah pun membuatnya sendiri untuk disetorkan ke toko demi mencari uang saku.

Itu adalah pengetahuan yang sangat umum. Itu resep setingkat pengobatan tradisional, tapi mereka tidak tahu!?

Bagaimana pun juga itu aneh... ah, jangan-jangan di daerah sini permintaan akan antidot memang sedikit!

Mungkin di masa lalu daerah sini jarang ada monster beracun, jadi antidot tidak dibutuhkan sebagai obat persediaan.

Tapi seiring berjalannya waktu, perubahan topografi, atau hancurnya peradaban sihir kuno membuat lingkungan berubah, sehingga wilayah kekuasaan monster pun bergeser.

Tentu saja, mungkin ada juga monster yang melarikan diri dari monster yang lebih kuat.

"Lagipula untuk monster tingkat ini, desa-desa itu tidak akan langsung dalam bahaya kritis. Kalau mereka bersabar sedikit, ksatria patroli yang menginspeksi desa-desa di wilayah itu akan datang. Jika melapor pada mereka, ksatria akan bergerak. Itulah gunanya membayar pajak."

Heh, jadi kalau orang desa kesulitan karena monster, mereka bisa mengandalkan ksatria ya.

Desaku biasanya membasmi monster sendiri, jadi kami tidak pernah punya pengalaman diserang monster sampai harus minta bantuan ksatria. Desaku ternyata sangat beruntung, ya.

"Keadaan mereka jauh lebih baik karena masih punya harapan untuk dibantu... tidak seperti 'dia' yang menyerang desa kami, di mana ksatria pun tidak bisa berbuat apa-apa..." gumam Liliera-san sambil menyipitkan mata.

Benar juga, desa Liliera-san pernah mengalami penderitaan hebat karena diserang oleh Venom Rex yang memiliki racun mematikan.

"...Tapi kalau begitu, bukankah seharusnya kita malah mengajarkan cara membuat Lower Universal Antidote kepada orang-orang desa?"

"Eh?"

"Memang monster yang ada di papan permintaan ini mungkin tidak seberbahaya Venom Rex. Tapi fakta bahwa mereka mengajukan permintaan berarti mereka benar-benar dalam kesulitan. Kalau begitu, agar bisa membantu orang yang kesusahan meski hanya sedikit, metode peracikan Lower Universal Antidote harus disebarluaskan ke dunia."

Aku tidak tahu apakah metode peracikan Lower Universal Antidote benar-benar telah hilang dari dunia ini.

Mungkin saja kebetulan di sekitar Hutan Binatang Buas tempat Liliera-san beraksi selama bertahun-tahun itu banyak terdapat berbagai jenis tanaman obat, sehingga tidak ada kebutuhan akan Lower Universal Antidote dan tidak ada yang tahu resepnya.

Tapi, jika ada orang-orang yang kesulitan karena racun monster seperti Liliera-san dulu, aku rasa tidak salah jika ingin membantu mereka.

Jika habitat monster berubah karena zaman yang berganti, maka sekaranglah saatnya resep ini beraksi! Lagipula, ini cuma resep ramuan tingkat rendah!

"Rex-san... kamu benar-benar orang yang terlalu baik, ya."

Liliera-san tampak tercengang seolah bisa membaca isi hatiku, tapi tatapannya jelas dipenuhi dengan rasa lega. Ternyata Liliera-san juga mengkhawatirkan para klien itu, ya.

Meskipun kalau menunggu akan ada bantuan, tetap saja selama menunggu itu semua orang pasti merasa cemas.

"Hmm, tapi bagaimana caranya menyebarkan resep obat ini ke desa-desa yang mengajukan permintaan? Kalau harus pergi ke desa-desa itu satu per satu, lebih baik sekalian saja ambil semua misinya."

"Benar juga ya..."

"Kalau begitu! Silakan serahkan pada kami, Adventurer Guild!"

""Uwah!?""

Yang tiba-tiba menyahut pembicaraan kami adalah seorang resepsionis wanita yang berlari dengan napas terengah-engah dari meja resepsionis.

"Saya sudah mendengar pembicaraan Anda. Jika demikian, mohon biarkan Adventurer Guild menjadi perantara untuk distribusi obat ini!"

"Melalui Guild!?"

"Benar! Kami, Adventurer Guild, memiliki cabang di berbagai tempat. Jadi saat klien datang untuk meminta bantuan, kami bisa segera menjual Lower Universal Antidote yang Rex-san bicarakan!"

"Ehm, tapi niatku adalah mempublikasikan resep ramuannya..."

"Ya, saya mengerti maksud Anda. Namun, meskipun ada resepnya, bahan-bahannya belum tentu tersedia di setiap tempat. Mungkin ada lahan yang kekurangan bahan tertentu, atau lahan yang tanaman obatnya habis dimakan monster! Terlebih lagi, mungkin ada desa yang tidak bisa mengumpulkan bahan karena ada monster berbahaya di hutan, atau bahkan desa yang tidak punya orang yang bisa meraciknya!"

