Chapter 1
Dunia Perbatasan
Saat aku
menyadari sekeliling, aku sudah berada di sebuah dunia putih.
Dunia
yang hampa. Sepertinya aku benar-benar mati karena tersambar petir.
Apa yang terjadi
setelah itu, ya? Aku merasa sudah menjadi anak yang durhaka.
Padahal aku ingin
belajar lebih giat lagi, lulus kuliah, dan menikmati masa muda di kampus.
Saat sedang
memikirkan hal-hal itu, tiba-tiba seorang kakek tua berjubah putih muncul di
hadapanku.
Sosoknya sulit
kulihat dengan jelas. Rasanya seperti tubuhnya perlahan-lahan menghilang.
"Kau sudah
sadar, ya. Pertama-tama, biarkan aku meminta maaf. Aku benar-benar mohon
maaf."
"Aku masih
bingung dengan situasinya, tapi namaku Fujisaki. Kenapa Anda meminta maaf
kepadaku?"
"Aku
telah melubangi eksistensi kalian bertiga. Itu artinya, akulah yang telah
membunuhmu. Tentu saja, ini
bukan masalah yang bisa selesai hanya dengan kata maaf."
"Siapa Anda
sebenarnya? Apakah ini surga?"
"Aku adalah
Demi-God. Tempat ini disebut Dunia Perbatasan, sederhananya ini adalah tempat
tepat sebelum pintu surga."
"Tadinya aku
berniat menjatuhkan hukuman dewa pada dunia yang kukelola, namun entah kenapa
hukuman itu justru tersedot ke duniamu. Aku benar-benar minta maaf."
"Lalu, apa
yang akan terjadi padaku sekarang?"
"Aku akan
menggunakan kekuatanku untuk mereinkarnasimu. Hanya saja, aku tidak bisa
mengembalikanmu ke dunia asal."
"Mohon maaf,
aku hanya bisa mereinkarnasimu ke dunia yang kukelola. Selain itu, sepertinya
aku kehilangan kekuatanku karena menjatuhkan hukuman dewa ke duniamu. Aku ingin
memberimu kekuatan spesial, tapi sepertinya aku tidak bisa membantu banyak."
Menurutku dia
egois sekali.
Main reinkarnasi
saja. Hal yang paling menyesakkan adalah berpisah selamanya dengan orang tua
tanpa sempat mengucapkan sepatah kata pun.
Aku ingin
berbakti kepada mereka... tapi menghabiskan waktu dengan sia-sia di sini pun
tidak ada gunanya. Aku harus menggali informasi sebanyak mungkin.
"Dunia
tempatku bereinkarnasi nanti itu seperti apa?"
"Dunia
pedang dan sihir jika menggunakan istilah di duniamu. Saat ini ada banyak
monster di sana, dan beberapa tempat sangatlah berbahaya."
"Tadi aku
bilang tidak bisa membantu banyak, tapi aku ingin membantumu semampuku. Aku
bisa memberimu dua kemampuan unik bawaan. Dua orang lainnya hanya mendapat
satu, tapi kau spesial."
Aku tidak tahu
kenapa aku dianggap spesial, tapi aku akan menanyakan semua pertanyaan
sekaligus.
"Bolehkah
aku mengajukan beberapa pertanyaan?"
"Waktunya
tidak banyak, tapi selama masih sempat, silakan saja."
"Berapa
usiaku saat bereinkarnasi nanti?"
"Nol tahun.
Artinya, kau akan terlahir secara normal sebagai manusia."
"Bagaimana
dengan kondisi keluargaku nanti?"
"Aku
menjanjikan lingkungan di mana kau tidak akan kekurangan apa pun."
"Apakah aku
bisa menggunakan sihir?"
"Tentu saja.
Meski tidak bisa menguasai seluruh elemen, sih."
"Seluruh
elemen? Memangnya ada berapa jenis sihir di sana?"
"Saat ini
ada empat elemen utama yaitu Api, Air, Angin, Tanah, dan satu lagi adalah Sihir
Suci. Beberapa ratus tahun lalu jumlahnya lebih banyak dari itu. Sisanya adalah
sihir khusus ras tertentu."
"Elemen apa
yang bisa kugunakan?"
"Cobalah
rapalkan Status Open. Selama berada di sini, kau bisa melihat
kemampuanmu secara mendetail."
"Aku akan
mengatur agar hanya kau yang bisa melihatnya di dunia baru nanti, tapi anggap
saja kau tidak akan bisa melihat detailnya sesering sekarang."
Aku melakukan apa
yang dikatakannya.
"Status Open."
[Name] Fujisaki Yuuto
[Title] —
[Condition] Meninggal
[Level] 0
[HP] 0/0
[MP] 0/0
[Strength] 0
[Agility] 0
[Magic] 0
[Dexterity] 0
[Endurance] 0
[Luck] 30
[Unique Ability] Lightning Magic S (Lv0/20)
[Special Ability] Swordsmanship B (Lv0/17)
[Special Ability] Wind Magic A (Lv0/19)
[Special Ability] Holy Magic C (Lv0/15)
"Apa-apaan
ini?"
"Hoho. Luar
biasa sekali, padahal aku belum memberikan kekuatan tambahan."
"Apakah ini artinya aku bisa menggunakan Lightning
Magic, Wind Magic, dan Holy Magic?"
"Ya. Lebih
tepatnya, kau 'akan' bisa menggunakannya. Tetap butuh usaha untuk itu."
