NWQA9y4fvqTQ9rz5lZU0Ky7avuunQd0OpkNmfOuq
Bookmark
📣 IF YOU ARE NOT COMFORTABLE WITH THE ADS ON THIS WEB, YOU CAN JUST USE AD-BLOCK, NO NEED TO YAPPING ON DISCORD LIKE SOMEONE, SIMPLE. | JIKA KALIAN TIDAK NYAMAN DENGAN IKLAN YANG ADA DIDALAM WEB INI, KALIAN BISA MEMAKAI AD-BLOCK AJA, GAK USAH YAPPING DI DISCORD KAYAK SESEORANG, SIMPLE. ⚠️

Tensei Shitara Sainou ga Atta Ken ~ Isekai Itte mo Doryoku Suru ~ Volume 2 Chapter 14

Chapter 14

Operasi Pembersihan Ant


Hari pembersihan semut tiba. Aku melangkah menuju kediaman Burns.

Sieg, Maria, Ike, bersama Party Blue Fang, Red Wing, dan Black Three Wolf Stars sudah lebih dulu berangkat ke labirin.

Mereka maju sembari menyisakan satu monster di setiap lantai hingga mencapai bagian terdalam Lantai Satu, agar begitu aku bergabung, pertempuran bisa langsung dimulai.

Hanya Clarice yang bersamaku untuk menyelami labirin, sementara Margrave Carmel menunggu di depan toko budak.

Sebagai catatan, Margrave Carmel diminta untuk tidak ikut masuk karena kami tidak punya cukup ruang untuk melindunginya.

Sementara itu, Guild Master Ralph diminta tetap berada di luar labirin bersama para petualang kota untuk mencegah petualang lain masuk, sekaligus bersiap jika terjadi pertempuran di dalam kota.

Ini adalah taktik yang dipikirkan Sieg agar dia bisa memegang kendali penuh atas keputusan mundur. Tanpa kehadiran Margrave Carmel dan Ralph, secara otomatis Sieg-lah yang akan memberikan komando.

"Oi, coba kau periksa anak ini."

Burns memberi perintah begitu aku muncul. 'Anak ini' yang dimaksud adalah seekor singa dengan pita merah.

Kalau tidak salah, dia dipanggil Elie. Aku pun menggunakan Appraisal pada Elie sesuai instruksinya.



[Nama] Elie Leo

[Gelar] —

[Status] Beastman / Budak

[Kondisi] Cursed (Terkutuk)

[Usia] 8 Tahun

[Level] 1

[HP] 20 / 20

[MP] 6 / 6

[Strength] 13

[Agility] 13

[Magic] 2

[Dexterity] 10

[Endurance] 10

[Luck] 10

[Innate Ability] Sound Magic G (Lv 0 / 5)

[Special Ability] Dagger Technique C (Lv 0 / 15)

[Special Ability] Taijutsu A (Lv 1 / 19)

[Special Ability] Wind Magic F (Lv 0 / 8)


A-apa-apaan ini……

Apakah Innate Ability juga dimiliki oleh orang selain reinkarnator? Ataukah dia juga seorang reinkarnator? Dan benar saja, kondisinya tertulis Cursed…… Keadaan matanya pun terlihat buruk, padahal HP-nya berada di angka maksimal.

"Saya sudah memeriksanya."

"Bagaimana? Apa kamu tahu sesuatu tentang Elie?"

"Saya bisa memastikan bahwa dia dikutuk, tapi selain itu, saya tidak tahu apa-apa lagi……"

Aku menyembunyikan fakta bahwa Elie memiliki bakat Sound Magic. Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan Burns jika dia mengetahuinya.

"Begitu ya, baiklah. Lalu soal labirin kali ini, aku tetap tidak akan masuk."

"Begitu…… rupanya……"

"Tapi, aku akan aktif membantu pertahanan kota. Dengan syarat, Elie harus ditempatkan di tempat yang aman dan tetap dalam jangkauanku. Paham?"

"Saya tidak memiliki wewenang untuk memutuskan. Margrave Carmel ada di dekat sini, saya akan menanyakannya pada beliau."

Begitu aku memanggil Margrave Carmel dan menyampaikan tuntutan Burns, beliau menerimanya seolah itu hal yang wajar.

