NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Ore no Nounai Sentakushi ga - Gakuen Rabukome o Zenryoku de Jama Shite Iru (Noucome) Volume 2 Interlude 3

Interlude 3

Bicara Soal Sebuah Kemungkinan — Bagian 3


"Benar-benar deh, apa sih yang dipikirkan orang tua zaman sekarang..."

Setelah memastikan mahasiswi tadi keluar dari ruangan, sang Manajer HRD menghela napas panjang.

Nakata Romeo-Merana. Itulah nama mahasiswa yang baru saja dia wawancarai.

Selama dua puluh tahun lebih berkecimpung di dunia HRD, dia telah menyaksikan perubahan sifat dan sikap para mahasiswa seiring berjalannya waktu. Namun, beberapa tahun terakhir ini, tren tersebut mulai merambah ke nama mereka.

Kalau mau ambil contoh dari tahun ini saja, ada Iida Nasi, Kato Gula, hingga Ishikawa Si-Babi. Semuanya adalah nama-nama yang membuatnya ragu apakah itu benar-benar nama manusia.

Secara logika, dia paham kalau kepribadian tidak ada hubungannya dengan nama. Namun, pikiran seperti, “Apa beneran nggak apa-apa kalau orang ini masuk ke perusahaan kita?” terus terlintas di kepalanya.

Sejujurnya, dia sudah merasa muak sampai-sampai malas melihat nama mahasiswa berikutnya yang tertera di dokumen di tangannya.

"Tidak, tidak, jangan begitu."

Benar, ini soal manusia. Tugasnya adalah menilai orang, bukan mendepak mereka hanya karena punya nama yang aneh.

Dia menepuk kedua pipinya untuk memulihkan fokus.

"Silakan masuk, kandidat berikutnya."

"Baik! Permisi!"

Bersamaan dengan suara yang penuh semangat itu, masuklah seorang pemuda dengan wajah yang tampan.

Cara berjalannya saat menghampiri meja pun terlihat gagah. Kesan pertamanya sama sekali tidak buruk.

"Baik, pertama-tama silakan perkenalkan namamu."

"Namaku adalah AmakusaA-KARENA-AKU-SAYANG-KAMU!Kanade."

"...... Maaf, bisa tolong ulangi sekali lagi namamu?"

"AmakusaA-KARENA-AKU-SAYANG-KAMU!Kanade."

"...... Itu, nama aslimu?"

"Benar. Namaku adalah AmakusaA-KARENA-AKU-SAYANG-KAMU!Kanade."

"...... Maaf sekali, tapi tolong ulangi namamu sekali lagi saja."

"AmakusaA-KARENA-AKU-SAYANG-KAMU!Kanade."

"Silakan pulang."



Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close