"Apakah aku
bisa menggunakan sihir selain ini? Lalu, Lightning Magic tertulis
sebagai Unique Ability, apa bedanya dengan sihir lain di kategori Special
Ability?"
"Unique Ability adalah kemampuan yang hanya bisa
digunakan olehmu seorang di dunia itu. Karena itu, hanya kaulah pemakai Lightning
Magic."
"Namun, bukan berarti tidak akan ada pemakai lain yang
muncul di masa depan. Pengguna Holy Magic juga sangat sedikit jumlahnya.
Sihir lain pun masih mungkin kau pelajari tergantung usahamu."
"Satu peringatan dariku, jangan sembarangan mengumbar
statusmu kepada orang lain. Lakukan hanya pada orang yang bisa kau
percayai."
"Terima kasih. Lalu, apa arti huruf S yang tertulis
setelah Lightning Magic?"
"Simbol S itu menunjukkan bakatmu. Bisa dibilang,
pemilik bakat S hanya ada satu orang di dunia ini."
"Urutan bakat dimulai dari yang tertinggi yaitu S ->
A -> B -> C -> D -> E -> F -> G. Bahkan pemilik bakat A pun
tidaklah banyak. Batas level maksimal dan kecepatan pertumbuhan akan berbeda
tergantung bakatmu. Kau bisa mencobanya sendiri nanti."
Sepertinya aku diberkati dengan bakat. Aku jadi ingin
cepat-cepat bereinkarnasi dan mulai berusaha.
Namun, saat aku berpikir harus mengumpulkan informasi lebih
banyak lagi...
"Waktu kita
sudah hampir habis. Kemampuan seperti apa yang kau inginkan? Aku akan membantu
semampuku."
"Kalau
begitu, aku ingin bakat yang membuat usahaku membuahkan hasil sebanyak
mungkin."
"Bukankah
itu hal yang biasa?"
"Mungkin
memang biasa, tapi dalam kasusku, rasanya mungkin saja statusku tidak akan naik
sama sekali meski levelku bertambah..."
"Begitu ya.
Kalau begitu, bagaimana dengan Natural Talent? Beberapa orang
menyebutnya kemampuan sampah, tapi sebenarnya tidak begitu."
"Experience
Points yang dibutuhkan untuk naik level akan menjadi tiga kali lipat dari
orang biasa, tapi setiap kali levelmu naik, seluruh statusmu kecuali Luck
pasti akan bertambah 1 poin secara otomatis."
"Selain itu,
kecepatan pemulihan MP-mu akan menjadi lebih cepat. Sebagai catatan,
manusia biasa tidak selalu mendapatkan kenaikan 1 poin di semua status saat
levelnya naik."
"Biasanya
total poin yang didapat untuk kategori selain HP, MP, dan Luck
hanya berkisar antara 2 sampai 10 poin. Cara kenaikan status dan kebutuhan Experience
Points itu berbeda-beda tiap individu."
"Memiliki Natural
Talent ditambah kebutuhan Experience Points yang lebih banyak dari
orang lain akan menjadi penderitaan yang luar biasa, apa kau yakin?"
Dia menekankan
hal itu berkali-kali hingga membuatku cemas, tapi ini artinya aku pasti bisa
tumbuh lebih kuat dari orang lain.
"Iya. Tolong
berikan itu padaku."
"Baiklah.
Satu lagi adalah sisa kekuatanku yang bisa kuberikan... benar juga, aku akan
memberimu Heavenly Eye."
"Ini sangat
berguna untuk melakukan Appraisal pada orang atau benda, melihat aliran
mana, hingga melihat di kegelapan."
"Mengenai Appraisal,
jika levelmu naik, kau akan bisa melihat nilai bakat mereka seperti di dunia
cermin ini. Masih ada fungsi lainnya, tapi karena waktu terbatas, penjelasan
kemampuannya cukup sampai di sini."
"Apa yang
akan terjadi pada Anda, Tuan Demi-God?"
"Aku mungkin
akan mati setelah mereinkarnasimu. Aku yang asli melayani dirimu, tapi dua
orang lainnya dilayani oleh klonku."
"Karena
mereka hanya memiliki kurang dari setengah kekuatanku, mereka hanya bisa
memberi sedikit kekuatan dan mungkin tidak bisa memberikan penjelasan mendetail
seperti ini."
"Begitu... ya."
"Nah, sepertinya waktu benar-benar sudah habis."
Setelah
mengatakan itu, sosok Demi-God menghilang dari hadapanku.
Bersamaan
dengan itu, proses transfer diriku pun dimulai.
[Name] Fujisaki Yuuto
[Title] —
[Condition] Meninggal
[Level] 0
[HP] 0/0
[MP] 0/0
[Strength] 0
[Agility] 0
[Magic] 0
[Dexterity] 0
[Endurance] 0
[Luck] 30
[Unique Ability] Natural Talent (LvMAX)
[Unique Ability] Heavenly Eye (Lv1)
[Unique Ability] Lightning Magic S (Lv0/20)
[Special Ability] Swordsmanship B (Lv0/17)
[Special Ability] Wind Magic A (Lv0/19)
[Special Ability] Holy Magic C (Lv0/15)
"Kuharap kau
bisa meneruskan tekadku..."
Setelah proses transfer selesai, sang Demi-God bergumam pelan sendirian.
Prolog | ToC | Next Chapter



Post a Comment