Jika Burns dipastikan bersiaga di luar labirin, peluang menang kami akan meningkat drastis. Aku pun berangkat bersama Clarice menuju labirin tempat Sieg dan yang lainnya menunggu.

"Maaf membuat kalian menunggu."

Saat kami sampai, persiapan tempur sudah matang.

"Bagaimana hasilnya?"

"Burns-sama tidak akan datang ke labirin, tapi dia bersedia berpartisipasi aktif dalam pertempuran kota."

"Begitu ya. Kalau begitu kita akan mengambil keputusan mundur lebih awal. Mari segera laksanakan operasi pembersihan semut, semuanya siap?"

Semua orang menghunus senjata masing-masing dan mengangguk.

Sebagai catatan, orang-orang yang ada di sini hanyalah aku, Clarice, Ike, Sieg, Maria, Blue Fang, Red Wing, dan Black Three Wolf Stars. Kalian mungkin berpikir kenapa tidak memanggil petualang Almeria yang lain, tapi itu dilakukan agar Holy Magic milikku dan Clarice tidak terbongkar. Jadi, ketiga party ini sudah diberitahu bahwa Clarice adalah seorang Holy Magic user. Reaksi mereka? Katanya mereka sudah menduga hal semacam itu.

"Ike, Mars, lakukan! Semuanya, minum Potion dan Magic Potion kalian sekarang!"

Kami juga meminum Potion dan Magic Potion, lalu begitu turun ke Lantai Dua, suara gesekan dari kerumunan semut mulai terdengar.

"Mars! Apa ada seseorang yang sedang bertarung dengan semut-semut itu?"

"Ya! Mereka terkepung!"

"Kita pergi menolong!"

"Tunggu sebentar. Sepertinya yang sedang bertarung itu bukan manusia."

Saat kuperhatikan baik-baik, seekor Grizzly Bear sedang bertarung melawan para semut.

"Monster bertarung melawan sesama monster…… apa maksudnya ini?"

"Aku juga tidak terlalu paham soal labirin, aku akan tanya Ayah."

Ike pun membawa Sieg ke depan.

"Baru pertama kali aku melihatnya…… Kupikir monster di dalam labirin tidak akan saling serang……"

Grizzly Bear memang lebih kuat, tapi jumlah lawannya benar-benar tidak masuk akal. Dalam sekejap, Grizzly Bear itu habis dimakan oleh kawanan semut.

"Tidak ada gunanya dipikirkan sekarang. Mari kita serang selagi para semut itu menerima kerusakan walau sedikit. Ike, Mars, kuserahkan pada kalian."

Ucapan Sieg benar. Aku dan Ike saling memberi aba-aba dan mulai memusatkan mana.

"Rasakan ini! Fireball!"

Tepat saat bola api mendarat di kerumunan semut, aku melihat api menyebar lebih luas dengan Fire Storm, lalu kami segera kembali ke Lantai Satu.

Untuk sampai ke Lantai Satu, mereka harus melewati tangga, jadi ini adalah strategi memukul dari atas layaknya permainan Whac-A-Mole. Bedanya, tempat kemunculan mereka sudah pasti, jadi kami hanya perlu waspada di satu titik saja.

Di sisi lain, para semut langsung menyerbu ke arah kami begitu menerima serangan, meski tubuh mereka masih diselimuti api dari Fireball dan Fire Storm.

Namun, semut-semut yang terbakar itu mati di tengah jalan, dan gerakan mereka justru membuat api semakin menyebar. Semut yang berada di dekat tangga Lantai Dua semuanya sudah hangus menjadi abu.

Meski begitu, semut-semut lain tetap merangsek maju tanpa memedulikan kawanannya, sementara aku melepaskan Tornado untuk memberikan kerusakan tambahan.

Karena didorong oleh semut dari belakang, semut-semut yang terlempar keluar dari Tornado mulai meluap dari tangga. Di sanalah tim garis depan yang dipimpin Ike menghabisi mereka satu per satu.

Clarice memanah semut-semut yang merayap di dinding menggunakan Magic Arrow. Semuanya berjalan dengan sangat baik.

Aku mencoba menggunakan Appraisal pada Killer Ant.