Begitu ya, memang ada benarnya juga.

"Di situlah peran Adventurer Guild. Karena kami bisa terus-menerus memberikan misi pengumpulan bahan kepada para petualang, kami bisa memastikan ketersediaan bahan obat setiap saat, dan itu juga bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi para petualang pemula!"

Ooh, ada juga cara berpikir seperti itu ya. Pemula bisa mendapatkan penghasilan dan Guild bisa memastikan ketersediaan bahan obat, ini benar-benar memberikan keuntungan bagi semua pihak.

Bisa terpikirkan sampai sejauh itu dalam waktu singkat, resepsionis Guild di ibukota memang hebat.

"Tunggu sebentar! Kalau begitu yang untung cuma Guild saja, Rex-san tidak dapat keuntungan apa-apa." Liliera-san menyela pembicaraan.

"Tentu saja kami memahami hal itu. Karena itu, Guild berniat membayarkan sebagian dari hasil penjualan obat tersebut kepada Rex-san."

"Jadi sebagai ganti merahasiakan resepnya, kalian akan membayar biaya lisensi, begitu?"

"Tepat sekali. Keuntungan per satu antidot mungkin kecil, tapi jika obat ini ampuh untuk segala jenis racun, banyak petualang pasti akan membelinya untuk berjaga-jaga. Jika itu terkumpul, jumlahnya akan lumayan besar. Tidakkah Anda berpikir pendapatan pasif seperti itu akan menjadi sumber penghasilan besar setelah Rex-san pensiun sebagai petualang nanti?"

"Pe-pensiun?"

Tiba-tiba dibicarakan soal masa pensiun membuatku agak bingung.

"Benar, pekerjaan petualang itu berbahaya. Ada risiko tinggi suatu hari tiba-tiba mengalami luka parah dan tidak bisa melanjutkan profesi petualang. Di saat seperti itu, jika ada uang dari kontrak dengan kami, bukankah hidup Anda akan jauh lebih mudah?"

Begitu ya, dalam petualangan Pendekar Pedang Raigard juga ada cerita tentang petualang hebat yang terpaksa pensiun dini karena cedera dan hidup luntang-lantung.

Petualang hebat yang mabuk-mabukan itu, setelah berkali-kali dimohon oleh Raigard, akhirnya mau mengajarkan jurus andalannya semasa masih aktif dulu.

Dan berkat jurus yang diajarkannya itu, Raigard berhasil menyelesaikan misi yang sulit, sehingga petualang itu akhirnya dipekerjakan oleh Guild sebagai instruktur bagi para pemula. Resepsionis ini bernegosiasi agar aku tidak kesulitan hidup jika suatu saat nanti harus pensiun seperti petualang hebat itu, ya.

"Yah, kalau alasannya begitu, aku bisa mengerti," kata Liliera-san yang tampaknya juga setuju dengan penjelasan resepsionis itu.

"Baiklah. Kalau begitu, aku akan ajarkan resep Lower Universal Antidote yang kutahu. Tapi ingat, ini hanya antidot tingkat rendah, jadi tidak akan mempan terhadap racun yang sangat kuat, ya?"

"Tentu saja, kami mengerti! Kami akan menjelaskannya dengan benar saat menjualnya nanti!"

"Ah, tapi bagaimana dengan antidot biasa? Kalau Lower Universal Antidote menyebar, bukankah penjualan mereka akan turun dan aku akan dibenci oleh banyak pihak?"

Eh? Itu menakutkan, tahu!?

Dibenci karena masalah hak istimewa atau keuntungan sudah cukup aku alami di kehidupan sebelum-sebelumnya saja!

Dulu, saat aku membuat obat atau barang atas perintah raja atau atasan, aku pernah mengalami hal buruk karena dituduh menghambat bisnis orang lain atau merebut hak keuntungan mereka.

"Mengenai hal itu, kami akan memisahkan pasarnya dengan memberikan perbedaan harga, jadi jangan khawatir. Selama harganya dibuat lebih mahal daripada antidot khusus, semuanya akan baik-baik saja."

Kekhawatiran Liliera-san langsung diselesaikan dengan mudah oleh resepsionis itu.

Hmm, karena setiap hari menghadapi para petualang yang kasar, kemampuan pemecahan masalahnya memang tinggi ya. Benar-benar resepsionis Adventurer Guild ibukota.

Begitulah, dengan menyerahkan penjualan Lower Universal Antidote kepada Adventurer Guild, aku pun mulai menerima sebagian dari hasil penjualan obat tersebut.

"Wah, akhir-akhir ini banyak monster yang mengalir dari Tanah Pembusukan (Corrupted Land) dan itu sangat menyusahkan! Dengan ini, menangani permintaan akan jadi sedikit lebih mudah!"

"Tanah Pembusukan?"

Eh? Rasanya aku pernah mendengar nama itu di suatu tempat?



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close