[Nama] —

[Gelar] —

[Ras] Killer Ant

[Threat] D

[Kondisi] Baik

[Usia] 1 Tahun

[Level] 1

[HP] 10 / 66

[MP] 1 / 1

[Strength] 30

[Agility] 35

[Magic] 1

[Dexterity] 1

[Endurance] 33

[Luck] 1


Statistiknya hampir sama dengan Goblin General. Sekarang aku menggunakan Tornado biasa demi menghemat MP, tapi jika aku menyisipkan Wind Cutter, mungkin itu saja sudah cukup untuk menghabisi mereka.

"Bagus! Ini berjalan lebih baik dari dugaan!"

Sieg menyemangati semua orang saat kami menghabisi semut-semut itu dengan lancar.

Bukankah ini yang namanya death flag?

Benar saja, sesosok mangsa besar tersangkut di Tornado milikku. Ukurannya dua kali lipat lebih besar dan jelas terlihat lebih kuat dari Killer Ant.

"Ada yang besar datang!"

Dari bawah tangga muncul semut yang lebih besar dari Killer Ant. Berkat Tornado, dia menerima kerusakan, tapi dia cukup kuat sehingga kami tidak boleh lengah.


[Nama] —

[Gelar] —

[Ras] Mother Ant

[Threat] C

[Kondisi] Baik

[Usia] 1 Tahun

[Level] 2

[HP] 82 / 125

[MP] 4 / 4

[Strength] 68

[Agility] 70

[Magic] 1

[Dexterity] 1

[Endurance] 65


"Ini adalah monster bernama Mother Ant! Tingkat ancaman C! Semuanya waspada!"

Clarice melepaskan Magic Arrow, namun Mother Ant yang memiliki Endurance tinggi tidak menerima banyak kerusakan.

Aku juga menyerang dengan Wind Cutter sambil mempertahankan Tornado, tapi masih kurang sedikit lagi untuk menghabisinya. Di saat itu, Mother Ant menerjang ke arah Black Three Wolf Stars di garis depan, dan Guy terkena serangan jarum di pantat Mother Ant sehingga terkena racun.

Tak tega melihatnya, Ike meninggalkan posisinya dan menghujamkan tombak ke kepala Mother Ant hingga tewas.

"Clarice! Guy terkena racun!"

Seketika Clarice berlari ke arah Guy, dan cahaya lembut menyelimuti pria itu.

Kami memang membawa penawar racun, tapi itu adalah penawar racun untuk jebakan labirin. Racun memiliki banyak jenis, tidak mungkin satu penawar bisa menyembuhkan segalanya.

 Beruntung Sieg sudah memberitahu semua orang tentang Holy Magic Clarice sebelumnya.

Namun, hal ini membuat lini pertahanan melonggar, dan banyak semut mulai membanjiri ruangan Lantai Satu.

Aku menyisipkan Wind Cutter ke dalam Tornado, mencincang semut-semut itu agar tidak ada lagi yang masuk ke ruangan. Di saat yang sama, Ike dan yang lainnya menghabisi semut yang sudah telanjur masuk.

Gunungan mayat semut memenuhi ruangan. Sieg, Maria, dan para penyihir lainnya memindahkan mayat itu ke sudut ruangan, lalu Ike membakarnya dengan sihir api. Karena kami membawa minyak meski tidak banyak, pembakaran menjadi efisien, dan sudut ruangan itu kini tampak seperti tungku kremasi.

"Fuu…… akhirnya kita bisa bertahan…… Kalau yang besar datang lagi, biarkan Ike yang menanganinya. Barisan depan fokuslah mengincar yang kecil! Clarice juga, jika yang besar datang, bantu Ike menyerang!"

Aku berhenti menyisipkan Wind Cutter ke Tornado dan kembali ke strategi awal. Memang bagus mengetahui bahwa Wind Cutter bisa menghabisi Killer Ant seketika, tapi konsumsi MP-nya jadi dua kali lipat, yaitu 100. Aku harus berhati-hati.

Karena ada sedikit kelonggaran, aku bertanya pada Sieg soal Labirin Almeria.

"Apakah Lantai Dua lebih luas dari Lantai Satu?"

"Katanya sampai Lantai Tiga ukurannya tidak jauh berbeda dengan Lantai Satu."

Kalau semut-semut itu memenuhi Lantai Dua secara rapat, perjalanan kami masih sangat panjang.

Tapi tidak semua hal terasa suram. Selama bertarung, aku mulai bisa mengendalikan Tornado dengan tangan kiri sementara tangan kananku memegang pedang perak Mithril untuk ikut bertarung di garis depan.

Mengingat aku bisa melakukan hal yang sama dengan sihir angin lain, mungkin aslinya aku memang bisa, hanya saja tidak pernah ada kesempatan bertarung dengan pedang sambil merapal Tornado. Sekarang, aku bahkan bisa mengeluarkan Tornado tanpa rapalan (chantless).

Terlebih lagi, karena banyaknya semut yang kami kalahkan, level semua orang meningkat.

Sieg dan para penyihir lain juga ikut memberikan serangan penghabisan sambil membakar semut. Jika kondisi ini berlanjut, level semua orang akan semakin naik dan pertempuran akan sedikit lebih mudah. Dengan begitu, mungkin saja kami bisa menang telak.

"Bagaimana kondisi kalian? Apa sudah mulai lelah?"

Setelah terus-menerus membantai semut selama beberapa waktu, Sieg menanyakan kondisi semua orang. Selama waktu itu, beberapa Mother Ant sempat naik, namun aku, Ike, dan Clarice bertiga bisa menanganinya.

"Aman!" "Masih sanggup!" "Dua atau tiga hari lagi pun masih kuat!"

Semua orang memberikan jawaban yang meyakinkan.

Sebenarnya aku ingin menjawab hal yang sama, tapi di sini aku harus menyampaikan kondisiku yang sebenarnya dengan jujur.

"Ayah, MP-ku sisa sepertiga. Apa tidak apa-apa?"

Saat ini, satu kali Tornado-ku bertahan sekitar lima belas detik. Durasi ini sudah meningkat dibanding saat aku baru mempelajarinya. MP yang kuhabiskan dalam satu menit adalah 200. Jika bertarung lebih dari tiga puluh menit, wajar saja kalau terkuras habis.

"Baiklah! Kalau begitu jika Mother Ant berikutnya naik, kita bunuh lalu tutup tangganya! Begitu MP Mars pulih kita buka lagi, semuanya bersiap!"

Menutup tangga yang dimaksud adalah menimbun tangga dengan sihir tanah. Bisa dibilang Sieg menyisakan MP-nya memang untuk saat-saat seperti ini.

Tak lama kemudian, dua ekor Mother Ant merayap naik bersama para Killer Ant.

"Ayah! Aku akan menggunakan Fire Storm! Semuanya tolong mundur! Aku akan terus merapalkannya sampai MP-ku habis, Ayah dan Ibu tolong urus sisanya setelah itu!"

Aku mengangkat kedua tangan dan memicu badai api di tangga, seketika semut-semut itu terbakar hebat. Lalu aku menggerakkan badai api itu masuk ke Lantai Dua.

Kemungkinan pemandangan di lantai bawah sudah seperti neraka. Aku terus mempertahankannya selama MP-ku masih ada untuk mengurangi jumlah semut sebanyak mungkin.

Begitu MP-ku tinggal tiga digit, aku memberi isyarat pada Sieg dan Maria. Mereka berdua merapalkan Stone Wall dan Ice Wall secara bergantian untuk menyumbat tangga.

"Stone Wall!" "Ice Wall!" "Stone Wall!" "Ice Wall!" "Stone Wall!"

Dinding yang berlapis-lapis seperti kue mille-feuille itu tampak sangat kokoh.

"Bagus! Semuanya istirahat selama tiga jam! Untuk berjaga-jaga, bersiaplah agar bisa segera melarikan diri dari sini kapan saja. Black Three Wolf Stars, kalian harus istirahat total karena kalianlah yang akan membawa Mars jika terjadi hal yang tak terduga! Blue Fang, maaf, tolong beri tahu Ralph di luar bahwa kita sedang istirahat. Katakan kita akan mulai lagi tiga jam lagi."

Selagi Sieg memberi instruksi, aku melangkah menuju Clarice. Clarice sepertinya sudah tahu aku akan datang, dia duduk menunggu di dekat dinding.

"Kerja bagus. Ini baru permulaan, jadi ayo istirahat sejenak."

"Iya. Selamat tidur."

Aku menggandeng tangan kiri Clarice, kami saling menyandarkan bahu, dan terlelap berdua.

◆◇◆

Saat terbangun, aku merasakan tatapan dari beberapa orang. Dengan ragu aku membuka kelopak mata, dan di depanku sudah ada Sieg dan Maria.

"Selamat pagi. Ada apa?"

"Selamat pagi. Mars, hebat juga kamu, ya. Mendapatkan gadis baik seperti Clarice. Ibu jadi tenang."

"Tak kusangka aku akan diperlihatkan kemesraan anakku secepat ini."

Memang sih, kalau tidur begini mungkin akan terlihat seperti itu, tapi hobi mereka berdua memperhatikannya benar-benar aneh. Gara-gara itu, Clarice yang sepertinya sudah bangun lebih dulu dariku jadi tidak berani membuka matanya.

"Bagaimana kondisi tangganya?"

Begitu aku mengalihkan pembicaraan, wajah Sieg langsung kembali serius.

"Baru saja Ice Wall terakhir hancur. Dalam dua puluh atau tiga puluh menit lagi, Stone Wall terakhir juga akan hancur. Tadinya mau membangunkan kalian, tapi melihat kalian berdua begitu damai…… Maaf ya, Ayah tidak bermaksud menggoda."

Sieg mungkin berkata jujur, tapi orang yang satu lagi berbeda.

"Umu umu. Tapi kalau Clarice tidak bangun-bangun, kamu tahu kan apa yang harus dilakukan? Untuk membangunkan putri tidur, dibutuhkan ciuman dari pangeran, lho?"

Mendengar ucapan Maria, tangan kananku tiba-tiba terasa panas. Sumber panasnya adalah tangan kiri Clarice.

Saat aku melirik pelan ke arah Clarice, wajahnya sudah merah padam. Ini sih sudah ketahuan Maria…… tidak, ketahuan semua orang kalau dia sebenarnya sudah bangun.

"Yah, begitulah. Kalau Clarice sudah bangun, segeralah ke sini. Ayo pergi, Maria!"

Sieg menarik tangan Maria dengan paksa dan pergi meninggalkan kami.

"Clarice. Sudah aman kok."

Aku berbisik pada Clarice yang pura-pura tidur.

"……Tadi saat aku bangun, sudah ada orang yang melihat kita…… lalu ada Maria-san…… aku jadi kehilangan kesempatan untuk buka mata……"

Suara malu-malu terdengar lirih dari arah kananku. Yah, sikap Sieg dan Maria yang terlihat santai itu membuat yang lain ikut merasa rileks. Mungkin mereka sengaja melakukan itu.

Berkat itu, aku juga bisa melihat wajah malu Clarice. Kasihan sih, tapi anggap saja ini keberuntungan.

◆◇◆

"Kami kembali!"

Saat aku membawa Clarice kembali ke tim, semua orang menatap Stone Wall terakhir dengan ekspresi serius.

Selama tiga jam ini, MP semua orang telah pulih dan berada dalam kondisi prima. Lagipula, tiga jam yang lalu yang MP-nya terkuras hanyalah aku, Clarice, dan Ike, sementara Sieg dan Maria hanya menggunakan sihir di akhir untuk menyumbat tangga.

"Mereka datang!"

Stone Wall terakhir hancur, dan semut yang muncul pertama kali memiliki warna yang berbeda. Jika Killer Ant berwarna hitam, semut di depan kami ini berwarna merah.


[Nama] —

[Gelar] —

[Ras] Guard Ant

[Threat] D

[Kondisi] Baik

[Usia] 1 Tahun

[Level] 1

[HP] 75 / 75

[MP] 1 / 1

[Strength] 35

[Agility] 38

[Magic] 1

[Dexterity] 1

[Endurance] 40

[Luck] 1


Hanya sedikit lebih kuat dari Killer Ant. Bukan lawan yang mustahil dikalahkan.

"Namanya Guard Ant! Tingkat ancaman D!"

Seperti sebelumnya, aku menelan para semut itu dengan Tornado.

Di tengah pertempuran, Clarice menembakkan panah sambil memberikan dugaannya.

"Guard itu penjaga…… penjaga itu pelindung…… berarti dia pengawal……? Mars, mungkinkah keberadaan Guard Ant di sini berarti semut yang harus mereka lindungi ada di dekat sini? Kita harus lebih berhati-hati."

"Benar juga. Kalau ada yang aneh tersangkut di Tornado, aku akan beri tahu."

Aku sedikit meremehkan Guard Ant ini. Kupikir mereka cuma sedikit lebih kuat dari Killer Ant, tapi ternyata mereka punya satu variasi serangan tambahan.

Jika Killer Ant menyerang dengan tangan tajam seperti sabit atau menggigit dengan rahang besar, dan Mother Ant punya serangan tambahan berupa sengatan jarum ekor, Guard Ant ini menyemburkan sesuatu seperti asam dari mulutnya.

Seketika aku mengaktifkan Sylpheed untuk meniup asam itu, namun Ban, pemimpin Blue Fang, terkena asam itu secara langsung sehingga sebagian tubuhnya menderita luka bakar.

"Mars dan Ike, prioritaskan membunuh Guard Ant! Yang lain urus Killer Ant. Clarice, tolong bantu mana saja yang terlihat kesulitan!"

Hanya aku, Ike, dan Clarice yang bisa menuruti instruksi Sieg ini. Jika ada Killer Ant muncul di depan aku dan Ike, kami bisa menghabisinya dulu baru kemudian menyerang Guard Ant.

Namun, di depan Blue Fang, Red Wing, dan Black Three Wolf Stars, apa pun jenis semut yang datang, mereka sudah kewalahan menghadapi musuh di depan mata. Mereka tidak punya kemewahan untuk memilih prioritas.

Alhasil, Magic Arrow terus-menerus ditembakkan ke arah ketiga party tersebut, dan frekuensi Heal milik Clarice pun meningkat.

Guard Ant yang sekarat juga merepotkan. Sebelumnya, semut yang sekarat dibiarkan saja tidak berbahaya, tapi Guard Ant akan menyemburkan asam ke segala arah. Berbeda dengan tadi, kini semua orang menghabisi mereka dengan perasaan waswas.

Bahkan saat membakar mayat semut, semburan asam sering kali memadamkan apinya. Hal ini membuat MP Ike terkuras lebih banyak dari yang seharusnya.

Saat aku mencoba mengatur formasi dengan menyisipkan Wind Cutter ke dalam Tornado, dua ekor Mother Ant dan satu jenis semut lain tersangkut di dalamnya.

Sepertinya Guard Ant berbondong-bondong naik dari Lantai Dua demi melindungi semut ini.

"Sepertinya monster jenis bos akan naik! Dua Mother Ant dan banyak Guard Ant juga merayap naik!"

Semut itu lebih besar dari Mother Ant dan lebih merah dari Guard Ant. Warna merahnya mengingatkan pada bos sebuah ruangan labirin.


[Nama] —

[Gelar] —

[Ras] Queen Ant

[Threat] B

[Kondisi] Baik

[Usia] 3 Tahun

[Level] 1

[HP] 204 / 287

[MP] 5 / 5

[Strength] 102

[Agility] 72

[Magic] 1

[Dexterity] 1

[Endurance] 120


Tingkat ancaman B! Bahkan Tornado yang sudah disisipi Wind Cutter tidak sanggup mengurangi HP-nya sampai sepertiga.

"Ayah! Ini gawat! Putuskan untuk mundur sekarang!"

Terlalu berbahaya menghadapi musuh ini. Antara aku harus melepaskan sihir petir, atau bertarung bersama Clarice seperti saat melawan Hell Snake. Bagaimanapun juga, bertarung melawannya sambil dikelilingi semut-semut lain di sini sangatlah berisiko.

"Semuanya mundur! Party Blue Fang, Red Wing, dan Black Three Wolf Stars, segera mundur setelah menghabisi musuh di depan kalian! Ike, bantu Mars dan Clarice sambil mundur!"

Mendengar instruksi Sieg, semua orang bergerak serentak. Aku membiarkan Tornado tetap aktif untuk menghabisi semut di sekitar ketiga party tersebut demi membantu mereka mundur. Clarice juga terus menembakkan Magic Arrow sambil perlahan bergerak ke belakang.

Para penyihir dari tiap party sudah selesai mundur ke lorong, dan anggota party lainnya pun menuju lorong demi melindungi Sieg dan Maria.

Aku, Clarice, dan Ike mulai mundur, namun Queen Ant menerjang maju sambil menyemburkan sesuatu. Guard Ant yang terkena semburan itu mengeluarkan suara "shuu" dan meleleh seketika.

Bahaya kalau sampai dia mendekat!

(Wind Impulse!)

Aku menghentikan Tornado di dekat tangga dan menghantamkan Wind Impulse ke arah Queen Ant. Aku tidak berhasil menghempaskannya, tapi aku berhasil membuatnya mundur.

Di celah itu, kami bertiga berlari menuju lorong.

"Bagus! Semuanya sudah kumpul! Tiga party di depan! Barisan belakang kuserahkan pada Ike! Mars! Clarice!"

"Ayah! Bisakah kalian mundur duluan? Ada yang ingin kucoba!"

Aku mengutarakan pendapatku pada Sieg yang menunggu kami.

"……Baiklah! Tapi jangan paksakan diri!"

Mungkin Sieg juga sudah menduga apa yang ingin kulakukan.

"Ayah mertua! Aku juga akan tinggal bersama Mars!"

Bukan cuma Sieg, Clarice pun berpikiran sama.

"Terima kasih! Clarice! Titip Mars! Ayo berangkat!"

Setelah berlari bersama semuanya hingga pertengahan lorong, aku dan Clarice berhenti dan menoleh ke belakang. Pemandangan kerumunan semut yang memenuhi lorong dan merayap ke arah kami membuat bulu kudukku berdiri.

Aku menahan semut di barisan depan dengan Wind sambil menunggu Queen Ant datang.

Tak lama kemudian, Queen Ant muncul di depan setelah menerobos kawanan semut lainnya. Dia masih terus menyemburkan sesuatu dari mulutnya, melelehkan semut-semut di sekitarnya tanpa pandang bulu.

"Clarice, kalau gagal pun kita bisa kabur sambil menahan mereka dengan Wind Impulse, jadi tenang saja."

"Aku tahu. Tapi kalau itu Mars, aku yakin kamu pasti bisa."

Sihir yang kulepaskan dengan dorongan semangat dari Clarice tentu saja adalah sihir petir.

"Tenrai!"

Mana emas menyelimuti tubuhku. Namun kali ini tidak berakhir di situ. Aku akan melepaskan mana ini.

Aku membayangkan mengumpulkan mana Tenrai ini di tangan kananku. Caranya sama seperti trik Wind Impulse yang diajarkan Sasha. Aura emas yang menyelimuti tangan kananku perlahan menebal, seiring dengan terkumpulnya mana.

Bagus! Segini saja sudah cukup. Sekarang tinggal meledakkannya!

"Rasakaaaannn!!! Lightning!"

Begitu aku melepaskan mana sambil menopang tangan kanan dengan tangan kiri, kilatan emas yang menyilaukan menerangi lorong layaknya matahari. Di saat yang sama, dentuman keras mengguncang tanah.

Kekuatannya sanggup membalikkan tubuh raksasa Queen Ant akibat gelombang kejut, dan membuatnya menderita status Paralyzed (Extreme). Sepertinya dia bahkan tidak bisa menggerakkan kakinya sendiri.

Semua semut di sekitarnya mati seketika, bahkan ada yang terlempar akibat guncangan dan menabrak dinding hingga hancur berkeping-keping.

"He-hebat……"

Clarice terpana. Memang, barusan itu luar biasa. Aku berpikir jika sisa semutnya tinggal sedikit, aku bisa menang jika terus merapalkan sihir ini, tapi konsumsi MP-nya tidak masuk akal. Mencapai 1.000! Aku tidak boleh ceroboh.

Omong-omong, aku menamainya Lightning karena terdengar keren.

"Bagus, berhasil! Mari kita beri serangan penghabisan pada Queen Ant lalu kembali!"

Aku membakar Queen Ant yang sedang lumpuh dengan Fire, dan setelah memastikan api menyebar ke mayat semut lainnya, kami pun mundur.

"Queen Ant itu ratu semut, kan? Berarti ini kemenangan kita, ya?"

Tanya Clarice sambil berlari. Aku pun menyampaikan pendapatku.

"Mungkin belum. Karena semut-semut masih merayap naik dari tangga. Tapi dipikir secara normal, ratu semut seharusnya menjadi sosok yang dilindungi, jadi dia tidak akan maju ke garis depan……"

"Benar juga…… mungkin saja ada banyak ratu semut seperti semut Argentina, ya."

"Ya. Pokoknya ayo cepat kembali."

Kami berlari menembus labirin dengan suara gesekan semut yang mengejar di belakang kami.




Previous Chapter | ToC | Next Chapter

Post a Comment

Post a Comment

close